
*Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik like, vote, and rate ya*
Happy reading
.
.
Aku penasaran dengan orang yang ada di dalam Hutan itu. Aku segera melesat dan ingin masuk. Tapi sayang, tubuhku terpental. Puspa dengan sigap menahanku.
"Putri, apa kau lupa dengan pesan kami sebelum kami mengajakmu ke sini?" tanya Kencana
"Apa aku tidak boleh melakukan apa - apa." kataku
"Iya, tapi kamu bisa melihat siapa orang yang ada di dalam goa itu." kata Puspa
"Gimana caranya? mendekat saja aku terpental." kataku bingung.
Puspa kemudian menjelaskan bahwa kita dapat melihat siapa saja yang ada di dalam goa. Aku penasaran dengan mereka yang ada. Sampai memancarkan cahaya yang membuat bukit ini seperti bukit emas.
Aku terus menduga dan menebak, apakah orang yang ada di dalam goa ini.
"Mungkinkah?" kataku
"Jangan mikir yang bukan - bukan, putri." kata Kencana memotong pembicaraanku.
"Putri apa kau mau berjanji setelah kami membuka pagar ghaib goa ini. Kau tidak boleh mendekatinya." kata Puspa
Aku pun kemudian berjanji kepada mereka berdua. Untuk mematuhi apa yang mereka katakan. Aku sudah sangat penasaran dengan ksatria yang ada di dalam goa.
"Iya janji." kataku
Puspa dan Kencana kemudian mengangkat tangan mereka. Terdengar bacaan doa yang mereka ucapkan. Doa yang aku sendiri tidak mengerti apa artinya.
Kekuatan mantra dan cahaya yang keluar dari telapak tangan Puspa dan Kencana Semakin besar. Tapi pagar gaib goa itu belum terbuka.
"Kenapa?" tanyaku
"Kekuatan kami masih kurang kuat untuk membuka pagar gaib goa itu, putri." kata Puspa
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membantu, kalian?" tanyaku
Kencana diam sejenak sambil memejamkan mata. Setelah itu dia mendekatiku.
"Aku membutuhkan kekuatan teratai emas, putri." kata Kencana
Segera aku mengeluarkan teratai emas. Tak berapa lama pusaka itu ada di tanganku. Aku kemudian mengarahkan pusaka itu ke tengah. Teratai emas berputar - putar seperti gangsing. Lama - lama membesar.
Kencana dan Puspa kemudian naik ke dalam kelopak teratai. Mereka melakukan hal yang sama seperti tadi. Mengangkat telapak tangan. Kali ini dengan bantuan teratai. Kekuatan mereka bertambah dan dapat membuka pagar gaib.
"Terbuka" kataku
Aku pun bersorak kegirangan, karena pagar gaib akhirnya terbuka.
"Putri, ayo segera naik ke kelopak teratai." kata Kencana
Aku segera meloncat ke kelopak teratai. Pemandangan di bawah sangat indah. Goa yang awalnya terpasang pagar gaib sangat tebal. Lama - lama menipis dan semakin jelas bulatan goa tersebut.
"Apakah goa itu akan terbuka?" tanyaku
"Iya tapi setelah kita melihatnya dan kita meninggalkan tempat ini. Pagar gaib segera menutup kembali." kata Kencana
Aku memperhatikan dengan seksama terbukanya pagar gaib itu. Lama - kelamaan goa terlihat jelas. Goa terbuat dari ceruk alam yang dihias dengan batu andesit.
"Goa pertapa siplin" kata Puspa
"Pertapa siplin?" tanyaku
Aku bingung dengan pertapa ini. Pertapa siplin itu apa dan siapa. Aku sendiri juga kurang tahu. Aku belum bisa melihat dengan jelas. Wajah dari pertapa itu.
__ADS_1
"Kenapa aku belum bisa melihat wajahnya?" tanyaku
"Sabar putri, kenapa kamu menjadi tidak sabar seperti itu lagi." kata Puspa sambil tersenyum
Aku terus menatap goa itu. Mataku terus menembus goa itu. Aku bisa melihat dengan jelas isi dalam goa itu.
Di dalamnya terdapat ruangan goa yang indah. Bak tirai emas dinding goa nya sangat berkilauan. Aroma harum dupa tercium olehku.
"Wangi sekali." kataku
"Iya putri, bagus kau sudah bisa mencium aroma di dalam goa." kata Kencana
Aku melihat isi goa yang penuh dengan kilatan cahaya. Ada meja sesaji, ada 3 buah arca tri murti (Brahma, Wisnu, dan Siwa).
"Mana pertapanya?" tanyaku
"Ada di goa sebelah dalam. Coba lihat ke tempat yang lebih dalam." kata Puspa
Aku kemudian konsentrasi dan terus menatap goa. Aku terus berusaha masuk ke dalam dan ketemu. Ada sebuah ruangan yang ada 3 buah batu andesit datar.
"Aku melihat 3 orang pertapa." kataku
"Ya, merekalah pertapa sakti yang membuat bukit ini menjadi seperti bukit emas." kata Kencana
Aku penasaran denga rupa pertapa itu. Pertapa sakti itu tersenyum. Senyumnya sangat manis. Aku mencoba melihat rupa pertapa. Aku terhenyak dan kaget. Mereka sangat tampan.
"Apakah mereka pertapa muda?" tanyaku
"Ya mereka lah tri ratna siplin." kata Kencana
"Siapa mereka?" tanyaku
Puspa kemudian menjelaskan bahwa tri ratna siplin adalah 3 orang brahmana sakti yang mempunyai tugas untuk membangun sebuah kompleks percandian. Tri ratna siplin meliputi :
Sthapaka : Arsitek pendeta (artinya seorang perancang bangun yang berasal dari kaum pendeta. Tugas mereka adalah mempelajari seni bangun percandian kerajaan. Dengan cara melakukan yoga samadhi. Harapannya ialah bangunan yang akan mereka rancang mendapatkan restu dan anugrah dari Hyang Widhi.
