Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Pengalaman di Pagi Buta


__ADS_3

*Sebelum membaca jangan lupa untuk vote, like, dan comment ya*


Happy reading.


.


Aku penasaran dengan orang tuaku di masa lalu. Aku kemudian tidur terlelap merasakan suara desiran angin malam. Suara ayam jantan berkokok membangunkanku. Aku lihat jendela kamarku. Suasana pagi hari yang masih gelap membuat bulu kuduk naik.


"Serem banget." gumamku


Aku langsung menutup pintu jendela kamarku. Tapi pintunya tertahan oleh sebuah tangan yang besar, penuh luka, dan sangat menjijikan.


"Tangan siapa itu" tanyaku sedikit bergindik ngeri.


Tangan ini semakin panjang, aku mundur pelan - pelan. Tangan sebelahnya juga muncul. Kali ini ada suara yang terus menakutiku. Aku berusaha tenang dan mencoba tetap waspada.


"Woooooaaaaahahahahhahahahha" suaranya yang kemudian meninggi.


Sosok itu terus menampakan diri. Aku kaget bukan main. Makhluk itu tinggi besar, wajahnya hancur, bola matanya digenggam.


"Satriiiiiiiaaaaaa ..." teriakku sekencang mungkin


Aku terus mundur karena makhluk itu terus mendekatiku. Aku menangis karena menahan rasa takut. Seumur - umur baru kali ini aku menjumpai makhluk uang paling menyeramkan dan menjijikan.


"Apa maumu?" tanyaku ketakutan


"Ikutlah denganku, aku akan menjadikanmu sebagai permaisuriku." katanya


"Enggak, aku milik satria." kataku


Dia kemudian mengangkat tangan dan dari tangannya mengeluarkan tali yang baunya busuk. Tali itu terbuat dari bulu, entah bulu apa. Aku semakin tidak kuat dengan baunya. Bahkan aku sempat muntah karena tak tahan


"Terataaai keluaar dari tubuhku." aku teriak lagi.


Teratai emas kemudian keluar dari dalam tubuhku. Dia berputar putar dan menjelma menjadi 2 sepasang ksatria penuh dengan tanda kebesaran. Mereka melindungi dan menghancurkan ikatan yang mengikat tubuhku.


"Putri kau tidak apa - apa?" tanyanya.


"Ti ti tidak" kataku masih ketakutan


Mereka langsung beradu kesaktian. Makhluk itu ternyata tidak sendirian. Ia mengeluarkan banyak prajurit. Salah satu ksatria teratai emas mengeluarkan 2 buah tombak yang disilangkan kepadaku.


"Rakyan jangan melewati melompati tombak ini. Apapun yang terjadi jangan keluar dari sini." pesannya.


Aku jadi ingat dengan adegan Ramayana. Ketika Sita sedang menunggu Fama kembali dari menangkap kijang emas. Laksmana kemudian memasang garis gaib, agar tidak ada mahluk yang dapat menyentuhnya. Tapi pada waktu itu, Sita tergoda oleh rsi. Sehingga dia dapat diculik oleh Rahwana.


Aku tidak akan mengulang kesalahan dari Sita. Aku menurut dan hanya menonton adegan pertarungan itu. Terkadang aku menutup mata, ketika melihat kengerianyang dikeluarkan oleh para butho itu.

__ADS_1


"Aku tidak kuat oh Dewa." kataku


Aku juga berdoa dalam hati dengan mengucapkan Gayatri mantra. Berharap agar ksatria teratai emas menang melawan para butho. Aku juga selalu melirik pintu. Berharap Satria dan Pasopati tidak masuk. Aku takut keberadaan mereka akan menyusahkan teratai emasku.


"Teratai emas segera hancurkan butho itu." kataku


Prajurit Butho itu tidak bisa dibunuh ternyata. Begitu terluka tetesan darahnya langsung menjelma menjadi prajurit buto lainnya. Jumlah mereka semakin banyak.


Melihat semua itu aku teringat akan bagian dari kisah Mahabharata. Ajian Candrabirawa yang dimiliki oleh Prabu Salya dari Mandraka. Dia adalah paman para Pandawa dan mertua Duryodhana. Ajian itu hanya bisa dilenyapkan ketika pemiliknya dibunuh. Tapi aku tidak tahu siapa yang mengirim para butho itu untuk membunuhku.


"Satriaaa ... kamu dimanaaa?" kataku lirih.


Aku berpikir apakah suara gaduh seperti ini ia tidak dengar. Ksatria teratai emas terkepung. Aku sempat ingin lari, karena butho tadi mendekatiku. Aku sempat mundur beberapa langkah. Tapi Satria teratai emas berteriak agar tetap berada di lingkaran.


Aku terus mengucapkan maha mantra Gayatri. Aku semakin takut jika butho itu bisa masuk dan menembus tombak gaib itu.


"Kemarilah putri, ikut denganku. Apa kamu takut dengan wujudku? baiklah aku akan merubah wujudku menjadi tampan." katanya.


