
*Sebelum membaca jangan lupa like, vote, dan comment*
maaf ya bahasannya masih berat ... tapi ini adalah awal dari kisah cinta di masa lalu.
Happy reading ...
.
---
Kami menuju ke tangga keluar Candi Prambanan. Fais kemudian mengajak kami untuk duduk di deretan perwara utara candi di bawah pohon bodhi.
"Duduk sini dulu ya, sambil kita menikmati keindahan Prambanan dari sisi utara." Fais kemudian mendahului kami untuk duduk di tempat yang direkomendasikannya.
Kami kemudian mengikuti dan ternyata indah juga melihat Prambanan dari jauh.
"Mas ... ceritain lah tentang pernikahan Pikatan dan Pramodhawardani." Dika terus merajuk ke Fais.
"Iya, tau ni pelit banget Mas Fais." Ivan juga merasa sebel karena Fais terus membuat kami penasaran.
Mataku pun kemudian melotot ke arah Fais.
"Oke - oke, tatapan kalian tu membuatku takut." Fais kemudian menyerah dan mulai menjelaskan pernikahan itu ke kami.
---
Pikatan dan Pramoddha pun kemudian menikah, tidak ada penolakan sama sekali. Mungkin dikarenakan Pikatan sangat tampan dan Pramoddha sangat cantik. Selain itu Pikatan juga sangat mencintai permaisurinya.
Pikatan terkenal sebagai raja yang sangat sakti dan mampu mengalahkan semua musuh - musuhnya. Sehingga Pikatan disebut sebagai maharaja Kerajaan Medang. Kerajaan Medang menjadi tersohor dan bawahan Medang pun mempersembahkan utpeti atau kekayaan daerah.
---
"Buktinya apa kalau Pikatan menjadi maharaja dan kerajaan bawahannya mempersembahkan utpeti?" tanya Ivan yang semakin tajam analisisnya.
"Buktinya ini yang sedang kita duduki." Fais kemudian menunjukan batu dan deretan perwara yang banyak itu.
"Maksudnya?" tanyaku.
__ADS_1
"Iya, ini adalah sumbangan dari beberapa raja bawahan Rakai Pikatan. Buktinya dilihat dari banyaknya candi perwara ini. Coba bayangkan, perwara sebanyak ini kalau enggak ada sumbangan berapa lama membangunnya?" kata Fais yang kemudian membuat kami berpikir lagi.
"Candi ini dibuat berapa lama emang, mas?" tanya Dika.
"Di prasasti tidak dijelaskan berapa lama pembangunannya. Data yang dijelaskan dalam prasasti hanya menyebutkan kalau Raja Pikatan telah mentahbiskan Arca Dewa Trimurti pada tahun 856 M."
Fais menjelaskan lagi tentang tahun 856 M itu bukan awal pendirian candi. Melainkan peresmiannya, sejak tahun kapan candi itu dibangun belum ada bukti yang menerangkannya.
"Oh iya pikatan naik tahta tahun brapa?" tanyaku sambil mengamati setiap batu yang ada.
"Tahun 840 M" kata Fais.
"Turun tahta?" tanya Ivan
"856 setelah meresmikan Siwagrha, beliau menyerahkan tahta kepada anak bungsunya, Rakai Kayuwangi." jelas Fais.
"Setelah Rakai Pikatan turun tahta, apakah beliau menjadi pertapa?" tanyaku.
"Iya, betul ... Pikatan kemudian mendapatkan gelar jatiningrat dan menjadi seorang brahmana." jawab Fais.
"Rara ... kamu kenapa sangat ingin tau tentang kisah Rakai Pikatan?" tanya Dika.
"Aku ingin tahu saja ... aku kagum sama beliau, seorang raja yang gagah perkasa, memiliki permaisuri cantik, menjadi maharaja, membuat candi seindah ini. Aku penasaran lah." kataku membela dan berharap Fais berkenan menjelaskan padaku tentang kisah Rakai Pikatan ini.
"Oke, aku jelaskan ya raden roro Nararia." sahut Fais
---
Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku Dyah Seladu adalah raja keenam dari Kerajaan Medang. Ia memerintah sekitar tahu 840 - 856 M (16 tahun). Pikatan diketahui memiliki nama Mpu Manuku berdasarkan informasi dari Prasasti Argapura.
Prasasti Wantil atau Siwa grha menyebutkan bahwa Mpu Manuku membangun ibu kota baru di Desa Mramati. Sehingga ia disebut sebagai Rakai Maramati. Istana tersebut kemudian diberi nama Mamratipura. Dalam prasasti disebutkan "Mdang ri Mamratipura". Ibu kota itu kemudian menggantikan ibu kota lama yang terletak di Poh Ptu.
---
"Wuah hebat ya ternyata, ia juga membangun ibu kota kerajaan yang baru. Jadi dia raja yang kaya raya ya?" gumamku kegirangan mengetahui kehebatan Rakai Pikatan.
"Selain itu apa kehebatannya lagi?" tanyaku tak sabar mendengarkannya.
__ADS_1
"Hehehhe ... punya 2 orang istri." kata Fais sambil tertawa.
Aku kemudian cemberut begitu mengetahui kalau sang raja beristri dua.
"Selingkuh atau poligami?" tanya Ivan.
"Bukan, seorang raja apalagi maharaja memiliki istri lebih dari 1 merupakan hal yang wajar. Akan tetapi anak yang berhak menggantikan menjadi raja hanya putra atau putri dari permaisuri saja." terang Fais.
"Istri kedua bernama siapa?" tanyaku.
"Prasasti Telahap menyebutkan seorang istri lagi yang bernama Rakai Watan Mpu Tamer." terang Fais.
"Dia siapa? maksudnya dari keluarga mana?" tanyaku lagi.
"Aku kurang tahu dia siapa, tapi ia disebutkan sebagai nenek dari istri Maharaja Dyah Balitung." kata Fais yang membuatku semakin binggung, karena ia menyebutkan nama baru lagi.
"Dyah Balitung? siapa lagi?" tanya Dika.
Nampaknya Dika dan Ivan juga ikut bingung terhadap penjelasan Fais yang tiba - tiba menyebutkan nama lain.
"Itu cicit menantu Rakai Pikatan. Udah, cerita itu nanti saja, ntr kalian bingung lagi." ucap Fais.
"Mas Fais ... lalu kehidupan sosial politiknya gimana sampai ia mendapatkan gelar maharaja?" tanya Dika.
*
Episode kali ini cukup ya ...
semoga tidak membinggungkan.
kita lanjutkan ke episode berikutnya. Jangan lupa unyuk selalu like pada setiap episodenya..
makasih
With Love
Citralekha
__ADS_1