Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Perebutan Pusaka Mahkota Dewa


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


***


Sang Ratu nampak bimbang, sisi lain aku sebagai neneknya membutuhkan buah itu. Tapi di sisi lain dia juga harus memperhatikan keselamatan kerajaan dan rakyatnya.


"Ini sungguh pilihan yang sulit" kata Ratu Premoni.


Aku tahu, Ratu Premoni sedang bimbang. Dia sulit melepas pusaka itu. Sebab pusaka mahkota dewa adalah prabawa kerajaan Krendhawahana. Tapi dia juga harus menghormatiku sebagai nini hajinya.


"Nini Haji, mohon ampun apa yang harus saya lakukan?" tanya Ratu Premoni.


"Ratu Premoni, kau tak perlu khawatir. Mahkota Dewa akan ditukar dengan pusaka yang serupa." kata Kencana.


"Pusaka yang serupa? Apa kah itu benar pangeran?" tanya Ratu Premoni.


Dia lalu melirik padaku, tentu saja aku tersenyum. Meskipun aku bingung. Pusaka apa yang akan ditukar dengan Mahkota Dewa.


"Putri Nararia tukar lah Mahkota Dewa dengan pusaka Kembang Kantil. Prabawa nya akan sama bahkan lebih besar." kata Kencana.


"Pusaka Kembang Kantil?" tanyaku


Aku jujur sangat bingung, apakah aku mempunyai pusaka itu.


"Tapi aku tidak memiliki pusaka itu." kataku


"Ada putri, pusaka Kembang Kantil masih disimpan di balai pusaka kerajaan." kata Satria.


"Lalu bagaimana caranya mengambil?" tanyaku


Prasta lalu mendekatiku dan dia mengulurkan tangan kanannya. Dia menutup mata dan tak lama kemudian, telapak tangan Prasta muncul pusaka Kembang Kantil. Pusaka berupa bunga kantil yang terbuat dari emas.


"Sungguh pusaka yang indah" kataku


Ini baru kali pertama, aku melihat pusaka itu. Sinarnya sangat kemilauan.


"Ini adalah pusaka Kembang Kantil, Nara. Ambillah dan tukar dengan Mahkota Dewa." kata Prasta.


Aku lalu menganggukan kepala dan berjalan mengambil Kembang Kantil. Lalu aku berjalan menuju Ratu Premoni.


"Apakah kau bersedia menukarnya dengan Mahkota Dewa?" tanyaku


Ratu Premoni lalu melirik kepada sesepuh kerajaan Krendhawahana. Mereka lalu menganggukan kepala. Ya sebagai tanda kalau mereka setuju. Ratu Premoni lalu tersenyum dan memanggil pusaka Mahkota Dewa.


Tak lama kemudian, Pusaka itu ada di tangannya. Ternyata berupa buah berwarna merah. Buah itu bersinar terang.


"Itu kah Mahkota Dewa?" tanyaku


"Betul Nini Haji, terimalah pusaka Mahkota Dewa ini." kata Ratu Premoni.


Aku lalu menerima pusaka itu dan memberikan Kembang Kantil. Seketika itu, kembang kantil berputar dan membuat istana Krendhawahana harum semerbak kantil.


Melihat keajaiban itu, Ratu Premoni dan segala prajurit nya sangat bahagia.


"Terimaaksih Nini Haji, beruntung sekali kerajaan Krendhawahana memiliki pusaka Kembang Kantil." kata Ratu Premoni.


"Ratu Premoni ada 1 lagi, mulai sekarang kerajaan Krendhawahana harus tunduk pada kekuasaan Medang." kata Satria.


"Baik pangeran, kami akan membantu sekuat kami jika dibutuhkan suatu saat nanti. Terlebih, ikatan darah Krendhawahana dengan Medang adalah cucu. Sehingga kami akan sangat menghormati nini hajim" kata Ratu Premoni.

__ADS_1


Setelah acara tukar menukar pusaka. Kami pun lalu pamit pulang. Sebelumnya, aku memeluk Ratu Premoni.


"Terimaaksih Nini Haji, jagalah diri nini baik-baik. Jika sempat jangan lupa mampir ke istana lagi, nini." kata Ratu Premoni.


*


Jerman


Ivan sudah memasang wajah merah. Pasalnya dia tidak menjumpai Dika. Lagi-lagi dia harus ditinggalkan. Tak berapa lama Dikadiraksa muncul bersama Senopati Dandaka. Tapi wajah Dika, menunjukan rasa kesal dan marah.


"Dika kamu kenapa?" tanya Ivan.


"Ini semua karena Satria, dia terlalu menyebalkan." kata Dika


Senopati Dandaka pun tersenyum melihat tingkah lucu Dika. Tapi senyum itu segera hilang ketika dia melihat sebuah gambaran.


"Pangeran hentikan kekesalanmu. Kita harus membantu Putri Nararia. Mereka sedang diserang oleh pasukan kegelapan."


"Apa?? Pasukan kegelapan??" tanya Dika.


