
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Cincin permata, anting-anting permata, mengoleskan sesuatu yang berwarna kuning Bhatara Da Tonta yang dihormati sebagai datu atau pemimpin oleh semua warga Desa di Er Rawang pada saat upacara untuk IDa Bhatara. Bila mereka tidak datang pada saat upacara itu, mereka didenda 2 kupang...
Aku pun kemudian mendengar riuh orang tepuk tangan. Tapi ketika ku membuka mata. Aku tidak menemukan keberadaan teman - temanku.
"Hey, kemana mereka?" tanyaku
Aku berada di dimensi ketika berada di Sejarah leluhur Trunyan.
.
.
Pada zaman dahulu, terdapat bau wangi yang aromanya tercium hingga ke Solo. Hal tersebut membuat keempat anak Dalem Solo (tiga putra dengan satu wanita yang bungsu) merasa penasaran dan pergi untuk mencari sumber bau. Akhirnya mereka berempat sampai ke Bali dan terus berjalan menuju Gunung Batur mengikuti aroma yang semakin tajam.
"Bau harum yang sangat kuat. Kita harus menemukannya." Putra pertama
"Bau ini adalah bau wewangian yang dapat mengundang semua orang. Kita harus menemukannya dan mencari tahu bau harum apa ini." kata Putri bungsu.
Ketika sampai di kaki selatan Gunung Batur, putri bungsu Dalem Solo memutuskan untuk tinggal karena merasa tidak mampu melewati medan yang curam dan bertebing. Ia berhenti di lokasi Pura Batur yang sekarang dan bergelar Ratu Ayu Mas Maketeg.
"Jadi Ratu Mas Maketeg itu penguasa Danau Batur? Lalu Patih Kebo Iwa?" tanyaku pada diri sendiri.
Ada banyak pertanyaan yang ada dalam diriku. Seperti puzzle sejarah yang entah bagaimana menyusunnya. Aku lalu melihat para putra lainnya melanjutkan perjalanan.
Ketiga putra Dalem Solo menyusuri Danau Batur hingga sampai di tempat datar (belongan) sebelah barat daya. Di tempat itu, mereka mendengar suara burung (Bali\=kedis). Sehingga pangeran ketiga merasa gembira dan berteriak. Hal tersebut dianggap tidak pantas karena teriakan kegirangan tidak sesuai dengan perjalanan yang mereka lakukan dalam mencapai tujuan yang luhur.
"Kenapa kau berteriak seperti itu adik?" tanya putra sulung.
"Burung itu sangat cantik, kak. Aku tertarik dengan suara merdu itu" kata adik ke tiga.
Mendengar jawaban dari adiknya, putra sulung lalu marah.
Pangeran sulung lalu menyuruh adiknya tinggal di sana. Pangeran ketiga menolak sehingga akhirnya ditendang oleh kakaknya dan jatuh bersila. Tempat pangeran ketiga ditinggalkan kini menjadi Desa Kedisan. Di desa tersebut terdapat patung Ratu Sakti Sang Hyang Jero. Arca pangeran ketiga, dalam posisi duduk bersila.
"Jadi Ratu Sakti Hyang Jero adalah nama lain dari pangeran ke tiga. Lalu dia disimbolkan dengan sebuah arca batu yang sangat terkenal itu." kataku bermonolog.
Aku lalu mendekati Arca Ratu Sakti. Arca tersebut tersenyum. Aku kaget dan jatuh terduduk. Arca tersebut lama - lama malih rupa. Arca tersebut hidup dan berjalan ke arahku.
"Bangunlah, mari aku tolong. Maafkan aku sudah membuat mu kaget." kata Ratu Sakti
"Tidak ratu sakti, saya hanyalah manusia biasa. Tidak pantas mendapatkan pertolongan pangeran. Saya bisa berdiri sendiri." kataku
__ADS_1
"Tidak putri, justru saya yang harus berterimakasih. Putri berkenan masuk ke alam kami. Masuk ke perjalanan spiritual kami. Kau adalah Ratu Pramodhawarddhani." kata Ratu Sakti
Aku pun tersenyum dan hendak menerima uluran tangan. Tapi sebelum tangan kami bersentuhan. Aku sudah melihat pemandangan lain.
"Seperti TV saja, bisa berubah chanel" kataku
Aku lalu melihat perjalanan 2 pangeran itu. Kedua pangeran meneruskan perjalan menyusuri sisi timur Danau Batur hingga sampai di belongan lain. Di sana mereka bersua dengan dua orang wanita yang sedang saling mencari kutu rambut.
"Wanita nya sangat cantik, sederhana, dan lugu." kataku
Pangeran kedua yang gembira bertemu manusia lain buru-buru menyapa keduanya. Pangeran sulung melihat sikap adiknya tidak sopan karena langsung menyapa tanpa didahului menyela kegiatan keduanya sehingga menyuruhnya tinggal.
"Jangan - jangan pangeran ke dua juga akan dihukum ni." kataku
**
"Kakak maafkan aku. Aku bersalah, jangan tinggalkan aku." kata pangeran kedua.
