Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Ini kah aku?


__ADS_3

Haaai ...


Lembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Lelaki tampan? mas mas pelayan hotel?" tanyaku


Dia menggelengkan kepala. Dia lalu menyebutkan kriteria lelaki nya itu. Orang nya tinggi, putih, kekar, senyumnya manis. Serta terlihat seperti ceo muda. Rambutnya dipotong ala artis. Bahkan menurutnya ketampanannya melebihi artis Indonesia.


"Aku menuju kamarmu" kata Prasta dalam wa


Aku hanya tersenyum tatkala membaca WA dari Prasta.


"Kamu kenapa?" tanya Retno


"Aku mau jalan dulu sama salah seorang peneliti dari Jerman." kataku


"Kamu mau sama bule? bukankah kamu harus mencari lelaki mu itu?" tanya Retno penasaran.


Aku lalu menjelaskan bahwa peneliti itu berasal dari Indonesia. aku juga mengatakan bahwa Prasta sangat manis. Berbeda dengan Satria yang selalu membuatku jengkel.


"Tapi lelaki mu itu tidak jauh lebih tampan pria yang bertemu aku tadi." kata Retno.


"Dia bukan lelaki ku. Dia temenku, namanya Prasta." kataku


"Tapi gimana ya caranya aku bertemu dengan dia lagi." katanya kemudian tertunduk


"Kamu nggak kenalan sama dia?" tanyaku


Belum Retno menjawab, pintu kamar kami sudah diketok. Tapi Retno berinisiatif untuk membuka pintu kamarnya. Dia ingin membuktikan bahwa lelaki yang akan pergi denganku. Tidak setampan lelaki yang dia temui.


(buka pintu)


"Selamat siang, Nara ada?" tanya Prasta


Retno masih diam mematung begitu tahu siapa yang datang. Di dalam aku pun sudah siap dengan tas kecil ku.


"Mbak, Nara nya ada?" tanya Prasta lagi


"Eh hii... ganteng banget sih. E.e ada ... ada dia sudah siap." katanya terbata bata


Aku langsung berdiri dan menepuk bahu Retno.


"Prasta" kataku


"Sudah siap?" tanya nya


"Sudah, ayok. Retno kamu kalau mau makan di resto. Gunakan saja voucher makan ku." kataku pada Retno


Aku langsung keluar dan pergi dengan Prasta. Retno masih saja mematung dengan apa yang dia lihat.


"Itu lelaki yang gue lihat, Ra. Ternyata lelaki ku itu milikmu." kata Retno sambil meneteskan air mata.


"Tapi kan dia bilang kalau cuma teman. Jadi aku akan meminta Rara untuk mengenalkan aku padanya." gumam Retno


Retno pun kemudian mandi dan berdandan cantik. Dia berharap lelaki tampan itu akan segera datang.


* (di mobil


Prasta pun memperlakukan ku seperti seorang putri. Tapi ternyata aku melihat Satria. Dia baru saja menjemput Tamara.

__ADS_1


"Hai pangeran Prasta. Aku baru saja menjemput wanitaku. Lihatlah wanita ku sangat cantik dan berkelas." kata Satria.


"Hai bung, sepertinya anda terlalu percaya diri. Acara nge date kita masih nanti malam. Jadi jangan terlalu senang dengan apa yang kau miliki." kata Prasta.


Akhirnya Satria dan Tamara pun pergi dengan mobilnya. Melihat Tamara yang sangat modis. Aku menjadi sedikit minder. Tentu aku bukanlah apa - apa dibandingkan dia.


"Ra, Rara ... kenapa kamu diam?" tanya Prasta


"Apa kamu tidak malu jalan denganku?" tanyaku balik.


"Kamu ini ibarat sebuah berlian. Poles sedikit maka akan nampak kilau mu." puji Prasta


Aku bingung dengan perkataan Prasta. Dia pun mulai melakukan mobilnya keluar dari parkir hotel.


