
Haaai ...
Lembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Aku pun kemudian terisak. Ternyata feelingku salah. Ternyata Dewangga bukanlah Satria ku. Nama boleh sama tapi ternyata bukan dia yang ku cari.
"Adhir ... Aku mau tidur. Tinggalkan aku sendiri" kataku
"Baik putri." kata Adhiraksa lalu menghilang.
Sepeninggalnya Adhiraksa, aku bingung dan kalut. Aku tidak menyangka. Ternyata pencariannya belum membuahkan hasil nya.
* (Adhiraksa kembali ke Candi Prambanan)
Di candi, dia sudah ditunggu oleh Puspa dan Kencana. Betapa terkejutnya Adhiraksa.
"Salam Puspa dan Kencana, ada apa?" tanya Adhiraksa
"Salam pangeran,. Apa yang kamu lakukan pada putri mahkota?" tanya Puspa
"Bukankah Satria dan Prasta adalah pangeran dari Medang. Kenapa kamu membohongi putri?" tanya Kencana
Adhiraksa kemudian mempersilahkan 2 bidadari dari Indraloka duduk. Mereka kemudian disuguhi makanan dan minuman surga.
"Aku bisa jelaskan, kenapa aku membohongi putri mahkota." kata Adhiraksa
"Jelaskan pada kami dengan jujur. Tapi kalau sampe kamu berbohong untuk kepentingan sendiri. Aku akan musnahkan kamu." kata Kencana
"Bisa nggak ngomong dengan pangeran Medang, dengan sopan" balas Adhiraksa.
Tapi Adhir mendapatkan tatapan tajam dari Puspa dan Kencana. Sehingga membuat Adhir menjadi ciut nyali nya.
"Aku membohongi putri mahkota karena ada alasan tersendiri. Aku harus yakin dengan cinta dari para pangeran Medang. Kita harus membuktikan bahwa bukan putri mahkota yg harusnya mengejar. Tapi biarkan sang pangerannya yang menyadari nya. Bahwa Tamara bukanlah putri mahkota." kata Adhiraksa
"Jadi kamu akan membuat pangeran menyadari bahwa Nararia adalah putri mahkota?" tanya Puspa
"Ya, dan diantara mereka berdua (Prasta atau Satria) yg merupakan pangeran Pikatan? Aku masih belum menemukan jawabannya. Apakah kalian tahu diantara mereka berdua siapa pangerannya?" tanya Adhiraksa
Puspa dan Kencana kemudian menggelengkan kepala secara bersamaan. Itu artinya mereka bertiga juga tidak tahu siapa sosok Rakai Pikatan.
"Aku akan memastikan bahwa salah satu diantara mereka adalah pangeran Pikatan. Jika sampai bukan pangeran Pikatan. Aku takut putri mahkota akan terluka dan sakit hati. Sekarang putri harus bisa belajar mengenal pangerannya dgn penuh cinta. Putri harus tahu dari hati yang paling dalam." kata Adhiraksa
"Kami turun ke dunia, untuk mendampingi putri mahkota dan mengawasimu." kata Kencana
"Mengawasi aku? emang apa salah ku?" tanya Adhiraksa
"Kamu harus tahu batasannya, pangeran. Jangan pernah menyimpan rasa suka dan cinta kepada putri mahkota." kata Puspa
Akhirnya mereka bertiga membagi tugas. Mereka menjalankan misi masing - masing. Adhiraksa akan memastikan dan mengawasi Satria Dewangga. Puspa akan mengawasiku. Serta Kencana akan mengawasi Prasta.
* Pagi hari
(Persiapan penandatanganan kerjasama).
Pagi ini di aula hotel bintang 5. Aku dan beberapa staf lainnya sibuk menyiapkan dokumen dan registrasi. Perwakilan dari kampus UGM, FMIPA, dan seluruh tim peneliti harus registrasi.
__ADS_1
Aku menempatkan Mbak Yessy untuk menjaga meja registrasi. Sedangkan aku ada di dalam aula. Semua draf dan dokumen yang siyap di tandatangani ada padaku.
2 jam sebelum tamu registrasi. Kami para tim telah sepakat dengan redaksional dari perjanjian. Sehingga dokumen yang kami bawa adalah dokumen final.
"Mbak Rara tolong perjanjiannya ditaruh di meja utama" perintah Pak Gede.
"Baik pak" kataku sambil berjalan membawa map dengan logo UGM.
Setelah semua persiapan selesai. Maka penandatanganan siap dilakukan. Pak Gede, Bu Nyoman, Mr. Petter, Dekan Fmipa, dan wakil rektor bidang kerjasama juga hadir sebagai saksi.
"Miss Rara hari ini kamu ada acara tidak?" tanya Prasta
"Tidak mas, mau ngajak aku jalan kah?" godaku
"Dasar buaya ngeselin. Berani nya mengajak jalan Prasta." umpat Satria
"Sirik aje lu Sat. Elu mau jalan dengan Tamara, juga gue kagak sewot." balas Prasta
Akhirnya Prasta dan Satria mengajak untuk doubledate. Prasta mengajakku dan Satria akan jalan dengan Tamara. Sebenarnya aku malas tapi aku jadi kepo tentang mereka. Jadi aku iya in saja ajakan mereka.
