Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Kembang Wijaya Kusuma


__ADS_3

*Sebelum membaca, jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya*


"Kembang, kau boleh membunuhku tapi aku tidak akan pernah memberikan Rakai untukmu." kataku


Ia terduduk ketika serangan dadakan yang ditujukan padaku gagal.


"Tapi aku tidak mengizinkan siapapun melukai permaisuriku." kata Satria


"Prajurit kirim Dewi Kembang kembali ke kerajaannya. Aku tidak mengizinkan ia mendekati kekasih hatiku." perintah Satria


Arum dan Widasari pun segera turun menghampiri kami. Ayah dan ibuku hanya melihat dari tempat duduknya. Mereka mungkin menganggap bahwa ini adalah urusan orang muda dan ayahku yakin jika kami bisa menyelesaikannya.


"Kak, kenapa kakak hendak membunuh Rakyan?" tanya Arum.


"Aku sangat mencintai Rakai. Aku nggak mau ada wanita lain yang dicintainya." kata Kembang


"Tapi kakak harus sadar, bahwa Rakai hanya mencintai Rakyan." timpal Widasari.


Kembang masih menangis dan terduduk. Ia kemudian berdiri dan hendak berdiri.


"Rakai bolehkah aku memelukmu untuk yang pertama dan terakhir kali?" pinta Kembang


"Tidak ... kembalilah dalam damai ke istanamu, Dewi." pinta Satria.


"Kalau begitu, bolehkah aku menjabat tanganmu." kata Kembang


"Baiklah." kata Satria


Arum membantu Kembang berdiri. Kembang dipapah oleh Arum mendekati Satria. Pasopati kemudian menarik lenganku setelah dilirik oleh Satria.


Kembang mendekati Satria dengan tertatih tatih. Ia kemudian menjabat tangan Satria dan tersenyum.


"Terimakasih pangeran." kata Kembang


"Kembalilah Dewi Kembang. Aku yakin ada banyak pangeran yang akan mencintaimu dengan tulus." kata Satria.


Kembang melirik dan tersenyum masam kepadaku. Ia mengucapkan salam perpisahan padaku.


"Rakyan ... ucapkan selamat tinggal pada Rakai." katanya


Aku mengiyakan sebelum menyadari maksud dari perkataan Kembang. Setelah paham dengan perkataannya.


"Eeh ... Kemb ... !" kataku terbata bata.


Aku sudah melihat Kembang menusuk Satria dengan clundrik. Aku lihat Satria terluka dan langsung pingsan. Pasopati langsung menghampiri Satria. Prajurit langsung mengepung Kembang


"Apa yang kau lakukan Kembang??" bentak Pasopati.


Aku langsung menghampiri Satria dan memeluknya.


"Rakyan, jika aku tidak bisa memiliki Rakai. Maka tidak ada 1 orang pun yang bisa memililinya." kata Kembang tertawa puas.


"Racun." kata Pasopati


"Apa yang terjadi, So?" tanyaku


Pasopati menjelaskan jika clundrik yang dipakai Kembang untuk melukai Satria sudah dilumuri dengan racun yang berbahaya.


"Nyawa Rakai ada ditanganku." kata Kembang serasa menunjukan botol penawarnya


"Kembang kau licik." kataku


"Prajurit penjarakan Kembang!!" perintah Pasopati.

__ADS_1


Aku masih menangis sembari memangku Satria. Aku takut akan kehilangan dia. Kalau dia mati artinya aku tidak akan bisa kembali ke masa depan.


'Nararia, Satria bisa sembuh dengan kembang Wijaya Kusuma.' bisik Kencana


"Dimana aku mendapatkan kembang itu, Ken?" tanyaku


'Kembang itu adalah pusaka Dewa Wisnu.' kata Kencana


"Itu artinya aku harus ke Vaikunta?" tanyaku


'Tidak, aku yang akan ke sana. Sekarang untuk menahan dan menghambat kematian Satria, keluarkan teratai emas.' perintah Kencana


Aku merasakan sebagian tubuhku lemas. Hal itu terjadi karena Kencana keluar dari badanku. Aku kemudian memanggil teratai emas untuk keluar.


"Teratai tahanlah rasa sakit Satria hingga Kencana kembali membawa pusaka Kembang Wijaya Kusuma." kataku


Teratai emas berputar dan masuk ke dalam tubuh Satria.


"Apa yang kau lakukan, Ra?" tanya Pasopati


"Aku hanya menahan rasa sakit dari racun itu." kataku


"Sekuat apapun kau menahannya. Ia tidak akan pernah bangun sebelum ia meminum penawar dariku." kata Kembang seraya tertawa puas.


Aku masih bisa menahan emosiku terhadap Kembang. Tak ada gunanya aku marah dengannya. Aku harus menunggu Kencana kembali. Aku nggak akan melepaskan Satria. Adikku Balaputra mendekati kami dan berpura - pura sedih.


"Tenanglah kak, sudah menjadi suratan takdir jika memang Rakai akan meninggal. Kecuali, kakak mau melepaskannya dan rela ia menikah dengan Kembang." kata Balaputra.


