Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Jawatan Purbakala


__ADS_3

*sebelum membaca jangan lupa untuk like, comment, dan vote ya


Kasih bintang 5 juga boleh.


Koin juga boleh


edisi kali ini Citralekha harus bener - bener searching biar informasi yang Nur berikan nggak salah. *


Happy Reading ...


.


"Mas Fais ... ceritakan ke kami donk siapa yang membangun kembali Candi Prambanan ini." kataku merajuk ke Fais.


Kami memang tadi di depan sedikit membaca tentang informasi beberapa orang Belanda yang mulai untuk membangun kembali. Oh iya sekedar untuk diketahui, bahwa dahulu ketika candi ini ditemukan kembali kondisinya memprihatinkan. Kondisinya rusak parah dan di atas Candi Siwa ditumbuhi pohon yang sangat besar.


"Iya mas ... tadi kami belum detil membaca di pengumuman depan." sahut Dika yang juga penasaran akan hal itu.


"Oke adik - adik, kakak akan jelaskan. Akhirnya aku punya kesempatan untuk menjadi guru kalian." kata Fais yang sangat puas ketika kami antusias dengan ilmunya dia.


Fais kemudian menjelaskan bahwa ini berawal dari G.E Rumphius (1628 - 1702). Dia seorang naturalis dari Jerman yang sangat memperhatikan artefak budaya nusantara. Ia sering menghadiahkan arca - arca kepada pejabat Kolonial. Ia juga menulis semua arca yang ia berikan kedalam bukunya yang berjudul D'amboinsche Rariteitkamer (1705). Akan tetapi informasi dalam bukunya kurang lengkap. Sehingga menyulitkan untuk identifikasi asal usul arca tersebut.

__ADS_1


Kegemaran mengoleksi benda - benda purbakala awalnya hanya diminati oleh beberapa orang yang kemudian membuat sebuah kelompok pecinta artefak. Pemerintah Hindia Belanda ternyata juga mulai tertarik akan benda - benda itu. Sehingga pada tanggal 24 April 1778 mendirikan lembaga yang bernama Bataviaasch Genootscap van Kunsten en Wetenschappen. Dalam statuten atau ayat 1 - 3 disebutkan bahwa tujuan mendirikan lembaga itu untuk memajukan pengetahuan kebudayaan untuk kepentingan pengenalan kebudayaan di kepuluan Indonesia dan sekitarnya.


Tahun 1811 - 1816 Pemerintah Inggris menguasai Indonesia. Thomas Stamford Raffles fokus pada penelitian dan observasi. Dia juga menerbitkan buku yang berjudul The History of Java pada tahun 1817.


Indonesia tahun 1817 kembali dikuasai Belanda dan pimpinan penelitian digantikan oleh C.G.C Reinward. Ia memerintahkan untuk melakukan pendokumentasian dan pendataan. Tahun 1885 terbentuk lembaga swasta yang bernama Archaeologische Vereeniging yang dipimpin oleh Ir. C.W Ijzerman. K Chepas seorang pribumi mengabadikan tinggalan arkeologi dalam bentuk foto.


Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan surat keputusan Gouvernement Besluit van 18 Mei 1901 no 4 untuk membentuk komisi purbakala Jawa dan Madura, Commissie in Nederlandsch-indie voor oudheidkundige onderzoek op Java en Madoera yang dipimpin oleh J.L.A Brandes. Tahun 1909 menerbitkan laporan Rapporten van de Commissie in Nederlansch onderzoek op Java en Madoera (ROC).


Tahun 1910, Brandes digantikan oleh Dr. N.J Krom (karena Brandes meninggal). Krom sangat konsentrasi penuh terhadap purbakala Indonesia. Sehingga dia berhasil membujuk pemerintah untuk membuat jawatan resmi purbakala yang cakupannya seluruh indonesia. SK pemerintah tanggal 14 Juni 1913 M nomor 63 berdirilah Oudheidkundige Dients in Nederlansch-Indie (Jawatan Purbakala Hindia Belanda).


Tahun 1915 membuat laporan ROD dan Oudheidkundige Verslag (OV), yang berisi inventarisasi purbakala di Jateng dan DIY. Tahun 1916 pimpinan OD diganti oleh F.D.K Bosch yang konsentrasi pada rekontruksi candi.


Tahun 1931 membuat peraturan tentang hukum kepurbakalaan yang bernama Monumenten Ordonantie (MO) yang diperbaiki tahun 1934 tentang pelestarian Cagar Budaya.


Selepas Jepang, OD kemudian dipimpin oleh Ir. H.R van Romondt. Tahun 1947 OD dipimpin oleh Prof. Dr. A. J. Bernet Kempers. Tahun 1951 beberapa jawatan purbakala kemudian melebur menjadi Dinas Purbakala.


----


"Mas Fais, trus jawatan purbakala dipimpin oleh orang Indonesia tahun kapan?" tanya Dika.


"Tahun 1953 Dinas Purbakala dan Peninggalan Nasional dipimpin oleh R. Soekmono." jawab Fais.

__ADS_1


"Berarti ketika Indonesia merdeka tahun 1945, Jawatan Purbakala masih dipimpin oleh Belanda ya?" tanya Ivan.


"Betul, karena orang Indonesia masih harus belajar dalam hal kepurbakalaan dan sistem kontruksi kepada ahli Belanda." jawab Fais.


Aku kemudian menyahut, "Berarti orang Belanda tidak jahat dong dengan candi kita?"


"Sebaik - baiknya mereka mengurus candi kita, tapi banyak tinggalan kita yang di bawa ke Negeri Kincir Angin." kata Fais.


"Nah ... tanggal 14 Juni dilihat dari historisnya, kemudian diperingati sebagai hari purbakala." kata Fais yang memberitahukan tentang peringatan hari purbakala.


"Tapi setidaknya kalau nggak ada Belanda, kita nggak pernah bisa menyaksikan kemegahan candi ini." kata Dika yang disertai dengan anggukan Ivan dan Fais.


"Oh iya, kalau untuk pembangunan Candi Prambanan sendiri gimana?" tanyaku penasaran.


*


Episode kali ini cukup dulu ya teman - teman. Maaf ya jika episode kali ini bahasannya agak berat dan banyak istilah asing yang ku gunakan. Ini semua, ku beritahu agar teman - teman paham tentang stori lembaga purbakala yang menaungi masalah cagar budaya di Indonesia.


Terimakasih ya sudah menjadi readernya saya.


Jangan lupa like disetiap episodenya ya..

__ADS_1


with love


Citralekha


__ADS_2