Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Avatara Grha


__ADS_3

*Sebelum membaca, jangan lupa untuk like, vote, and rate.*


Happy reading


.


.


Aku langsung menggandeng lengan Puspa dan Kencana. Mereka berdua membuatku menghilang. Tak berapa lama, kami sampai ke sebuah perbukitan yang banyak pohon besar.


"Hutan?" tanyaku


"Ini bukit Waisnawa." kata Puspa


"Bukit waisnawa?" tanyaku


"Iya putri, bukit ini disebut Waisnawa karena banyak mengandung kuil pemujaan untuk Dewa Wisnu." kata Kencana


Kata Kencana bukit ini disebut sebagai bukit Waisnawa. Itu artinya, ada salah satu dari keluarga kerajaan (keturunan Syailendra) yang memuja kepada Dewa Wisnu.


"Puspa, apa kau tahu kenapa leluhurku memuja Wisnu?" tanyaku


"Dewa Wisnu adalah dewa pemelihara dan pelindung. Sehingga raja dan masyarakat butuh perlindungan dari marabahaya" kata Kencana.


"Marabahaya?"


Kencana kemudian menjelaskan bahwa pada masa Kerajaan Mataram Hindu. Terjadi berbagai macam bencana. Seperti gunung meletus dan gempa. Selain itu, juga terjadi serangan dari musuh yang dapat mendatangkan musibah.


Perang dapat mengakibatkan kematian, kemiskinan, ketakutan, dan ketidaknyamanan. Hal itu lah yang membuat masyarakat membutuhkan figur Dewa Wisnu. Masyarakat berharap dengan memuja kepada Wisnu. Mereka dapat terhindar dari berbagai musibah dan bencana.


"Putri, apa kamu tahu janji Wisnu kepada umat manusia?" tanya Kencana


"Janji?" tanyaku memastikan


"Iya, pada saat hendak terjadi Bharata Yudha. Sri Krna (reinkarnasi Dewa Wisnu) memberikan nasihat kepada Arjuna." kata Puspa.


Aku diam sejenak dan ...


"Iya aku tahu, namanya Bhagawad Gita atau nyanyian Tuhan" kataku


"Apa kau tahu apa bunyi slokanya?" tanya Puspa


"Hmm ... lupa - lupa ingat." kataku


Puspa kemudian melagukan petikan sloka dari Bhagawad Gita. Berikut syairnya :


Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge


Artinya :


Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,wahai keturunan Bharata (Arjuna). Untuk menyelamatkan orang-orang salehdan membinasakan orang jahatdan menegakkan kembali kebenaran,Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.


"Apa yang bisa kau ambil dari sloka tadi, putri?" tanya Puspa.


"Janji Wisnu akan turun ke dunia, saat dunia dalam bahaya." kataku


"Betul putri, tapi Wisnu akan turun ke dunia apabila masyarakat membutuhkannya. Jadi harus di puja dulu." kata Kencana


"Apa kau tahu wujud awatara Wisnu?" tanya Puspa


Aku mengangguk dan kemudian menjelaskan. Ada 10 bentuk awatara Dewa Wisnu. Ada 10 awatara Wisnu, diantaranya Matsya, Kurma, Waraha, Narasingha, Wamana, Parasurama, Rama, Krishna, Budha, dan Kalki.


"Tapi ada banyak bentuk awatara, putri." kata Puspa


"Maksudnya?" tanyaku

__ADS_1


"Iya tidak hanya 10 awatara saja." kata Kencana


"Apa itu?" tanyaku


Kencana kemudian menjelaskan kepadaku tentang berbagai wujud Awatara.


Menurut kitab-kitab purana, tak terhitung banyaknya Awatara yang pernah turun ke dunia ini.


Awatara-awatara tersebut tidak selamanya merupakan “inkarnasi langsung” atau “penjelmaan langsung” dari Sang Hyang Wisnu. Beberapa Awatara diyakini memiliki “jiwa yang terberkati” atau mendapat “kekuatan Tuhan” sebagai makhluk yang terpilih.


Purusha Awatara: Awatara pertama Sang Hyang Wisnu yang memengaruhi penciptaan alam semesta. Awatara tersebut yakni:


Vasudewa


Sankharsan


Pradyumna


Aniruddra


Menurut Bhagawad Gita:


Kāranodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu): Wisnu yang berbaring dalam lautan penyebab dan Dia menghembuskan banyak alam semesta (galaksi?) yang jumlahnya tak dapat dihitung;


Garbhodakaśāyī Vishnu: Wisnu masuk ke dalam setiap alam semesta dan menciptakan aneka rupa;


Ksirodakasāyī Vishnu (Roh utama): Wisnu masuk ke dalam setiap makhluk dan ke dalam setiap atom.


