
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
*Spesial update hari ini ya gais, Jangan lupa untuk vote*
***
Seketika itu, pengawal membukakan kain beludru merah itu. Betapa terkejutnya mereka ketika tahu, siapa orang yang ada di dalam kurungan perunggu itu.
"Ardaaa!! licik kau, kenapa kau libatkan orang yang tidak berdosa!" bentak Dika
"Aku lebih licik dan cerdik. Bahkan seperti saat ini." kata Arda.
Arda lalu menjetikan jarikan. Tiba - tiba tempat berdiri para Ksatria bercahaya.
"Sial, kurang ajar, kita telah dijebak oleh Arda" kata Dika.
Ya, para Ksatria telah terkurung dalam lingkaran iblis. Mereka lalu dengan tiba - tiba terikat oleh rantai perak. Mengetahui hal itu, Arda pun tertawa.
"Kurang ajar, dasar raja licik." kata Ivan.
"Hahaha... dengan begini, Nara pasti akan menikah denganku. Dia pasti tidak akan tega melihat orang terkasihnya menderita. Kalian semua akan menjadi saksi pernikahan kami. Aku menaang, karena Nara akan menjadi permaisuriku." kata Arda
"Lepaskan kami keparat!" teriak Satria.
Satria berusaha memberontak, tapi ikatan rantai itu semakin kuat.
"Hahaha...pangeran, jika kau banyak bergerak. Maka rantai itu akan semakin kuat mengikatnya. Kalian tenang saja, kalian akan aman. Prajurit, sembunyikan tawanan kita." kata Arda
Prajurit Kegelapan lalu menyembunyikan para Ksatria itu. Ya, mereka akan dikeluarkan jika Nara menolak untuk menikah.
(Dalam penjara istana ilusi)
Para Ksatria telah berada di penjara ilusi. Mereka terikat masing - masing.
"Kita harus segera keluar dari sini. Kita tidak bisa membiarkan Nara menikah dengan Raja Arda. Akibatnya akan sangat buruk." kata Satria.
"Tenanglah Satria, kita pasti menemukan cara." kata Dika berusaha menenangkan Satria
"Apa kau punya cara?" tanya Satria.
"Bisakah kita menggabungkan kekuatan, serta melepaskan rantai ini?" usul Ivan.
Mereka semua sepakat, tetapi dicegah oleh Prasta.
"Tidak bisa, jika kita menggunakan tenaga dalam. Rantai ini akan menghisap dan melemahkan tenaga kita. Ini adalah rantai iblis yang dibuat di lembah neraka." kata Prasta
"Apa??" sahut mereka kompak.
"Lalu bagaimana caranya kita lepas dari sini?" tanya Ivan.
"Kita hanya bisa bersemadhi dan berdoa. Semoga Nara baik - baik saja." kata Prasta.
Akhirnya mereka semua tenang dan tidak menghabiskan energinya. Tapi di saat hendak semadhi. Dika merasakan ada yang janggal.
"Ada apa Dika? Apa yang sedang kamu cari?" tanya Ivan.
"Sepertinya anggota kita kurang satu." kata Dika yang menyadari sesuatu.
Mereka pun saling melirik dan mengingat siapakah anggota nya itu.
"Adhiraksa" teriak mereka semua.
"Adhiraksa ada dimana?" tanya Satria.
"Pangeran tengik itu, menghilang kemana sih? Apakah dia melarikan diri?" tanya Ivan.
Mereka pun kini menyadari, jika Adhir telah hilang. Puspa dan Kencana juga terkurung dengan menggunakan jerat itu. Sedangkan Ratu Bang memutuskan untuk berjaga di luar. Senopati ikut bersama para Ksatria itu dan tertangkap.
"Pangeran Adhiraksa menghilang, apakah dia ikut bersama Ratu Bang?" tanya Prasta.
__ADS_1
"Sekarang kita hanya bisa berharap bahwa Ratu Bang dan pangeran Adhiraksa akan menyelamatkan kita." kata Kencana.
"Pangeran Kencana apakah kau ada ide?" tanya Dika.
