
Haaai ...
Lembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Akhirnya kami kembali ke laptop masing - masing. Prasta kemudian mendekatiku.
"Rara, kamu sudah punya kekasih?" tanya Prasta
"Aku kehilangan dia, Pras." kataku sambil tertunduk
"Hilang? maksudmu? tadi kamu menyebut Rakai. Apakah dia pacarmu?" tanya Prasta.
Aku hanya menghembuskan nafas dengan kasar. Mau cerita tapi takut. Prasta adalah teman yang baru aku temui. Sehingga aku harus menahannya.
"Siapa Rakai itu, Ra?" tanya Prasta
"Kenapa kamu tertarik dengan Rakai, Pras?" tanya ku balik.
"Entahlah, aku seperti mengenal dan familiar nama itu." kata Prasta.
Aku jadi semakin tertarik dengan Prasta. Bisa saja Prasta dapat membantuku. Mungkin saja Satria Dewangga adalah Rakai ku. Tapi aku jadi ragu, tega sekali dia menghianati aku seperti itu.
*
Prasta POV
Prasta kebetulan satu kamar dengan Satria. Mereka berdua pun kemudian berdiskusi. Satria membicarakan tentang proyeknya yang ada di Indonesia. Tapi tak berapa lama Tamara menelpon Satria. Terlihat sekali bahwa Prasta tidak menyukai hubungan sahabatnya.
(anggap saja mereka sedang berbicara pakai bahasa Inggris. Author sudah menterjemahkan ya. So, jangan protes ya).
"Kamu beneran cinta dengan Tamara?" tanya Prasta
"Iyalah, dia kan wanita idaman semua orang." kata Satria.
"Yakin cintanya tulus, bukan sebuah ambisi ingin mendapatkanmu?" tanya Prasta.
Satria kemudian menceritakan kebaikan dari Tamara. Bahkan dia rela menemani Satria di Indonesia. Prasta kemudian mengalihkan pembicaraan. Baginya membicarakan Tamara sangat menyebalkan.
"Sat, kamu ingat kan dengan Nararia?" tanya Prasta
"Ya, gadis menyebalkan itu kan?" tanya Satria
"Dia pribadi yang menyenangkan." kata Prasta
"Wah, lu tertarik dengan gadis menyebalkan itu?" tanya Satria
Mereka pun kemudian berdebat kecil tentang aku. Tapi tiba - tiba Prasta membicarakan apa yang dia dengar tadi.
"Sat, tadi Nararia membicarakan tentang Rakai." kata Prasta
"Ah yang bener dia ngomong begitu?" tanya Satria antusias.
"Aku akan coba mencari tahu siapa Nararia sebenarnya." kata Prasta
"Tapi putri mahkota Medang sudah pasti Tamara." kata Satria bangga
Akhirnya mereka berdua pun istirahat. Mereka ingin agar besok hari vit. Besok akan menjadi hal yang paling melelahkan.
*
Aku masih memikirkan tentang 2 orang lelaki itu. Feeling ku mengatakan bahwa Satria itu bukan Satria ku. Dia sangat arogan dan seperti anak kecil. Aku merasakan bahwa dia orang lain. Enggak mungkin dia Rakai ku.
"Eh kemana perginya hantu Adhiraksa ya" gumamku
Aku lalu menyentuh liontin pancaroba ku. Tak lama kemudian, Adhiraksa muncul.
"Kampret banget tu manusia ngeselin" umpatnya
__ADS_1
"Kenapa lu datang - datang marah. Pangeran ganteng, jangan marah - marah nggak jelas. Kamu kenapa bisa terpental begitu ketika menyentuh Prasta?" rayu ku
Dia kemudian menceritakan bahwa ada sebuah tenaga hebat. Sehingga dia tidak bisa menyentuh dan nyakitin Prasta.
"Apa dia Rakai ku?" tanyaku
"Apaan sih, dikit - dikit Rakai. Sadaar wooy, nggak mungkin manusia ngeselin itu Rakai." katanya sebel.
"Namanya Indraprasta, bukan manusia ngeselin." kataku
"Terserah ... inti nya gue nggak bisa nyentuh dia." katanya sebal
Aku jadi kepikiran dengan perkataan Adhiraksa. Apa ya artinya, kenapa Adhir tidak bisa menyentuh Prasta.
"Adhir, aku punya misi pada mu" kataku
"Apaan?" tanyanya
Aku lalu memikirkan cara untuk Adhiraksa masuk ke kamar mereka. Tapi sepertinya Adhir bakalan menolak.
"Jangan menyuruhku masuk ke kamar 2 manusia ngeselin itu." katanya kesal
"Ayo lah, Dhir.. Kamu sentuh Satria. Kamu terpental nggak?" kataku memohon
Dia masih saja ngambek dan nggak mau menuruti permintaanku. Tapi bukan Nara namanya jika nggak bisa merayu pangeran Medang.
"Adhiiir..." kataku manja sambil mata berkedip - kedip.
"Nggak usah main mata. Demi tuan putri, iya aku turuti. Tapi cuma sekali ini saja, ha." katanya masih sebal
"Makasih ya Adhir ku sayang." kataku
"Apa? coba bilang sekali lagi." katanya sambil berbinar - binar matanya
Aku pun langsung mendorong tubuh nya agar segera pergi keluar kamarku. Dia pun lalu menghilang dan menuju kamar sebelah.
*
Adhir sudah sampai di kamar Prasta dan Satria. Dia mengamati 2 lelaki yang sedang tertidur pulas itu.
Dia pun lalu mendekati Satria. Dia mengamati wajah lelaki itu. Tapi entah kenapa, dia merasakan dekat dengan lelaki itu.
