
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Happy reading
***
Jika kami berangkat ke istana kegelapan. Aku bisa saja kehilangan Puspa, Kencana, dan Senopati. Tapi jika tidak menyelamatkan Retno. Aku, Prasta dan Satria akan kena masalah.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku dengan air mata terurai.
Pada saat itu, pintu kamar ku diketok seseorang. Puspa pun lalu keluar dan memastikan siapa dia.
"Pangeran Prasta." kata Puspa.
Aku pun lalu bangun dan membuka pintu kamar hotel ku. Kenapa ya Prasta datang malam-malam ke kamarku. Apa ada sesuatu, gumamku.
"Kita tidak akan tahu kalau tidak bertanya." kata Puspa
Aku pun membuka kunci kamar hotel ku. Aku memasang wajah riang. Tapi ternyata Prasta datang dengan buru-buru seperti dikejar hantu saja.
"Ada apa?" tanyaku bingung.
"Gawat Ra, gawat." katanya
"Gawat kenapa? ngomong yang jelas" kataku
Aku pun lalu mengambil air mineral yang ada di mini freezer hotel. Dia pun lalu meminumnya.
"Retno diculik sama malih rupa kita." kata Prasta
"Tau kok, trus?" tanyaku
"Kamu tahu?" tanya Prasta
Aku hanya menganggukan kepala. Prasta pun lalu mendekat dan memegang bahuku.
"Kita selamatkan dia sekarang. Atau kita akan dapat masalah." katanya
Dalam hatiku juga dari tadi berpikir seperti itu. Tapi bagaimana strategi nya. Kalau aku bisa mengambil jalan tengah maka udah aku lakukan dari tadi.
"Cara nya?" tanyaku
"Kita masuk ke istana kegelapan" kata Prasta.
"Tapi kata Dewi Puspasari, kita bisa masuk. Untuk keluar dari sana hanya bisa 2 sukma. Itu artinya, kalau kita menyelamatkan Retno. Harus salah satu dari kita yang berangkat." kataku
Saat itu Prasta pun terkejut dengan semuanya. Dia tidak menyangka akan mengalami hal ini. Kalau kita berangkat sendiri sama saja dengan bunuh diri. Aku pun membuang nafas kasar.
"Kamu seorang putri mahkota. Jadi kamu harus dilindungi. Biarkan aku yang masuk ke istana kegelapan. Aku akan membawa Retno dengan selamat." kata Prasta
"Tidak... kekuatan raja kegelapan sangat hebat, Pras." kataku
Kami berdua lalu bersikekeh dan ingin ke istana kegelapan. Tapi pada waktu itu, datanglah Satria. Dia sudah mengendong Retno dalam pelukannya. Kami pun langsung kaget. Bagaimana mungkin Satria seorang diri masuk ke istana kegelapan.
"Satria, bagaimana bisa kau masuk seorang diri dan membawa Retno kembali?" tanya Prasta
"Apa yang terjadi dengan Retno?" tanyaku
__ADS_1
"Simpan pertanyaan kalian. Mari bantu aku meletakan Retno di kasur." kata Satria
Prasta pun lalu membantu mengangkat Retno menuju kasurku. Tapi aku lihat Puspa, Kencana, dan Senopati Dandaka bersiaga.
"Ada apa dengan kalian?" tanyaku
Belum sempat dijawab pertanyaanku. Senopati kegelapan datang mengejar Satria. Tapi langsung ditarik keluar dari kamarku oleh Senopati Dandaka.
"Putri, jangan kemana - mana ... tetaplah di dalam kamar ini." perintah Puspa.
Aku pun menganggukan kepala. Tak lama kemudian, Satria ikut pingsan. Sontak membuatku dan Prasta bingung.
"Salurkan tenaga dalam kita." kataku
"Ayo" ajak Prasta.
Kami pun lalu menolong Satria. Sepertinya dia terluka parah. Ya wajar saja kalau dia terluka. Bagaimana tidak coba. Dia datang seorang diri masuk ke istana kegelapan. Kemudian dia menyelamatkan Retno seorang diri. Aku nggak bisa membiarkan Satria menjadi korban.
"Satria kamu tidak apa-apa kan?" tanyaku
"Terimakasih, Nararia... Tapi tidak apa-apa kok. Hanya luka dalam sedikit saja. Oh iya, tadi aku dikejar oleh senopati kegelapan. Aku telah membawa jasad Retno." kata Satria.
Dia nampak khawatir jika senopati akan muncul dan mencelakai kami. Dia juga meminta kepada Prasta untuk siaga. Takut ada serangan dadakan dari istana kegelapan.
"Tenang lah Satria, kita akan aman." kataku
Sebenarnya aku ingin menengok keluar. Aku penasaran dengan pertarungan antara temanku dan Senopati kegelapan. Tapi aku masih menunggui Retno dan Satria. Selain itu, Prasta juga menahan lenganku. Dia pun menggelengkan kepala.
"Tetap di sini, jangan jauh dari ku." kata Prasta.
Tak berapa lama, temen-temen kembali.
