
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
*Spesial update hari ini ya gais, hayooo..jangan lupa vote nya lho*
***
"Dipta ini sebenarnya siapa sih. Kenapa Puspa dan Kencana mendukung lelaki baru ini" batinku
"Apa yang kau pikirkan, aku tidak akan jahat pada mu" kata Dipta
Dipta kok bisa membaca pikiranku ya. Hmm..mencurigakan, tapi kata Puspa dan Kencana dia baik. Artinya, aku harus percaya dunk sama mereka. Lagi pula kalungku sama sekali tidak bereaksi.
"Oh iya, aku tidak tahu ke arah mana rumah mu, nona manis." kata Dipta.
Aku pun lalu menunjukan jalan menuju rumahku. Tetapi pada saat sampai di selatan Candi Prambanan. Aku pun bergumam.
"Lihat lah! candi yang indah dan megah. Candi yang di bangun oleh Rakai Pikatan. Luar biasa bukan?" tanyaku
"Biasa saja kali, aku juga bisa membuatkan yang jauh lebih indah dari itu" kata Dipta
"Maksudmu apa? Iya deh, kamu presdir. Tapi nilai sejarah dan outstanding universal value tak terkalahkan." pujiku.
Sepertinya Dipta tidak suka aku menyebutkan Rakai Pikatan. Oh iya, aku kenapa sampai lupa dengan mereka berdua ya. Tentu saja dengan Prasta dan Satria. Kemana pergi nya dua manusia tampan itu. Tapi tatkala aku memikirkan mereka. Tiba - tiba, Dipta mengerem mendadak.
"Stop memikirkan Prasta dan Satria!" bentak Dipta.
Aku pun lalu melihat ke arah Dipta. Dari mana dia tahu kalau aku memikirkan mereka. Apakah Dipta tahu tentang mereka berdua. Aku jadi curiga, semenjak aku melihat Candi Prambanan. Kini aku menjadi curiga dengan Dipta.
"Siapa kau??" tanya ku
Dia pun langsung berubah menjadi manis dan minta maaf padaku.
"Nara ... maaf kan aku,. aku hanya tidak suka kau memikirkan lelaki lain. Maaf sudah membuatmu takut. Oh iya, sebaiknya kamu minum dulu." kata Dipta.
Dia pun menyodori aku air minum itu. Aku pun menjadi curiga dengan minuman itu.
"Nara ..minumlah, aku tidak mungkin meracuni dirimu. Minumlah sebagai permintaan maafku pada ku" kata Dipta.
Aku pun lalu mengambil minum itu. Ketika melihat mata Dipta. Tiba - tiba aku pun menjadi haus. Aku lalu meminum air mineral itu. Seketika itu, rasa curiga ku pada Dipta hilang.
"Apakah kau baik - baik saja, Nara?" tanya Dipta.
"Ya, i am okay" kataku.
Kami lalu fokus menuju ke rumahku. Sekitar 15 menit kemudian kami sampai di rumahku.
"Makasih ya, sudah nganterin aku" kataku
Ketika aku mau turun, tanganku pun di tahan oleh Dipta.
"Nara apakah besok mau makan malam bersamaku?" tanya Dipta.
__ADS_1
"Oke" kataku
Entah kenapa, aku tidak bisa menolak ajakan dia. Seperti sihir, setiap ucapannya susah aku bilang tidak.
"Nara ... terimalah bunga ini" kata Dipta.
Dipta pun lalu memberikanku sebucket mawar merah yang harum. Aku pun lalu menerima dan mencium aroma bunga itu.
"Wangi sekali bunganya" gumamku
"Itu bunga khusus untuk kamu" kata Dipta.
Setelah itu aku masuk ke dalam rumah dengan bahagia. Entah kenapa aku senang banget menerima bunga dari pria baru itu.
"Ciyeee.. putri, dapat bunga dari sang pangeran" ledek Puspa.
"Apaan sih, eh tapi Dipta ganteng juga ya" kataku
"Tentu saja putri, Dipta kan reinkarnasi Rakai Pikatan" kata Kencana.
"Kenapa kalian memberitahukan itu?" tanyaku
Mereka berdua terlihat gugup tapi langsung tersenyum.
"Ya karena memang dia reinkarnasi Rakai, putri. Jadi kami harus memberitahu mu." kata Puspa
"Untuk itu, jangan pikirkan lelaki lain. Fokuslah mengejar cinta Pangeran Dipta." imbuh Kencana.
"Baiklah... tapi, kenapa aku tidak bisa mengetahui latar belakang Dipta?" tanyaku
Puspa dan Kencana pun lalu mengajakku menghilang. Tentu saja tujuannya ialah untuk menyentuh tangan Dipta. Mereka telah menyakinkan aku. Kalau kita tidak akan terlihat. Aku pun percaya kepada dua penjagaku ini.
