Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Peradaban yang Adi Luhung sebuah Petunjuk


__ADS_3

Haaai..kembali lagi,.


spesial di Hari Raya Galungan.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


***


Prambanan, 10 September 2016


Aku Cahaya Nararia. Kata Dewi Sakti dan berdasarkan pengalamanku. Aku adalah reinkarnasi dari seorang putri mahkota dari Kerajaan Medang. Aku pernah kembali ke masa lalu. Tapi kini aku hanya bisa termenung dan memandangi sang peradaban adi luhung. Ya peradaban dan mahakarya Candi Prambanan. Dulu, bangunan ini dibuat sebagai tanda kemenangan suamiku (Rakai Pikatan Dyah Seladu). Tapi bagaimana kisah perjuangan itu. Bahkan aku belum sempat melihat kejadian pasca pernikahan. Aku sudah kembali ke masa depan.


Usiaku sekarang 24 tahun. Aku sudah menamatkan Sarjanaku di Jurusan Arkeologi. Begitu lulus aku langsung diterima kerja tanpa syarat di Departemen Fisika. Laboratorium Fisika Citra Atom dan Inti UGM. Beda jauh ya, dengan jurusan S1.


Aku banyak bergaul dengan mahasiswa Fisika. Mereka semua mendapatkan beasiswa dari Kemenkeu. LPDP namanya atau singkatan dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan.


Sore hari selepas pulang kerja dari lab fisika. Aku mampir ke Candi Prambanan. Ya tempat favoritku, tempat yang ku jadikan sebagai rumah keduaku. Untuk masuk ke kawasan Prambanan tidaklah sulit bagiku.


"Selamat sore, pak... gimana kunjungan hari ini?" tanyaku pada satpam penjaga candi


"Lumayan rame Mbak Rara." jawabnya


"Mbak Rara mau naik?" tanya Pak Rasidi (salah satu satpam yang lainnya).


"Saya mau ke perwara selatan saja, pak. Mau cari kesunyian." kataku


"Ya mbak, monggo." katanya


Aku lalu menitipkan tas dan barang - barangku di pos satpam. Aku memandangi Candi ku yang sangat indah. Berlatar gunung merapi yang indah.


"Hebat banget suamiku dan tim dalam memilih lokasi pendirian candi." gumamku


Aku lalu berjalan menuju sebuah candi perwara. Aku memilih di tempat yang sepi. Karena di halaman pertama aku lihat banyak sekali wisatawan. Sehingga kurang nyaman aku untuk memandangi karya agung suamiku.


Aku duduk di sebuah batu monolit besar (lebih tepatnya di bawah pohon jambu). Ini adalah tempat favoritku. Teduh dan aku bisa memetik jambu biji. Nikmat Tuhan mana yang kau dustai. Menikmati sang peradaban dengan kudapan jambu.


"Mbak, ini teh nya." kata Pak Rasidi


"Makasih ya pak, tahu saja kalau saya nanti haus." kataku sambil tersenyum


"Iyalah, kan hapal apa kesukaan mbaknya." katanya sambil tertawa


Aku lalu mempersilahkan Pak Rasidi untuk duduk disampingku. Kami berdua sama - sama melihat sang peradaban.


"Pak Rasidi, selama menjaga candi pernah mengalami kejadian mistik, nggak?" tanyaku Tiba- tiba penasaran dengan hal gaib


Dia lalu menghela nafas dan mengucapkan entah apa yang dia ucapkan.

__ADS_1


"Ya mbak, namanya juga bangunan sudah ribuan tahun. Pasti adalah makhluk tak kasat mata." katanya


"Pernah lihat apa gitu, nggak pak?" tanyaku lagi


"Pernah mbak, hampir semua satpam di sini pernah merasakan hal ghaib." katanya


Aku lalu menatap candi dan berusaha bertanya tentang hal mistik di candi ini. Sambil menyeruput teh panas, kue, dan jambu. Aku siap menjadi pendengar setia.


"Energinya yang paling besar tu ada di bilik Durga, mbak." katanya


"Pernah lihat apa pak?" tanyaku


"Wanita dengan muka yang serem banget, mbak. Selain itu kalau kita jaga dan tertidur di bilik dalam. Kami tiba- tiba di pindah ke tempat lain." katanya


Aku lalu tersenyum. Aku tahu siapa wanita seram itu. Ya, Dewi Durga adalah bentuk ugra atau sifat marah dari Dewi Parwati. Dalam cerita digambarkan, Durga menjelma menjadi seorang dewi yang mengerikan. Dia memiliki 8 tangan yang penuh dengan senjata. Lidahnya menjulur panjang. Dia hendak membunuh seorang raksasa bernama Mahesasur.


"Apa wanita seram itu Dewi Durga, ya mbak?" tanya pak Rasidi


"Kemungkinan iya, kemungkinan tidak pak." jawabku


"Maksudnya gimana, mbak?" tanyanya


Aku kemudian menjelaskan bahwa bentuk wanita seram Bisa juga merupakan utusan dari sang dewi untuk menjaga biliknya. Tapi jika Dewi Durga sendiri itu hanya akan menampakan wajahnya kepada orang - orang terkasih saja pak.