Butho itu berubah menjadi seorang lelaki yang tidak buruk lagi. Tapi tetep saja aku takut. Dia mendekatiku dan kemudian dia terpental ketika hendak menyentuhku.


"Kemarikan tanganmu." perintahnya.


Aku terus duduk diam dan berdoa agar ksatria emas bisa mengalahkan mereka dan makhluk itu enyah dari pandanganku. Butho itu terus mengeluarkan kesaktiannya untuk membawaku. Tapi sia - sia saja, benteng yang dibuat tidak mampu tertembus. Bahkan makin tebal dengan doa yang kuucapkan


"Teratai emas, hancuuurkan mereka." teriakku.


Tiba - tiba mereka mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata. Seketika itu prajurit butho hancur dan butho dijerat dengan tali emas. Dia langsung hancur. Ksatria teratai kemudian mengambil 2 buah tombak yang melindungiku.


"Kami akan selalu bersamu Rakyan. Kami akan melindungimu selama berada di dunia ini." katanya


Aku heran bagaimana mungkin mereka bisa tinggal di teratai emas milikku. Aku menganggap bahwa ini semua hanya mimpi dan aku terlalu lelah dengan perjalanan hari ini.


"Siapa nama kalian?" tanyaku


"Saya Puspa dan ini Kencana." katanya.


"Rakyan, kami harus kembali ke tubuhmu. Rakai akan segera ke sini." kata Kencana.


Bener saja tak berapa lama Rakai datang dengan pengawalnya. Ia mendobrak pintu kamarku. Puspa dan Kencana kembali masuk ke tubuhku tanpa diketahui oleh orang lain. Setidaknya aku tidak takut dan bisa tenang berada di dunia ini.


"Rakyaaan, kamu tidak apa - apa?" tanyanya khawatir.


Aku kemudian langsung memeluknya. Aku menceritakan tentang butho dan kejadian yang baru saja terjadi. Dia juga mempertanyakan bagaimana butho itu bisa kalah dan hancur.


"Jangan katakan jika kami bersamamu." bisik Puspa


Aku kemudian mencari alasan agar Satria tidak curiga padaku. Intinya aku harus menyembunyikan tentang kesaktian yang ada di dalam diriku.

__ADS_1


"Aku tidak apa - apa Kak Satria, hanya masalah kecil. Kenapa kamu lama sekali datangnya?" tanyaku manja.


"Prajurit, kalian boleh keluar dan meninggalkan kami." perintah Satria.


Prajurit pergi dari kamarku. Satria terus memeluku dengan erat. Setelah itu kemudian melepaskannya.


"Rakyan bagaimana bisa kamu melawan mereka?" tanyanya.


"Aku hanya berdoa kepada Tri Murti. Mereka kemudian memberikanku perlindungan." kataku.


Aku sudah berjanji kalau tidak akan menceritakan tentang teratai emas dan kehadiran Puspa dan Kencana.


"Bagaimana mungkin bisa?" tanyanya


"Satria, Dewa Tri Murti mampu melindungiku dengan baik." kataku lagi.


Aku kemudian berpikir kalau momen ini adalah tepat jika aku meminta pada Satria untuk membangun candi.


"Kak Satria, maukah kamu membuatkanku sebuah tempat pemujaan bagi Tri Murti?" kataku.


Ia kemudian kaget dan melirikku. Aku sempat takut, karena ini terlalu cepat aku mengatakannya padaku. Tapi aku juga ingin segera kembali ke Masa Depan.


"Rakyan apa kamu sadar dengan permintaanmu?" tanyanya dengan keheranan.


"Apa ada yang salah?" tanyaku balik.


"Kamu ini seorang penganut Budha yang taat." katanya


Aku kaget mendengar penuturan dari Satria. Bagaimana bisa. Tapi aku kemudian ingat kata Fais, kalau permaisuri raja Pikatan seorang pemuja Budha yang taat.


"Kak Satria apakah kamu ingat kalau kamu akan membangun sebuah kompleks percandian?" tanyaku


"Kamu mikir apa? kamu pasti masih ketakutan ya. Aku akan temani sisa pagi ini." katanya


Aku merasa aneh, bagaimana bisa dia tidak ingat dengan Candi Prambanan. Ternyata benar ucapan Sri Narada. Aku sempat meragukan beliau dan tidak percaya.


"Satria terimakasih kamu sudah menemaniku." kataku manja.


"Istirahatlah, perjalanan kita akan panjang. Nanti begitu matahari terbit, kita akan langsung berangkat ke istana Medang." katanya.


Pagi ini aku tidur bersama Satria dalam satu ranjang. Ia memelukku dengan penuh cinta. Ini adalah kali pertama aku tidur dengan seorang lelaki. Mataku kemudian terpejam dan terlelap oleh desiran angin sepoi.


**


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktunya untuk membaca karya saya.


Mohon maaf telat update

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2