
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Tapi aku telah siap dengan segala konsekuensinya. Apapun yang terjadi, aku akan masuk ke Setra Gondho Mayit. Aku percaya pada perlindungan Tuhan. Aku percaya, panah pancaroba akan membantu ku.
"Tidak putri, pancaroba tidak akan bisa digunakan di Setra Gondho Mayit." kata Jero Mangku
"Lalu bagaimana putri Nararia akan melawan Ra Nini?" tanya Adhiraksa.
"Kamu akan temukan jawabannya putri." kata Jero Mangku
Aku sebenarnya masih bingung apa yang harus aku lakukan. Aku juga takut jika harus masuk ke kuburan paling keramat di tiga dunia ini. Apalagi jika nanti bertemu Dewi Ra Nini. Kesaktian Ra Nini sangat tinggi. Tapi aku harus masuk ke sana. Demi sahabat - sahabatku. Ada Puspa dan Kencana yang harus aku bebaskan.
"Putri, itu akan sangat berbahaya. Kamu masuk ke Gondho Mayit sama juga dengan mengusik Ra Nini." kata Adhiraksa
"Tapi aku masuk ke sana karena ada alasan." kataku
"Baiklah, sekarang waktu mu tidak banyak putri. Ayo segera kita satukan. Kamu hanya akan berbekal tirta itu." kata Jero Mangku
Kami pun lalu memegang masing - masing 1 tirta. Kami kemudian bermeditasi. Mengheningkan cipta dan manunggal kepada Tuhan. Aku merasakan air yang aku pegang terlepas dari tanganku. Lama - lama aku bisa melihat apa yang sedang terjadi. Aku bisa melihat adik - adik, Adhiraksa, Kinara, dan ada yang aneh. Jero Mangku melayang.. Dia seperti memiliki jiwa lain. Rambutnya terdapat gelung.
"Gelung itu," kataku
"Apakah kau siap pergi ke Setra Ganda Mayit?" tanya Jero Mangku
"Siap Jero." kataku
"Ingat putri, kau tidak bisa menggunakan pancaroba." kata Jero Mangku
"Lalu bagaimana saya bisa melawan pasukan Ra Nini. Terutama pengaruh jahat dari Aura?" tanyaku
Jero Mangku itu hanya tersenyum. Lalu menyerahkan sebuah kendi.
"Ini adalah kendi sakti, berisi tirta amerta. Kamu entar bisa ketiskan air ini." kata Jero Mangku
"Apakah saya tidak bisa menggunakan senjata atau pusaka yang saya miliki, Jero?" tanyaku
"Jika kau bisa mengendalikan diri dari amarah. Dari keterikatan, kau akan bisa menggunakan seluruh kekuatanmu. Tapi jika Ra Nini muncul, senjata macam apapun itu tidak akan berfungsi." kata Jero Mangku
"Jadi saya bisa menggunakan senjata sakti ketika melawan anak buah Ra Nini?" tanyaku
"Betul putri, tapi seketika Ra Nini muncul maka senjatamu tidak akan digunakan. Jadi habisi prajurit Ra Nini sebelum dia muncul." kata Jero Mangku
Aku pun menganggukan kepala. Seketika itu Jero Mangku mengangkat tangannya. Aku langsung terhenyak dan seketika itu gelap. Sepertinya aku pingsan atau sedang melakukan perjalanan gaib. Tak berapa lama, aku bangun. Betapa terkejut nya aku ketika membuka mata.
Aku berada di tempat yang tidak pernah duga sebelumnya. Ya, tempat ini ... Setra Gondho Mayit.. tempat bersemayamnya Dewi Ra Nini. Dewi pujaan para leak dan Rangda.
"Serem sekali tempat ini." kataku
Aku pun kemudian melangkah dan mencoba mencari tahu dimana keberadaan temanku. Kalian bisa bayangkan suasana kuburan yang dianggap paling keramat. Banyak tulang belulang, banyak mayat - mayat, bau busuk menyengat.
"Harusnya tadi aku bawa masker." gumamku
Kreeek
Aku menginjak ranting dahan. Tiba - tiba aku merasakan bulu kudu ku berdiri.
