Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Pengorbanan


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Jika kita menyentuh cupu itu, maka secara otomatis kita akan tertukar dengan sukma yang ada di dalam nya. Serta kita akan terkurung. Sepertinya, target utamanya bukan Dika. Tapi kau putri." kata Puspa


Aku pun tak kuasa menahan air mata ku. Ternyata kehadiranku menimbulkan banyak masalah. Terutama kepada temanku yang tidak tahu apa- apa.


"Lalu bagaimana kita bisa membebaskan Dika, Puspa?" tanyaku


"Harus ada seseorang yang juga memiliki rasa cinta padamu, putri. Cupu sakti itu akan meminta pengganti sukma yang setara juga." kata Puspa


"Orang yang juga mencintaiku?" tanyaku


"Iya, dia harus mau berkorban untukmu atau ..." kata Puspa tertahan


"Atau apa?" tanyaku tak sabar


"Atau kau sendiri yang menyentuh dan membuka cupu itu. Tapi pikirkan dengan yang lain, jika kau sampai terkurung dalam cupu itu. Putri, pikirkan jauh ke depan. Bukan sesaat, jangan egois putri." saran Puspa


Bener - bener pilihan yang sulit. Jika aku ingin membebaskan Dika pilihannya hanya dua, yaitu aku sebagai ganti atau aku mengorbankan orang lain. Tapi dari hati kecil ku, aku memilih mengorbankan diri. Tidak baik mengorbankan orang lain untuk kepentingan pribadi kita.


***


(Rumah Sakit)


Ivan dan Mas Arya berusaha mati - matian untuk meyakinkan kepada Dokter bahwa Dika masih hidup. Tapi dokter tetap bersikukuh.


"Maaf Pak Ivan dan Pak Arya, kalau Pak Dika tidak bisa diselamatkan lagi. Sebaiknya kalian melapor kepada polisi terkait hal ini." kata Dokter


"Tidak, Dok ... polisi tidak akan percaya. Lagi pula asal dokter tahu, bahwa Dika adalah seorang Pasukan Khusus. Jadi jika anda tidak membiarkan alat - alat ini terpasang. Saya akan bertindak dan akan saya tuntut rumah sakit ini." kata Ivan


"Maksud anda menuntut rumah sakit apa?" tanya dokter


Ivan kemudian menggunakan cara diplomasi yang biasanya dia lakukan untuk para penjahat.


"Semua ini adalah karena ketidakbecusan rumah sakit ini. Kalau saja anda memiliki keamanan yang bagus. Tentu teman saya tidak akan seperti ini. Apalagi kami adalah pasukan rahasia. Maka kami tidak akan melepaskan rumah sakit ini dengan mudah." ancam Ivan.


Dokter pun menelan ludah nya sendiri dan terlihat sangat gugup.


"Baiklah, saya akan penuhi permintaan anda. Kami tidak akan melepas alat ini pada tubuh pasien. Tapi jika boleh tahu, sampai kapan?" tanya dokter


"Sampai dia bener - benar pulih. Serta dia dibebaskan dari biaya perawatan. Ini sebagai bentuk kompensasi atas kelenggehan rumah sakit ini." kata Ivan


Dokter pun akhirnya menggalah. Tapi pada waktu itu juga, dokter sangat curiga. Dia melihat ada sesuatu yang janggal.


"Ada apa dok?" tanya Mas Arya


"Kalau aku tidak salah ingat, di ruangan ini ada 2 pasien. Kemana pasien yang satu nya lagi?" tanya dokter.


Ivan dan Mas Arya pun saling tatapan. Mereka harus menjelaskan secara rasional. Tidak mungkin mereka menjelaskan yang sebenarnya. Bisa heboh dan pasti Ivan akan dianggap ngarang.


"Pasien atas nama Cahaya Nararia, dokter." kata suster visit.


"Betul, dimana pasien Nara. Bukannya dia belum sadar?" tanya dokter yang tiba - tiba curiga dengan Ivan dan Mas Arya


"Dia sudah sadar, Dok. Tapi pasien sedang jalan - jalan di taman." kata Mas Arya yang mencoba mencari alasan.


"Bagaimana anda bisa begitu ceroboh?" kata dokter yang hendak memarahi Ivan


Tapi Ivan kemudian melirik tajam ke arah dokter. Suster yang mengetahui hal itu langsung mengalihkan perhatian dokter.