"Apa maksudmu, adik? Aku tidak akan memberikannya kepada siapapun." kataku.


Aku melihat ada wajah kebahagiaan pada Balaputra. Ia mungkin berpikir jika Satria meninggal, ia dengan mudah bisa mengambil alih tahta Mdang.


"Malang sekali nasibmu, kakak ipar." kata Balaputra


"Hei apa yang terjadi, hebat sekali kekuatannya." pekik Balaputra


"hahahha ... apa kau lebih baik melihat Satria mati dari lada menyerahkannya padaku?" ledek Kembang.


"Rara, kondisi Satria melemah." kata Pasopati.


Ia sudah meminta kepada tabib kerajaan untuk menolongnya. Tapi tabib hanya memberikan ramuan penahan saja. Sama seperti teratai emas yang mampu mengeluarkan setengah dari racunnya.


'Kencana sudah kembali, Ra.' kata Puspa


Aku segera menyuruh Kencana untuk mengobati Satria.


'Tapi aku butuh badan kasar untuk menolongnya.' kata Kencana


"Kenapa tidak menggunakan badanku?" tanyaku


'Akan sangat berbahaya. Orang - orang akan curiga padamu dan akan menyelidikimu.' kata Puspa.


Kencana kemudian masuk ke tubuh Pasopati. Ia mengambil sebuah kendi dan meletakan air celupan kembang Wijaya Kusuma. Pasopati kemudian meminumkan air itu pada Satria.


"Tidak akan berhasil, hahahah." kata Kembang


"Awas kau Kembang. Aku akan membunuhmu jika Satria tidak bangun." kataku.


"Oooh takuuut." ledek Kembang


Tak berapa lama Satria sadar dan bangun. Ia merasakan tubuhnya lebih baik dan sehat.


"Aku kenapa?" tanya Satria

__ADS_1


"Kau terkena racun Dewi Kembang." kata Pasopati


Seketika itu Pasopati pingsan. Ia lemas karena tenaganya terkuras akibat dipinjam raganya oleh Kencana.


"Pasopati kenapa?" tanya Satria.


Aku memerintahkan kepada pengawal untuk mengangkat Pasopati ke ruang perawatan.


"Bagaimana mungkin kau bisa bangun?" tanya Kembang heran.


"Selama ia bersamaku, ia akan tetap hidup." kataku


"Ini tidak mungkin terjadi. Pangeran bilang jika racun ini sangat ampuh dan penawarnya hanya aku yang pegang." kata Kembang


"Pangeran??" tanya Satria.


Balaputra kemudian melepaskan panahnya. Kembang mati sebelum menjawab pertanyaan dari Satria.


"Balaputra, kenapa kau bunuh Kembang? apa ada hubungannya denganmu??" kata Satria marah


"Kakak, aku hanya geram dengan mulut wanita itu. Aku juga tidak terima karena telah melukaimu." kata Balaputra.


Tapi aku merasakan ada yang tidak beres dengan adikku. Jangan - jangan adikku ada hubungannya dengan Kembang dan racun yang akan membunuh Satria.


"Kakaaaak!" pekik Arum


Ia menghampiri mayat kakaknya yang berlumuran darah.


"Kenapa jadi seperti ini, kakak?" isak Arum


"Sabarlah Arum, mungkin ini sudah takdirnya" hibur Widasari.


Satria kemudian meminta pengawal untuk menyiapkan perabuan. Arum dan pengawalnya akan pulang membawa abu jenazah Kembang.


Pasopati pun sudah sadar dan membantu mempersiapkan upacara kremasi Kembang. Masyarakat bergunjing ketika upacara tersebut akan dimulai. Mereka sebenarnya tidak setuju karena Kembang sudah berusaha membunuh pangerannya.


Ritual kematian diawali dengan pendeta memberikan tirta penyucian dan kemudian jenazah Kembang di bakar. Pendeta kemudian mengumpulkan abu badan Kembang. Aku melihat Kembang melambaikan tangan dan menghilang


"Istirahatlah, Kembang." kataku


Upacara kremasi selesai. Dewi Arum segera kembali menuju kerajaannya. Ada wajah duka di matanya. Ia berangkat berdua tapi pulang hanya seorang dan akan membuat orang tuanya sedih.


Arum mewakili Kembang meminta maaf kepada keluarga kerajaan. Kami pun sudah memaafkannya. Tapi aku yakin jika Kembang hanyalah sebuah pion. Dalang sebenarnya adalah Balaputra (aku curiga padanya).


Istana kembali tenang dan damai. Satria datang ke keputren.


"Sayang, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." kata Satria


"Kemana?" tanyaku


"Tempat pertama kali aku menemukanmu setelah kau menghilang." kata Satria


Aku berpikir tempat apa itu. Apakah di Candi Prambanan. Tapi kan candi itu belum dibuat, lalu dimana tempatnya itu.


"Dimana kak?" tanyaku


"Kalau aku memberitahumu tidak akan menarik. Bersiaplah kita akan berangkat." pinta Satria.


**


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktunya.


With love

__ADS_1


Citralekha


__ADS_2