"Ada yang tidak beres ni pasti sebentar lagi." kataku
Benar saja, tak lama kemudian. Aku melihat tanah kuburan di depanku terbelah dua. Asap muncul dari dalam tanah. Aku pun menegak air liur. Nyaliku ciut sekarang. Jantungku berdetak kencang. Makhluk seperti apa yang akan muncul.
__ADS_1
"Dewa, lindungi aku." kataku serta merapalkan doa - doa perlindungan.
Pelan - pelan makhluk itu muncul. Berbagai jenis makhluk muncul. Ternyata mereka semua adalah mayat hidup. Pikiranku melayang pada saat aku tersesat di dimensi lain. Makhluk itu terus mendekatiku. Aku pun mundur perlahan. Tapi kaki ku dipegang oleh sebuah tangan. Seketika aku teriak dan melihat ke arah kaki. Benar saja, kaki ku dipegang oleh mayat hidup itu. Kaki ku langsung reflek menginjak tangan itu.
Aku pun memejamkan mata dan membayangkan aku memiliki sebuah pusaka. Pedang Jiwa, ya pusaka yang aku dapatkan dari Dewi Sakti. Pedang itu ada di tanganku. Seketika itu, tanganku menyabet kanan dan kiri. Tebasan pedang ku sangat hebat. Sekali tebas makhluk hidup itu langsung roboh.
"Rasakan ini" kataku
Tapi aneh ini mahkluk sekarang begitu roboh bangun lagi.
"Kenapa mereka bangun lagi?" kataku
Aku sudah semakin bernafsu untuk segera mengakhiri ini semua. Tapi sayang, setiap jatuh bangun dan membelah lagi. Kini jumlah mereka berlipat ganda. Aku pun tersudut. Mataku menanggis, apakah aku akan berakhir di awal peperangan ini. Tiba - tiba, aku ingat tirta. Aku mengeluarkan air itu setetes. Lalu aku teteskan pada pedang jiwa ku.
Braaash ...
Tenaga penuh, dengan kekuatan penuh dengan rasa cinta pada teman - temanku. Semua makhluk itu roboh dan musnah seketika. Aku pun bisa bernafas lega. Setidaknya bisa bernafas dengan normal. Setelah tadi tercium bau busuk.
Aku pun lalu berjalan lagi melewati area pemakaman ini. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah nisan makam, pohon kepuh, beringin.
Kini aku mencium bau kentang bakar. Menyengat sekali, aku Jadi ingat dengan kata Mama. Kalau kita mencium bau kentang pasti akan ada kemunculan makhluk halus.
"Pasti ni akan muncul lagi." kataku
Tiba - tiba langit menjadi gelap. Hari ini malam nya terlalu cepat. Dari suasana siang kini berubah jadi malam.
"Apalagi ini." kataku
Iiiiiih ih ih ih ih
Suara yang aku dengar. Suara yang bisa membuat bulu kudu berdiri. Aku melihat seorang perempuan menggunakan baju warna putih lusuh.
"Jangan - jangan Kuntilanak. Oh Tuhan, aku mohon segera akhiri semua ini." kataku sambil membayangkan wajah ngeri.
Benar saja, dia memalingkan muka. Wajah seram yang aku bayangkan hadir. Lagi lagi aku teriak.
"Astaga, aku lupa. Aku harus membayangkan yang bagus - bagus. Wajah ngeri makhluk itu karena aku yang membayangkan." kataku
Aaaaawwwww...
Kuku panjang itu berlumuran darahku. Lalu dia mencicipi darah yang ada di kuku nya.
"Manis sekali darah mu. Aku akan menghisap darah mu." katanya.
Dia pun kembali bernafsu menyambarku. Aku lalu membayangkan kalau aku terlindungi. Sehingga aku tidak bisa disentuh lagi. Benar saja, seperti ada dinding tipis yang melindungiku. Makhluk itu terbentur dinding itu.
"Nama Siwaya... Tuhan lindungi hamba" kataku dalam doa.
Aku lalu menggunakan pedang Jiva kembali. Aku berdoa dan langsung menebas makhluk itu. Seketika itu makhluknya lenyap.
"Terimakasih Tuhan." kataku
Mataku terus celinggukan mencari dimana keberadaan temanku. Aku mencoba berkomunikasi sama Puspa dan Kencana.
"Puspa, Kencana" panggilku
Tapi tak ada suara atau mereka tak langsung muncul di sampingku. Aku semakin khawatir dengan mereka.