Tak berapa lama, aku sampai di rumah besar Dipta. Bener - bener rumah bak istana. Rumah tersebut berada di kawasan perkotaan DIY. Dipta sedang duduk dengan gadget nya.
Aku pun menganggukan kepala dan menyentuh tangannya. Seketika itu, aku tahu tentang masa lalu Dipta. Betapa beruntungnya aku. Aku tahu tentang kebenaran ini semua. Lalu aku lepaskan kembali tangan itu.
"Bagaimana putri?" tanya Kencana.
"Dia adalah Rakai Pikatan." kataku
Aku pun menangis haru dan meminta kepada mereka berdua untuk menampakan diriku. Seketika itu, Dipta tersenyu dengan kehadiranku.
"Nara, kamu sudah tahu aku siapa?" tanya nya
Aku pun segera memeluk nya. Betapa senangnya aku. Ternyata aku mengetahui siapa sebenarnya kekasih hatiku.
"Nara, sekarang jangan pikirkan lelaki lain. Apa kamu tahu, kenapa Prasta dan Satria tidak mau kau sentuh?" tanya Dipta.
"Kenapa? Apakah mereka takut jika aku tahu kebenaran mereka?" tanya ku
"Oya betul sekali, makanya mereka menghindari mu." kata Dipta.
Aku pun sudah tidak memikirkan lagi tentang Prasta dan Satria. Ternyata alasannya seperti itu.
"Nara, meskipun kita baru saja bertemu. Maukah kau menikah denganku? Kita akan menjadi sepasang suami istri yang bahagia." kata Dipta.
Aku pun diam sejenak. Apakah ini tidak terlalu cepat? Tapi aku sangat senang sekali. Dengan semua ini.
"Apa yang kau pikirkan? Aku ingin segera kita memiliki anak. Aku ingin segera agar ke dua putra kita reinkarnasi." kata Dipta
"Gurunwangi dan Kayuwangi?" tanyaku
__ADS_1
"Iya, mereka berdua sudah tak sabar ingin lahir ke dunia ini." kata Dipta.
Aku pun lalu membayangkan betapa bahagianya aku. Kembali bersama Pikatan dan memiliki ke dua putra ku yang sangat tampan. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira.
"Nara ... tidur lah kau di sini dan temani aku. Sebentar lagi kita akan menikah." kata Dipta.
"Tapi?" kata ku
Belum sempat aku melanjutkan perkataanku. Dia sudah memohon sedemikian rupa. Akhirnya aku pun luluh.
"Bagaimana kalau mama ku mencariku?" tanyaku
"Tenang saja, putri.. Aku akan malih rupa menjadi diri mu dan kembali pulang. Kamu have fun saja di sini bersama pangeran Dipta." kata Puspa.
"Baiklah" kataku
Aku pun senang sekali, Dipta memperlakukanku dengan penuh kasih sayang. Bahkan malam malam ini terasa romantis. Banyak sekali bunga mawar serta para pelayan Dipta. Mereka seperti para pengawal. Tempat makan yang di desain sedemikian rupa. Membuat siapapun akan bahagia di buat seperti itu.
"Nara, ayo kita keliling istana kita." ajak Dipta.
Dipta pun lalu mengajak aku keliling rumah besar nya. Astaga rumah ini sangat besar, mewah, dan nyaman.
Rumah nya sangat indah dengan view pemandangan sawah yang hijau.
"Dipta kamu tinggal di sini dengan siapa?" tanyaku
"Sendiri,... tapi kini aku tidak akan kesepian. Karena kita akan hidup di sini bersama mu. Serta hidup dengan ke dua putra kita." kata Dipta.
Ya ampun romantis banget kan Dipta. Dulu di masa lalu, Pikatan juga sangat mencintaiku. Sebelum Pu Tamer hadir.
"Nara ... sekarang, kamu tidak akan pernah aku duakan lagi. Kau hanyalah seorang permaisuri ku. Nara kamu kan tingal bersama ku di sini?" tanya Dipta.
"Baiklah pangeran, tapi kita harus menikah terlebih dahulu. Kita harus mengikuti adat dan tradisi di masa sekarang." kataku
"Tentu saja, pengawalku akan mengurus semua acara pernikahan kita. Besok Aku akan kerumah mu untuk meminangmu. Setelah itu, kita langsung akan menikah." kata Dipta.
Mendengar perkataan Dipta, sungguh aku sangat terharu. Bagaimana tidak, dia seorang pria yang romantis. Aku pernah dengar dari temanku. Ada sepasang pengantin yang tidak perlu pacaran. Tapi langsung menikah. Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.
"Bagaimana, mau kah kamu menikah denganku?" tanya Dipta.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next:
Kira - kira, Nara menerima pinangan Dipta tidak ya?
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
__ADS_1
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"