Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Tamara


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Aku dan yang lainnya pun sampai di ruangan dimana raga ku berada.


"Hei siapa kau?" teriakku


Wanita itu kaget dan langsung berbalik badan melihatku. Betapa kaget nya aku ketika mengetahui bahwa sukma yang ada di ruang itu adalah wanita yang aku kenal.


"Kau??" teriakku tak terpercaya dengan apa yang aku lihat.


Aku sangat mengenal wanita yang akan masuk ke dalam raga ku.


"Tamara!! Apa yang kau lakukan di sini? mau ngapain kau masuk ke dalam raga ku?" tanyaku


"Nararia... kenapa aku baru sadar jika kau lah putri mahkota itu. Seharus nya aku sudah menghabisi mu jauh - jauh hari." kata Tamara


"Tamara ... kau berniat jahat padaku?" tanyaku


Tamara hanya tersenyum mengejek. Dia pun hendak menyerangku. Tapi langsung ditepis oleh Adhiraksa.


"Pangeran kedua ... ternyata kau ada di sini. Pantas saja kau sangat kuat permaisuri. Ternyata pengawalnya sangat banyak. Pantas saja kau bisa lepas dari Ra Nini." katanya


"Jadi kau yang membuat teman - temanku hampir meninggal?" tanyaku


Tamara hanya tersenyum licik. Dia pun lalu pergi dari ruanganku. Ada banyak pertanyaan dalam benakku. Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu setelah aku kembali.


"Adhir ..." kataku


Aku berharap Adhiraksa bisa menjelaskan siapa itu Tamara. Serta apa hubungannya Tamara dengan Satria.


"Iya putri?" tanya Adhiraksa sambil cengar cenggir.


"Bisa jelaskan padaku, siapa itu Tamara?" tanyaku


Adhiraksa lalu melirik kepada Kencana dan Puspa. Sebagai tanda minta izin untuk menjelaskannya padaku.


"Silahkan pangeran" kata Puspa


ceklek...


Belum sempat Adhiraksa menjelaskan. Ada dokter dan suster yang masuk ke kamarku. Tapi tingkah mereka mencurigakan.


"Ada yang aneh" kata Adhiraksa


Pada dokter tersebut terdapat bayangan hitam. Aku juga merasakan aura yang tidak beres pada dokter itu.


"Lakukan sesuai perintah" kata dokter


Suster itu langsung maju dan hendak menyentuh raga ku. Tapi suster itu terpental.


"Aawww, sakit ... dokter, raga ini terlindungi." kata suster


"Mundur" kata dokter


Dokter itu lalu mengeluarkan sebuah tombak. Dia ingin menghancurkan pagar pelindung raga ku.


"Bagaimana ini, dia mau melukai raga ku!" kataku panik


"Tenang putri, ada kita." kata Adhiraksa


"Kita biarkan dulu apa mau nya dia." kata Puspa


Dokter palsu itu lalu mengarahkan tombaknya pada raga ku. Sontak pelindung ku langsung melawan tombak itu. Ya, dokter itu sangat kaget. Pagar pelindung ku sangat kuat. Berkali - kali dokter itu terpental. Suara gaduh nya membuat manusia di luar ruangan ingin masuk.

__ADS_1


"Ada yang tidak beres di dalam." kata Ivan


Tanpa pikir panjang, Dika langsung mendobrak pintu ruanganku. Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bahwa dokter tersebut membawa tombak.


"Apa yang kau lakukan pada Nararia?" tanya Dika geram. Dia hendak maju memukul dokter itu. Tapi langsung dicegah oleh Prasta.


"Dika, tidak.. jangan maju. Dia bukan manusia." kata Prasta


Ivan pun langsung menahan tangan Dika dan membawanya agak jauh dari dokter itu. Satria pun maju dan menggunakan kekuatannya untuk mengetahui siapa dokter itu.


"Berani sekali kau menyentuh temanku." kata Satria


"Hahahaha... kau pun ternyata sudah lahir kembali, pangeran." kata dokter itu.


Suster di belakang itu langsung menyerang Satria. Serangannya tak terduga, sehingga membuat Satria tersungkur.


"Satriaaa" semua orang berteriak memanggil Satria


"Ternyata kau juga bukan manusia." kata Prasta.


Prasta yang geram langsung mencabut salah satu pusaka miliknya. Segeralah dikurung suster jadi - jadian itu. Orang di luar sudah berkerumun. Tapi langsung dihalau oleh Ivan dan Mas Arya.


"Aku akan bereskan dokter itu." kata Prasta


Sedangkan Dika menolong Satria yang masih terhubung.


Prasta lalu maju dan ingin menghabisi dokter itu. Tapi dokternya langsung berubah menjadi mayat hidup. Bau busuk menyeruak di seluruh ruangan itu.


"Serem banget," kata Ivan


Ivan hendak menembak makhluk itu. Tapi langsung dicegah oleh Prasta.


"Dia bukan manusia, peluru mu tidak mempan, Van. Lagi pula jangan membuat syara tembakan di ruangan ini." kata Prasta


Ivan pun langsung menyimpan kembali pistolnya. Dia sadar dengan apa yang akan terjadi. Jika dia melepaskan tembakan.


Mayat hidup itu langsung menyerang Prasta. Tapi lagi - lagi bahwa mayat hidup itu bukanlah tandingan Prasta. Dengan singkat, Prasta bisa mengalahkan mayat itu. Mayat itu lalu menghilang tanpa bekas.


"Nara, kamu tidak apa - apa kan?" tanyanya.


"Tidak akan terjadi hal yang buruk, Dika. Raga dia telah terlindungi. Tapi siapa yang melindungi ya?" tanya Prasta heran.


Dia lalu mengelilingi Raga ku. Dia merasakan ada aura aneh di tubuhku.