Guna Awatara: Awatara-Awatara yang mengatur tiga macam aspek dalam diri makhluk hidup. Awatara-Awatara tersebut yakni:


Brahma, pengatur nafsu dan keinginan (Rajas)


Wisnu, pengatur sifat-sifat kebaikan (Satwwam)


Siwa pengatur sifat kemalasan (Tamas)


Manwantara Awatara: Awatara yang diyakini sebagai pencipta para leluhur dari umat manusia di muka bumi


"Banyak banget." gumamku


"Iya seperti itulah. Ayo kita ke Avatara Grha." ajak Puspa.


Kami kemudian melangkah dan tak lama kemudian kami sampai di puncak bukit. Sebuah perbukitan yang terdapat sebuah kompleks percandian yang polos.


"Kenapa candi nya berbeda dari sebelumnya?" tanyaku


"Berbeda gimana, putri?" tanya Puspa


"Ini polos dan tidak ada hiasan candi yang raya seperti Candi sebelumnya." kataku


Puspa kemudian mengusap alisku. Aku pun menutup mata dan membuka mata kembali. Ajaib, aku bisa melihat menembus dalam candi.


"Itu apa?" tanyaku


"Coba amati dengan seksama." kata Puspa


Aku kemudian mengamati seumuran candi. Aku terbelalak ketika melihat dua buah arca awatara Wisnu.


"Itu Narasingha dan Wamana" gumamku


"Ya, itu Narasingha dan Wamana. Apa kau tahu, cerita dibalik penggambaran ke dua arca itu?" tanya Kencana


"Enggak." kataku


...

__ADS_1


(Penjelasan Kencana)


Narasimha merupakan penjelmaan Dewa Wisnu sebagai Manusia berkepala singa. Ia turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kekejaman raksasa  Hiranyakaçipu  yang hanya dapat dibunuh pada waktu senja.


Narasimha juga melambangkan kekacauan yang mulai muncul pada masa Kertayuga yakni awal periode klasik Jawa Tengah (awal berdirinya kerajaan Mataram Hindu abad VIII-IX M). Pemujaan terhadap Narasimha dimaksudkan supaya kekacauan segera berakhir.


...


"Kenapa Hiranyakasipu harus dibunuh oleh figur Narasingha?" tanyaku


"Putri sekarang aku yang akan menjelaskan." kata Puspa


...


(Penjelasan Puspa)


Raja Hiranyakasipu mendapat anuregah dari Dewa Brahma berupa kekebalan tidak dapat dibunuh, baik oleh dewa, manusia maupun binatang, pada malam atau siang hari, dan di dalam atau di luar rumah.


Kesaktian tersebut membuat Hiranyakasipu sombong dan ingin menguasai dunia. Akhirnya Wisnu menjelma menjadi Narasimha dan berhasil membunuh Hiranyakasipu pada sore hari, di ambang pintu.


...


"Paham putri?" tanya Puspa


"Ya, apakah figur Narasingha juga mengambarkan ada manusia sakti yang mengacau Mataram, saat itu?" tanyaku.


"Betul putri. Coba sekarang yang Wamana Awatara." kata Kencana


Aku mengamati arca Wamana Awatara. Arca itu berukuran tinggi 88 cm, lebar 92 cm, dan tebal 127 cm ini menggambarkan figur seorang laki-laki yang berdiri dengan mengangkat salah satu kaki. Di bawah kaki yang terangkat digambarkan seorang wanita duduk jongkok, dengan kedua tangan dalam posisi menyembah.


Adegan tersebut diidentifikasi sebagai bagian cerita Vamanaavatara, yaitu cerita tentang penjelmaan Dewa Wisnu sebagai brahmana kerdil (Vamana) yang menyelamatkan dunia dari kekejaman raksasa yang bernama Bali.


...


"Kenapa Wisnu menjadi seorang kerdil (cebol)? tanyaku


"Bali adalah raja raksasa yang lalim dan sombong. Maka Wisnu akan menghukum kesombongan Bali dengan wujud orang jebol." kata Puspa.


Ketika brahmana kerdil yang kedatangannya dimuliakan oleh Bali ini meminta tempat sebesar tiga langkah dari seluruh dunia yang dikuasai Bali, ia berubah bentuk sebagai Dewa Wisnu.


"Artinya Raja Bali telah terjebak oleh kesombongannya sendiri?" tanyaku.


"Iya putri" kata Puspa


Dalam 3 langkah (Trivikrama), Wisnu dapat menguasai dunia dan alam semesta, sedangkan Bali yang sudah kalah diberi tempat di neraka bersama para pengikutnya.


"Lalu siapakah sosok wanita yang sedang menyembah Wamana?" tanyaku


"Itu adalah ibu raja Bali. Dia memohon kepada Dewa Wamana untuk mengampuni Bali." kata Puspa.


Setelah itu, aku pun mengelilingi dan mengamati tempat ini.


"Putri kita akan membawamu ke bukit sebelah." kata Kencana.


"Bukit sebelah?" tanyaku


**


Reruntuhan itu kini bernama Situs Sumur Bandung. Situs Sumur Bandung terletak di dusun Groyokan, desa Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.


Maaf ya readers telat update. Jangan lupa like, vote, rate, dan comment ya.


with love


Citralekha

__ADS_1



__ADS_2