Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Kehebatan Dika


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Maafkan kami raja kegelapan." kata Tamara dan Walaing secara bersamaan.


"Sekarang kalian kembali ke bukit hijau. Bertarunglah dengan Dika dan Ivan. Mereka bukanlah manusia lemah. Tapi mereka telah menjelma menjadi manusia yang sakti." kata raja kegelapan.


Setelah perginya raja kegelapan. Aura dan Tamara langsung melesat ke bukit hijau. Mereka diikuti oleh Walaing Pu Kumbhayoni.


*


Aku pun sangat khawatir melihat Walaing ikut bersama Aura dan Tamara.


"Bagaimana ini?" tanyaku bingung


"Tenang putri, kita lihat saja dari sini." kata Puspa.


"Tapi walaing" kataku


"Kita lihat apa yang terjadi. Lagi pula Dika dan Ivan sekarang sudah berilmu tinggi." kata Kencana


Setelah ditenangkan oleh Puspa dan Kencana. Aku pun menyimak dalam TV tersebut. Tapi, aku masih saja khawatir. Aku pun lalu menelpon Dika.


📞📞📞


"Dika, kamu hati - hati dan waspada ya." kataku


"Iya, tenang saja. Kamu doakan aku ya." kata Dika


Setelah itu pun aku menutup teleponnya. Ya, hanya obrolan singkat. Aku lalu memperhatikan layar tv.


*


Satria


Malam ini dia bermeditasi berusaha untuk melindungi Dika dan Ivan. Dia mengerahkan tenaga dalamnya. Sebenarnya dia kasihan dengan Tamara. Tapi apa daya, Tamara telah terpengaruh dalam kekuatan jahat. Sukma Prasta pun datang.


"Kenapa kamu datang kemari?" tanya Satria


"Kamu lebih membutuhkanku. Nararia akan aman, dia memiliki pelindung yang sakti. Jadi jangan khawatirkan dia." kata Prasta


"Baiklah kalau begitu, kita sama - sama satukan kekuatan." kata Satria.


Prasta dan Satria pun lalu bersama - sama menyatukan kekuatan mereka.


*


Dika, Ivan, dan Senopati Dandaka telah bersiap. Mereka menunggu kekuatan yang akan lebih besar. Ya, kali ini musuh datang dengan penuh amarah. Mereka telah dibohongi oleh Kencana. Sehingga amarah Tamara semakin besar.


"Bersiap - siaplah Van" kata Dika


"Iya, kekuatan besar semakin mendekat" kata Ivan.


Benar saja, tak berapa lama musuh datang. Mereka pun sudah disambut oleh Dika, Ivan, dan Senopati Dandaka.


"Selamat datang para tamu agung." kata Dika

__ADS_1


Tamara dan Aura pun saling berbisik. Ternyata kehadiran mereka telah ditunggu. Bahkan Tamara juga memperingatkan kepada Aura untuk hati - hati. Pasalnya dia merasakan energi yang besar dari dalam tubuh mereka. Walaing sama dengan Senopati Dandaka. Berupa sukma, rapi Ivan dan Dika bisa melihat kehadirannya.


"Lelaki itu adalah musuh utama, Van. Namanya Walaing Pu Kumbhayoni." bisik Dika


"Energinya sungguh sangat besar. Kita harus berhati - hati." kata Ivan.


Melihat Dika dan Ivan berbisik. Membuat Tamara semakin geram.


"Apa kalian tidak takut dengan kami hah?" tanya Aura


"Emang kamu siapa? Kenapa harus takut denganmu?" tanya Dika.


"Dasar bodoh tidak mengenali kami." gumam Tamara


Tamara pun langsung mengeluarkan ajiannya. Tapi dengan mudah dapat ditangkis oleh Dika dan Ivan.


"Dasar iblis wanita, beraninya bermain curang." kata Ivan


"Jaga mulut mu!!" kata Aura


Aura pun lalu menyerang Ivan. Tamara melawan Dika. Sedangkan Walaing masih memperhatikannya. Demikian juga dengan Senopati Dandaka. Dia masih mengawasi gerak gerik Walaing. Pertarungan menjadi seimbang. Dimana 1 lawan 1. Mereka sama - sama sakti dan kuat.


"Tak ku sangka kau Dika, ternyata ilmu mu boleh juga." kata Tamara


"Apa kau menyerah Pu Tamer?" tanya Dika


Tamara pun terperanjat dengan perkataan Dika. Bagaimana mungkin dia tahu tentang dirinya.


"Cih, pasti wanita sialan itu yang sudah memberitahukanmu. Kini aku tidak akan main - main. Aku akan bener - bener membunuhmu." kata Tamara.


Tamara pun mengeluarkan pedang sakti nya. Demikian juga dengan Dika. Dia mengeluarkan pusaka pemberian Dewa Brahma.


"Ternyata kau memiliki senjata andalan juga" kata Tamara.