"Tuhan, gimana cara nya aku menemukan mereka?" tanyaku
Aku pun lalu duduk di atas nisan. Air mataku menetes di makam itu. Tiba - tiba, ada bayangan putih yang bergerak ke arah ku kemudian bergerak maju.
"Bayangan itu seperti ingin menunjukan sesuatu." kataku
Aku langsung mengikuti bayangan putih itu. Semakin lama aku ikutin, aku berjalan semakin jauh. Entah kemana dia akan membawaku.
"Eh pohon melati." kataku
Bayangan itu naik ke arah bunga. Aku bingung kenapa dia menuju bunga melati.
__ADS_1
"Pasti ada sesuatu dengan bunga ini. Tapi apa ya?" tanyaku
Aku pun lalu memejamkan mata. Mencoba membayangkan aku dapat petunjuk dari bunga itu. Benar saja, dalam penglihatanku. Bunga melati itu adalah gerbang menuju tempat dimana temanku berada.
Aku langsung memetik melati itu dan ku basahkan dengan tirta yang aku bawa.
2 menit kemudian ...
Pohon melati tadi berubah menjadi sebuah pintu gerbang. Ya pintu gerbang yang terbuat dari tumpukan tengkorak manusia.
"Sepertinya akan lebih menantang" kataku
Aku pun masuk perlahan. Tapi tiba - tiba ada sesuatu yang menyambar lagi. Tapi aku sempat menghindar, karena aku bisa menangkap bayangan itu sebelum menuju ke arahku.
"Iyuuuh... jantung... jantung manusia." gumamku
Ih ih ih ih hih
Lagi - lagi suara itu datang lagi. Kali ini makhluk itu melayang. Makhluk dengan kepala, rambut acak2an, wajah menyeringai, dan jeroan yang terurai.
"Itu leak, berarti aku sudah dekat dengan lokasi dimana mereka berada." gumamku
Makhluk itu terus terbang ke arah ku. Aku pun kemudian menebaskan pedang Jiva ku. Tapi makhluk itu bisa menghindar. Ketika aku menebas, makhluk itu menghindar. Kalau aku diam dia mendekati.
"Kau akan mati anak manusia." katanya
"Tidak, aku tidak akan mati sebelum selesai tugasku." kataku
"Kau harus mati!!!" katanya yang langsung mengarahkan cakarnya pada wajahku. Untung saja pedang Jiva ku melindungi cakaran nya.
Aku harus menghancurkannya. Aku mengeluarkan air dan ku teteskan pada pedang itu. Kali ini pedang itu lebih mengkilat.
Makhluk itu tanpa rasa takut langsung mendekat ke arahku. Aku pun sudah siap dan langsung menghunuskan pedang pada jantung makhluk itu. Seketika makhluk itu menjerit.
"Dewa, bawa aku ke tempat teman - temanku." kataku
Aku pun seperti terbang dan suasana langsung berubah. Aku berada di dalam sebuah kamar yang indah. Kamar pengantin, karena banyak ada bunga. pandanganku masih terhalang dengan tirai tipis.
Aku mendengar suara ...
Aku pun mendekat dan melihat melalui tirai itu.
"Satria, Prasta ... banggguuun. Bagaimana bisa mereka seperti itu. Bukankah Kencana dan Puspa sudah berada di tubuh mereka" teriakku
Aura dan Tamara melihat ke arah ku. Mereka bertaring, serta menampilkan wajah yang tidak bersahabat.
"Mereka adalah milikku, jadi pergilah kau dari sini." kata Aura
"Kembalikan mereka padaku." kataku
Tapi Aura langsung mengeluarkan para prajurit nya dari telapak tangan. Sedangkan dia dan Tamara kabur membawa Prasta dan Satria menghilang. Aku tidak mau bermain dengan para makhluk itu. Semuanya langsung aku akhiri.
Aku terus berjalan, dan aku melihat 2 orang yang sedang diikat di bawah pohon. Orang tersebut seperti kehabisan tenaga. Mereka tak berdaya. Kondisinya mengenaskan...
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya. Maaf ya telat update, lagi banyak deadline ni. Selain itu, menulis beberapa episode ini diperlukan studi dan referensi. Sehingga informasi yang saya sampaikan valid.
next :
Siapakah 2 orang yang terikat itu?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
With love
__ADS_1
Citralekha