"Jadi saya orang terkasih, ya mbak?" tanyanya


Kami kemudian tertawa lepas. Dalam tawa itu, tiba - tiba aku melihat sekelebat seorang lelaki tampan. Aku kaget ketika lelaki tampan itu tersenyum dan menoleh padaku.


"Kenapa mbak? lihat apa mbak?" tanya Pak Rasidi yang matanyajuga jelalatan melihat ke arah yang aku lihat.


"Pak, saya mau mencari seorang lelaki yang tersenyum padaku." kataku


"Heh? lelaki? lelaki mana ya. Tapi hati - hati mbak Rara. Saya ke pos dulu ya, kalau ada apa - apa bawa ni HT saya." kata Pak Rasidi sambil menyerahkan HT nya.


Aku mengucapkan terimakasih dan kemudian aku berlari ke arah lelaki tampan itu. Aku harus memastikan bahwa lelaki tampan itu adalah orang yang selama ini aku tunggu - tunggu.


Menjelajahi ratusan candi perwara sangat sulit. Lelaki itu berjalan menyusuri candi perwara. Sehingga aku kesulitan dalam mengejarnya. Ketika aku mencari, dia menampakan diri dan kemudian lari lagi. Aku sebal, karena merasa dipermainkan oleh lelaki itu.


"Hey tunggu, jangan lari- lari, capek lah aku." kataku


Tapi tak dihiraukan oleh dirinya. Dia semakin berani dalam mengerjaiku. Satu persatu perwara sudah aku telusuri. Hingga akhirnya aku berhenti dan sangat sebal. Aku kemudian bertanya kepada Mas Fendi (dia juga satpam)


"Mas Fendi kamu lihat lelaki yang lari - lari menelusuri perwara, nggak?" tanyaku sambil ngos - ngosan.


"Enggak, malah aku heran. Kamu tu kenapa lari - lari. Apa yang kamu kejar?" tanyanya


Aku kaget, ternyata lelaki itu tak kasat mata. Aku memastikan lagi ke Mas Fendi kalau aku sedang mengejar seseorang. Dia bersikekeh kalau aku hanya lari - lagian mengejar angin sambil teriak - teriak seperti orang gila. Hmmm.. Aku tahu, pasti penghuni candi ini ingin mrnyapaku. Aku kemudian melihat lelaki menyebalkan itu lagi dari balik perwara barat. Aku kemudian pamit ke mas fendi.

__ADS_1


"Tiati ketemu sama hantu sini." katanya sambil tertawa


Aku kemudian berlari menuju tempat berdiri makhluk tak kasat mata itu. Aku sampai dan ternyata orang itu enggak ada lagi. Aku menjadi geram dan sebel banget.


"Kalau kau hanya mau main - main saja, sorry aku nggak mau. Aku mau balik lagi ke pos satpam. Jangan ganggu aku." kataku sambil beranjak pergi.


Tapi hantu itu kemudian menghadangku. Aku lihat dia sepertinya tidak asing lagi. Aku seperti pernah melihat wajah itu. Tapi wajah siapa aku bingung.


"Sepertinya kita pernah ketemu. Tapi maaf aku lupa, kamu bukan manusia, kan?" tanyaku


"Betul sekali, putri. Aku lah penjagamu di masa lalu." katanya


Aku kemudian mengingat - ingat tentang sosok penjagaku. Aku ingat siapa dia, tapi sebelum aku berkata. Dia sudah menghilang, bahkan aku cari - cari di sekeliling tidak ada.


"Dasar hantu" umpatku


Aku lalu berjalan menuju pintu masuk candi utama. Aku ingin memandang Candi Siwa. Jujur aku kangen banget dengan suamiku. Aku lalu berjalan dan aku merasa aneh. Halaman 1 jadi sepi banget. Tak ada seorang pengunjung yang ada di situ.


"Ini aneh, kemana perginya pengunjung? perasaan tadi banyak banget deh." gumamku


Aku lalu duduk di tangga Candi Nandi sambil memandang keagungan Candi Siwa. Tiba - tiba angin sepoi - sepoi datang. Angin disertai bau harum bunga cendana.


"Fiks aku tahu, pasti ini kerjaan si hantu tampan tadi." kataku


"Hai tuan putri, apa kau tidak merindukan aku?" tanyanya


"Hei hantu, sini duduk. Kamu siapa sih?" tanyaku


Hantu itu kemudian tersenyum dan turun dari gapura Candi Siwa. Dia melayang, ya otomatis dia seorang hantu.


"Putri apa kau lupa padaku? secepat itu kau lupa padaku, putri." katanya kemudian tertunduk.


"Bukannya lupa, tapi wajahmu sangat familiar aku kenal." kataku


Dia kemudian tersenyum dan duduk bersila di hadapanku. Dia duduk dengan mengambang. Kaki nya tak menyentuh tanah. Lama - lama dia berganti pakaian. Dia menunjukan jati dirinya. Begitu tahu siapa dia, aku lalu bangkit dari dudukku. Aku senang dan bahagia ternyata aku bisa bertemu dengan dia lagi.


"Kau" kataku sambil berkaca - kaca


***


Episode pertama di awal season cukup ya. Hayo tebak siapa lelaki tampan itu?


apa maksud dia menemui putri Nararia?


Jangan lupa untuk klik like, vote, dan comment.


with love

__ADS_1


Citralekha.



__ADS_2