Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Apakah Berhasil?


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Lalu apa yang dilakukan mereka untuk menghukum Widasari?" tanya Dika.


Adhiraksa pun mengeluarkan nafas nya dengan kasar.


"Kamu kenapa sangat penasaran dengan masa lalu Widasari?" tanya Adhiraksa.


"Aku ingin tahu, latar belakang kenapa dia bisa sampai dihukum. Apakah Widasari terkena kutukan atau tulah?" tanya Dika.


"Hadiah apa yang akan kudapatkan jika aku menceritakannya kembali?" tanya Adhiraksa.


Dika pun lalu menepis senyuman dari Adhiraksa. Dia berpikir keras, bagaimana membujuk Adhiraksa.


"Lagian kenapa kamu penasaran banget?" tanya Adhiraksa kembali setelah tidak dijawab oleh Dika.


"Aku perlu tahu, untuk menyelamatkan dia atau tidak." kata Dika


"Nggak perlu." sahut Adhiraksa.


Dika pun kemudian mengambil HP nya. Dia berniat untuk menelpon ku. Tentu saja untuk bertanya, sejauh mana aku akan bertindak.


"Tapi di Indonesia sudah malam ini" sahut Adhiraksa


"Aku mi coba, kali saja Nara belum tidur." kata Dika


Adhiraksa hanya tersenyum tipis. Sebenarnya, dia was - was juga. Pasti Adhir telah menebak jika aku pasti akan ke istana kegelapan. Dia pun lalu meniupkan angin tipis. Tujuannya agar teleponnya Dika tidak tersambung denganku.


Benar saja, teleponnya Dika nggak nyambung denganku.


"Ini HP nya Nara kenapa sih?" dengus Dika.


"Habis batre kali." kata Adhiraksa sambil tersenyum tipis.


Padahal dalam hati Adhiraksa bersorak gembira. Dia tidak akan membiarkan Dika sampai ikut ke Istana Kegelapan. Tanpa ada sukma Adhiraksa di dalam tubuh Dika. Dia tidak bisa melakukan komunikasi secara batin denganku.


"Sudahlah, mungkin putri mahkota sedang tidur. Ini kalau di kerajaan, kamu pasti kena hukuman." tukas Adhiraksa.


Dika pun lalu menundukan kepala. Benar, apa yang dikatakan Adhiraksa. Tapi bukan Dika namanya kalau dia mudah menyerah.


"Kenapa kamu senyum- senyum?" tanya Adhiraksa curiga.


Dika lalu memejamkan mata dan memanggil Senopati Dandaka. Tak berapa lama Sang Senopati datang. Betapa kagetnya Adhiraksa. Dia lupa, bahwa di dekat Dika ada Senopati.


"Pangeran Adhiraksa, Pangeran Dika." sapa Senopati.


"Senopati, aku butuh bantuanmu." kata Dika

__ADS_1


Senopati lalu menundukan kepala sebagai tanda hormat. Seketika itu Adhiraksa menutup matanya. Seketika itu Dika membatu. Dia diam dan tidak bergerak.


"Pangeran Adhiraksa apa yang anda lakukan pada Dika?" tanya Senopati.


"Senopati, Aku minta untuk kamu melakukan sebuah kebohongan demi kebaikan. Jika nanti Dika meminta mu untuk menemui putri mahkota. Jangan kamu katakan ke Dika jika putri akan ke istana kegelapan. Kamu tahu apa yang aku khawatirkan, senopati? Aku tidak mau Dika menjadi korban. Jika dia menjadi korban, itu artinya aku akan bener - bener musnah." kata Adhiraksa sambil menundukan kepala.


Senopati pun terperanjat dengan perkataan sang pangeran. Baru kali ini dia melihat Adhiraksa memohon seperti ini.


"Baik pangeran, akan saya lakukan demi pangeran." kata Senopati.


Setelah melakukan kesepakatan. Adhiraksa lalu menjetikan jarinya. Seketika itu, Dika kembali bergerak. Seolah - olah tidak terjadi apa - apa.


"Senopati, Aku mohon kepadamu. Untuk segera ke Indonesia. Temui Nararia dan tanyakan kapan mereka berangkat ke istana kegelapan?" tanya Dika.


"Baik pangeran Dika. Kalau begitu, saya pamit dulu." ucap Senopati


Seketika itu Senopati menghilang. Dika pun menatap kepada Adhiraksa. Dia seperti memberitahu kepada Adhiraksa. Bahwa Dika berhasil mendapatkan solusi.


"Tenangkan pangeran Adhiraksa. Aku akan berhati-hati. Aku yakin dengan adanya kamu ditubuhku. Kita akan menjadi seorang ksatria yang hebat." kata Dika.


Adhiraksa hanya tersenyum tipis. Bahwa Dika tidak akan pernah ikut.


*


Indonesia


Malam ini sudah sangat larut. Tapi aku tidak bisa memejamkan mata.


