
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
Prasta pun kembali dalam kesadarannya. Karena tubuhnya di sentuh oleh seseorang.
"Ndan Dika dan Ivan sudah saatnya untuk boarding." kata seorang anggota TNI
"Eh.. iya, kamu duluan saja." kata Prasta.
Prasta pun lalu meneloh kepada Satria. Dia nampak masih memejamkan mata.
"Harus segera mengakhiri semuanya. Pusaka Kantil keluarlah dan cepat tarik Satria kesini." perintah Prasta.
Kantil emas lalu keluar dan segera melesat ke tempat dimana Satria ditahan. Tidak perlu menunggu lama. Pusaka itu berubah menjadi seorang ksatria tampan bermahkota bunga Kantil.
"Kurang ajar!! Siapa kau berani sekali masuk ke wilayahku?" tanya Sharon.
"Tidak penting, sekarang serahkan kendi itu baik - baik atau saya hancurkan sekarang juga." kata Kantil emas.
"Hahaha..coba saja jika kau mampu" kata Sharon penuh kesombongan.
Kantil emas lalu melihat ke arah kendi tempat dimana Satria ditahan.
"Pangeran ampuni saya" kata Kantil.
Detik itu juga kendi sakti telah dihancurkan dengan sinar Kantil. Betapa kagetnya Sharon mengetahui bahwa kendi sakti nya telah hancur.
"Terimakasih pangeran Kantil, tidak ada waktu mari segera kembali ke bandara." ajak Satria.
"Kurang ajar!! jangan harap kalian bisa pergi dari tempat ku." kata Sharon.
Dia lalu memasang dinding gaibnya. Tapi yang sedang dihadapi oleh Sharon adalah pangeran Mataram dan pusaka Kantil. Sehingga tidak butuh waktu lama, dinding itu hancur dan mereka berdua langsung melesat keluar.
"Huh! kurang ajar wanita itu" dengus Satria.
"Sudahlah, ayo cepat pulang pesawat sudah menunggu kita. Pangeran Kantil lindungilah pesawat kami." perintah Prasta.
"Baik pangeran" kata Kantil.
Pusaka Kantil segera berubah menjadi kelopak yang besar. Sehingga dapat melindungi seluruh tubuh pesawat.
"Kita akan segera bertemu dengan Nararia. Bencana besar akan segera datang. Persiapkan dirimu baik - baik." kata Prasta.
"Ya, aku tahu, kita harus berdiskusi untuk masalah ini. Kekuatan besar pihak lawan tidak bisa diremehkan. Bagaimanapun juga Walaing juga bagian dari Mataram. Dia pasti bisa memanggil pusaka Mataram." kata Satria.
"Ya tapi dia bukan anggota inti kerajaan. Jadi dia tidak bisa memanggil pusaka utama." kata Prasta.
Satria teringat bahwa Mataram memiliki pusaka utama. Pusaka itu hanya bisa dipanggil oleh putri mahkota dan pasangannya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya kita memberitahu Nararia, kalau salah satu dari kita adalah Pangeran Pikatan." kata Satria.
"Kita tidak bisa memaksanya, karena aku tahu dia sudah memiliki perasaan kepada orang lain. Dia sudah tidak peduli apakah dia pangerannya atau tidak. Pusaka itu hanya bisa dikeluarkan dengan cinta murni." kata Prasta.
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di bandara Qatar. Mereka harus transit beberapa jam.
"Disini banyak penyamun yang siap menguji kekuatan kita." kata Prasta.
"Tapi aku malas menghadapi mereka. Buang - buang energi saja." kata Satria.
Prasta lalu melirik pada Kantil Emas. Artinya dia harus melindungi para pangeran. Serta menyamarkan aura ksatria mereka. Dan benar saja, mereka sebenarnya telah diincar, karena Sharon telah mengirimkan signal kepada sekutunya di Qatar.
"Apakah dua pria lemah itu yang sudah mengalahkan Sharon dan memusnahkan Hainan?" tanya seorang penyamun.
"Rasanya kita salah orang, bukan mereka berdua. Kita tidak mungkin menyerang lelaki lemah. Aku bahkan tidak merasakan aura kesaktian dalam tubuh mereka." kata yang lainnya.
"Mungkin mereka bersembunyi" kata yang lainnya.
Prasta pun lalu mengirimkan bayangan orang lain untuk menyamarkan mereka. Dua manusia bentukan Prasta segera lewat dari arah belakang mereka.
Aura nya sangat kuat sekali. Bahkan aura pembunuh kekuatan hitam sangat tercium.
"Itu mereka, dua lelaki itu" tunjuk penyamun
Penyamun itu segera menarik dua orang bentukan Prasta ke dunia ilusi mereka. Terjadilah pertarungan yang seru. Karena Prasta benar - benar menciptakan orang yang memiliki tenaga sama dengan mereka. Bahkan, ketika waktu keberangkatan pesawat ke Indonesia pun. Pertarungan belum berakhir. Mereka sengaja mengulur hingga Prasta dan Satria sampai ke Indonesia.
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di Jakarta. Mereka menghirup udara Indonesia itu.
