Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Rahasia Terbongkar


__ADS_3

*Sebelum membaca, jangan lupa untuk like, vote, rate bintang 5, dan kasih masukan ya*


Happy reading


.


.


Aku masih bingung dalam kesendirian. Sepeninggalnya Puspa dan Kencana, aku terus berpikir tentang satria. Hari berganti hari, tak lama seminggu berlalu. Aku terus mengamati gerak - gerik Balaputra. Sebagai saudara, tentu aku seharusnya tidak curiga. Tapi sejak aku berada di istana ini. Dia berusaha menyingkirkanku. Tujuannya cuma satu yaitu tahta Medang.


Perlakuan Satria terhadapku terkadang manis terkadang kasar. Sisi manisnya muncul ketika habis bertemu Balaputra. Jika tidak, dia berani berkata dan berbuat kasar padaku. Misalkan menyuruhku untuk membersihkan taman tatkala membuatnya kesal.


Padahal, aku adalah calon istri dan calon ratu di istana ini. Bahkan dia pernah mengancamku, jika aku melawannya. Tapi dia tidak tahu, jika aku adalah wanita yang dilindungi oleh dewa. Aku bisa saja dengan sekejab memusnahkan dia. Tapi aku harus menahannya hingga aku tahu siapa dia.


Satria juga dengan tega berkelahi dengan Pasopati. Dia menuduh Pasopati menyukaiku. Bahkan dia juga menghukum Pasopati untuk keluar dari istana. Tapi aku segera bertindak dan mengunakan hak istimewa sebagai pewaris tahta.


Pasopati sudah geram dengan Satria palsu. Tapi aku mencoba menahannya, agar dia bersabar. Aku menjelaskan pada Pasopati untuk mengikuti permainannya.


"Sabar So, kita akan melenyapkan dia setelah tahu kebenarannya." kataku


"Aku sudah tidak sabar dengan tindakan semena - menanya. " gerutu Pasopati


"Kalau kita melenyapkan dia sekarang. Maka kita tidak akan tahu dimana Satria asli berada." kataku mencoba menenangkan Pasopati


Akhirnya Pasopati mengalah dan selalu minta maaf, tatkala dia melakukan tindakan yang dinilai buruk oleh Satria palsu. Aku tahu Pasopati sangat tertekan dengan perlakuan jahat Satria Palsu. Tapi kami mencoba menahan amarah.


Tapi yang membuatku tercenang adalah ketika aku mengajak ke tepi sungai opak. Aku tidak memberitahu terlebih dahulu, kemana kami akan pergi. Karena jika dia tahu lebih dulu, pasti dia akan mencari tahu dari Balaputra.


"Sayang, aku ingin jalan - jalan. Maukah kau menemaniku." kataku


"Tentu saja permaisuri. Aku akan pergi denganmu." katanya


Sifat dia saat malam hari berubah menjadi liar. Beberapa kali dia berniat untuk menodaiku. Tapi aku bisa melindungi diri. Sebagai akibatnya, aku selalu dihukum. Ayah dan ibuku tidak bisa berbuat apa - apa. Hal itu, karena dalam peperangan dahulu, keluargaku menderita kekalahan. Sehingga kami harus tunduk dengan Satria.


Satria asli tidak pernah mengungkit tentang peperangan tempo hari. Hubungan yang buruk di masa lalu, sepakat kita kubur. Harapannya dengan pernikahanku dan Satria, semua akan membaik. Tapi dengan Satria ini, dia selalu mengungkit kejadian masa lalu. Itu yang membuat orang tua ku tidak berkutik.


...


(Suatu hari di tepi sungai opak).


"Kenapa kau mengajakku ke sini, sayang?" tanya Satria


Aku kaget bukan main, karena tempat ini adalah tempat istimewa buat kita. Satria bertemu denganku di tempat ini. Aku bisa masuk ke abad ini, juga melalui pintu ghaib yang ada di sungai ini.


Melihatnya tidak ingat dan keheranan, aku kemudian bersandiwara untuk mengetahui lebih dalam tentang Satria palsu ini.


"Menurut kakak gimana tempat ini?" tanyaku


"Tempat ini tidak cocok untukku. Aku seorang pangeran. Jadi ngapain kamu ngajak aku ke sini?" tanya Satria


"Boleh nggak kita melangsungkan upacara adat pernikahan, di sini?" tanyaku


"Enggak, tempat ini tidak mewah. Aku menginginkan pernikahan yang mewah dan megah." kata Satria


Aku semakin yakin jika Satria yang ada di depanku adalah Satria palsu.

__ADS_1


"Aku boleh tanya nggak?" tanyaku


"Tentu boleh sayang." katanya


Satria terus mendekat padaku, aku merasa tidak nyaman. Tapi aku harus berusaha mencari tahu tentang kebenaran ini.


"Pada waktu kamu berburu macan putih itu, dimana?" tanyaku


"Hutan Dandaka, kenapa?" tanyanya


"Bagaimana kakak menangkap macan itu?" tanyaku


Dia kemudian menjelaskan bagaimana dia menangkap macan itu. Ternyata dia menangkap dengan cara menghipnotis macan agar mau dan menurut dengan permintaannya. Dia juga mengatakan bahwa telah menipu macan putih dengan berganti wajah menjadi macan putih pasangannya. Sehingga dengan mudah melepas perlindungan yang dipakai macan itu.