"Mau kemana tuan Prasta?" tanyaku


"Anda akan tahu nona. Duduklah dengan manis." kata Prasta


Aku pun kemudian diam. Sesekali tersenyum ke arahnya.


"Andai saja Satria memperlakukanku dengan manis. Pasti aku akan bahagia banget." kataku


Aku pun kemudian ingat dengan Adhiraksa. Sejak kemarin hantu itu tidak muncul. Aku khawatir dia akan menghilang dan kembali ke Indraloka.


"Adhiir" gumamku


Tapi dia tak kunjung datang. Bahkan ketika ku sentuh liontinku. Dia juga tak datang. Aku jadi khawatir. Aku takut jika dia musnah atau apapun itu.


"Kamu sepertinya cemas, kenapa? tenang aku tidak akan menculikmu kok" kata Prasta


"Bukan, aku lagi memikirkan sahabatku saja. Aku takut dia kenapa - napa" kataku


"Temanmu yang di hotel itu? dia akan baik - baik saja. Tenang saja." katanya


Bagaimana bisa tenang, sementara Adhiraksa menghilang. Entah kekuatan gaib apa yang membuatnya begitu.


Tak berapa lama kami sampai di sebuah klinik kecantikan. Lebih tepat nya salon. Aku bingung kenapa Prasta membawaku kemari. Aku mikir jika dia akan melakukan perawatan. Pantas saja kulit wajah nya sangat menawan. Klinik kecantikan itu terkenal baik.


"Ayo turun dan kamu akan tahu kita mau ngapain." kata Prasta.


Aku poun kemudian mengikuti langkah kaki Prasta. Kita masuk dan langsung disambut oleh mbak - Mbak cantik.


"Selamat datang tuan dan nyonya Indraprasta. Pesanan anda sudah kami siapkan. Mari tuan dan nyonya." kata mbaknya


Aku kaget dunk, karena aku disebut sebagai nyonya Prasta. Kedengarannya lucu, mana mungkin aku bisa suka dengan Prasta. Aku deketin Prasta biar tahu tentang sosok Dewangga. Tapi aku juga tidak bisa memungkiri. Bahwa sosok Prasta ini pribadi yang sangat menyenangkan.


"Aku tunggu di sini ya. Kamu ikut bersama mereka." kata Prasta


"Lho kok aku sih, Pras. bukannya seharusnya kamu ya?" tanyaku


"Nona Prasta, kita malam ini mau doubledate dengan pasangan bucin. Aku nggak mau pasanganku ini direndahkan oleh mereka. Tenang saja, semuanya akan baik - baik saja." kata Prasta


Aku pun kemudian menyerah setelah perdebatan kecil. Prasta ternyata telah memesan untuk make over penampilannya. Mulai dari riasan, tata rambut, bahkan baju pun dia telah memilihnya.


"Selera nya Prasta keren banget." kataku


"Ya tidak bisa dipungkiri. Manusia nyebelin itu lumayan juga. Kau terlihat seperti putri mahkota." kata Adhiraksa. Ya seperti hantu, dia selalu muncul tiba - tiba.


"Emang gue putri mahkota, kan? Adhiiir ... kemana saja lu. Aku panggil enggak nongol. Giliran enggak dibutuhkan elo datang." omelku


"Maaf putri, aku sudah bilang. Aku tidak bisa menyentuh dengan Prasta. Oh iya, aku juga mau belajar kesaktian. Agar aku bisa menyentuh Prasta dan Satria." katanya


"Belajar sama siapa?" tanyaku


Tapi ternyata omonganku dengan Prasta membuat beberapa mbak nya bingung. Soalnya aku terlihat sedang ngobrol sendiri. Duh pasti mereka mikir aku gila, hehehe


"Maaf nona Prasta, anda berbicara dengan siapa ya?" tanya salah satu mbak nya

__ADS_1


"Mbak, panggil saya Nara. Hmmm...saya lagi ngapalin dialog. Kan malam ini Prasta ngajak saya nge date." kataku mencoba berbohong


"Oh kirain anda sedang berbicara dengan makhluk tak kasat mata." sahut temannya


Aku pun tertawa, karena Adhir disebut tak kasat mata. Eh tapi benar ding, dia kan memang tak kasat mata. Adhir ingin membalas mbaknya. Tapi segera ku tatap agar dia menyingkir.


