Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Rencana Penyambutan di Jerman


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Kau pasti tahu siapa sebenarnya putri mahkota." desak Satria.


"Aku curiga jika putri mahkota itu adalah Nararia. Katakan senopati, kalau putri Nararia itu adalah putri mahkota." tanya Prasta yang sudah tidak sabaran.


Senopati pun akhirnya dilanda kebingungan. Bagaimana dia akan berkilah atas perkataannya yang tidak sengaja itu.


"Senopati, ayo kasih tahu." desak Satria


Tapi senopati masih saja diam. Dalam hati nya, dia memanggil Dewi Puspasari. Tak berapa yang dipanggil datang. Ya, puspa menampakan diri nya pada Satria dan Prasta.


"Dewi Puspasari." kata Prasta dan Satria


"Ada apa pangeran?" tanya Puspa


"Dewi, tolong katakan pada kami. Siapa putri mahkota itu?" tanya Satria


"Pramodhawarddhani atau Tangan Sanjiwani." jawab Puspa


"Dewi, kita tidak sedang bercanda. Aku tahu Sanjiwani adalah permaisurinya. Tapi, menitis kepada siapa dia?" tanya Prasta


Puspa lalu tersenyum dan mengamati ke dua orang yang di hadapannya itu.


"Kenapa kalian ingin tahu tentang putri mahkota?" tanya Puspa


"Putri Mahkota akan membantu kami melawan musuh utama. Kita sadar, musuh utama kita telah muncul. Dewi Puspa, kau pasti tahu kan siapa putri mahkota" kata Satria


"Ya kami tahu, tapi kami tidak akan memberitahu kalian. Coba kalian rasakan aura, cinta, dan kasih nya. Kalian akan mengenalinya. Ayo senopati, tugas kita masih banyak." kata Puspa


Setelah mengatakan itu, Puspa dan senopati langsung menghilang. Sepeninggalnya mereka, Satria dan Prasta pun masih penasaran.


"Kalau gitu, ayo kita temui Nararia." ajak Satria.


"Oke, kita langsung ke kampus." kata Prasta


**


Hari ini aku sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Sebenarnya menghilang dengan Puspa dan Senopati Dandaka akan cepet ke Jakarta. Tapi aku harus lewat maskapai penerbangan. Soalnya aku ke jakarta tidak hanya akan bertemu Ivan dan Dika. Tapi aku juga harus ke Batan (Balai Tenaga Atom dan Nuklir) Jakarta. Sehingga aku membawa SPPD (Surat Pengantar Perjalanan Dinas).


📞📞📞


"Nara, langsung ketemu di Bandara ya" kata Mas Arya diseberang sana


"Ya, aku bentar lagi berangkat. See you" kataku


Aku ke Jakarta bersama Mas Arya. Jadi tidak mungkin lah aku menghilang, heheh.

__ADS_1


"Putri, kenapa tidak menghilang saja bersama kami?" tanya Senopati.


"Ada hal yang harus dilakukan dengan normal, Senopati. Kalian berdua pun harus ikut bersamaku naik pesawat. Di dunia mu kan tidak ada pesawat, hahaha." kataku bangga, karena abad 21 semua nya serba canggih.


Tapi Senopati malah balik tertawa.


"Kenapa kau tertawa, Senopati?" tanyaku heran.


"Buat apa pesawat, putri? kalau dalam sekejab kami bisa menembus ruang dan waktu, hahaha" katanya


Hahahah ... aku pun ikut tertawa. Karena apa yang dikatakan senopati benar. Mereka lebih canggih, tangan saja bisa keluar sinar. Mereka memiliki senjata yang ampuh. Hahaha...dunia kita kan berbeda.


"Baiklah, ayo kita berangkat." kataku


Aku pun dianter oleh sepupuku. Biasanya aku biasa meninggalkan mobil di Bandara. Tapi kali ini aku minta diantar.


**


Jakarta


2 jam kemudian, aku dan Mas Arya sampai di Bandara Soekarno-hatta. Tentu saja kami dijemput oleh salah satu kawan kami di Batan.


"Gimana perjalannya Mbak Nara, Mas Arya." tanya Mas Agus.


Mas Agus adalah salah satu kolega kami yang mengurusi proyek bersama.


"Lancar, mas" sahut Mas Arya.


Obrolan kami menjadi hangat hingga tak terasa sampai di kantor Bantan. Kami memang tujuan utama ke kantor Batan. Sebelum ke hotel, kami memang harus ke kantor Batan dulu. Aku harus menyelesaikan administrasi termasuk honor peneliti di Batan.


**


"Mas Arya, Nararia kemana?" tanya Satria.


