Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Dipta


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


*Spesial update hari ini ya gais, hayooo..jangan lupa vote nya lho*


***


"It is for you" katanya sambil menyodorkan cup juice itu.


Awalnya aku ragu, tapi tidak baik kan menolak kebaikan seseorang.


"Aku bukan orang jahat kok, tenang saja" katanya.


"Makaish" kataku


"Boleh saya duduk di sini?" tanyanya.


Aku hanya menganggukan kepala sebagai tanda persetujuan. Dia pun lalu menyodorkan tangannya.


"Perkenalkan, nama saya Dipta" katanya


Aku pun kemudian tersenyum dan menerima uluran tangannya.


"Nararia" kataku


Seketika itu, tangan kami berjabat. Dia pun tersenyum sangat manis. Aku lalu memanggil Kencana. Tak berapa lama dia datang.


"Dia teman baru ku, apakah dia baik?" tanyaku dalam hati.


"Tentu saja putri, dia sangat tampan dan ramah. Dia lebih baik dari Pangeran Prasta dan Satria." kata Kencana.


"Apa kau yakin?" tanyaku lagi.


"Betul putri, dia lelaki yang baik. Cocok untuk dijadikan kekasih hati." kata Puspa.


Aku pun kemudian tersenyum. Ternyata Dipta bukanlah lelaki jahat. Jika dia malih rupa dari seorang Denawa. Pasti Kencana dan Puspa akan tahu. Selain itu, pasti dia akan terbakar oleh Pancaroba. Tapi ini semuanya aman dan baik - baik saja.


"Putri lihatlah senyumnya. Wajahnya sangat tampan. Coba aku manusia. Pasti sudah jatuh hati padanya." kata Puspa.


"Heh ... kamu kok melamun?" tanya Dipta.


"Eh iya, ma maaf ya" kataku sambil tersenyum.


*


(Ini ya visual dari Dipta)


Lelaki yang bertemu dengan Nara di Bandara.



*


Kami pun sampai di dalam pesawat. Ternyata oh ternyata, dia satu baris denganku. Dia kembali tersenyum.


"Sepertinya kita berjodoh, bahkan bangku saja enggan memisahkan kita." kata Dipta.


Akupun hanya tersenyum mendengar celoteh Dipta. Entah kebetulan atau gimana. Tapi memang kami sebaris. Aku kebetulan duduk di samping jendela.


Tak berapa lama, pesawat akan lepas landas. Setelah itu pun, Dipta mempersilahkan aku menu makan siang.


"Nara kamu lapar tidak?" tanya Dipta.


"Hmmm..tidak, kamu lapar?" tanyaku balik


"Jika kamu tidak lapar, maka aku juga tidak. Oh iya, itu juice nya kenapa tidak diminum? Kamu tidak suka ya?" tanya Dipta.


Aku pun tersenyum dan lalu meminum juice jambu. Dia pun lagi - lagi tersenyum. Astaga senyumnya sangat manis sekali. Benar kata Puspa, dia sangat menawan dan rupawan. Meskipun Prasta dan Satria tampan tapi mereka tidak bertanggungjawab. Serta pengecut sekali. Pergi meninggalkan aku begitu saja.


"Oh iya, aku mau pesan makan siang. Apakah kamu mau aku pesankan sekalian?" tanya nya.

__ADS_1


Aku pun lalu meraih menu itu. Ternyata aku juga lapar. Hehehe... setelah memilih, dia pun memanggil pramugari. 10 menit kemudian.


"Ikan dori sambel matah dan sapi panggang" kata pramugari itu.


Kami pun lalu menikmati makan di atas awan. Tapi tiba - tiba dia sangat manja.


"Nara, aku boleh nyicipi ikan dori nya?" tanya Dipta.


"Oh tentu boleh" kataku menyodorkan


"Tapi mau disuapin sama kamu" katanya.


"Sungguh kau sangat manja. Apakah kekasih mu tidak cemburu nanti?" tanyaku


"Mungkin akan marah jika tahu. Tapi sayangnya, aku sedang mengejar kekasihku itu. Berharap dia akan memilihku. Serta melupakan lelaki yang pernah dekat dengan dia." kata Dipta.


Aku pun hanya tersenyum mendengar Dipta.


"Jadi kekasih mu itu pergi? Wah sayang banget, lelaki seperti mu ditinggal pergi kekasih" kataku


"Gimana kalau kamu saja yang menjadi kekasihku" kata Dipta.


Aku pun langsung tersedak, dan segera dia memberikan juice jambu milikku.


"Minumlah, hati - hati makannya. Aku tidak akan memintanya." kata Dipta.


Aku pun lalu menghabiskan juice dalam cup ku.


"Sepertinya kau sangat kehausan. Aku pesankan minum lagi yah." katanya


Dia lalu memanggil pramugari dan memesan juice apel untukku.


"Eh, kenapa dia tahu minuman favoritku sih?" batinku


"Oh iya, maaf ya aku pesankan kamu juice apel. Semoga ini seleramu. Soalnya Apel itu sangat bagus untuk pencernaan." kata Dipta.


"Makasih, juice apel adalah juice favorit ku" kataku


Dia pun tersenyum lalu mengambil tisu dna mengelap bibirku.


Deg


"Oh iya, nanti kalau boleh aku antarkan pulang yah." kata Dipta.


