
Haaai ...
Lembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Satria menyapa gadis cantik itu dan menanyakan tentang perjalanannya. Apakah melelahkan atau tidak.
"No, because my long trip paid off after seeing you" katanya manja.
Gadis cantik itu menjawab jika berjalannya menyenangkan. Kelelahannya dibayar lunas setelah melihat Satria.
Dalam hatiku bertanya, siapa wanita cantik itu. Wanita itu lalu memeluk lengan Satria dengan manja. Ingin sekali aku melangkah dan memisahkan tangan itu. Tapi kaki ini kaku seperti tak mau beranjak.
"Sabar putri, belum tentu dia pangeranmu." kata Adhiraksa
"Tapi kenapa aku sakit hati ya?" tanyaku
"Karena kamu silau bahwa Satria Dewangga adalah Rakai Pikatan. Sadarlah putri, kalau dia Rakai mu pasti dia akan mengenalimu." kata Adhiraksa
Aku lalu mencoba mendengarkan perkataan Adhiraksa. Aku hanya bisa melihat sepasang muda mudi itu berjalan ke arah kami. Satria kemudian memperkenalkan siapa wanita itu.
"His name is Tamara. She's my fiancé. She recently completed her master's degree in pharmacy." kata Satria
Seperti petir di siang bolong. Cewek cantik itu bernama Tamara. Dia adalah tunangan Satria. Rasanya sakit sekali mendengar hal itu. Kaki ku seperti tak bertulang. Ingin aku jatuh dan langsung terduduk. Tapi Adhiraksa menahan tubuhku.
"Is there a problem with your leg, Miss Rara? are you tired or hungry? hahahah" ledek Mr. Petter
"There is an ant biting my leg. looks like i need to go to the toilet for a bit , excuse me." kataku tertunduk lalu menuju ke toilet.
Sesampainya di toilet aku menangis dan langsung cuci muka. Adhiraksa pun hadir di sampingku. Dia menenangkanku dan berusaha membujukku. Dia berharap aku tidak terbawa perasaan. Lalu aku kumpulkan tenaga untuk kembali ke resto.
"Ayo dong putri mahkota jangan baper. Belum tentu dia Satria mu. Kalau sampe dia itu memang Satria mu. Nanti aku hajar dia. Atau aku akan berdoa kepada Dewi Sakti agar bisa reinkarnasi. Trus aku akan menjadi pasanganmu." kata Adhiraksa.
"Iya ya, coba kau reinkarnasi jadi manusia tampan." kataku sambil membayangkan Adhiraksa ke dunia ini.
Aku lalu beranjak dari kaca toilet wanita. Kebetulan toiletnya sedang sepi. Jadi orang - orang tidak akan curiga aku bicara sendiri.
"Kenapa, Dhir?" tanyaku karena dia melotot pada sesuatu yang ada di pojokan.
"Ada anak nakal yang mau ngusilin kamu." katanya
"Anak nakal tak kasat mata?" tanyaku
"Ya, tapi dia langsung akan mendapatkan hukuman karena sudah berani punya niat jahat ke kamu. Aku kan penguasa di sini. Jadi aku lah raja mereka." kata nya bangga.
Aku pun segera keluar, dari pada Adhir makin bali, hehehe...
bug
"Ouch, bro if you walk carefully please" kataku sambil memegangi kaki ku yang tersandung kaki nya.
"sorry miss, but it was you who hit me first. So you are the one who should apologize to me." kata lelaki itu
Bukannya minta maaf, lelaki itu malah bilang jika aku yang menabraknya. Aku lalu mendongakan kepala dan melihat lelaki itu. Wajah lelaki itu seperti tidak asing bagiku.
__ADS_1
"It looks like your face is very familiar. hello, my name is indraprasta. Oh yeah, I remember, you are one of the researchers from ugm physics, right? I am a friend of Mr. Satria." katanya memperkenalkan diri
Dia bilang jika namanya Indraprasta. Dia temennya Satria. Pantas saja aku tidak asing dengannya. Ya aku ingat dialah yang menjemput wanita cantik tadi. Aku bisa coba deketin Indraprasta untuk kepo, hehehe
"Yes I am a research assistant. My name is Nararya. you can call me Rara. nice to meet you, Mr. Indraprasta." kataku mencoba memperkenalkan diriku
"yes miss Rara, but you can call me Prasta." katanya
Dia minta untuk aku memanggil Prasta padanya. Aku lalu mempersilahkan Prasta untuk masuk ke toilet pria. Aku menunggunya di luar. Pada saat itu Adhiraksa hadir dan duduk di sampingku.
"Aku merasakan feel kepada lelaki itu." sahut Adhiraksa
Aku pun kaget dengan kehadiran Adhiraksa yang selalu saja mengaggetkanku.
"Astaga hantu satu ini ngeselin banget sih. Tiba - tiba saja nonggol." kataku kesal
"Eh putri mahkota Mataram. Kamu ingin lihat hantu yang sesungguhnya?" tanya nya kesal
Aku lalu menggelengkan kepala dengan cepat. Segera ku minta maaf padanya.
"Adhir tadi kau bilang kalau ada rasa dengan Prasta. Rasa apa tu? kamu suka sama dia? duh jangan - jangan, kamu penyuka sesama ya?" tanyaku lalu tersenyum geli.