"Dokter, mari kita visit ke ruang berikutnya." kata Suster

__ADS_1


"Tapi sus,." kata dokter


"Sudahlah dok, nanti kalau pasien kenapa - napa pasti akan memberitahu kita." kata suster yang kemudian menarik lengan dokter.


Akhirnya Ivan dan Mas Arya berhasil meyakinkan dokter. Setidaknya mereka ber dua bisa lega untuk sementara waktu. Ivan juga selalu mengkhawatirkanku.


"Mas Arya, aku khawatir jika Nararia kenapa - napa." kata Ivan


"Kita doakan yang terbaik saja Van. Kita tidak memiliki kekuatan untuk menjangkau." kata Mas Arya.


Pada saat mereka bercakap - cakap. Datanglah makhluk yang mengerikan. Hal itu membuat Ivan dan Mas Arya terkaget.


"Siapa kau, mau apa kau?" tanya Ivan yang langsung berdiri di samping brankar Dika.


"Hahaha..nyali mu cukup besar ternyata." kata makhluk bertaring panjang itu.


"Ivan ... apapun yang terjadi kita harus bisa bertahan. Sebaiknya kita berdoa." saran Mas Arya


Melihat ketakutan di wajah Mas Arya. Makhluk itu semakin berani mendekat. Tapi Ivan langsung menghadang dan melawannya dengan bela diri nya.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Dika." kata Ivan


Terjadilah pertarungan antara Ivan dan makhluk itu. Sebenarnya pertarungan tidak seimbang. Tapi selama makhluk jahat tidak mengeluarkan tenaga dalam. Ivan masih bisa mengimbanginya. Tapi naas, makhluk itu langsung mengeluarkan kekuatannya. Sehingga membuat Ivan tersungkur.


"Ivan, kamu tidak apa - apa?" tanya Mas Arya.


"Santai mas, aku akan baik - baik saja. Demi Dika, aku akan mengorbankan diriku." kata Ivan.


Makhluk itu semakin berani dan hendak mengeluarkan tenaga nya. Raut gemetar terpancar dalam diri Mas Arya dan Ivan.


"Mas Arya cepat menyingkir, selamatkan dirimu. Diantara kita tidak boleh meninggal semua. Carilah bantuan" kata Ivan


"Tapi, Van" kata Mas Arya.


Ivan pun langsung maju dan mengalihkan perhatian makhluk jahat itu. Tapi tiba - tiba Ivan seperti kemasukan sesuatu. Ya, senopati Dandaka masuk ke Raga Ivan. Untung masih ada senopati yang ditugasi oleh puspa untuk menjaga raga Ardika.


Ivan pun bangkit dan menangkis kekuatan mistis makhluk itu. Betapa terkejutnya, ketika Ivan tiba - tiba memiliki kekuatan mistis juga. Maka terjadilah pertarungan yang hebat. Pertarungan yang seimbang, Ivan pun mengeluarkan berbagai pusaka dan kekuatan.


"Aku akan segera memusnahkan dirimu." kata Ivan.


Secepatnya makhluk itu terus menyerang Ivan. Pelan tapi pasti, Ivan pun dapat menghalau dan berhasil melumpuhkan makhluk itu. Setelah makhluk itu musnah, Ivan pun lemas. Ya sepertinya dia kehilangan banyak tenaga akibat ditumpangi raga nya oleh senopati. Tapi secepatnya senopati memberikan hawa murni untuk membantu Ivan.


"Van, kamu hebat sekali." puji Mas Arya


"Aku tidak tahu kenapa tiba - tiba aku memiliki kekuatan itu." kata Ivan.


Pada saat itu, Senopati Dandaka menampakan dirinya. Betapa kagetnya Ivan dan Mas Arya.


"Siapa kau? mau apa kau?" tanya Ivan yang mulai siaga lagi.


"Tenang lah ... aku tidak berniat jahat. Aku adalah senopati Dandaka. Aku lah yang tadi masuk ke dalam raga mu." kata Senopati


Sebagai seorang pasukan khusus, tentu saja Ivan tidak mudah percaya.


"Percayalah ... aku tidak berniat jahat. Aku ditugasi oleh Putri Nararia untuk membantu jaga Ardika dari gangguan makhluk jahat. Kalian tenang saja, aku akan ikut membantu kalian menjaga raga Dika. Saat ini Nararia dan para penjaga nya sedang berusaha membebaskan sukma Dika." terang senopati Dandaka.


