
*Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik vote, rate, dan koin ya*
Happy reading
.
.
Satria heran dengan apa yang dia lihat barusan. Ternyata dia mengeluarkan senjata dan ajiannya. Dia hanya melawan sebatang pohon rapuh.
"Telik sandi coba kamu lihat itu. Ini adalah salah satu ilusi dari Kala Srengi. Kita harus segera temukan Pasopati dan Nararia. Aku takut terjadi sesuatu dengan mereka." kata Satria.
Telik sandi merasa takjub. Bahkan saat berikutnya. Satria dapat dengan mudah mengalahkan beberapa ilusi yang di buat Kala Srengi. Lagi - lagi Satria kesal karena yang dia lawan hanyalah ranting pohon.
Ada wujud sepasang raksasa yang mencegat mereka berdua. Kini Satria lebih berhati - hati dengan kemunculan dua raksasa itu.
"Pasti dia anak buah Kala Srengi." kata Satria
"Hati - hati pangeran." kata telik sandi
Satria segera maju dan melawan sepasang raksasa itu. Berbagai macam kekuatan dia keluarkan. Tapi prajurit Srengi terkenal dengan raksasa yang pilih tanding. Sehingga tidak mudah Satria mengalahkan raksasa itu.
Satria merasa lengah dan dia terjatuh akibat serangan gabungan dari raksasa itu.
"Sial, itu makhluk ala. Kenapa sulit untuk dimusnahkan." umpat Satria.
Sepasang raksasa itu kemudian mendekati Satria yang masih terjatuh. Seorang raksasa tiba - tiba melesat dan hendak menjatuhkan batang pohon. besar. Melihat hal itu, Satria kemudian mengangkat tangan untuk melindungi tubuhnya.
Pancaran cahaya dan batang pohon itu seketika tertahan beberapa langkah diatas kepala Satria. Melihat tidak ada reaksi dari batang pohon. Satria mendongak ke atas dan melihat gelang memberikanku bercahaya.
Secepatnya Satria menyadari kekuatan gelang sakti itu. Dia segera mengagungkan ajiannya dengan gelang sakti itu. Tak butuh waktu lama, kedua raksasa itu musnah.
Melihat Satria dapat dengan mudah mengalahkan raksasa. Telik sandi turun dan berusaha menyentuh Satria. Tapi tangannya seperti tersetrum. Hal itu karena efek dari kekuatan gelang sakti.
"Pangeran cahaya apa itu?" tanya telik sandi penasaran.
"Ini adalah gelang sakti pemberian Nararia. Aku ingat bahwa gelang ini mampu melindungi diriku dari kekuatan jahat para denawa." kata Satria.
Mendengar hal itu, telik sandi menjadi geram. Itu artinya Satria tidak akan bisa disentuh oleh lara denawa menunggu hutan Dandaka. Telik sandi berkali - kali melihat kehebatan gelang itu. Setiap kali ada serangan dari makhluk ghaib dapat dengan mudah dikalahkan oleh Satria.
"Hebat sekali gelang itu." gumam telik sandi
Melihat semua makhluk ghaib lenyap dengan kekuatan gelang sakti itu. Aku dan Pasopati palsu muncul. Melihat mereka berdua, Satria nampaknya curiga. Bisa saja Aku dan Pasopati ini palsu (memang palsu sih). Satria langsung menyerang Pasopati. Terjadilah pertarungan diantara mereka berdua.
"Satria hentikan, apa - apa kau. Ini aku Pasopati." katanya
"Apakah benar kau Pasopati?" tanya Satria.
"Ya ini aku." katanya
"Apa buktinya?" tanya Satria
Aku palsu lalu segera turun dari kereta. Aku berjalan mendekati Satria namun dia mundur beberapa langkah.
"Kenapa kau menjauhiku?" tanyaku
__ADS_1
"Aku tidak percaya jika kalian adalah orang terdekatku. Aku baru saja banyak melawan raksasa dan beberapa batang pohon yang dibuat ilusi oleh Kala Srengi. " kata Satria
"Apa kau yakin ini perbuatan Kala Srengi?" tanya Pasopati
"Siapa lagi kalau bukan dia. Hanya dia yang memiliki kesaktian aneh - aneh." terang Satria.
Aku berusaha meyakinkan dia. Bahwa kami berdua adalah teman dekatnya. Telik sandi kemudian berbicara dengan Aku palsu melalu telepati.
"Gelang sakti pemberian putri adalah kuncinya." kata telik sandi
Aku palsu kemudian tersenyum dan mendekati Satria. Tapi lagi - lagi Satria mundur beberapa langkah.
"Pangeran, aku bisa membuktikan kalau aku adalah kekasih hatimu." kataku
"Apa?" tanya Satria
"Gelang sakti itu adalah pemberian dariku kan?" kataku
Mendengar jawaban dari ku. Dia kemudian luluh dengan bukti terkuat yang aku berikan. Dia hendak memelukku tapi aku tahan. Karena aku palsu bisa musnah jika saling bersentuhan. Itu artinya penyamaran bakalan terbongkar. Aku terus mencari cara agar benda itu bisa lepas dari tangan Satria. Karena selama dia memakai gelang itu, kami tidak dapat mengalahkannya.