"Aura ini seperti aura Pramodhawarddhani. Apakah dia?" tanya Prasta dalam hati


Demikian juga dengan Satria. Dia lalu bangun dan duduk di kursi.


Pintu ruanganku pun lalu dibuka paksa oleh keamanan rumah sakit.


"Apa yang terjadi, suara apa tadi?" tanya dokter jaga.


"Tidak terjadi apa - apa dokter. Lihatlah semua nya baik - baik saja." kata Prasta.


"Tapi tadi terdengar suara ledakan." kata keamanan rumah sakit.


"Hanya perasaan dokter saja mungkin. Tapi buktinya semuanya baik - baik saja." kata Ivan mencoba membantu Prasta menjelaskan ke dokter.


Setelah terjadi perdebatan itu. Akhirnya Dika meminta kepada dokter untuk memeriksa ragaku.


"Dokter, tolong periksa teman saya. Apakah ada perkembangan dengan kesehatannya?" tanya Dika


Dokter itu lalu memeriksa tubuhku. Dia memastikan bahwa aku baik - baik saja. Tapi setelah itu semuanya dimarahi oleh Dokter. Sebab ini adalah ruangan ICU, kenapa mereka masuk tidak menggunakan pakaian khusus dan masuk nya rame - rame.


"Kenapa kalian masuk ke ruangan ini rame - rame? tidakkah kalian tahu ini ruang ICU? kalian bisa membawa virus untuk pasien." kata dokter.


"Baik dokter, maafkan kami. Kami akan segera keluar." kata Ivan.


Dokter itu lalu pergi dan meminta kepada suster jaga untuk memastikan mereka semua keluar dari ruanganku.


**


Sepeninggalnya teman - temanku, aku masih penasaran dengan semua yang terjadi. Bahkan Satria dan Prasta juga memasang pagar gaib pada pintu ruanganku. Harapannya jika ada makhluk halus yang melewati pintu itu bisa terbakar. Dika dan Ivan juga menjaga dengan kekuatan fisik yang mereka miliki.

__ADS_1


"Adhir, kamu belum menjelaskan padaku, siapa Tamara itu. Apakah kamu mengelanya?" tanyaku


"Putri, sebaiknya pertanyaan itu disimpan dulu. Kita harus fokus bagaimana agar sukma mu bisa kembali ke Raga mu." kata Puspa


Aku pun setuju, tapi aku juga masih penasaran dengan Tamara.


"Putri, kau harus meditasi dan memohon kepada Otipati untuk menyatukan kembali sukma mu. Jika kau terpisah dari raga mu terlalu lama. Kau bisa tidak akan kembali." kata Kencana


"Artinya, aku meninggal?" tanyaku


Semuanya hanya menganggukan kepala. Aku tidak mau meninggal saat ini. Sehingga, aku dan Puspa pun menuju sebuah tempat untuk melakukan meditasi.


**


(Tamara dan Aura).


Tamara menjadi uring - uringan dengan apa yang dia lihat. Dia membanting semua barang - barangnya di meja rias.


"Kenapa aku tidak sadar jika Nararia itu putri mahkota. Bagaimana bisa dia bersama dengan Pangeran Satria." kata Tamara


"Sabar lah, Tamara... aku yakin jika pangeran Satria tidak menyadari itu. Lagi pula memangnya kamu yakin jika Satria itu adalah pangeran Satria?" tanya Aura


Tamara lalu menghentikan aktivitasnya membanting benda - benda kesayangannya. Oh iya, semenjak dia dideportasi oleh Satria kembali ke Jerman. Dia nampak uring - uringan. Aura pun kemudian menyusul Tamara ke Jerman. Mereka bekerjasama untuk mencelakai diriku.


"Aura, apakah kamu punya rencana? Kamu tahu, pangeran kedua Medang ada di samping Nararia." kata Tamara


"Apa??" tanya Aura kaget


"Ya, pangeran Adhiraksa bersama Nararia. Aku juga merasakan ada 2 kekuatan lagi yang melindungi Nararia. Kekuatan yang sangat kuat. Tapi aku tidak tahu itu apa." kata Tamara


Ketika mereka sedang berdiskusi dan membicarakan tentang aku. Tiba - tiba lelaki berhodie hitam muncul.


"Mereka adalah Dewi Puspasari dan Dewa Kencana." kata lelaki berhodie hitam.


"Kau?? siapa mereka itu?" tanya Tamara


"Mereka adalah pelindung putri Nararia. Perlu kamu ketahui, bahwa Nararia adalah murid Dewi Sakti. Dia mendapatkan anugrah berupa liontin pancaroba dari Dewa Indra. Serta yang harus kamu tahu, dia memiliki pusaka teratai emas dari Dewa wisnu." kata lelaki berhodie


Mendengar penuturan dari lelaki itu, Tamara dan Aura pun terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa aku sangat kuat.


"Pantas saja setiap serangan yang aku berikan tidak mempan sama sekali oleh dia." kata Tamara geram.


"Pangeran, apa rencana mu selanjutnya? apakah kamu sudah tahu siapa pangeran Satria itu sebenarnya. Menitis pada Satria atau kepada Prasta?" tanya Aura


"Kalau itu aku tidak tahu, aku mencoba menembus nya tapi tidak bisa." kata lelaki berhodie hitam itu.


Aura terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dia meresap setiap perkataan yang diucapkan oleh lelaki berhodie hitam itu.


"Kita tidak akan bisa menyakiti Nararia. Kalau begitu, kita harus merubah strategi." kata Aura


"Apa strategi mu?" tanya Tamara


Aura pun tersenyum licik pada Tamara dan lelaki berhodie hitam.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kira - kira apa rencana Aura?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2