"Tadi dijemput oleh Ivan dan Dika." sahut Mas Arya


"Kemana mereka?" tanya Prasta


"Nggak tahu, tapi kata Nara tadi, Ivan dan Dika mau berangkat ke Jerman. Mungkin mereka lagi party, hehehe." kata Mas Arya.


Mengetahui aku tidak ada di sana. Membuat mereka segera ingin selesai dalam merakit alat malam ini. Mereka masih penasaran denganku. Mereka ingin membuktikan tentang diriku.


**


Jerman


Aura dan Tamara masih menunggu kabar dari lelaki berhodie. Tamara nampak mondar mandir tidak jelas. Hal itu lah yang membuat Aura sedikit kesal.


"Tamara, kamu kenapa sih, seperti setrikaan saja." kata Aura


"Pangeran kegelapan itu kenapa sampai sekarang belum muncul?" tanya Tamara


"Sabar lah, mana mungkin dia berbohong. Dia membutuhkan kita." kata Aura tersenyum licik


Dalam ketidaksabaran Tamara. Tiba - tiba asap putih datang. Mereka pun lalu berdiri. Mereka tahu bahwa asap itu adalah pertanda tuannya datang.


"Selamat datang pangeran." kata mereka berdua

__ADS_1


"Apakah kalian tidak sabar menunggu kesayanganku?" tanya nya


"Mohon ampuni kami pangeran. Kami ingin segera mengetahui perkembangan selanjutnya." kata Tamara


Pangeran kegelapan itu pun lalu tertawa. Dia pun lalu duduk di kursi yang telah disediakan khusus untuk dirinya.


"Apakah pangeran membawa kabar dari musuh kita?" tanya Aura


"Tentu saja ... ada kabar yang sangat menggembirakan." katanya


"Apa itu pangeran?" tanya mereka bersamaan.


"Adhiraksa telah musnah selamanya. Dia terkena kutuk Pedang Sinar Surya. Sehingga selama 1 jt tahun dia tidak bisa reinkarnasi." kata nya sambil tertawa


Aura dan Tamara pun sangat senang mendengar bahwa Adhiraksa musnah. Mereka sangat geram dengan Adhir. Karena Adhir telah berkhianat dengan mereka.


"Akhirnya pangeran tengik itu musnah tanpa campur tangan kita." kata Aura sambil tertawa


"Musuh berkurang 1, sangat bagus." timpal Tamara


Pangeran kegelapan lalu menjelaskan keuntungan yang akan mereka dapatkan sebentar lagi.


"Ada hal lain lagi dan ini merupakan tugas untuk kalian berdua." kata lelaki berhodie


"Apakah 2 teman Nararia akan ke Jerman?" tanya Aura


"Tebakanmu memang benar Aura. Dua teman putri mahkota dalam waktu dekat akan kemari. Tugas kalian adalah mendekati mereka berdua. Buat mereka berdua percaya dengan kalian. Lalu kirimkan foto mereka pada putri mahkota. Kita gunakan mereka berdua sebagai sandra kita." kata lelaki berhodie.


"Tentu saja pangeran, kami akan melakukan hal itu dengan mudah. Terlebih dua teman Nararia itu tidak memiliki kesaktian apa pun juga. Jadi kita mudah untuk mempengaruhi nya." kata Aura.


"Tapi kalian harus hati - hati dan jangan meremehkan mereka. Dika rela mati hanya untuk menyelamatkan raga Nararia. Itu artinya, mereka adalah ksatria pilih tanding. Secara fisik mereka sangat kuat dan cerdas. Mereka merupakan seorang pasukan khusus terbaik di Indonesia. Kalian jangan pernah meremehkan dia." pesan lelaki berhodie.


"Tenang pangeran, kami akan bertindak yang sebaik - baiknya." kata Tamara


Setelah itu lelaki berhodie menghilang. Dia menghilang disertai tawa yang hampir memenuhi ruangan itu.


"Kita akan siksa jiwa Nararia melalui dua lelaki nya." kata Tamara sambil membayangkan kalau dia akan mendapatkan Dika dengan mudah.


"Aku juga akan membalas kepada Prasta tentang sakit hatiku. Setahu ku, Prasta dan Satria sekarang sudah bersahabat dengan Nararia. Mereka berdua pasti akan melindungi teman Nararia." kata Aura.


"Sekali tepuk 5 nyamuk sekaligus dapat kita kalahkan. Pangeran kegelapan memang cerdas. Sasaran kita sangat mudah kali ini. Mereka adalah kelemahan Nararia." sahut Tamara.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah rencana Tamara dan Aura berhasil?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2