
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
*Spesial update hari ini ya gais, hayooo..jangan lupa vote nya lho*
***
"Tidak pangeran, kita tidak bisa memanggil mereka ber dua." kata Ratu Bang
"Ada apa ratu? apa yang terjadi dengan mereka ber2?" tanya Adhiraksa.
Ratu pun kemudian berdiri dan memandangi Adhiraksa. Hal itu membuat si Adhir menjadi tidak sabar.
"Ratu, maaf cepat katakan apa yang terjadi dengan kembaranku?" tanya Adhiraksa.
"Pangeran Jatiningrat dan Pasopati terjebak di masa lalu." kata Ratu.
"Terjebak? terjebak gimana?" tanya Adhiraksa.
Sang Ratu pun lalu menceritakan apa yang terjadi dengan Prasta dan Satria.
*
Flash Back
Prasta dan Satria memutuskan untuk kembali ke masa lalu. Tujuannya ialah untuk menghimpun prajurit. Mereka tahu, bahwa Adhiraksa gagal menghalangi Walaing. Sehingga, hal itu yang mendorong mereka berdua kembali ke masa lalu.
"Prasta, apa kamu sudah memikirkan konsekuensinya?" tanya Satria.
"Kita pikirkan nanti, kita tidak pernah tahu kalau tidak mencoba. Ayo segera kembali dan bawa pasukan kita. Setelah kembali dari masa lalu. Kita akan membuka identitas kita." kata Prasta.
Satria pun kemudian mengikuti Prasta. Mereka melakukan perjalanan kembali ke abad ke - 9. Tapi sayangnya, ketika mereka sedang menghimpun pasukan. Raja Arda mengetahui hal itu. Sehingga dia menutup pintu kembali ke masa depan.
"Hahahaha... dasar pangeran tak berguna! Kali ini kalian tidak akan bisa kembali ke masa depan. Aku akan memiliki Nara sepenuhnya. Dengan bersatunya kami. Maka 3 dunia akan menjadi milikku." kata Raja Arda.
"Ardanaaa Kumaraaa!! Licik kau!! berani sekali kau!!!" teriak Satria.
Satria pun panik dan segera melaporkan hal itu kepada Prasta.
"Ada apa?" tanya Prasta
"Gerbang ke masa depan sudah ditutup oleh Ardana. Kita tidak bisa kembali ke masa depan. Bagaimana ini Pras?" tanya Satria.
Prasta pun lalu bermeditasi sebentar. Kemudian dia membuka mata nya.
"Kita bisa kembali ke masa depan." kata Prasta.
"Cara nya?" tanya Satria.
"Putri Nara dan Adhiraksa yang harus menjemput kita. Dengan menyatukan Padma Ratni dan Cakrabuana. Gerbang itu akan terbuka kembali. Tapi sekarsng bagaimana kita memberitahu mereka?" kata Prasta.
Mereka berdua pun kemudian memikirkan cara. Serta mencoba berkomunikasi denganku dan Adhiraksa. Tapi karena gerbang penghubung ditutup. Maka akses komunikasi gaib juga tidak bisa dilakukan.
"Kurang ajar Ardana, dia telah menutup semuanya. Sekarang aku benar - benar tidak punya cara." kata Prasta.
Satria pun tiba - tiba mengingat sesuatu. Dia pun lalu tersenyum.
"Aku punya solusi." kata Satria.
__ADS_1
"Apa?" tanya Prasta
"Kita minta tolong RatuBang. Dia adalah penguasa Hutan Dandaka. Alam hutan tidak akan terpengaruh dengan ilusi Arda. Jadi dia ke masa depan dan menjadi dita kita." kata Satria.
Mendengar rencana Satria, tentu membuat Prasta semangat lagi.
"Kalau begitu cepat panggil Ratu Kala Bang." pinta Prasta.
Satria pun lalu berkomunikasi dengan Ratu Bang. Tanpa menunggu lama Sang Ratu pun muncul. Setelah itu, mereka berdua menceritakan masalahnya dan meminta tolong.
"Baik pangeran, saya akan ke masa depan." kata Ratu.
Dalam sekejab sang ratu telah menghilang dari hadapan mereka berdua.
"Hanya sang ratu harapan kita satu - satu nya." kata Prasta.
Tatkala sang ratu melakukan perjalanan waktu. Dia tanpa sengaja melihat aku dengan Arda. Dengan mudah nya, Kencana terkecoh oleh kehadiran Nara yang palsu. Sehingga Nara yang asli kemudian disembunyikan oleh Arda.
"Raja yang licik" gumam sang ratu.
*
Setelah mengetahui semuanya, Adhiraksa pun menjadi merah. Bagaimana tidak, Ardana telah menyiapkan rencana ini begitu sangat rapi. Dia bahkan telah menutup akses kembali ke masa depan. Sedangkan Nara hanya bisa dibebaskan dengan 5 ksatria nya. 2 ksatria hanya bisa dibebaskan oleh Nara dan Adhiraksa.
"Ardanaaa!!! keparat dia!! rencananya sungguh sangat licik." geram Adhiraksa.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan? Nara membutuhkan Satria. Sedangkan mereka membutuhkan Nara untuk menjemput. Kenapa sih menjadi membingungkan begini." kata Ivan dengan emosi.
Pada saat mereka sedang bingung. Tiba - tiba Ratu Bang kembali menunjukan pasu nya. Dia menunjukan rencana Ardana.