"Astagaaa!!" teriakku


Aku pun langsung panik. Karena melupakan Retno Kartika. Dia tertinggal di kamar. Aku bahkan lupa membangunkan dia tadi. Mau menelpon Retno pun tidak mungkin. Kita ada di udara.


"Ada apa?" tanya Dipta.


"Aku melupakan sahabatku" kataku


"Tenang saja, dia kan sudah besar. Pasti dia bisa menjaga dirinya." kata Dipta.


Hmmm..bener juga ya, dia kan sudah besar. Tak berapa lama Kencana datang.


"Pangeran Kencana, tolong hampiri Retno Kartika. Sampaikan permintaan maafku kepadanya." kataku


"Baik putri" kata Kencana.


Kencana lalu menghilang dari hadapanku. Dipta pun hanya tersenyum dan terus memandangku.


"Dipta, ada apa?" tanyaku


"Eh...maaf Kau sungguh sangat cantik. Bak bidadari dari surga" kata Dipta.


Penampilanku hari ini padahal biasa saja. Tanpa riasan yang menor. Aku pun hanya tersenyum tatkala dipuji pria baru itu.



"Eh Nara apakah kamu sudah memiliki kekasih hati?" tanya Dipta.


Deg ... Aku langsung deg - deg an. Sebenarnya aku juga bingung. Sebenarnya aku tu punya pacar nggak sih?. Tapi aku diliputi oleh pria ganteng seperti Prasta, Satria, Dika, dan Ivan. Meskipun Adhiraksa itu mahkluk tak kasat mata. Tapi kan dia juga nge fans sama aku. Eh tunggu, Adhiraksa kan sudah memiliki tubuh manusia. Tapi kenapa sekarang perasaanku pada mereka semua itu biasa saja ya.


"Putri, bisa jadi Dipta ini adalah Rakai Pikatan yang asli lho." kata Puspa tiba - tiba.


"Eh.. Apa yang kamu katakan, Pus?" tanyaku


"Dia sangat rupawan, baik hati, penyayang, dan perhatian. Dia sangat cocok sebagai reinkarnasi dari Rakai Pikatan putri." kata Puspa.

__ADS_1


Aku pun lalu memandang lelaki di depanku itu. Meskipun baru saja ketemu. Tapi dia memang sangat perhatian dengan ku. Eh bisa saja karena dia teman baru kan dia seperti itu. Tapi aku setuju jika dia adalah reinkarnasi Rakai Pikatan.


"Lalu Prasta dan Satria?" tanyaku


"Mereka sebenarnya hanya punggawa biasa." kata Puspa


"Kalau mereka punggawa biasa, kenapa mereka bisa memanggil pusaka Medang?" tanyaku penasaran.


"Karena daya tapa mereka. Selama kau belum menikah dengan reinkarnasi Rakai. Maka seluruh senjata Medang bisa diakses oleh siapapun putri." kata Puspa.


Aku pun lalu memikirkan perkataan Puspa. Apakah benar yang Puspa katakan. Tapi nggak mungkin kan Puspa bohong padaku.


"Oh iya Dipta, kalau boleh aku tahu. Kamu sudah bekerja atau maish kuliah?" tanyaku


"Aku adalah lelaki biasa yang sedang mengejar cinta kekasih hati ku." kata nya


Tapi aku rasa dia berbohong. Tapi senyum nya itu lho. Buat aku suka memandang nya.


*


1 jam sudah


Kami pun landing di Bandara Adi Sucipto. Ketika kami turun, banyak orang menggunakan jas.


"Wah pasti mereka akan menyambut tamu penting atau kenegaraan" kataku


Dipta hanya tersenyum


"Selamat siang Presdir, mobil sudah kami siapkan." kata salah satu pengawal.


Eh Presdir? Apakah mereka itu bawahannya Dipta. Berati Dipta ini lelaki yang hebat dong. Dia tidak hanya tampan tapi juga seorang presiden direktur.


Aku pun masih diam dan berjalan berjajar dengannya.


"Oh iya, saya akan mengantarkan nona Nara ke rumah dulu. Kalian segera kembali ke kantor perwakilan." titah Dipta.


"Dipta ... Aku sebentar lagi pasti di jemput kok" kataku


"Oh iya?" goda nya


Tak berapa lama, telepon dari sepupu ku memanggil. Dia memberitahu, kalau ternyata dia tidak bisa menjemput. Karena tiba - tiba ban mobil nya bocor.


"Gimana bolehkah aku mengantarnya?" tanya Dipta.


"Aku bisa pesan taksi sih" kataku


Dipta lalu berjalan mendahului dan berlutut di depanku.


"Nona izinkan saya untuk mengantar mu pulang." kata Dipta.


Tindakan Dipta itu mengundang banyak perhatian. Banyak pasang mata yang melihat kami. Secepatnya aku pun mengiyakan tawaran Dipta.


Kami pun lalu berjalan dan di depan loby sudah ada mobil Lambhorhini. Para pengawal pun lalu membukakan pintu untuk kami. Dipta pun menyetir sendiri untuk mengantarkan aku pulang.


"Dipta ini sebenarnya siapa sih. Kenapa Puspa dan Kencana mendukung lelaki baru ini" batinku


"Apa yang kau pikirkan, aku tidak akan jahat pada mu" kata Dipta


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next:


Kenapa Nara bisa luluh ya sama Dipta?


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.

__ADS_1


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2