"Ooii mikir apa sih ni bocah. Heran aku kehidupan di masa depan membuat mu aneh. Kamu tidak seperti putri mahkota yang lembut dan menawan." katanya kesal
Adhir hendak pergi tapi dia urung, karena Prasta keluar dari toilet.
"Kamu nungguin aku?" tanya Prasta
"Kamu bisa bahasa Indonesia?" tanyaku
"Bisa, kebetulan orang tua ku orang Indonesia." katanya
"Adhiir" seruku
"Kenapa, Ra?" tanyanya sambil dia celinggukan ke samping kanan dan kiri
"Hmmm... maksudku kita harus segera hadir ke resto. Aku lapar tuan Prasta." kataku mencoba bohong.
Prasta pun kemudian mengajakku kembali ke resto. Ternyata pemandangan di resto membuatku sedikit ilfil. Bagaimana tidak, coba. Satria sangat manja banget dengan Tamara.
"Where are your Prasta? how come together? you both have an appointment and already know each other?" goda Mr. Petter
"We accidentally met in the toilet. let's eat, I'm already hungry. I also miss Indonesian cuisine." kata Prasta
Mr Petter pun menggoda kami berdua. Dia menyangka jika kami sedang kencan. Tapi Prasta kemudian mengalihkan pembicaraan. Dia bilang sangat lapar dan kangen masakan Indonesia.
Aku juga mulai mengambil makanan bersamaan Prasta. Kebetulan menu nya prasmanan. Saat hendak mengambil sayur. Tiba- tiba tangan kami secara tidak sengaja bersentuhan. Kami pun saling tatap dan kemudian tersenyum.
Adhiraksa pun menyenggol lenganku. Sontak langsung aku berikan sendok sayur nya.
"Lady, first" katanya
"Kamu lah katanya kangen dengan masakan Indonesia." kataku
Adhiraksa kemudian berusaha mendekati Prasta lagi. Dia mulai akan memegang bahu Prasta. Tapi seperti tadi di toilet. Dia terpental dengan jarak yang lebih jauh.
"Seperti merasakan ada aura - aura aneh." kata Prasta.
"Masa sih? aura apa?" tanyaku
"Enggak mungkin hanya perasaanku saja." kata Prasta
__ADS_1
Kami lalu menikmati hidangan makanan itu. Aku dan Prasta kebetulan duduk dalam satu meja. Ini malah seperti makan siang romantis berdua. Tapi sesekali aku melirik ke arah Satria dan Tamara. Nampaknya, Prasta tahu dengan lirikanku.
"Mereka itu tunangan, tapi sayang cinta Tamara tak tulus." kata Prasta
"Hah? maksudnya?" tanyaku
"Kenapa kamu tertarik dengan mereka? atau kamu jatuh cinta pada pandangan pertama ya?" ledek Prasta
Aku kemudian menjelaskan bahwa Satria mengingatkanku pada sebuah nama. Nama yang akan abadi di hidupku.
"Lalu kenapa mereka tunangan?" tanyaku
"Karena pernikahan politik." kata Prasta
Aku jadi mikir nikah politik? apakah semacam pernikahan dua keluarga. Jadi untuk sebuah diplomasi maka pernikahan harus dilakukan.
"Ya begitulah, makanya kamu mending sama aku." sahut Adhiraksa.
Aku lalu bertanya lagi seputar Satria dan Tamara. Tapi sepertinya Prasta ogah membicarakan mereka. Aku pun makin sebel karena mereka bermesra - mesraan di depanku. Akhirnya aku punya cara untuk usil pada mereka berdua.
"Prasta did you know that going out or alone with his girlfriend at the temple could cause their relationship to break up?" kataku agak keras.
"I've heard that the myth in Prambanan is like that. That's why it's not recommended to go out in the temple, right?" kata Prasta.
Aku kemudian memberitahu kepada Prasta jika pacaran di candi dapat menyebabkan hubungan putus. Prasta pun juga mengamini hal tersebut. Sehingga Tamara melepaskan pegangan tangannya pada Satria.
Tapi Adhiraksa kemudian berniat akan mengusilin Prasta. Dia sudah mengepalkan tangannya dan akan memukul Prasta.
"Prasta kamu merasakan aura - aura mistis nggak sih?" tanyaku
"Iya, aku merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata." kata Prasta
"Ya, semacam hantu gitu." kataku sambil melirik ke arah Adhiraksa yang sudah geram dengan Prasta
"Pasti hantu nya jelek, wajahnya seram, dan pakaiannya kotor." kata Prasta
"Woooy sialan, gue bukan hantu. Tapi pangeran dari Medang. Gue hajar lho" kata Adhiraksa yang sudah emosi.
Adhiraksa pun kemudian maju dan siyap akan meninju Prasta. Tapi aku melirik tajam dan menggelengkan kepalaku.
"Kamu kenapa, Ra?" tanya Prasta
"Aku hanya takut membayangkan jika hantu nya marah." kataku
Prasta hanya tersenyum dan Adhir pun siyap maju. Dia hendak memukul Prasta. Tapi lagi - lagi Adhir terpental jauh. Kali ini dia sampai menghilang entah kemana.
***
Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktunya. Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan rate ya. Biar aku semangat buat nulis tiap hari.
next :
Apa yang menyebabkan Adhiraksa tidak bisa menyentuh Prasta?
Sebenarnya siapa Prasta itu?
Jangan lupa kasih saran dan komentar ya.
With Love
Citralekha
__ADS_1