Ivan pun pelan - pelan mempercayai senopati Dandaka. Kini Ivan dan Mas Arya diberikan kekuatan untuk bisa melihat makhluk gaib.


"Senopati ... " kata Ivan


"Ada apa pangeran?" tanya senopati


"Heh ... kenapa kamu memanggil aku dengan sebutan pangeran?" tanya Ivan


"Kau adalah teman dari putri mahkota Nararia. Sehingga secara otomatis kamu adalah seorang pangeran. Ada apa pangeran Ivan?" tanya senopati kembali.


"Bisakah kau mengajari aku ilmu kesaktian, senopati? aku ingin bisa melindungi diriku sendiri dan juga teman - temanku. Sehingga aku tidak akan menjadi beban Nararia." kata Ivan.


Senopati pun tersenyum dengan penuturan Ivan. Sebuah perkataan hati yang tulus. Sehingga senopati pun dengan senang hati bersedia mengajari ivan.


"Baiklah pangeran Ivan, nanti setelah sukma pangeran Dika kembali. Aku akan mengajari kalian ilmu kesaktian." kata Senopati.

__ADS_1


Kini setidaknya Ivan dan Mas Arya bisa tenang. Soalnya mereka telah dibantu oleh senopati yang sakti.


**


(Istana Kegelapan).


Raja kegelapan telah memerintahkan para senopati untuk menangkap penyusup. Ya, raja tahu bahwa kami telah nyusup. Meskipun kami sudah disamarkan dan menggunakan aji Halimunan dewata. Tapi kesaktian raja kegelapan sangat tinggi. Sehingga tahu jika ada bangsa lain selain pengikutnya ada di istana.


"Apakah sudah ketemu?" tanya raja kegelapan


"Mohon ampun yang mulia, kami tidak berhasil menemukannya." kata salah seorang senopati.


Raja pun hanya tertawa, tatkala para senopati nya tidak berhasil menemukan penyusup.


"Kalian tidak akan bisa menemukan mereka., karena mereka menggunakan ajian Halimunan dewata." kata raja kegelapan.


Raja pun lalu bersemadhi, tapi tetap saja sang raja tidak bisa mengetahui dimana lokasi persis kami. Tapi raja tahu, kalau kita berada tidak jauh dengan dirinya.


"Aku yakin, pasti incarannya adalah cupu ini." kata patih kegelapan.


"Tenang saja patih, cupu ini sangat sakti." kata raja yang disertai tawa.


Tak jauh dari singgasana itu, Aku dan Puspa sedang berusaha mencari cara untuk mengambil cupu itu. Meskipun sulit, karena jika kita menyentuhnya secara otomatis sukma kita akan tergantikan.


"Puspa lalu kenapa raja kegelapan sukma nya tidak tersedot?" tanyaku penasaran


"Karna cupu itu hanya khusus bisa dipegang oleh raja kegelapan." kata Puspa


"Licik sekali dia, lalu gimana caranya?" kataku


"Ada satu cara lain yaitu menggunakan pedang Sinar Surya. Tapi orang yang menebaskan akan hancur bersama cupu itu. Sedangkan sukma di dalam nya akan bisa terbebas." kata Puspa


Aku pun semakin sedih dan putus asa. Pedang sinar surya hanya dimiliki oleh Dewa Surya. Ya pedang itu kini berada di tangan Kencana. Tidak mungkin aku membiarkan Kencana hancur.


Disaat lamunan ku memikirkan semua nya. Tiba - tiba ada pancaran cahaya yang sangat terang.


"Cahaya apa itu?" tanyaku


"Pedang sinar surya" kata Puspa.


Aku pun kaget, siapakah yang akan berkorban untuk Dika. Tak lama kemudian, Kami semua bisa melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya ketika aku tahu siapa yang sedang memegang pedang itu.


"Putri, hanya ini yang bisa aku lakukan. Berbahagialah dan selamatkan sahabatmu." katanya


duaaaaar


suara ledakan terjadi saat dia selesai mengatakan hal itu.


"Tidaaak ... Adhiraksaaaaa Sidaaaaa..." kataku berteriak sekuat mungkin.


Saat itu juga aku, Puspa, dan Kencana juga sukma Dika terpental jauh.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kenapa Adhiraksa rela mengorbankan dirinya ?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2