"Aneh, seperti aku sudah mengenalnya." kata Adhiraksa
Dia lalu mengamati dengan seksama. Dia pun lalu mengeluarkan sebuah batu permata.
"Aku harus tahu, dia siapa" kata Adhiraksa
Batu permata itu lalu didekatkan ke tubuh Satria. Begitu di dekat kan ke arah Satria. Batu itu bereaksi, cahaya hijau keluar dari tubuh Satria. Tangan Adhiraksa seperti ketarik. Dia lalu jatuh dihadapan Prasta.
"Manusia ngeselin ini, pengen gue tonjok." umpatnya
Adhir hendak usil dengan Prasta. Tapi Satria tiba - tiba membuka matanya. Dia mengamati kamarnya.
"Seperti merasakan aura gaib" kata Satria
Dia lalu memejamkan mata. Dia mengusap alis nya. Adhiraksa sudah siaga dengan segala kemungkinannya. Satria membuka mata nya. Tapi dia tidak dapat melihat Adhiraksa.
"Aneh, aku yakin ada kekuatan gaib di sini." katanya
Dia pun lalu membangunkan Prasta.
"Prasta bangun" kata Adhiraksa sambil mengguncangkan tubuh Prasta. Tapi sepertinya Prasta terlelap. Satria kemudian berkata pada makhluk tak kasat mata.
"Hey siapapun kamu. Kalian enggak akan pernah bisa menyentuh kami." teriak Satria
"Dia bisa merasakan kehadiranku. Tapi dia tidak bisa melihatku." kata Adhiraksa.
Satria kemudian mengeluarkan sebuah batu permata. Betapa terkejutnya ketika Adhiraksa mengetahuinya.
"Permata itu, hanya keluarga kerajaan yang memiliki." kata Adhiraksa
"Kau lihat, ini adalah permata dari Kerajaan Medang. Jadi jangan berani macam - macam dengan kami." kata Satria
Adhiraksa kemudian menghilang dan pergi dari kamar mereka. Tentu saja dia menuju kamarku.
__ADS_1
Di kamar nya, Prasta kemudian terbangun. Dia lalu tersenyum pada Satria.
"Kenapa kamu terbangun?" tanya Prasta
"Aku merasakan ada kekuatan gaib masuk ke kamar kita." kata Satria
"Ya, aku tahu." kata Prasta
Satria kemudian protes dengannya. Dia merasa bahwa Prasta telah mengerjainya.
"Kenapa tadi ketika gue bangunin loe diam?" tanya Satria
"Aku sedang mengamati seberapa besar kekuatan nya." kata Prasta
"Apa dia keluarga kerajaan, juga?" tanya Satria
"Ya, aku merasakan hal demikian. Kita harus selidiki. Gerbang utama kita adalah Candi Prambanan." kata Prasta
"Besok sore kita ke sana." usul Satria
Setelah mereka membicarakan tentang kehadiran Adhiraksa. Mereka memutuskan untuk ke Candi Prambanan. Mereka ber dua merasakan bahwa kekuatan gaib itu berasal dari Medang. Mereka belum tahu, apakah itu kekuatan baik atau jahat.
*
Aku cemas menunggu kehadiran Adhiraksa. Aku takut dia terpental jauh lagi. Aku lalu memegang liontin itu. Tak berapa lama dia muncul.
"Gila ... dua manusia itu bukan manusia sembarangan." katanya
"Maksudnya?" tanyaku penasaran
"Mereka mempunyai pelindung." kata Adhiraksa.
Dia pun tidak menceritakan apa yang dia alami. Dia sepertinya ingin menyembunyikan sesuatu.
"Kamu tahu mereka siapa?" tanya Adhiraksa.
Aku langsung menggelengkan kepala. Dia kemudian memintaku untuk menebaknya.
"Pasti pangeran dari Medang." kataku sambil berbinar - binar.
Adhiraksa kemudian menggelengkan kepala.
"Ra, Satria dan Prasta bukan reinkarnasi keluarga kerajaan." kata Adhiraksa
"Apa kamu yakin?" tanyaku
"Ya, mustika kerajaan Medang tidak bereaksi apa - pa pada mereka." kata Adhiraksa
Aku kecewa dengan jawaban Adhiraksa. Ternyata Satria itu bukan Rakai ku. Tapi aku merasa bahwa Adhiraksa telah berbohong.
"Tapi kenapa kamu terpental? bukannya kamu bilang kalau kamu hanya bisa disentuh dan dilukai oleh keluarga Medang?" tanyaku
"Iya, tapi mereka bukan bagian dari keluarga Medang. Aku terpental karena mereka belajar ilmu kanuragan. Bukti utama adalah mustika kerajaan, Ra. Maafkan aku jika jawabannya kurang memuaskan. Berhentilah memikirkan Satria Dewangga itu Rakai. Dia bukan Rakai mu. Kamu harus fokus untuk penyucian Candi Prambanan." kata Adhiraksa.
Aku pun kemudian terisak. Ternyata feelingku salah. Ternyata Dewangga bukanlah Satria ku. Nama boleh sama tapi ternyata bukan dia yang ku cari.
"Adhir ... Aku mau tidur. Tinggalkan aku sendiri" kataku
"Baik putri." kata Adhiraksa lalu menghilang.
*
Episode kali ini cukup sekian ya. Terimakasih atas waktu nya. Jangan lupa untuk klik like, vote, dan rate ya.
next :
Apa alasan Adhiraksa membohongi Nararia?
Berikan jawabannya pada kolom komentar ya.
terimaaksih.
with love
Citralekha
__ADS_1