"Nanti aku akan jemput kamu ya, Ra." kata Prasta
"Jemput? manja banget. Kan dia di sini. Kenapa tidak barengan saja turun ke parkiran mobil?" kata Satria
"Suka - Suka gue lah, dia kan pasangan kencan gue. Jadi gue akan memperlakukan dia seperti putri raja." kata Prasta
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Prasta. Aku lalu pamit pada mereka berdua. Tapi tak berapa lama, Prasta mengejar ku.
"Ada apa?" tanyaku
"Kamu mau kan pergi bersamaku dalam waktu 1 jam lagi. Kamu mandi ya, tidak perlu berdandan. Aku ingin membawamu ke suatu tempat." kata Prasta
"Kemana?" tanyaku balik.
Sesampainya di kamar ku. Ternyata ada Retno datang. Aku seneng banget. Sahabatku datang. Dia akan menemaniku tidur malam ini. Jadi aku punya teman buat curhat.
"Hai Rara... maaf ya aku langsung minta kunci ke resepsionis." katanya
"Enggak apa - pa, aku seneng kamu datang." kataku
"Kamu kelihatannya senang banget. Ada apa?" tanya Retno
Aku lalu menceritakan pada Retno tentang Satria dan Prasta. Retno sangat tertarik dengan cerita ku.
"Boleh dong aku dikenalkan sama mereka." kata Retno
Aku hanya menganggukan kepala. Aku lalu bergegas mandi. Aku takut kalau Prasta jemput. Aku belum siap.
* kamar mandi di depan kaca
"Aku akan cari tahu sebenarnya siapa Satria Dewangga itu." gumamku
"Udah dibilang dia bukan Rakai juga. Masih saja ngeyel." kata Adhiraksa
Aku pun langsung kaget dan menepok bahu nya. Sumpah ya, mentang- mentang tak kasat mata. Dia bisa sesuka hati datang dan menemuiku.
"Astagaaa.... Adhiiir... ini kan kamar mandi. Sembarangan banget sih masuk ke kamar mandi. Kalau aku lagi telanjang gimana?" tanyaku sambil berteriak.
Aku pun kemudian mendengar suara Retno dari luar. Dia berteriak dan menanyakan apakah aku baik - baik saja di dalam.
"Aku nggak papa, cuma kaget ada kecoa" kataku
"Wuah kurang asem, masa ganteng - ganteng gini disamakan dengan kecoa." protes Adhiraksa
__ADS_1
"Kamu ngapain masuk dengan tiba - tiba tanpa ku panggil? mau ngintip aku mandi? berani sekali kau pada putri mahkota." teriakku
Adhir pun hanya senyam senyum ketika aku marahi. Dia lalu berusaha mempengaruhi aku untuk tidak pergi dengan Prasta.
"Suka - Suka aku lah, kok jadi kamu yang ngatur sih?" protesku
"Aku nggak mau kamu sakit hati melihat kemesraan Dewangga dan Tamara." kata Adhiraksa.
"Aku cuma mau memastikan kalau Satria itu Rakai atau bukan." kataku
"Kamu nggak percaya sama aku?" tanya Adhiraksa
"Enggak" kataku
Aku lalu segera mengusir Adhiraksa pergi dari kamar mandi.
"Aku temani deh, mandi bareng yak" goda Adhiraksa
"Adhiiir" teriakku.
Tapi segera aku heran, karena Adhir seperti dijewer oleh seseorang. Tapi aku tak tahu siapa yang menjewer Adhiraksa.
"Dasar hantu" gumamku
"Wooy, aku bukan hantu tapi pangeran paling tampan" teriak Adhiraksa yang aku sudah tak melihat wujudnya.
Aku pun langsung mandi dan segera keluar. Tapi aku tak menjumpai Retno di kamar. Aku pun mencari nya, tapi tak ku temukan. 5 menit kemudian, Retno kembali. Dia lalu memelukku dan aku lihat mukanya sangat bahagia banget.
"Kamu kenapa Ret?" tanyaku
"Aku seneng banget, Ra. Kamu tahu nggak?" tanyanya
Langsung aku jawab dengan gelengan kepala. Sebagai tanda kalau aku tak tahu. Yaiyalah aku nggak tahu, kan aku lagi mandi.
"Seneng kenapa kamu? seperti habis ketemu Pangeran saja." kataku
Dia lalu memegang bahuku dan mengajaknya menari - nari. Dalam hatiku masih berpikir. Apa yang membuat Retno kegirangan seperti itu.
"Stop .. Kenapa kamu senang? aku mau pergi." kataku
"Aku bertemu lelaki ganteng banget, Ra. Aku sepertinya suka pada nya. Ya semacam cinta pada pandangan pertama gitu." kata Retno
"Lelaki tampan? mas mas pelayan hotel?" tanyaku
Dia menggelengkan kepala. Dia lalu menyebutkan kriteria lelaki nya itu. Orang nya tinggi, putih, kekar, senyumnya manis. Serta terlihat seperti ceo muda. Rambutnya dipotong ala artis. Bahkan menurutnya ketampanannya melebihi artis Indonesia.
"Aku menuju kamarmu" kata Prasta dalam wa
***
Episode kali ini cukup ya. Jangan lupa like, vote, rate, dan comment ya.
next :
Siapa lelaki yang dimaksud Retno?
Kemana Prasta akan mengajak Nararia sebelum doubledate?
Jangan lupa kasih jawabannya ya untuk episode berikutnya.
with love
Citralekha
__ADS_1