Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Ratu Premoni


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Senopati lalu menghilang dari hadapan Ivan. Sepeninggalnya Senopati, Ivan lalu mengajak temen-temen pasukan khusus nya dari berbagai negara untuk latihan bela diri. Tentu saja kawan nya sangat senang.


*


Dikadiraksa.


Mereka masih mengejar Walaing yang terus menuju dasar neraka. Senopati kegelapan dengan kekuatannya, selalu berusaha menghadang Dika. Tapi serangan itu selalu bisa dipatahkan.


"Adhir,. Apakah kita perlu membelah diri?" tanya Dika


"Kamu tidak akan mampu menghadapi Walaing dan Senopati tanpa aku." kata Adhiraksa.


"Lalu?" tanya Dika


Adhiraksa diam sejenak.


"Gunakan kalung Padma Locana. Ciptakan jerat yang mampu menarik sukma." saran Adhiraksa.


Dika pun hanya menganggukan kepala. Secepatnya dia menutup mata, membaca mantra, dan memegang kalungnya. Cahaya menyilaukan mata keluar dari Kalung sakti itu. Dika lalu mengarahkan tangannya kepada Walaing.


"Aaaaaaaaakkkkhhh" teriakan Senopati.


Ternyata Senopati ini sangat cerdik. Dia lalu mengorbankan dirinya yang terkena jerat itu.


"Pangeran Walaing, jangan pedulikan saya. Segera ke dasar neraka. Sekarang!!" bentak senopati.


Walaing sebenarnya tidak tega meninggalkan Senopati. Tapi dia terus diyakinkan, agar Walaing segera pergi.


"Balaskan dendamku, pangeran!" seru Senopati.


Sukma Senopati terseret dan menuju ke arah Dikadiraksa. Mengetahui targetnya meleset. Adhiraksa terus mengumpat dengan kesan.


"Dika!! segera bunuh senopati ini sekarang!" teriak Adhiraksa.


Mendapatkan intruksi dari Adhir. Dika segera memanggil pedang pemberian Dewa Brahma. Sekali tebas, sukma senopati kegelapan langsung hancur.


Langit pun menjadi gelap, pentir tiba-tiba bergelegar.


"Pertanda alam apa ini?" batin Dika.


Sebenarnya itu adalah pertanda kemarahan Adhiraksa dan Raja Kegelapan. Adhir kecewa, karena Walaing bisa lolos. Raja kegelapan marah karena Senopati nya musnah.


(sisi lain)


Walaing terus melaju dengan cepat. Air mata nya menetes ketika mendengar teriakan Senopati.


"Dikadiraksa, tunggu pembalasanku. Kematian senopati kegelapan akan aku balas. Sukma dibalas dengan sukma. Akan aku kirim sukma mu ke dasar neraka. Sehingga kau tidak bisa reinkarnasi lagi!!" geram Walaing.

__ADS_1


(Raja kegelapan).


Istana Kegelapan mengalami kegoncangan. Pada waktu itu juga terjadi hujan abu hitam. Patih dan penasehat kerajaan yang tahu langsung kaget.


"Mohon ampun Maharaja, hujan abu hitam pestanya ada kematian" kata sesepuh kerajaan.


Sang Raja masih diam mematung. Dia pun menangkap beberapa butir abu itu. Dia memejamkan mata menahan amarahnya.


"Maharaja" sapa patih.


"Senopati kebangganku telah lenyap, patih." kata Maharaja.


Sontak membuat semua penghuni istana kegelapan kaget. Bagaimana mungkin senopati mereka musnah. Selama ini tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkannya. Dia adalah senopati kebanggaan kerajaan ini.


"Bagaimana itu mungkin, Maharaja?" tanya patih.


Maharaja lalu berbalik badan dan menumpahkan kemarahannya. Dia membanting meja yang ada di hadapannya.


"Tidak mungkin kata mu hah?? tapi buktinya senopatiku musnah!!" bentak Maharaja.


"Tenanglah Maharaja, jika kau menanggapi itu dengan amarah. Maka bisa merugikan kerajaanmu. Sekarang katakan kepada kami. Siapa manusia yang bisa memusnahkan senopati kita?" tanya penasihat.


Maharaja lalu menampilkan sebuah adegan pengejaran. Ya, raja kegelapan mempunyai mata seperti CCTV. Sehingga di hadapannya terpampang kilas balik musnahnya senopati.


"Pangeran Dikadiraksa??"tanya patih tak percaya.


"Ya, pangeran tengik itu yang sudah menghancurkan senopatiku. Aku tidak akan membiarkan pangeran tengik itu selamat. Patih!! segera bawa pasukan!! pergi dan hadang pangeran itu. Jangan sampai pangeran Walaing terkejar. Target utamanya adalah Walaing." titah Maharaja.


Setelah mendapatkan perintah seperti itu. Patih segera pergi dengan membawa beberapa punggawa dan ribuan prajurit. Tentu saja prajurit kegelapan yang sangat sakti mandraguna itu.