*
Istana Ilusi
"Maharaja, semua sudah siap." kata seorang pengawal.
"Kerja yang bagus, dengan begini Nara akan segera menikah. Begitu aku berhasil mendapatkan darah kesuciannya. Maka 3 dunia bisa aku kuasai. Aku akan menjadi digdaya dan tak tertandingi" kata Dipta.
"Tentu saja Maharaja, apalagi siasat yang raja gunakan sangat sempurna. Putri Nara hanya bisa dibebaskan ketika ada pangeran Jatiningrat dan Pasopati. Sedangkan mereka berdua bisa bebas kalau dijemput oleh Putri Nara. Sungguh rencana yang sempurna." kata pengawal.
"Siapkan pernikahanku besok dengan putri Nara. Undang seluruh Denawa 3 dunua" titah Dipta.
Semua pengawal kini sibuk mempersiapkan persiapan pernikahan kami. Mengetahui hal itu aku pun menjadi geram. Bagaimana bisa aku ditipu mentah - mentah oleh Dipta (Raja Arda).
"Aku harus mencari cara agar bisa kabur dari dunia ilusi ini. Tapi bagaimana caranya. Dipta bilang jika hanya dengan kehadiran Prasta dan Satria. Sementara mereka berdua terkurung. Hanya aku dan Adhiraksa yang bisa menjemputnya. Kenapa aku dalam situasi yang terjepit." batinku
*
Pagi hari.
Mata ku sangat bengkak. Bagaimana tidak coba. Aku masih merenungkan apa yang sedang aku alami.
Tak berapa lama, pintu kamar ku diketok.
"Pasti para dayang akan melakukan ritual pengantin kepadaku. Tenang Nara ... kamu bisa menyelesaikan ini semua." batinku.
Aku pun bergegas menuju pintu kamar. Tak lama kemudian, aku berdoa terlebih dahulu. Aku memohon perlindungan pada Tri Murti. Berharap semuanya akan baik - baik saja. Intinya, aku harus berpura - pura dan mengikuti permainan mereka.
"Ada apa dayang?" tanyaku
"Putri, orang tua mu sudah datang. Mari kita bantu untuk berdandan." kata pelayan.
Aku pun hanya tersenyum. Karena aku tahu, orang tua ku itu adalah palsu.
"Sungguh kalau orang tua ku datang?" tanyaku
Dayang pun lalu menggangukan kepala. Serta memanggil beberapa dayang lainnya. Mereka pun lalu mendandani aku. Tentu saja saat ini aku harus nurut dengan mereka.
__ADS_1
"Dayang dimanakah Dipta?" tanyaku
"Pangeran sedang berdandan juga. Sabar lah putri, sebentar lagi kau akan menikah dengannya. Apakah kau sudah tidak sabar?" goda dayang.
"Iya, tidak sabar ingin membunuhnya" batinku sambil tersenyum.
Setelah itu, aku pun selesai di dandani ala orang yang mau tunangan gitu.
"Sempurna, cantik sekali kau putri Nara. Pangeran Dipta pasti akan bahagian melihat parasmu. Pantas saja, Maharaja sangat tergila - gila dengan mu, putri." puji dayang.
Aku pun hanya tersenyum. Jujur saja, ini seharusnya menjadi hari indah. Hari yang bisa membuatku bahagia dengan Rakai. Tapi semua nya hanya ilusi. Tipuan trick dari Raja Arda.
"Putri, mari kami antar menemui pangeran Dipta." ajak Dipta.
"Dayang, dalam tradisi ku bukan wanita yang datang. Tapi lelaki lah yang harus menemui wanita nya. Panggilkan raja mu untuk menemuiku" kataku
"Tapi putri..." kata dayang
"Aku hanya mau Dipta yang kemari. Bukan aku yang ke sana." kataku
"Ba...baiklah putri" kata dayang.
Seketika itu dayang langsung pergi meninggalkan kamarku. Sebenarnya aku sedang mengulur waktu. Agar aku bisa mendapatkan tambahan waktu menemukan cara.
10 menit kemudian
"Putri Nara ... Pangeran mu datang" kata seseorang di balik pintu.
Aku pun lalu dengan berat hati melangkah menuju pintu. Di depanku sudah ada lelaki yang tampan dan mempesona. Tapi seketika itu, aura nya berubah menjadi gelap. Susah payah aku berusaha menyembunyikan yang sebenarnya.
"Putri Nara" kata Dipta.
Dipta hendak mencium ku, tapi seketika itu aku tepis
"Maaf Dipta, kita belum menikah. Tidak pantas kau melakukan itu padaku" kataku
"Baiklah permaisuriku, kalau begitu ayo kita temui orang tua mu." kata Dipta
Kini aku hanya berharap agar Adhiraksa menemukan cara menyelamatkanku. Efeknya akan sangat berbahaya. Jika sampai aku menolak menikah dengan Arda.
"Aaah tidak bisa! Aku sudah terjebak dan tidak bisa keluar. Melawan pun percuma, kekuatanku tidak akan mampu mengalahkan Arda dan pasukannya. Justru kalau aku menyerang bisa saja, dia menggunakan aku untuk menekan Adhiraksa dan lainnya. Tapi kalau aku menyerah. 3 dunia akan menjadi taruhannya." batinku.
Aku pun masih bingung dengan apa yang harus aku lakukan.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next:
Apa yang harus dilakukan oleh Nara?
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"