"Nona dandanan anda sudah selesai. Ini luar biasa, tuan Prasta pasti akan puas. Pantas saja anda bersanding dengan dia." kata mbaknya


Aku pun lalu menandingi diriku dalam cermin besar di depanku. Tapi aku agak kurang nyaman dengan baju nya. Baju yang Prasta pilih sangat terbuka pada bagian lengannya. Aku lalu berjalan keluar dari ruang VIP. Aku takut sebenarnya bertemu Prasta. Hingga aku meminta kepada mbaknya untuk menutupiku.


"Sudah selesai kah?" tanya Prasta


Dia lalu bangkit dari duduknya. Tapi pertanyaan Prasta dijawab dengan anggukan. Dia lalu mencari keberadaan aku.


"Mana Nararia?" tanya Prasta


Mbaknya kemudian menyingkir satu per satu. Aku masih menundukan kepala. Takut kalau Prasta tidak suka. Dia lalu bisa melihat aku berdiri. Sesekali aku lirik dia. Dia masih diam seribu bahasa. (lebay ya)


"Prasta kamu kenapa liatin aku seperti itu? ini jelek ya, oke aku akan ganti." kataku


"Enggk, you are so beautiful, princess. Ini luar biasa." kata Prasta


deg


Rasanya jantungku berhenti berdetak. Jarak antara aku dan Prasta hanya beberapa cm. Aku canggung karena ditatap oleh Prasta.


"Coba yang berdiri di hadapanku Satria." batinku


Aku lalu mencoba tersenyum dan mengucapkan terimakasih padanya.


"Wanitaku lebih cantik daripada Tamara. Ayo Rara kita segera menuju resto." Pasti mereka sudah datang duluan." kata Prasta


Dia pun lalu berkacak pinggang. Matanya melirik pada lengannya. Aku tahu apa maksudnya. Ya, kemudian aku menggandeng lengannya. Kami keluar dari pintu VIP. Semua tamu salon kecantikan tertuju padaku dan Prasta.


"Mereka serasi sekali." puji mereka


Aku hanya tersenyum sambil menundukan kepala. Prasta lalu memberikanku sebuah jaket.


"Yang boleh menatap tubuh indahmu adalah diriku. Hari ini kamu wanitaku." kata Prasta


Kami pun kemudian bergegas menuju mobil. Prasta selalu saja melirik tatkala ada di mobil. Lama - lama jadi risih juga aku nya.


"Kita sudah sampai nona, tunggu ya jangan keluar dulu." kata Prasta


di luar sudah ada Tamara dan Satria. Mereka sangat bahagia saat bersama.


"Apakah aku bisa mendapatkan kembali cintaku?" batinku


Lamunan ku segera buyar, setelah Prasta membukakan pintu mobil. Dia mempersilahkan aku keluar dari mobilnya.


"Aku ingin lihat, wanita yang selalu kau bicarakan itu. Dia tidak lebih cantik dari wanitaku." kata Satria


Sakit sekali rasanya dibilang seperti itu. Tapi aku harus bisa membuat Satria jatuh cinta padaku.


***


Episode kali ini cukup ya. Jangan lupa like, vote, rate, dan comment ya.


next :


Kira - kira apa ya reaksi dan respon Satria ketika bertemu Nararia?


Jangan lupa kasih jawabannya ya untuk episode berikutnya.


with love


Citralekha

__ADS_1


.



__ADS_2