"Kami mohon pamit Maharaja." kata Patih


(kembali ke Dikadiraksa).


Adhiraksa merasakan bahwa bahaya yang semakin besar.


"Dika kematian Senopati kegelapan pasti membuat rajanya murka. Aku merasakan ribuan prajurit dikirim untuk mengepung kita." kata Adhiraksa.


"Ribuan prajurit???" tanya Dika kaget.


Bagaimana tidak coba, menghadapi beberapa prajurit bawaan senopati saja kewalahan. Apalagi ini ribuan prajurit. Dika sudah membayangkan kegerian yang akan terjadi.


"Coba ada Ivan di sini, setidaknya tambah 1 lagi bala bantuan." batin Dika


"Kamu mikir apa Dika, kau pikir aku tidak bisa bantuin kamu?" kata Adhiraksa


"Tadi katanya ribuan prajurit. Lha kita cuma berdua." kata Dika.


"Kamu gentar ya? Katanya mau melindungi Putri Mahkota. Eeh ternyata nggak punya nyali." ledek Adhiraksa


Mereka berdua pun lalu bercekcok. Astaga dalam keadaan genting seperti ini. Mereka masih saja ribut hal kecil. Jadi kehilangan Walaing kan. Walaing sudah melesat jauh meninggalkan Dikadiraksa.


*


(Kerajaan Krendhawahana).


Kami (Aku, Prasta, dan Satria) dibawa ke Kerajaan Krendhawahana. Tak berapa lama kami sampai ke dalam istana. Sungguh indah kerajaan ini. Diluar dugaanku, aku awalnya mengira jika kerajaan Ra Nini penuh dengan tengkorak. Tapi ini seperti istana sang ratu yang sangat agung. Singgasana terbuat dari emas. Tiang-tiang pun berlapis emas. Kami disambut oleh para dayang yang cantik-cantik.


Tarian penyambutan pun mengiring kehadiran kami. Salah satu dayang ingin mengalungkan rangkaian bunga ke kami. Tapi ada yang aneh dengan kalungan bunga itu. Aku juga melihat kalung pancaroba ku bersinar.

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa pancaroba bersinar. Apakah ada bahaya?" gumamku.


Pada waktu itu, aku mendengar suara dari Kalung itu.


"Putri, kalungan bunga itu mengandung sihir. Siapapun yang memakai kalungan bunga itu. Akan terkena sihir dari Ratu Premoni. Tapi putri tenang saja, dengan pancaroba bersama putri. Putri akan terbebas dari sihir itu. Tapi putri pura-pura terpengaruh kekuatan sihir yah." kata suara itu.


Aku pun lalu menganggukan kepala. Aku lihat Prasta dan Satria sudah dikalungi. Kini giliranku yang akan dikalungi.


"Maaf apakah kami bisa memberikan kalung ini?" tanya dayang.


"Tentu saja, sangat tidak sopan kan kalau aku menolak?" kataku sambil tersenyum.


Dayang itu pun lalu mengalungkan bunga. Ada getar seperti tersetrum. Aku merasakan sedikit pusing.


"Putri, apakah kau baik-baik saja?" tanya dayang.


Setelah itu aku melihat Satria dan Prasta sudah ambruk. Aku pun mengalami hal yang sama. Tapi pada saat itu juga tenagaku langsung pulih. Tapi seperti kata suara itu. Aku harus tetap berpura-pura ambruk.


Tak lama kemudian aku mendengar suara seorang wanita. Sepertinya itu adalah suara ratu Premoni. Pada waktu itu aku kaget. Karena meskipun dalam keadaan memejamkan mata. Aku bisa melihat suasana di istana ini.


"Jangan kaget putri, ini adalah anugrah dari Dewi Sakti." kata suara itu.


"Selamat datang Ratu Premoni." kata semua orang penghuni istana.


Wajah Ratu Premoni sangat cantik. Tapi penuh aura seram. Mahkota sang raju berlapis emas tapi pada bagian belakang terdapat ular cobra. Aku pun bergidik ngeri melihat ular itu.


"Apakah mereka adalah tawanan kita?" tanya Ratu Premoni.


"Betul ratu, mereka adalah para ksatria yang lumayan hebat. Bahkan Pangeran yang berbaju biru (Prasta) mempunyai senjata Bajra Murti. Sedangkan wanita itu memiliki kekuatan yang aneh-aneh. Dari telapak tangannya mengeluarkan jerat emas. Jerat tersebut lah yang melumpuhkan kekuatan saya, ratu." kata Senopati.


"Hmmm..menarik, tapi sekarang mereka adalah tawananku. Mereka dalam kendaliku. Kita akan uji mereka bertiga. Kita akan mengadu mereka ber tiga. Dengan begitu kita akan tahu kesaktian mereka bertiga." kata Ratu Premoni.


Deg, aku langsung kaget. Bagaimana mungkin aku bisa melukai Prasta dan Satria.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next:


Apakah yang akan dilakukan oleh Nara?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

__ADS_1


__ADS_2