"Welcome to home sweet home" kata Satria.
"Hahaha..dasar kocak, wilayah kita ada Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ayo segera selesaikan urusan manusia ini. Setelah itu nanti malam kita terbang ke Yogya." kata Prasta.
Prasta pun hanya tersenyum begitu tahu Satria akan complain. Sebenarnya Prasta juga merasakan hal yang sama. Tapi dia masih sadar bahwa mereka sedang menyamar menjadi Dika dan Ivan.
📞📞📞
Prasta pun lalu menelpon Nararia. Dia ingin memberikan kabar bahwa mereka sudah sampai. Tapi dari atasan mereka harus menjalani masa karantina di Jawa Barat. Yaa tepatnya di Batujajar (Pusdiksus : Pusat Pendidikan Kopassus).
"Resiko jadi pasukan khusus. Kalau ini di mataram, kita lah yang memerintah prajurit" kata Satria.
"Dari tadi kamu itu bawel terus" kata Prasta.
Dari bandara Soetta mereka langsung dijemput menggunakan mobil Kopassus. Jadi mereka langsung menuju Batujajar. Padahal mereka berencana akan kembali ke Yogya malam ini. Tapi sepertinya harus ditunda terlebih dahulu.
(Tempat Nara).
Nara sudah berkumpul dengan Retno, Adhir, dan Denta. Mereka masih memikirkan strategi. Serta membahas kepulangan Satria dan Prasta. Tapi sayangnya, mereka mendapat kabar bahwa Satpras harus ke Jawa Barat.
"Duh.. makin lama saja nih kira bertemu dengan mereka." kata Retno.
"Memangnya kenapa? Kamu merindukan salah satu mereka?" tanya Denta.
"Denta ih, apa - apaan sih. Enggak lah ... tapi Rasa sebaiknya kita menyusul mereka." usul Retno.
Setelah berdiskusi mereka akhirnya memutuskan untuk menyusul mereka. Tapi akan berangkat besok siang. Mereka tahu, jika hari ini pasti dua pangeran itu kelelahan di dalam tubuh manusia Dika dan Ivan.
(Malam hari di kamar Nara).
Oh iya, Retno, Adhir dan Denta nginep dirumah Nara. Sehingga Nara dan Retno tidur dalam satu kamar. Pada saat malam yang gelap. Tiba - tiba Dewi Sakti memanggil Nara. Ya roh Nara keluar dari tubuhnya. Dia mengikuti jalan yang telah ditunjukan oleh guru Sakti nya itu.
__ADS_1
"Dewi Sakti" kata Nara.
"Putri ku, akhir - akhir ini pikiran mu sedang kalut. Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Dewi Sakti.
"Dewi, pasti kau sudah tahu bahwa Walaing telah bangkit. Bahkan kekuatanku dan Adhiraksa jika digabungkan baru bisa mrnandinginya. Saya takut dewi, akan ada banyak korban yang berjatuhan." kata Nara.
Dewi Sakti pun tersenyum dia tahu sebenarnya apa solusinya.
"Dewi, mohon berikan petunjuk kepada saya. Apa yang harus saya lakukan?" tanya Nara.
"Esok kamu akan tahu jawabannya. Sudah seharusnya kalian mengunjungi leluhurmu." kata Dewi Sakti.
Nara pun mengeryitkan dahinya. Apa maksud dari Dewi Sakti. Mengunjungi leluhurnya, bukankah leluhur nya adalah Ranghyangta ri Medang.
"Ranghyangta Medang pasti memiliki orang tu, kakek, dan buyut, bukan?" tanya Dewi Sakti.
"Maksud dewi, kami harus mengunjungi kakek buyut Ranghyangta Medang?" tanya Nara.
Dewi Sakti lalu menganggukan kepala. Tapi Nara binggung siapa leluhurnya itu. Dari mana asalnya leluhur Medang?
Beberapa saat kemudian roh Nara dikembalikan. Dia lalu terbangun dari tidurnya. Hal itu yang membuat Retno, Adhir, dan Denta menunggunya.
"Kalian kenapa berkumpul di kamarku?" tanya Nara
"Kamu lho tidurnya mengeluarkan keringat dingin. Apa yang terjadi? Apa kau diserang di alam mimpi? Kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam mimpimu?" tanya Adhiraksa.
"Aku bertemu Dewi Sakti, kita harus mengunjungi kakek buyut Ranghyangta Medang." kata Nara.
"Kakek buyut Ranghyangta Medang?" tanya mereka.
"Siapa, dimana? Kenapa aku tidak tahu" tanya Retno.
Semua mata kini tertuju pada Adhiraksa. Tapi Adhir juga menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu, maaf siapa kakek buyut Rahyangta Medang." kata Adhir.
Mereka pun lalu berusaha mencari tahu petunjuk dari Dewi Sakti. Semoga segera mengetahuinya ya.
***
Maaf banget baru sempat update.
Banyak hal dan deadline yang harus dikerjakan.
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya. Maaf kalau bosen ya. Serta ceritanya banyak tntg sejarah. Memang novel ini akan banyak menceritakan tentang sejarah indonesia kuna. Sebagai bentuk kampanye budaya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"