"Saat ini belum, yang harus kita lakukan adalah diam. Oh iya, ini adalah istana ilusi. Kita berada dalam 1 frekuensi dengan putri Nara. Sebaiknya kita coba berkomunikasi dengannya." usul Kencana
Mereka pun sekarang baru menyadari. Seharusnya mereka bisa berkomunikasi dengan Nara.
"Ayo kita coba" usul Satria.
Mereka lalu mencoba untuk berkomunikasi. Tapi ternyata tidak bisa.
"Gimana ini?" tanya Ivan
"Nggak ada cara lain, berdoalah agar kita semua bisa selamat." usul Puspa
(pagi hari)
Aku sebenarnya tidak bersemangat. Tapi, aku harus bisa tahu apa rencana Arda. Dia sudah menangkap para Ksatria dan juga tawanan. Jujur, sampai sekarang aku tidak tahu siapa yang ditawan.
"Putri, kau akan selesai berdandan dalam waktu 1 jam lagi. Raja sudah tidak sabar menunggu mu. Pendeta kerajaan sudah datang. Jika sudah selesai, kita harus segera ke aula" kata seorang dayang.
"Dayang Ranggi, jangan ganggu kami merias permaisuri. Katakan pada Raja, sebentar lagi kami selesai." kata dayang yang membantuku merias.
30 menit kemudian, dandanannya selesai. Tapi, aku merasakan ada yang datang.
*
(Ratu Kala Bang dan Ratu Premoni)
Setelah Ratu Bang mengantarkan para Ksatria ke gerbang timur. Ratu Bang langsung melesat ke Istana Krendowahono. Dia menemui Ratu Premoni.
"Ratu Bang" sapa Ratu Premoni
"Ratu Premoni" sapa Ratu Bang.
Mereka berdua lalu berpelukan dan saling menanyakan keadaan istana.
"Ratu Premoni, tentu kau sudah tahu apa maksud kedatanganku." kata Ratu Bang
"Ya, ratu, aku tahu... Aku siap membantu kakek dan nenek buyutku. Strategi ala yang kau siapkan, Ratu Bang. Seperti kita tahu, bahwa gerbang istana ilusi sangat sulis ditembus. Jika kita berhasil masuk, belum tentu kita bisa keluar." kata Ratu Premoni.
Ke dua rayu pun lalu berdiskusi dan merencanakan penyelamatan. Ratu Bang mengeluarkan peta kerajaan ilusi. Dengan adanya peta itu, mereka dengan mudah bisa mengamati pangkalan kekuatan ilusi.
Tapi peta yang Ragu Bang bawa bukanlah sembarang peta. Peta itu bisa hidup dan bisa memberitahu pergerakan apa yang sedang terjadi.
"Ratu Bang, peta ini sangat hebat. Dari Mana kau mendapatkan peta ini?" tanya Ratu Premoni
"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk itu. Kita harus menemukan strategi untuk menyelamatkan mereka." kata Ratu Bang.
Mereka berdua disertai dengan patih dan senopati Krendhawahana menyusun siasat. Mereka juga dapat dengan jelas melihat apa yang sedang terjadi di Istana Ilusi.
"Ratu Bang, strategi telah kita temukan. Ayo segera berangkat ke gerbang timur." ajak Ratu Premoni.
"Tunggu dulu ratu, kita harus membereskan tikus kecil itu." kata Ratu Bang.
Secepat kilat Ratu Bang menjentikan jari dan langsung membunuh tikus kecil. Seketika tikus kecil itu berubah menjadi prajurit kegelapan.
"Kurang ajar!! berani sekali, dia menyusup ke dalam istana ku" teriak Ratu Premoni.
Prajurit itu pun lalu ditawan oleh Ratu Bang. Dia sengaja tidak dibunuh. Karena Ratu Bang punya rencana untuk itu. Lalu Ratu Bang mengubah strategi penyerangan dalam waktu 5 menit.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang." ajak Ratu Premoni
*
(Ruang Nararia)
"Aku mau sendirian di sini, silahkan kalian semua keluar dari kamarku. Aku tidak mungkin bisa kabur. Kalian tenang saja." kataku
Para dayang pun saling menatap dan akhirnya keluar dari dalam ruanganku.