"Kau telah bersikap tidak sopan, adik. Tinggalah di sini, kau sangat tertarik dengan tempat ini. Aku akan melanjutkan perjalanan seorang diri." kata pangeran pertama.
"Tidak kak, aku akan pergi bersama mu. Tolong jangan tinggalkan aku." kata pangeran ke dua memohon kepada kakaknya.
Tapi kakak pertama sepertinya tidak terpengaruh. Dia meninggalkan adiknya di desa itu. Karena pangeran kedua tidak bersedia. Pangeran sulung menendangnya hingga jatuh tertelungkup.
"Pangeran bangunlah" kata wanita yang tadi di sapa nya.
"Kamu sangat cocok tinggal di sini. Berbahagialah dik, selamat tinggal." kata pangeran sulung.
Pada awalnya pangeran kedua masih bersikeras. Tapi karena kecantikan dan kelembutan wanita itu. Pangeran ke dua akhirnya luluh. Dia lalu tinggal di desa itu.
Sedangkan kata dukuh memiliki arti "menelungkup". Di desa tersebut terdapat patung pangeran kedua dalam kondisi menelungkup dengan gelar Ratu Sakti Dukuh. Tetapi kini telah tertimbun lahar dingin akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963.
"Ini kisah cinta pangeran ke dua dengan gadis desa. Lalu kisah cinta pangeran pertama seperti apa ya?" tanyaku penasaran
Tapi tiba - tiba bumi bergoyang dan aku mendengar suara gelegar Gunung Agung. Aku melihat aliran lahar panas. Aku teriak dan ... Aku telah berada di tempat baru. Tempat dimana pangeran pertama berada.
Pangeran pertama meneruskan perjalanan menyusuri sisi timur Danau Batur hingga menemukan belongan ketiga. Dia juga bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik di bawah Taru Menyan (Bali \= taru berarti "pohon").
"Sumber bau harum ini ternyata berasal dari pohon ini." kata pangeran pertama berteriak kegirangan. Ternyata perjalannya tidak sia - sia.
"Si ... siapa kau?" tanya gadis cantik yang tiba - tiba muncul dari balik pohon menyan.
Pangeran pertama terpana dengan keelokan dan kecantikan wanita itu.
"Cantik sekali gadis itu." kata pangeran pertama.
Saat gadis tersebut hendak melarikan diri, pangeran pertama menangkap kemudian menyetubuhinya.
"Kenapa kau tega melakukan ini padaku?" tanya gadis cantik itu.
"Maafkan aku putri, aku salah. Aku akan bertanggungjawab. Segera bawa aku menemui orang tuamu." kata Pangeran pertama
Setelah kejadian tersebut, pangeran pertama menghadap kakak dari si gadis untuk melamarnya.
__ADS_1
"Aku akan menerima lamaranmu. Tapi dengan satu syarat." kata Kakak gadis itu
"Apa syaratnya?" tanya pangeran pertama
Kakak si gadis bersedia menerima lamaran asalkan pangeran sulung mau menjadi pancer jagat ("pasak dunia") di tempat tersebut, yaitu Desa Trunyan yang selanjutnya menjadi kerajaan kecil.
Pangeran sulung menerimanya dan memperoleh gelar Ratu Sakti Pancering Jagat. Gadis tersebut menjadi permaisurinya dengan gelar Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Sementara kakak si gadis bergelar Ratu Sakti Meduwe Ujung Sari.
"Apa yang sedang kau pikirkan pangeran?" tanya Ratu Sakti Ujung Sari
"Bau harum pohon menyan ini, kak." kata Pancering Jagat
"Kenapa?" tanya Ratu Ujung Sari
"Bau harum ini bisa mengundang semua orang. Aku takut kerajaan kita akan diserang. Aku khawatir mereka akan mencari bau harum ini." kata Pancering Jagat
"Lalu apa rencananya?" tanya Ratu Ujung Sari
Ratu Sakti Pancering Jagat kemudian memerintahkan agar jenasah orang-orang yang meninggal untuk diletakkan di bawah taru menyan agar menyerap bau wangi yang dikeluarkan pepohonan tersebut. Hal itu dilakukan supaya bau wangi yang dikeluarkan jangan sampai tercium hingga jauh dan menarik kerajaan lain untuk menyerang.
"Oooh Dewa, terimakasih untuk penglihatan ini." kataku
Aku tahu tentang semuanya. Tentang perjalanan Ratu Sakti Pancering Jagat. Aku lalu tersenyum pada sepasang ratu dan permaisurinya.
"Ratu Pancering Jagat dan Ratu Ayu Pingit." kataku sembari memberi hormat.
Mereka pun tersenyum dan tak lama kemudian menghilang. Sejurus kemudian, bahu ku disentuh.
"Nararia,. are you okay?" tanya Prasta sambil tersenyum manis
"I am okay, thanks" kataku
"Nara, Prasta Ayo kita segera kembali. Kita akan istirahat dan besok akan ke Desa Kuna lainnya." ajak Gusde
"Kemana?" tanyaku
***
Haii... apa kalian merindukan author?
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next :
Kira - kira kemana lagi ya perjalanan ini?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
With love
__ADS_1
Citralekha