
Haaai ...
Lembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Lamunan ku segera buyar, setelah Prasta membukakan pintu mobil. Dia mempersilahkan aku keluar dari mobilnya.
"Aku ingin lihat, wanita yang selalu kau bicarakan itu. Dia tidak lebih cantik dari wanitaku." kata Satria
Sakit sekali rasanya dibilang seperti itu. Tapi aku harus bisa membuat Satria jatuh cinta padaku.
"Nona ayo keluar." kata Prasta sambil mengulurkan tangannya.
Aku pun tersenyum dengan tingkah Prasta. Perlahan aku berjalan, karena jujur aku agak gimana gitu. Terlebih menggunakan sepatu heels tinggi. Perlahan kakiku keluar kemudian kepalaku. Prasta pun masih melindungi diriku.
"Mana wanita mu kawan. Sini kenalkan padaku. Kalau dia lebih cantik dari Tamara. Aku yang akan traktir." kata Satria
"Itu Satria nyebelin banget sih." kataku
"Sudahlah, nanti kalau dia lihat kamu. Aku yakin dia pasti akan jatuh cinta padamu." kata Prasta
"Apa kamu tidak tertarik pada ku tuan Prasta?" godaku
Prasta hanya tersenyum manis dan kemudian menggandeng tanganku.
"Pegang omonganmu ya tuan Satria." kata Prasta
Prasta lalu memperlihatkan diriku. Aku pun jadi malu dan tertunduk. Aku hanya memandangi sepatu Satria dan Tamara. Lalu perlahan aku memberanikan diri mengangkat kepalaku.
"Selamat tuan dan nyonya Satria." kataku sambil tersenyum.
Satria pun masih diam mematung sambil memperhatikan diriku. Dari kaki, tubuh, hingga kepala dia memandangnya begitu banget. Bahkan terlihat dengan jelas, dia menelan air liur nya. Mata nya tak berkedip. Melihat hal itu, Tamara pun menyadarkan Satria.
"Sayangku ayo kita masuk. Prasta ajak pacar mu masuk." kata Tamara
Satria sebenarnya masih belum mau beranjak. Dia masih memperhatikan diriku. Aku pun jadi malu karena dilihatin seperti itu.
"Satria ayo masuk" kata Prasta
Prasta pun kemudian mempersilahkan aku untuk menggandeng lengannya. Aku tersenyum dan lalu berjalan melewati Satria masih saja mematung.
"Sayaang ... kamu kenapa sih. Liat in wanita itu begitu? apa aku kalah cantik?" tanya Tamara kesal
"Dia seperti putri mahkota kerajaan Medang. Cantik luar dalam. Cantik alami tiada tara. Dia pasti akan menjadi pusat perhatian." kata Satria yang tak sadar mengucapkan hal tersebut.
Hingga akhirnya Tamara kembali merajuk dan ngambek.
"Ayo sayang masuk. Prasta dan wanita itu sudah masuk." kata Tamara lagi
"Panggil dia Nararia." kata Satria
Dia ke m usian melangkah ke dalam dan meninggalkan Tamara.
"Satria kok aku ditinggalkan sih?" tanya Tamara kesal.
Dia lalu berjalan menyusul Satria. Perasaannya sudah kesal. Aku dan Prasta kemudian menuju ke tempat yang sudah di booking. Room VIP, resto VIP. Hanya ada 1 meja bulat. Di sekeliling nya terdapat aneka bunga. Serta lilin yang membuat kesan romantis.
"Cantik sekali tempat ini, Pras." kataku
__ADS_1
"Tapi tak ada yang bisa mengalahkan kecantikanmu." kata Prasta.
Tak disangka, tangan Satria lalu menarik sebuah kursi. Dia mempersilahkan aku duduk di kursi yang dia tarik. Tapi Tamara segera mendahului ku. Dia langsung duduk di kursi itu.
"Terimakasih pangeran Satria." kata Tamara
"Duduk di sampingku sini." kata Prasta.
Dia juga menarik sebuah kursi di sampingnya. Tapi ketika aku hendak berjalan ke arah Prasta. Tamara tiba - tiba menyenggol aku. Sontak aku pun menjadi goyah. Satria dan Prasta sigap untuk mengangkapku. Satria berada di sebelah kiri dan Prasta ada di sebelah kanan.
Aku sempat melirik pada Satria. Tapi segera ku buang mukaku. Aku harus menunjukan rasa biasa - biasa. Agar Satria tidak ke GR an.
"Nara kamu kenapa bisa tidak seimbang?" tanya Prasta
"Tamara! Apa maksud kamu menyenggol Nara?" tanya Satria. Dia pun menatap tajam Tamara
"Aku tidak sengaja, sayang. Tiba - tiba tanganku kram tadi." kata Tamara.
"Sudahlah aku tidak apa - pa kok. Makasih Satria, Prasta bantu aku berdiri." kataku
Ada rasa kecewa di mata Satria ketika aku lebih memilih Prasta. Dia pun lalu menuntun aku untuk duduk di kursi samping dia. Prasta lalu merapikan rambutku.
"Wajah yang sangat cantik dan anggun." kata Prasta sambil tersenyum
"Kamu jangan terlalu muji gitu, kan aku jadi malu." kataku
Tamara pun merasa jengah mungkin. Dia lalu dengan manja meminta Satria untuk mengambilkan minum.