Mendengar penuturan itu, aku yakin bahwa makhluk itu telah menipu Satria dengan berganti wujud menyerupaiku. Sehingga Satria mau melepas gelang perlindungan dari Dewa Indra.


"Dari mana kakak belajar ilmu malih rupa?" tanyaku


"Dari guruku yang sakti, kenapa kau bertanya seperti itu sayang?" tanyanya agak curiga


"Bisakah aku belajar denganmu? kau pernah bilang akan memberikanku seorang guru yang sakti." kataku


Tapi sepertinya dia ragu dan gugup, mengingat bukan dia yang menjanjikan padaku.


"Kenapa kau ragu, kau telah berjanji padaku." kataku


"Ba ba baiklah aku akan mengajarimu." katanya


Aku tidak berniat untuk mempelajarinya. Karena Puspa berkata kalau ilmu itu hanya dimiliki oleh seorang danawa.


...


Perjalan menuju istana dari opak tidaklah jauh. Aku segera mandi dan menuju ke kandang macan. Semua prajurit menyembah tatkala aku menuju kandang. Begitu sampai di kandang, aku segera mencari macan putih.


Dia langsung bangun dan menunjukan sikap manja padaku. Aku perhatikan tingkah dia yang lembut jadi menangis. Ada rasa kasihan padanya


"Kak Satria, aku tahu ini kamu. Sabar lah kak, aku akan cari cara untuk membebaskanmu." kataku


Macan Satria segera mengaum dan mencium pipiku. Aku kemudian memeluknya dengan bahagia. Tapi tiba - tiba Satria palsu datang. Kedatangannya mengagetkanku.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Satria


"Aku sedang menenggok macan putih." kataku


"Perhatianmu pada macan itu lebih besar dari pada padaku. Aku akan membunuh macan ini sekarang juga." katanya


Tiba - tiba dengan cepat dia mengangkat tangannya dan membuat macan satria terlempar.


"Kakaaak." teriakku


"Apa kau bilang?" tanyanya


"Kau Satria palsu. Kau telah menukar jiwa Satriaku menjadi macan putih itu, denawa." kataku


Satria palsu menjadi kaget ketika aku dapat mengenalinya. Dia semakin jumawa dan tertawa sangat keras.

__ADS_1


"Karena kau sudah tahu, maka aku akan membunuhmu." katanya


"Aku yang akan menghancurkanmu." kataku


Terjadilah pertarungan antara aku dan Satria palsu. Tapi aku takut jika bertarung di sini seluruh penghuni istana akan tahu jika aku bisa bertarung.


Kencana membantu ku dengan cara membawa Satria palsu ke duniaku. Kencana telah menciptakan dunia kita untuk bertarung dengan aman.


"Dimana ini, siapa kau?" tanyanya


"Aku adalah kematianmu. " kataku


Dia kemudian melawanku dengan sangat buas. Tapi aku bukanlah wanita biasa. Sebelum pertarungan terlalu dalam, Kencana keluar dari tubuhku.


"Sebelum kau melawan putri, hadapi aku." kata Kencana


"Siapa kau?" tanya Satria palsu


"Tak perlu tahu, yang pasti kau harus segera lenyap dari hadapanku." kata Kencana


Pertarungan tak bisa dielakan. Kencana dan Satria palsu saling serang. Kesaktian denawa tenyata sangat hebat. Sehingga Kencana harus mengeluarkan ajian pamungkas.


Ledakan sangat keras akibat dari pertemuan dua kesaktian itu. Tapi denawa itu dapat mengalahkan Kencana.


"Kencana mau tidak apa - apa?" tanyaku


"Aku tidak apa - apa, putri. Cepat musnahkan dia dengan panah pancaroba." kata Kencana.


Denawa itu semakin tertawa dan kini berubah wujud menjadi bentuk aslinya. Tak kusangka dia adalah denawa berwujud macan hitam. Dia merupakan pengacau di hutan Dandaka.


"Putri cantik menikahkan denganku. Maka aku tidak akan menyakitimu." katanya


"Jangan harap, denawa." kataku


Aku segera menyerangnya sekuat tenaga. Aku keluarkan kemampuan bertarung. Ternyata denawa itu dapat jatuh karena pukulanku.


"Siapa kau? ternyata kau tidak selemah yang aku duga." tanyanya


"Kau akan segera tahu." kataku


Aku segera mengeluarkan panah pancaroba. Denawa itu begitu terkejut ketika aku mengeluarkan panah sakti itu. Dia berusaha mengeluarkan tulang pusakanya. Dia segera melepaskan senjatanya. Demikian juga dengan aku segera melesatkan panah pancaroba.


Senjata hebat, panah pancaroba dapat menghancurkan pusaka musuh dan secepat kilat langsung meluncur ke tubuh denawa. Dalam hitungan detik, denawa itu hancur dan kemudian musnah.


Kencana menghampiriku.


"Saatnya kembali ke Istana." kata Kencana


**


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya. Jangan lupa untuk like, vote, dan rate bintang 5 ya. terimakasih.


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2