Mereka berdua pun saling melempar pedangnya. Tubrukan dari dua pusaka itu menimbulkan suara yang hebat. Kilatan dari pedang itu, membuat gelegar. Dalam kesempatan itu, Dika langsung berlari dan memukul Tamara. Dia pun langsung jatuh karena tidak siap menghadapi serangan dadakan dari Dika.


"Tamara" teriak Aura


Hal tersebut tidak di sia - sia kan oleh Ivan. Segera Ivan memukul Aura dengan pukulan maut nya. Tapi pukulan itu mental, karena Walaing melindungi Aura.


"Terimakasih pangeran Walaing." kata Aura


Dia pun lalu menghampiri Tamara. Tapi sebelum menghampiri Tamara. Dika lebih dahulu menarik tubuh Tamara.


"Ardikaaa... Lepaskan Tamara!!" perintah Aura


Walaing pun lalu muncul, demikian juga dengan Senopati Dandaka. Kini Senopati berhadapan dengan Walaing.


"Pangeran Walaing, sayalah lawanmu." kata Senopati


"Senopati Dandaka? untuk apa kau datang kemari?" tanya Walaing


"Tentu saja untuk menghentikanmu." kata Senopati.


Walaing pun langsung bertarung dengan Senopati. Saling memukul, menendang, dan mengeluarkan kesaktian masing - masing. Tapi senopati merasakan jika tenaga Walaing tidak seperti ketika dulu dia membantu Kayuwangi. Kini tenaga Walaing berkali kali lipat.


"Apa kau kaget senopati?" tanya Walaing


"Ternyata kesaktianmu telah meningkat pangeran" kata Senopati


"Itu artinya dengan mudah aku akan menghancurkanmu." kata Walaing.


Mereka berdua pun dalam suatu posisi. Mengeluarkan senjata pusaka yang maha dasyat. Walaing dengan kekuatan kegelapan dan Senopati dengan kekuatan alam. Terlebih saat ini mereka berkelahi di dalam hutan. Senopati merasa lebih unggul. Tapi Walaing tiba - tiba merubah lokasi. Kini hutan belantara berubah menjadi sebuah gurun yang panas dan penuh pasir.


"Licik kau Khumbayoni" kata Senopati

__ADS_1


"Hahaha.. Aku tahu bahwa kesaktianmu akan berlipat ganda jika kita bertarung di hutan. Kini terima kehancuranmu." kata Walaing.


Walaing pun mengeluarkan jerat jiwa. Ya, jerat yang pernah menarikku. Melihat Walaing mengeluarkan pusaka itu, aku pun menjadi khawatir.


"Puspa, ayo segera kita ke sana. Kita harus selamatkan mereka semua." kataku


Tapi Kencana dan Puspa terus saja melarangnya. Aku akan sangat mencolok dan bisa mengundang raja kegelapan.


"Tenang putri, ada Dika, Ivan, Satria, dan Prasta. Mereka bisa mengalahkan Walaing." kata Kencana


"Eh, Satria dan Prasta?" tanyaku


Kencana lalu menampilkan dimana keberadaan Satria dan Prasta. Ya mereka berdua nampak sedang bersemadhi. Pikiran mereka terfokus pada pertarungan itu. Mereka berusaha menarik mereka ke tempat semula. Tapi usahanya ternyata sia - sia.


"Prasta bagaimana ini, pusaka jerat jiwa tidak bisa ditembus oleh kekuatan ilusi kita." kata Satria


"Gunakan pusaka Medang untuk mengembalikan mereka." kata Prasta


"Tapi akan sangat berbahaya untuk mereka semua." kata Satria.


"Kalau begitu kita salurkan tenaga dalam kita kepada senopati Dandaka." kata Prasta


"Tapi hanya orang yang memiliki darah Medang saja yang bisa menerima aliran tenaga dalam kita." kata Satria.


Setelah berdiskusi, bahwa Senopati tidak ada hubungan darah dengan Medang. Mereka pun masih berupaya mengirimkan tenaga mereka.


"Tapi jika kita asal mengirim, bisa - bisa tenaga ini masuk ke dalam tubuh Tamara." kata Satria.


"Kalau gitu, jalan kita cuma satu. Kita menjadi penonton dan saat Walaing lengah. Kita langsung tarik mereka kembali ke hutan." usul Prasta


"Setuju" kata Prasta.


Setelah Walaing mengeluarkan pusaka tali jerat. Senopati berusaha setenang mungkin. Senopati tahu, bahwa pusaka itu pasti akan minta korban. Kecuali, dengan sebuah pusaka yang hanya dimiliki oleh pemuja Dewi Kali yang taat.


"Dika, Ivan jika aku nanti menjadi korban pusaka tali jerat. Sampaikan salamku pada putri Nararia." kata Senopati.


"Senopati, kita akan keluar dari sini dengan selamat. Tenang lah aku akan melindungimu." kata Dika.


Dika secepatnya melompat ke depan senopati dan menahan serangan pusaka sakti itu.


"Ardikaaaaa..." teriak senopati dan Ivan


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah Dika akan selamat?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.

__ADS_1


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2