Suatu bangunan suci harus tepat dan harus berdasarkan kitab keagamaan. Agar dewa yang di puja berkenan masuk ke dalam bangunannya.
"Yang ada di tengah." kata Puspa
"Beliaulah yang bertugas untuk membuat sketsa candi berdasarkan kitab Silpasastra." kata Kencana
Kencana kembali menjelaskan bahwa Sthapaka memiliki kedudukan paling tinggi dalam pembuatan candi. Tugas selanjutnya ialah dilakukan oleh Sthapati. Dia memiliki tugas sebagai arsitek perancang. Artinya dialah yang bertanggung jawab sebagai arsitek bangunan.
Ketepatan rancang bangun, ketetapan kemiringan, ketetapan resapan air, ketetapan kekohokan bangunan. Semua harus di lakukan dengan perhitungan yang tepat.
"Itu artinya dia adalah arsitek pada masa depan yang bertanggung jawab atas desain bangunan." Kataku
"Betul sekali, putri." kata Puspa
"Pertapa muda Sthapati berada di sisi kiri." jelas Kencana
Aku kemudian menatap Sthapati. Wajahnya manis dan imut. Sekilas mirip dengan Pasopati.
Kencana kembali menjelaskan, bahwa tugas seorang Sthapaka dan Sthapati akan di bantu oleh Sutragahin.
"Sutragahin?" tanyaku
"Sutragahin adalah pelaksana dan pemimpin umum dalam bidang teknis." kata Puspa.
Artinya Sutragahin adalah kepala lapangan yang bertugas mengawasi proses pembangunan candi.
"Lalu yang di kanan?" tanyaku tak sabar.
"Kamu semangat sekali, putri." ledek Kencana
"Aku sangat kagum sama mereka." kataku
"Taksaka." kata Puspa sambil tersenyum
__ADS_1
Taksaka yaitu ahli pahat candi. Tugasnya adalah memahat arca." Ahli ini mempunyai tugas yang sangat berat. Soalnya di tangannya lah, arca suci perwujudan Tuhan akan dibuat.
"Jadi dia harus tahu bagaimana wujud Tuhan?" tanyaku
"Ya, melalui yoga dan tapa. Mereka akan mendapatkan ilapat atau wahyu tentang wujud Tuhan. Sehingga dia mampu membuat arca perwujudannya." kata Kencana
Aku jadi berpikir, bahwa Taksaka memiliki tugas terberat. Karyanya lah yang akan menjadi obyek utama dalam pemujaan sebuah arca di dalam percandian.
"Ada satu tugas lagi, putri." kata Puspa
"Siapa dia?" tanyaku
"Namanya Vardhakin." kata Kencana.
"Tugasnya?" tanyaku
Vardhakin yaitu ahli seni hias candi. Tugasnya membuat hiasan pada relief dan batu - batu lainnya. Jadi dia yang membuat ruang - ruang kosong dinding candi menjadi cantik.
Mereka pertama memilih batu andesit. kemudian membuat pola atau sketsa dan dipahat secara kasar. Selanjutnya akan diselesaikan oleh pemahat relief yang halus.
"Apa kau masih penasaran dengan mereka?" tanya Puspa
"Mereka bertapa untuk tujuan membuat candi apa?" tanyaku.
"Menurut putri?" tanya Kencana sambil tersenyum
Aku bingung dengan makna senyuman Kencana. Mungkinkah mereka adalah tri ratna siplin yang nantinya akan membuat Candi Prambanan.
"Ya benar putri, mereka lah nanti yang akan berperan dalam pembangunan candi kerajaan." kata Kencana
"Siwa Grha?" tanyaku
Mereka berdua hanya mengangguk dan tersenyum. Ada yang aneh dengan diriku. Darahku seperti mendidih dan bulu kudukku berdiri.
"Jadi mereka lah yang akan membuat bangunan nan indah itu?" tanyaku
"Mereka bertapa sangat lama untuk mewujudkan cita - cita raja." kata Puspa
"Tapi bagaimana mereka tahu kalau Satria akan membangun Siwa Grha?" tanyaku
Puspa menjelaskan bahwa kehebatan mereka adalah mengetahu tetang masa depan. Mereka bisa memprediksi. Mereka akan membuat sebuah kompleks percandian yang indah. Tiada duanya di marcapada ini.
"Baiklah putri sudah selesai. Ayo kita kembali ke Istana." kata Puspa
"Istana?" aku heran
Aku baru sadar, bahwa telah meninggalkan istana terlalu lama.
"Ayo aku takut istana akan gempar karena aku menghilang." kataku
"Kau hanya akan hilang sejam saja, putri." kata Puspa
"Ini adalah dunia spiritual yang kami ciptakan." kata Kencana
Aku sebenarnya masih penasaran dan berharap bisa melihat Satria. Tapi apakah mungkin, mereka akan mengabulkan permintaanku.
"Puspa Kencana." kataku
"Tidak putri, kau harus segera kembali ke Istana." kata Puspa
Sepertinya mereka tahu aku akan minta kemana. Tapi benar saja, aku tidak diizinkan menemui Satria sebelum dia menyelesaikan bratanya. Akhirnya aku pasrah dan siyap kembali ke Istana
Aku menoleh kepada goa pertapa tadi. Pagar gaib kembali tebal. Tak berapa lama, aku sudah ada di kamarku.
**
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya. Maaf telat update. Jangan lupa untuk like, vote, dan rate ya.
with love
__ADS_1
Citralekha.