"Bagaimana, apakah kalian baik-baik saja?" tanyaku
Kami ber 5 lalu menyatukan kekuatan dan memberikannya kepada Satria. Tak berapa lama, Satria sadar. Aku segera mengambil air putih untuk Satria. Setelah agak lama Satria menatap kami 1 per 1. Kemudian terakhir menatap Retno.
"Sat, sekarang bisa kamu ceritakan bagaimana kamu bisa masuk ke Istana dan membawa Retno?" tanya Prasta.
Satria lalu menceritakan tentang aksinya.
*
Satria POV
Aku sangat tidak tenang dengan keadaan seperti ini. Bagaimanapun juga Retno harus diselamatkan. Aku lalu mengambil senjata Dupa Anglayang. Senjata yang sangat ampuh di Medang. Setelah itu, dengan bantuan Anglayang.
Aku mengeluarkan sinar yang menyilaukan mata. Aku lalu masuk dan melesat ke dalam istana kegelapan. Seperti dugaan, istana ini terlindungi dengan pagar ghaib. Tapi tubuhku telah terlindungi oleh Dupa. Sehingga dengan mudah aku bisa masuk. Aku lalu masuk menuju ruang pemujaan Denawa.
Aku ingin masuk tapi dinding putih itu sangat tebal. Ini adalah kekuatan penuh dari para tetua istana kegelapan. Aku jelas tidak bisa masuk. Kalau pun aku masuk, pasti aku akan hangus terbakar. Dupa Anglayang beradu dengan dinding susuk tunggal.
Aku masih mengamati jalannya ritual pembangkitan sukma dan jasad itu. Aku melihat tubuh Retno terangkat. Aku kasihan sebenarnya. Tapi apa daya, ketika lengah baru aku bisa masuk dan langsung membawa Retno.
"Sabar lah Widasari, mungkin ini karma yang harus kamu jalani." batinku.
Aku menanggis, melihat Retno dijadikan media pembangkitan. Tubuh Retno melayang dan saat itu, tetua kegelapan membacakan mantra. Mereka memanggil sukma Walaing, Aura, dan Tamara. Proses yang sangat menyakitkan tentunya. Karena tubuh Retno bergetar begitu hebat. Air mata ku terus menetes melihat ini.
"Dewa, meskipun Widasari bersalah. Aku mohon berikan aku kekuatan untuk menyelamatkan dia." batinku
Retno kemudian berputar di udara dan mulailah aku melihat sukma Walaing, Tamara, dan Aura masuk ke dalam tubuh Retno. Setelah itu, sukma mereka ber 3 keluar dari tubuh Retno. Sukma Walaing kembali segar. Sukma Aura masuk ke tubuh Aura. Sedangkan Sukma Tamara masuk ke tubuh Tamara. Pada waktu mereka fokus ke 3 sukma baru itu.
Aku melihat dinding kaca putih menipis. Saat itu juga, aku mengeluarkan kekuatan penuh dari senjata Dupa Anglayang. Aku bak roket yang meluncur menembus dinding ghaib itu. Lalu aku sambar tubuh Retno, dan langsung menghilang.
Aku mendengar kemarahan raja kegelapan.
__ADS_1
"Senopati, kejaaar dia!!!" perintah raja kegelapan.
Prajurit kegelapan pun juga mengejarku. Tapi mereka semua terbakar akibat panas dari senjata Dupa. Lalu aku menuju ke hotel Nararia.
"Begitu lah ceritanya." kata Satria.
"Lalu jika kita menyakiti Tamara, Aura, dan Walaing. Kita juga akan menyakiti Retno?" tanyaku sambil menanggis.
"Iya, seperti itu lah... Jika kita membunuh salah satu dari mereka. Maka Retno juga akan meninggal." kata Satria tertunduk.
Aku pun lalu menuju kepada Kencana dan Puspa.
"Kencana, Puspa tolong aku. Bagaimana cara nya melepaskan ikatan Retno dan ke 3 musuh kita?" tanyaku
Kencana hanya menggelengkan kepala.
*
Istana Kegelapan.
Raja kegelapan sangat senang melihat ke 3 pengikutnya bangkit.
"Selamat datang kembali pangeran Walaing, Tamara, dan Aura." kata Raja Kegelapan.
"Terimakasih Maharaja, karena mu. Kami bisa bangkit kembali." kata Walaing.
"Saatnya kita balas dendam kepada Dikadiraksa itu!" kata Tamara.
Raja kegelapan pun kemudian memberitahu tentang kebenaran mereka ber 3.
"Sekarang kita akan sangat unggul. Jika musuh menyerang kalian ber 3. Maka sama saja dengan menyakiti Retno Kartika. Jika mereka membunuhmu sama dengan membunuh Retno. Karena kalian dan Retno Kartika sekarang satu." kata Raja Kegelapan dengan tawa
Mendengar hal itu pun, Tamara dan Aura sangat senang sekali.
"Ini sungguh luar biasa, maharaja. Sekarang kita harus menyerang dengan kekuatan penuh. Aku yakin mereka tidak akan berani melukai kita. Kau sungguh licik dan cerdik Maharaja." kata Aura.
"Kita akan mulai penyerangan" kata Maharaja.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next :
Kira - kira apa yang akan dilakukan Nararia jika mereka diserang Tamara?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"
__ADS_1