Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Prasasti Siwa Grha


__ADS_3

*Sebelum membaca jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya.


kasih rate bintang 5 juga boleh


kasih koin juga boleh hlo.


biar aku semangat dalam update ...


bahasanya agak berat sedikit gpp ya, ini adalah bekal untuk teman - dalam mengenali sejarah dan monumental bangsa ini.


Happy Reading.


.


---


"Dimulai dari aku, ya." kataku membuka perkataan agar Fais mau menjelaskan tentang isi Prasasti Siwa Grha.


Semuanya kemudian mengangguk setuju.


"Prasastinya menggunakan bahasa dan tulisan apa?" tanyaku.


"Dewanagari dan Sanskerta, kah?" sahut Dika yang mendahului perkataan yang akan keluar dari mulut Fais.


Fais kemudian tertawa dan menggelengkan kepala. Aku dan Ivan kemudian tertawa, karena merasa bahwa Dika sangat sok tau.


"Ah kamu Dik, salah kan. Udah jangan jawab kalau nggak tau, tanya saja ke Mas Fais." kataku yang protes dengan kelakuan Dika yang sok tau.


"Maaf - maaf, oke aku akan bertanya saja." Dika agak cemberut dengan perkataanku.


Fais kemudian melerai kami.


"Sudah ya anak manis. Kakak akan jawab, jadi bahasa dan huruf yang digunakan dalam Prasasti Siwa Grha ialah Jawa Kuna. Aksara itu berkembang setelah adanya aksara Palawa, sedangkan untuk bahasanya juga menggunakan Bahasa Jawa Kawi (kuna)." terang Fais.


"Apa prasastinya berbentuk sloka per bagian ada 4 baris?" Dika mulai membayangkan kalau isi prasasti terdiri dari masing - masing 4 baris.


"Enggak, prasasti ini berbentuk kawya tulisan yang terdiri dari 29 baris. Tapi ada beberapa bagian yang tidak dapat dibaca karena aus dan ada beberapa kata yang belum bisa diartikan." kata Fais menerangkan tentang susunan prasasti itu.


"Apakah prasasti itu yang membuat Rakai Pikatan?" tanyaku.

__ADS_1


"Tidak, yang menulis prasasti namanya citralekha. sedangkan yang memerintahkan untuk membuat prasasti itu adalah Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala." Fais kemudian menyebutkan 1 nama yang asing bagiku.


"Dyah Lokapala? siapa dia? tanyaku penasaran.


"Apakah dia anak dari Rakai Pikatan?" tanya Dika menegaskan pertanyaanku.


"Betul, Lokapala adalah bungsu Rakai Pikatan." kata Fais.


"Mas ... bisa diceritakan tentang silsilah Rakai Dyah Lokapala?" tanyaku yang semakin penasaran dengan sejarah pada abad ke 9 itu. Aku berusaha menggali informasi tentang Rakai Pikatan. Dalam bayanganku, mungkin saja aku menemukan petunjuk tentang rakai yang akan menemui aku itu.


---


(Silsilah Rakai Kayuwangi)


Ada 1 Dinasti atau wangsa pada masa Mataram Kuna. Wangsa tersebut adalah Syailendra. Sedangkan Sanjaya adalah cucu dari Dapunta Hyang Syailendra. Jadi kabar adanya 2 dinasti pada Masa Mataram Kuna itu tidak benar. Semuanya berasal dari Syailendra.


Syailendra memiliki ayah yang bernama Santanu dan Brawati adalah ibunya. Sedangkan istrinya bernama Sampula. Kemungkinan Syalendra memiliki anak yang bernama Sanna dan Sanaha. Raja Sanna kemudian memiliki putra yang bernama Sanjaya.


Sanjaya kemudian memiliki anak yang bernama Panangkaran (permata Dinasti Syailendra yang dapat membunuh musuh - musuhnya dengan gagah berani). Panangkaran kemudian pindah agama dari Siwa menjadi Budha, karena kematian ayahnya dan kecewa terhadap agama Siwa.


Panangkaran memiliki anak bernama Samaratunggu yang menikah dengan Dewi Tara (putri Raja Dharmasetu dari Sriwijaya). Dari pernikahan itu lahirlah dua anak yaitu Dyah Pramodhawarddhani dan Balaputradewa.


.---


"Sebentar, jangan - jangan Pikatan dan nantinya akan menikah dengan Pramodhawarddhani?" tanyaku.


"Iya betul, mereka akan dinikahkan agar tidak terjadi pertumpahan darah." jelas Fais.


"Jadi kalau begitu, mereka menikah dengan ikatan saudara misan?" tanya Ivan untuk menegaskan hubungan darah antara Pikatan dan Pramodawarddhani.


"Kenapa mereka berperang?" tanyaku


"Karena tahta, perebutan tahta Istana Medang." kata Fais.


"Bisa dijelaskan tentang cerita ini, mas?" tanyaku semakin penasaran.


---


(Pernikahan politik)

__ADS_1


Samaratungga kemudia menjadi raja menggantikan Rakai Panangkaran. Akan tetapi sebelum itu disebutkan nama Rakai Garung. Kemungkinan Rakai Patapan pu Palar adalah putra dari Rakai Garung. Kemungkinan Samaratungga merebut tahta dari Rakai Garung. Pu Patapan kemudian berusaha merebut tahtanya lagi (dia merasa juga berhak atas tahta Medang).


Pu Palar bersama anaknya Pikatan kemudian menyerang Samaratungga. Akan tetapi kekuatan musuh (Pikatan) lebih hebat dari Samaratungga. Sehingga Samaratungga mengadakan jalur politik untuk menikahkan putrinya Pramodhawarddhani dengan Pikatan. Pikatan kemudian diangkat menjadi raja di Medang.


---


"Jadi, Pramodhawarddhani menikah dengan Pikatan agar tidak terjadi peperangan lagi?" tanyaku


"Harta, tahta, wanita?" kata Ivan yang kemudian kami tertawa bersama.


"Bisa dijelaskan setelah pernikahan itu apa yang terjadi mas berdasarkan info dari prasasti itu?" tanya Dika yang semakin membuat Fais tersenyum mendengar berbagai hal pertanyaan itu.


"Gimana kalau kita sambil jalan keluar. Aku akan jelaskan ke kalian tentang kehidupan rumah tangga mereka." ajak Fais, nampaknya Fais ingin mengajak kami menuju museum.


Kami kemudian setuju untuk keluar dari halaman utama Candi Prambanan.


"Eh gimana mas tadi ceritanya?" tanyaku


"Masih mau dengar?" goda Fais yang membuat ak menjadi cemberut.


"Iyalah." kataku sambil manyun.


*


cerita kali ini cukup ya teman - teman.


dilanjutkan besok lagi.


maaf ya jadi digantung gitu tentang kehidupan Pikatan dan Pramodhawarddani.


semoga suka ya membaca kisah sejarah ini.


kalian pasti menunggu sosok satria kan?


sabar ya ...


see you besok.


with love

__ADS_1


Citralekha


__ADS_2