"Sayang bolehkah aku diambilkan juice tomat." katanya
Satria pun kemudian melangkah. Waktu yang sama Prasta juga berdiri hendak mengambil juice untukku.
"Kamu mau juice apa, putri?" tanya Prasta
"Guava, please." kataku
"Kamu sudah punya Tamara, Sat." kata Prasta
"Ya aku paham, tapi kamu tahu kan kalau sebenarnya aku tidak cinta dia." kata Satria
"Ya, tapi jangan ke Nara juga." kata Prasta
"Dia bukan pacarmu. Jadi bebas lah gue mau deketin dia." katanya
Satria lalu melangkah duluan. Dia memberikanku juice jambu. Aku kaget, ternyata dia perhatian sama aku. Sontak Tamara pun menjadi murka.
"Sayang, apa yang kamu lakukan!" kata Tamara
"Maaf Tamara, ini juice jambu. Aku ambilkan yang baru." kata Satria
"Nggak usah, aku bisa sendiri." kata Tamara
Dia lalu bangun dari duduknya dan mengambil juice tomat. Prasta pun sedang memesan sosis goreng.
"Nara, kamu cantik banget. Maafkan aku ya atas sikapku kemarin." kata Satria
Aku hanya menjawab dengan senyum saja. Tak lama Prasta kembali duduk.
"Ini juice mu putri." kata Prasta
"Makasih." kataku sambil tersenyum
Satria pun menjadi salah tingkah. Dia merasa geram mungkin. Melihat Aku dan Prasta layaknya seorang kekasih.
"Samperin tu Tamara, entar ngambek lho." ledek Prasta.
__ADS_1
Satria hanya melirik tajam ke arah Prasta.
"Tamara sayang, kau begitu cantik dan anggun. Mau aku gendong?" tanya Satria
"Apakah ini permintaan maaf mu karena telah mengabaikanku?" tanya Tamara
"Aku tak pernah mengabaikanmu, sayang." kata Satria
Makanan demi makanan lalu datang silih berganti. Resto di hotel ini menerapkan tata aturan table manner. Sehingga satu per satu makanan tersaji.
Mata Satria dikit - dikit melirik ke arahku. Aku pun jadi terganggu dan tidak nyaman. Sebenarnya aku senang, tapi aku harus jaga sikap, hehehe. Melihat Aku duduknya beringsut. Prasta pun kemudian sadar. Dia lalu menutup wajahku dengan tangannya.
"Ada apa Pras?" tanyaku
"Lihat tanganku, bahkan tanganku tak mampu untuk menahan pesona mu." kata Prasta
"Kamu sedang gombalin aku?" tanyaku sambil tersenyum.
"Ehem, sayang bisa kau suapin aku?" rajuk Tamara
Satria pun kemudian melakukan hal itu. Dia sebenarnya tidak mau. Tapi demi menjaga meja makan tetap kondusif. Dia melakukan hal itu. Aku pun juga tidak kalah akal. Tanganku kemudian menyendok puding yang ada di depanku.
"Prasta buka mulutnya" kataku
Satria pun langsung melirik tajam ke arahku. Melihat hal itu, Prasta pun kemudian seneng. Dia membuka mulutnya.
"Tahu nggak, ada yang lebih manis dari puding ini." kata Prasta
"Ada, yaitu senyum dan wajah tampanmu" godaku
Prasta poun kemudian cemberut. Dia merasa bahwa gombalannya sudah lebih dulu aku lakukan.
"Ah Nara mah enggak seru. Bilang enggak tahu, dong." rajuk Prasta
"Kamu lebay banget sih Pras" sahut Satria
"Kalau kamu mau, sini aku suapin." kata Tamara
Satria pun kemudian menatap Tamara dengan tajam. Dia lalu berdiri dan menatap tajam kami berdua.
"Prasta dan Nara, sepertinya ini bukan doubledate. Tapi lebih ke kencan pertama kalian. Dari tadi kalian tidak menganggap kami ada. Kalian bermesraan di depanku. Kalian saling suap - suapan satu sama lain. Sepertinya aku hanya jadi obat nyamuk. Tamara, ayo kita pulang. Sayu lagi, makanan ini biar aku yang membayar." kata Satria
Dia lalu berdiri dan mengajak Tamara pulang. Tamara pun merasa kesal dengan tingkah Satria.
"Prasta, Nara maafkan kelakuan Satria ya. Kami duluan, semoga kalian cepat jadian yaaa." kata Tamara lalu berdiri dan menyusul Satria.
"Satria tunggu..." teriak Tamara
Aku pun lalu diam dan menatap punggung Satria. Prasta pun tahu akan perubahan mimik wajahku.
"Nara mau dilanjutkan makan malam ini?" tanya Prasta
"Iya lah, aku lapar. Sudah tidak usah dihiraukan pasangan bucin itu." kataku lalu kembali mengambil sendokku
***
Terimakasih ya reader atas kesempatannya. Jangan lupa untuk like, comment, rate, dan vote ya. Jadi biar aku semangat buat update tiap hari.
next
Kenapa Satria sangat marah melihat Nara dan Prasta?
Kira- kira, Nara sebaiknya mengejar Satria atau beralih hati ke Prasta?
Berikan jawabannya di kolom komentar, yaa...
__ADS_1
with love
Citralekha