"Pangeran, hutan ini terlalu berbahaya untukku. Apakah boleh aku menggunakan gelang itu." kata Nararia palsu
"Bukankah kamu juga memilikinya?" tanya Satria
"Gelangku tertinggal di istana." kataku
"Baik putri demi untuk keamananmu, aku akan melepaskannya dan kamu bisa memakainya." kata Satria.
Satria kemudian melepas gelang sakti dan hendak diberikan kepada Nararia. Tapi Dia segera menyuruh Satria untuk meletakan di tanah.
"Pangeran, tolong gelang itu diletakan di atas tanah ini. biarkan dia melindungi kita berdua." kata Nararia palsu.
Satria kemudian melepaskan gelang sakti dengan membaca mantra suci yang kuajarkan. Saat Satria melepas gelang itu. Terdengar suara guruh angin ribut dan gelegar petir.
Semua yang melihat merasa heran dan dapat merasakan kehebatan dari gelang milik dewa. Setelah dia melepas gelang sakti dan meletakan di tengah. Segera gelang itu menghilang. Gelang itu kembali ke padaku.
Melihat Satria sudah tidak menggunakan gelang. Maka telik sandi, Pasopati, dan aku palsu tertawa. Melihat hal itu, Satria menjadi kaget dan bingung. Dia kemudian merasakan ada sesuatu yang janggal.
"Bodoh kau pangeran." kata Nararia palsu
"Apa maksudmu putri?" tanya Satria
Mereka bertiga kemudian berganti wajah ke wujud aslinya. Telik sandi berubah menjadi Kala Srengi, Pasopati menjadi senopati, dan Nararia palsu menjadi istri Kala Srengi.
"Kurang ajar, kalian sudah membohongiku." kata Satria
"Hahahaha ... pangeran bodoh, kau akan segera mati." kata Kala Srengi
"Dimana Pasopati dan Nararia?" tanya Satria
"Mereka ada di istana, sedang menunggu jasad mu." kata senopati
Melihat hal itu, Satria segera menyerang senopati. Pertarungan yang tidak seimbang terjadi. Satria dilawan oleh senopati dan istri Srengi. Kesaktian dua makhluk itu dapat mengimbangi kehebatan Satria.
Satria kemudian menghindar dan terbang ke udara. Dia mengeluarkan panah sakti. Istri Srengi maju menyerang Satria. Tapi panah sakti Satria melesat ke arah istri Srengi.
__ADS_1
Aaaaaaakkkkhhhhhh
teriak istri Srengi. Dia langsung musnah. Melihat hal itu, Kala Srengi menjadi murka.
"Setaaan cilik, ****** kau" kata Kala Srengi
Dia segera mengangkat tangan dan dapat melumpuhkan Satria. Satria terjatuh dan badannya menjadi lemah. Hal itu terjadi karena Satria tidak siap dalam menangkis serangan Kala Srengi.
"****** kau." kata Kala Srengi.
Senopati kemudian menahan serangan Kala Srengi. Dia mengusulkan sebuah rencana untuk masuk ke istana dan membuat orang suruhannya senang.
"Ampun paduka, jangan bunuh orang ini. Kita bisa memanfaatkan dan mendapat untung dari paduka malih rupa terhadapnya." kata Senopati
Hahahahahhaha
(Suara tawa Kala Srengi mengema).
"Baik, aku akan menjadi pangeran tampan dan akan menikah dengan Putri cantik. Aku akan menguasai Medang. Rakyat di Dandaka tidak akan kelaparan. Aku akan mengirim rakyat dan prajurit Medang ke sini. Dan mereka akan menjadi santapan rakyat kita." kata Kala Srengi
"Awas kau raksasa jelek sampai berani menyentuh calon prameswariku." ancam Satria
Kala Srengi tidak memperhatikan ancaman Satria. Dia segera membaca mantra dan merubah wujud Satria menjadi macan putih. Sedangkan Kala Srengi berubah menjadi Satria.
"Pangeran tengik, lihat wujudmu sekarang. Prameswarimu tidak akan mengenalimu. Kau harus membayar atas kematian istriku. Prameswarimu akan ku jadikan istri dan kau selamat menjadi macan." kata Kala Srengi.
Senopati kemudian merubah wujud menjadi seorang prajurit Medang.
"Senopati, ayo segera ke Istana Medang." kata Srengi
"Lalu macan ini?" tanya Senopati
"Ikat dia, kita akan jadikan sebagai hadiah untuk calon istriku dan tontonan kerajaan." kata Kala Srengi
Srengi kemudian mengikat macan putih dengan jeratnya. Jerat itu mengandung mantra yang tidak mudah dihilangkan. Jika macan Satria melawan, maka jerat itu akan menyakiti dia. Sehingga mau tidak mau macan Satria harus menurut perintah Kala Srengi.
Akhirnya mereka menuju istana.
....
Demikianlah cerita dari Satria kepada kami berdua.
"Jadi mereka telah menipuku." kata Satria
"Sekarang semua sudah berakhir, Kak. Kita tidak akan terpisahkan lagi." kataku
Tapi Satria terus tertunduk lesu. Hingga ada seberkas cahaya yang menghampiri kami. Cahaya itu berubah menjadi Rsi Narada.
"Narayan ... Narayan ... Narayan." katanya
Kami semua segera menghaturkan sembah kepada beliau. Kami berpikir kedatangan Rsi Narada pasti membawa berita yang penting untuk kami.
**
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktunya. Jangan lupa like, vote, rate, dan coin seikhlasnya ya
__ADS_1
with love
Citralekha.