
Sebelum membaca jangan lupa yaa untuk
***Jangan lupa like, komen, dan vote ya*
Happy Reading**.
.
Kita kemudian menuju bilik selatan dan kita mulai menaiki tangga. Bilik dalam candi ini memang tinggi dan kita harus bergantian dengan pengunjung lainnya.
"Sabar ya anak - anak, kita harus gantian dengan pengunjung." kata Fais.
Kami pun kemudian menganggukan kepala. Akhirnya tibalah saatnya kita untuk naik.
"Welcome anak - anak, it is Agastya statue." kata Fais.
"Ini adalah rsi yang sangat berjasa dalam sejarah perkembangan agama di Indonesia. kata Dika.
"Kenapa memangnya? tanya Ivan.
Aku kemudian menjelaskan bahwa Rsi Agastya adalah seorang rsi yang telah menyebarkan Agama Hindu di wilayah Asia Tenggara. Rsi Agastya juga disebut sebagai pitasagarah, karena beliau telah mengarungi lautan yang sangat luas dan tidak akan kembali ke Jambu Dwipa sampai akhir hayatnya.
Dika kemudian menambahkan pengetahuannya tentang Rsi Agastya. Beliau merupakan seorang murid yang sangat berbhakti kepada Dewa Siwa dan kemudian oleh Dewa Siwa diberikan pengetahuan yang dimiliki oleh sang dewa. Ilmu tersebut dinamakan dengan Siwa Jnana. Ilmu tersebut akan digunakan oleh sang rsi untuk menuntun umat manusia dalam mencapai tujuan hidup yaitu moksa.
"Wow ... kalian luar biasa, sangat membanggakan." puji Fais.
Aku dan Dika kemudian tos secara bersamaan dan tersenyum.
Fais kemudian menjelaskan tentang pengetahuannya tentang rsi
__ADS_1
"Btw, perjalanan suci sang rsi ini dikenal dengan nama Agastya Yatra." tambah Fais.
"Kenapa bisa seperti itu?". tanyaku.
Aku sebenarnya tahu, tetapi aku membiarkan Fais menjelaskan kepada kami. Ku lihat Fais sangat semangat ketika aku bertanya, mungkin dia merasa bahwa aku nggak tau.
"Karena dia melakukan perjalanan suci ini digerakan dengan jiwa yang suci yang dikuasai selama menjadi murid Dewa Siwa. Itulah kenapa, Agastya selalu hadir bersama keluarga Siwa. Rsi juga dipuja di Indonesia sebagai Siwa Mahaguru. " terang Fais.
"Jadi apakah Rsi Agastya yang membawa Agama Hindu ke Indonesia?" tanya Ivan.
Kami bertiga kemudian menganggukan kepala secara bersamaan.
Kepercayaan masyarakat Jawa Kuna terhadap Rsi Agastya juga disebutkan dalam kesusastraan dan prasasti yang berasal dari Jawa Tengah. Prasasti Pereng (785 saka atau 863 masehi) namanya. Dalam prasasti tersebut disebutkan bahwa 'selama matahari dan bulan ada di cakrawala dan selama dunia dikelilingi 4 samudra, selama dunia dipenuhi hawa, selama itu pula akan ada kepercayaan terhadap kehadiran Rsi Agastya.
"Coba kita identifikasi arca Rsi Agastya in." ajak Fais.
"Sang rsi adalah seorang manusia suci, makanya dia hanya memiliki 2 tangan. Tangannya 1 nya memegang genitri dan yang satunya memegang kendi." kataku.
"Aku tau ciri yang membuat bahwa Agastya adalah pemuja Siwa, karena dia memiliki tri sula." kata Ivan sambil tersenyum kegirangan.
Genitri melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan pernah putus dan terus berputar mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan kendi sebagai tempat untuk meletakan air atau tirta, maksudnya adalah ilmu pengetahuan itu harus diajarkan dan diresapi dengan jiwa yang jernih dan mengalir, agar tidak salah dalam menerapkan ilmu tersebut.
"Oke, sekarang kita turun yuk, lanjut ke bilik sebelah barat." ajak Fais.
Kami kemudian turun dan sebelum turun, tak lupa ku ucapkan salam perpisahan kepada sang rsi.
'Aku pamit dulu ya rsi' kataku dalam hati.
Aku kemudian turun dan menyusul mereka bertiga. Tetapi dalam perjalanan turun ku berpapasan lagi dengan lelaki yang waktu itu ku jumpai di bilik Siwa. Dia hanya tersenyum dan terus melangkah naik ke bilik Agastya.
__ADS_1
'Aku harus bertanya siapa dia.' batinku. Aku kemudian naik dan ternyata di dalam bilik Agastya nggak ada lelaki yang tadi berpapasan.
'perasaan tadi aku berpapasan deh, kok di atas nggak ada ya.' Aku semakin binggung dan hanya menggelengkan kepala kemudian aku langsung ke bilik timur.
"Eh, sorry guys aku terlambat." kataku.
"Nggak papa kok, toh masih antri." kata Ivan.
Kami kemudian bersiap ke bilik barat dan .........
*
**Episode kali ini cukup dulu ya. Maafkan citralekha ya, yang baru update. Seharian ini citralekha agak nggak enak badan jadi tiduran dan baru bangun trus langsung ngetik deh.
Makasih ya sudah setia menjadi readernya dan mohon masukannya. Semoga pengetahuan ini bisa menambah ilmu bagi teman - teman yang juga membacanya.
dalam bagian ini sedikit ilmiah ya gais ... baru kepikiran untuk menjelaskan yang berdasarkan data ilmiah disertakan dgn catatan kaki**.
*
Glosarium
Jambu Dwipa adalah nama lain dari daratan India.
Moksa adalah tujuan terakhir dalam kepercayaan Agama Hindu.
Note :
Konversi tahun saka ke masehi selisih 78 tahun. Jadi 1 tahun saka \= 78 tahun masehi. Pertanggalan ini dinyatakan oleh Raja Kaniska di India dan diadopsi oleh masyarakat Jawa Kuna dalam membuat pertanggalan.
__ADS_1