
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
Manik intan adalah pusaka atau cctv yang dimiliki oleh istana Krendhawahana. Gambaran yang ditampilkan sama persis dengan apa yang sedang terjadi.
"Apakah kita perlu membantu, Ratu?" tanya Senopati.
"Belum saatnya, kita lihat saja bagaimana kehebatan leluhurku melawan pasukan kegelapan." kata Premoni.
"Baik ratu" kata Senopati.
"Tapi siapkan pasukan kita buat jaga-jaga. Jika nanti nini haji membutuhkan bantuan kita." titah Ratu Premoni.
*
Hotel
Puspa masih terus menjaga Retno Kartika. Dia pun lalu menyalakan tv di depannya. Sama seperti Ratu Premoni. Puspa sedang melihat apa yang sedang kami alami.
Kinara pun kemudian muncul.
"Dewi Puspasari" sapa Kinara.
"Ada apa Kinara?" tanya Puspa.
"Dewi, ada pesan dari Dewa Indra. Kalau Dewi Puspa harus membantu Putri Nararia." kata Kinara.
Puspa pun terkejut dengan pesan dan perkataan dari Kinara. Dia terperanjat dan mencoba mengamati Kinara. Ada yang mencurigakan, kalau sampai Dewa Indra menyuruh meninggalkan Retno Kartika. Padahal yang bersama putri Mahkota adalah orang - orang pilih tanding.
"Apakah kau yakin Kinara, itu pesan dari Dewa Indra?" tanya Puspa dengan mata terus menelisik.
"Betul Dewi, saya tidak berani berbohong." kata Kinara.
"Kalau benar itu dari Kaindra. Kenapa kau tidak menggunakan anting berlambang wajra?" tanya Puspa
Kinara terlihat gemetar dan mencurigakan. Dia pun langsung menyerang Puspa. Dengan lincah dan gesit, Puspa menghindarinya. Ternyata dugaan Puspa benar, bahwa Kinara itu adalah malih rupa.
Pada waktu Kinara itu melawan Puspa. Datang lagi 3 prajurit kegelapan. Mereka berusaha membawa Retno Kartika. Tapi Puspa langsung membelah diri menjadi 3. 1 Puspa melindungi Retno. Sedangkan 2 Puspa melawan 4 Kinara.
"Licik sekali kau, Raja Kegelapan." gumam Puspa.
"Kau yang akan kalah Dewi Puspa." kata Kinara.
Kinara malih rupa dari Prajurit Kegelapan pun berani sombong. Dia menganggap kalau dirinya dibunuh akan membelah diri. Tapi mereka lupa, bahwa yang sedang dihadapi adalah seorang Senopati dari Kaindra. Jadi dengan menggunakan senjata Bajra Adidaya. Maka 4 prajurit itu langsung musnah tanpa bisa membelah diri.
__ADS_1
"Ternyata Raja Kegelapan telah menyiapkan semua ini. Aku harus segera mengambil Pusaka Mahkota Dewa. Agar Retno Kartika tidak tersiksa." kata Puspa.
Puspa pun lalu memasang pagar gaib untuk melindungi tubuh Retno. Dia juga meminta kepada belahan diri nya untuk menjaga tubuh Retno.
"Puspa Sarira, tetaplah di sini dan menjaga tubuh Retno. Aku akan mengambil Pusaka Mahkota Dewa." kata Puspa
Tapi sebelum Puspasari pergi, terlebih dahulu Dewa Agni muncul.
"Salam sembah saya Dewa Agni. Ada apakah gerangan Sang Dewa menemui saya?" sapa Puspa sambil memberikan hormat.
"Dewi Puspasari, tetaplah di sini dan jangan pergi." kata Dewa Agni.
"Tapi, Retno Ayu" kata Puspa
"Gunakan Agni Jyotir, ini hanyalah sementara. Dia tidak akan terpengaruh dengan Aura, Tamara, dan Walaing. Saya rasa ini cukup untuk sementara. Sampai putri Nararia kembali." kata Dewa Agni.
Puspa lalu menerima Agni Jyotir. Pusaka itu berupa bunga mawar yang menyala seperti api. Ajaib, seketika itu langsung masuk ke dalam tubuh Retno. Setelah memberikan pusaka itu, Dewa Agni lalu menghilang.
"Untuk sementara kau akan aman Retno Kartika. Kasihan kamu, nasib buruk selalu bersamamu. Semoga setelah kau meminum Air Mahkota Dewa. Penderitaanmu segera berakhir." kata Puspa.
*
Kembali ke Awan gelap.
Pertempuran yang sangat menegangkan. Ketika aku hendak kembali ke hotel. Ternyata Raja Kegelapan telah menghadangku. Ini adalah kali pertama aku berhadapan secara langsung. Wajah raja kegelapan seperti tidak asing di mataku. Tapi entah dimana aku pernah bertemu.
"Putri Mahkota kita ketemu lagi." kata Raja Kegelapan.
"Apa kita pernah ketemu, Raja?" tanyaku
"Aku bener - bener tidak tahu, Raja. Apa tujuanmu menghadangku." kataku
Aku memang bingung dengan tingkah Sang Raja. Kenapa dia tidak langsung menyerangku. Malah sebaliknya, dia seolah tidak ingin melukaiku.