30 menit kemudian
"Putri, ayo segera ke aula besar. Maharaja sudah menunggu." kata dayang.
"Oke, ayo, aku sudah siap. Aku rela menikah dengan Arda. Kan aku bakalan menjadi permaisuri kegelapan." kata Nara.
Dayang pun berbisik, seperti nya ada perbedaan dari dalam diri Nara. Tapi mereka merasa senang, yang tadinya Nara cemberut. Sekarang berubah menjadi ceria dan bersemangat.
__ADS_1
(Aula besar).
Arda atau Dipta pun telah menggunakan pakaian kebesarannya. Pandita kerajaan juga sudah hadir. Segala macam persiapan sudah siap. Bahkan dekorasinya sangat megah.
"Permaisuriku, kau ceria sekali hari ini. Apakah kau benar- benar ingin menikah denganku?" tanya Arda.
"Tidak!! Nara jangan menikah dengan Arda. Nara dia bukan Rakai Pikatan." teriak Satria.
Arda pun tersenyum mendengar tawanannya datang. Ini akan menjadi pertunjukan yang bagus, menurutnya.
"Nararia, apakah kau mengenal dengan mereka?" tanya Arda.
"Tentu saja, dia adalah sahabatku." kataku
"Aku juga mempunyai satu buah kejutan lagi. Pengawal bawa kemari" titah Arda
Pengawal lalu menampakan penjara dalam beludru merah lagi. Tanpa menunggu lama, kain beludru itu dibuka. Di dalam sana, terdapat seorang wanita.
"Mamaaa" teriakku
Bagaimana bisa, Arda melibatkan mama ku dalam masalah ini.
"Naraaaa" teriak mama
"Arda!! bebaskan mama dan teman - teman ku." teriak Nara.
"Baiklah, duduk di sampingku. Selesaikan pernikahan kita. Maka aku akan membebaskan teman dan mama mu. Karena sebentar lagi, mereka adalah keluarga juga, bukan?" tanya Arda sambil melirik pada para Ksatria.
Tapi para Ksatria terus berteriak dan berharap aku tidak menerima tawaran Arda. Mereka menganggap bahwa Arda sangat licik. Setelah Nara menikah, belum tentu, mama dan para Ksatria akan dilepaskan.
"Nara, Arda sangat licik. Pikirkan baik - baik. Keselamatan 3 dunia, Nara" kata Dika.
Nara pun lalu melirik sekilas pada para sahabatnya. Senyum dan tatapan itu membuat para Ksatria bingung.
"Apa maksud dari senyuman Nara itu?" bisik Dika
"Aku yakin, Nara pasti menyiapkan rencana." bisik Prasta.
"Nara, ayo kita segera menikah." ajak Arda.
"Baik Maharaja, kalau begitu buka penjara yang membelenggu mama ku. Dia hanya wanita lemah, tentu saja tidak bisa melawan mu." kata Nara
Arda pun setuju dan membenarkan perkataan Nara. Bahwa mama adalah seorang wanita lemah. Tanpa curiga, Arda lalu menyuruh pengawal untuk membuka penjara itu.
"Sudah ku lakukan, bisakah kita menikah sekarang?" tanya Arda.
Nara hanya menganggukan kepala. Kini Arda dan Nara duduk dihadapan pendeta. Ritual pernikahan pun dilakukan. Sebentar lagi, mereka akan sah menjadi sepasang suami dan istri.
"Ritual terakhir ini akan menjadi klimaks rangkaian ritual pernikahan. Maharaja, silahkan potong benang hitam ini. Dengan ini, kalian sah menjadi sepasang suami dan istri." kata pendeta.
"Tidaaak!!! Nara!!!" teriak Satria.
Dalam detik itu juga, seorang wanita berjubah putih melayang. Dia menyambar mama Nara. Serta seorang beberapa orang mengacaukan singgasana Arda. Setelah itu, mereka mengambil para Ksatria.
"Ardanaaa!! Tak kusangka kau sangat bodoh!!" teriak lelaki itu
Suara itu lalu menghilang bersama para tawanan.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next:
Kira- kira apa yang terjadi?
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"