"Sepertinya akan ada yang datang." gumamku


Aku pun lalu bangun dan duduk. Ya, ternyata benar. Senopati datang dengan cara minta izin ke Puspa dan Kencana.


"Selamat datang, senopati. Ada masalah apa?" tanyaku


Senopati lalu tersenyum dan kemudian mengutarakan apa maksud kedatangannya. Senopati lalu menceritakan apa yang menjadi tujuannya.


"Oh ... jadi Dika ingin sekali ikut ke istana kegelapan?" tanyaku


"Benar putri, tapi pangeran Adhiraksa tidak mengizinkannya." kata Senopati.


Senopati lalu menceritakan tentang alasan Adhiraksa. Aku pun paham dengan kekhawatirannya. Aku juga tidak ingin membuat celaka Dika dan Adhiraksa. Karena sekali saja Dika terluka. Maka akan mengenai 2 orang yang ku sayang.


Karena kini kami sedang berkumpul. Aku pun lalu membahas strategi ke istana kegelapan. Puspa, Kencana, dan Senopati pun saling tatap.


"Ada apa dengan kalian?" tanyaku


"Putri, kita bisa ke sana ... tapi apakah kau siap dengan konsekuensinya?" tanya Puspa


"Ya, aku siap." kataku mantap.


Kencana pun lalu mendekatiku. Ada yang ingin disampaikan sepertinya. Dia sepertinya sedih sekali.


"Ada apa Kencana?" tanyaku


"Putri, mungkin ini akan menjadi hari perpisahan kita." kata Kencana


Aku pun kaget, apa maksud dari Kencana. Aku bener-bener tidak tahu.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanyaku


"Jika kita nekad menerobos ke istana kegelapan. Maka yang bisa keluar dari sana hanya 2 sukma saja." kata Kencana sambil menunduk.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanyaku penasaran.


"Istana Kegelapan telah dipasang pelindung dengan ajian rusak sukma. Ajian itu adalah ajian yang sangat langka. Sukma yang bisa masuk tak akan bisa keluar. Kecuali, sukma yang kain mengorbankan dirinya." kata Puspa.


Aku pun kaget, ternyata rumit sekali. Itu artinya jika kami berempat ke istana kegelapan. Artinya, pasti aku akan kehilangan mereka ber 3. Padahal perang belum dimulai.


"Apakah ini rencana raja kegelapan?" tanyaku


"Benar putri, raja kegelapan tahu. Jika kita pasti akan masuk ke istana nya. Untuk itu dia menggunakan ajian langka itu. Ini adalah jebakan untuk kita. Mereka menggunakan umpan Retno. Tujuannya untuk memusnahkan kami." kata Kencana


"Bukannya kami takut musnah putri. Tapi memang Retno harus menjalankan karma ini. Maaf putri..." kata Puspa.


Dia lalu menyentuh keningku. Dalam waktu itu juga. Aku bisa melihat dan kembali ke masa lalu. Aku melihat apa yang dilakukan Widasari kepada kerajaan. Penghianatan Widasari, hingga kami harus kehilangan Pasopati. Ya, Pasopati meninggal saat hendak menolong Widasari dari serangan panah Walaing.


Strategi itu adalah rencana dari Walaing dan Wida. Setelah mengetahui hal itu. Aku pun menjadi benci sama Wida. Serta ragu, apakah Wida berada di pihakku atau ini rencana mereka kembali. Sungguh aku sangat bingung.


Kami memang menang, karena kehebatan putraku Kayuwangi dan Pasopati. Tapi pada saat itu juga, kami kehilangan Pasopati. Tak terasa aku pun menanggis.


"Kita nggak usah pergi ke istana kegelapan." kataku


"Putri, maafkan kami." kata Puspa.


Aku hanya menggelengkan kepala. Tapi pada saat itu, ada seorang Kinara yang datang.


"Ada apa Kinara?" tanya Kencana.


"Maaf pangeran, saya memberi kabar dari Kaindra. Kalau pada saat Retno diculik. Senopati kegelapan malih rupa menjadi putri mahkota, Pangeran Prasta, dan Pangeran Satria. Itu akan sangat berbahaya di dunia manusia. Karena pada saat itu, banyak mata yang melihatnya." kata Kinara.


Kami pun terbelalak seketika itu. Artinya, jika Retno kenapa - Kenapa. Secara hukum yang berlaku, aku pasti akan dicurigai. Aku, Prasta, dan Satria pasti akan menjadi buronan polisi. Astaga, apa lagi ini. Sekarang bagaimana. Jika kami berangkat ke istana kegelapan. Aku bisa saja kehilangan Puspa, Kencana, dan Senopati. Tapi jika tidak menyelamatkan Retno. Aku, Prasta dan Satria akan kena masalah.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku dengan air mata terurai.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kira - kira apa yang harus Nararia lakukan? Menyelamatkan Retno atau tidak?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".

__ADS_1


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2