"Putri, menikahlah denganku. Lupakan Pikatan, maka akan aku berikan kedudukan sebagai permaisuri di tiga alam." katanya.
Aku berusaha tersenyum dan mencoba mencari tahu apa motifnya raja kegelapan. Apakah dia hanya ingin merayuku. Serta menungguiku lengah. Kemudian dia akan menyerangku. Jadi aku harus tetap waspada. Bagaimanapun juga dia adalah Raja Kegelapan yang sangat licik.
"Jangan takut dan jangan ragu. Aku tidak akan menyakitimu. Aku berjanji, akan membuatmu bahagia. Dunia akan menghormatimu." kata Raja Kegelapan.
"Tidak raja, jodoh ku adalah Rakai Pikatan. Jadi aku akan bersama nya." kataku
"Tidak! Kau miliku, di kehidupan sekarang jika kau menjadi permaisuriku. Maka kau akan abadi bersamaku. Tapi jika kau bersama Pikatan. Maka kau akan terus mengalami kematian." kata Raja Kegelapan.
Harus bagaimana aku menghadapi perkataan Raja Kegelapan. Dia terus saja berbicara seperti itu.
"Raja kenapa kau tidak menyerangku?" tanyaku
"Tidak, aku tidak ingin kau terluka. Aku akan menyerah padamu. Tapi kau harus menjadi milikku. Ikutlah bersamaku, aku akan menuruti semua permintaanmu." kata Raja Kegelapan.
Pada saat percakapan itu masih terus terjadi. Satria dan Prasta lalu menyerang Raja Kegelapan. Sang Raja hanya mundur beberapa meter. Tapi tubuhnya tidak ambruk.
"Hahahha... pangeran Medang, beraninya kau bermain curang." ejek Raja Kegelapan.
"Nararia menyingkirlah! jangan dengarkan perkataan jahatnya." kata Satria.
__ADS_1
"Raja Kegelapan sebaiknya kau menyingkir dari hadapan kami." kata Prasta.
Tanpa menjawab ejekan dari Satria dan Prasta. Raja Kegelapan langsung mengeluarkan ajiannya. Hal tersebut membuat tubuh Satria dan Prasta terpental. Ya mereka tidak siap menghadapi serangan dadakan dari raja.
"Dasar lemah! Bagaimana kau akan melindungi Putri Nararia. Jika kalian berdua melawanku saja tidak mampu." ejek Raja Kegelapan.
Satria dan Prasta kemudian saling tatap dan menganggukan kepala. Mereka berdua lalu menyerang Raja Kegelapan. Tapi sebelum serangan mereka berdua sampai ke raja. Patih dan sudah menangkis serangan mereka. Sehingga Raja Kegelapan terlindungi.
"Hai kalian manusia lemah, hadapi aku. Majulah kalian berdua. Sebelum kalian menyerang Maharaja. Kalahkan aku dulu." kata Patih.
Patih lalu maju dan menyerang mereka berdua. Tapi Aura juga ikut mengambil bagian. Dia menyerang Prasta. Aku masih memperhatikan jalannya pertarungan mereka berempat. Mataku terus waspada dengan setiap gerakan kecil dari Raja Kegelapan.
Aku juga sempat melirik kepada awan sebelah. Ya tempat Ivan, Adhiraksa, Dika, dan Senopati Dandaka berada. Mereka ber Empat berusaha memecahkan perisai tipis itu.
"Apakah kau tega melihat mereka terluka putri?" tanya Raja Kegelapan.
"Apa maksudmu raja?" tanyaku
"Jika kau bersamaku, maka aku akan hentikan serangan. Serta aku tidak akan menganggu teman mu lagi. Hiduplah bersamaku putri." pinta raja kegelapan.
"Kau tega melukai sahabatku, raja. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu selamat. Ayo raja, bertarunglah denganku." kataku
Raja Kegelapan pun hanya tersenyum ketika aku menantangnya. Dia bahkan terus terbang untuk mendekatiku. Aneh, tubuhku tidak bisa digerakan. Bagaimana mungkin dia bisa mengendalikan tubuhku.
Dia pun semakin dekat
"Hei kenapa tubuhku tidak bisa digerakan. Siapa dia sebenarnya? Bukankah seharusnya aku tidak terpengaruh dengan kekuatan sihir?" batinku.
"Putri Mahkota ku, ikut lah bersamaku. Kau tahu kenapa kau tidak bergerak? Bahkan teratai emas mu pun lemah. Pancaroba mu juga lemah tak berdaya. Itu artinya apa? jiwa mu sebenarnya menerimaku. Aku adalah jodoh mu. Pikatan lah yang telah merebutmu secara paksa dari hidupku." kata Raja Kegelapan
Aku semakin bingung dengan dia. Bagaimana mungkin teratai emas dan pancaroba tidak bereaksi apa - apa. Apa yang terjadi dengan diriku. Bukankah 2 pusaka itu akan lemah jika aku berhadapan dengan kekasih hatiku. Tidak mungkin kan, Raja kegelapan ini kekasih hatiku.
"Aku adalah kekasih hatimu. Makanya 2 pusaka itu melemah. Percayalah, kau sebenarnya adalah ratuku. Pikatan bukan jodoh mu yang sebenarnya." kata Raja Kegelapan
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next:
Siapakah sebenarnya Raja Kegelapan?
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"