Senopati hanya menganggukan kepala.


"Kalau begitu aku ikut bersama mu, senopati." kata Ivan.


"Kita akan pergi sama-sama, Senopati ayo segera kita berangkat." ajak Dika.


Ivan dan Dika lalu memegang lengan Senopati Dandaka. Seketika itu tubuh mereka langsung menghilang.


*


Kami melayang di atas awan. Tapi tiba-tiba awan biru berubah menjadi awan gelap. Sebelum sampai ke apartemen.


"Sepertinya kita akan kedatangan tamu" kata Kencana


"Mereka pasti mengincar pusaka Mahkota Dewa." kata Satria.


"Putri dan Kau Satria, segeralah pulang ke apartemen. Biar aku dan pangeran Kencana yang menghadang mereka." kata Prasta


"Serahkan Pusaka Mahkota Dewa itu" teriak Aura.


"Jangan harap! minggir kau Aura." kata Prasta.


"Pangeranku jangan galak-galak seperti itu. Apakah tidak ada rasa cinta di hatimu untukku?" tanya Aura.


"Mimpi pun aku tidak mau bersamamu!" kata Prasta.


Mendengar perkataan Prasta, Aura pun langsung murka. Dia mengerahkan prajurit untuk menyerang mereka. Prasta langsung maju dan memanggil pasukan tak kasat mata nya. Sedangkan Aura kini berhadapan dengan Prasta.


"Putri, segeralah ke apartemen. Serahkan aku dan Prasta untuk di sini." kata Kencana.


"Ayo putri kita kembali ke apartemen" ajak Satria.


*


Beberapa saat kemudian mereka sampai di awan gelap. Ternyata tempat pertarungan itu telah diberikan mantra. Sehingga mereka bertiga susah masuk ke dalam.


"Senopati mantra ini sangat kuat." kata Adhiraksa.


"Benar ini adalah mantra pagar kegelapan. Meskipun tenaga kita digabungkan sepertinya kita tidak bisa menghancurkan dinding gelap ini." kata Senopati.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ivan.


"Tentu saja menghajar mereka." kata Dika.


Pasukan kegelapan kemudian datang menyerang mereka berempat. Tapi Dika sudah berpengalaman menghabisi prajurit kegelapan. Sehingga dia memerintahkan kepada Senopati dan Ivan untuk diam.


"Jangan bunuh mereka, setiap mereka mati maka akan muncul 5 prajurit lagi." kata Adhiraksa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ivan.

__ADS_1


"Cari cara untuk menghancurkan dinding gelap itu. Aku akan mengeluarkan Prajurit Padma Locana untuk menghabisi mereka." kata Dikadiraksa.


Ivan dan Senopati lalu mencari cara agar mereka visa menghancurkan dinding gelap. Sementara Dikadiraksa sudah mengeluarkan Padma Locana. Ternyata kehadiran mereka telah diprediksi oleh raja kegelapan. Tentu saja, raja kegelapan berusaha menghadang Dikadiraksa ikut campur dalam perebutan Pusaka Mahkota Dewa.


Raja tahu, bahwa prajurit nya akan musnah dengan pusaka pedang padma buana dan panah pancaroba. Sehingga dia membuat Dikadiraksa sibuk. Sementara, Raja akan menghadangku. Sedangkan prajurit nya dikerahkan untuk menghabisi Kencana, Satria, dan Prasta.


Kini prajurit Candrabhairawa dan Padma Locana bertemu. Mereka pun bertarung sama lain. Hanya prajurit ini lah yang mampu melukai prajurit kegelapan.


"Senopati, kita coba gabungkan kekuatan kita untuk menembus benteng ini" kata Dika.


"Benar, aku melihat pangeran Kencana kewalahan melukai mereka." kata Senopati.


"Lihat!! Nararia di sana!" tunjuk Adhiraksa


*


Ketika aku dan Satria hendak pergi. Patih kegelapan lalu menghadang ku.


"Mau kemana kalian?" tanya Patih.


"Putri, segera pergi selamatkan Retno. Biar aku yang menghadapi patih." kata Satria.


Aku pun lalu menganggukan kepala dan ingin pergi. Tapi raja kegelapan pun menghadangku.


"Putri Mahkota, hahahaha ... mau kabur kemana kau?" tanya Raja Kegelapan.


"Raja Kegelapan, senang sekali bisa bertemu denganmu." kataku sambil tersenyum.


Pertempuran kali ini bakalan seru. Lawan yang setara. Entah apa keistimewaan pusaka Mahkota Dewa. Selain menyembuhkan Retno, apa keistimewaannya.


*


Istana Krendhawahana


Sepeninggalnya kami, istana ini sangat bersuka cita. Soalnya mereka mendapatkan pusaka yang lebih kuat. Tapi kesenangan mereka segera pupus. Ada seorang prajurit yang melapor kepada Ratu Premoni.


"Ada apa?" tanya Ratu Premoni.


"Maaf Ratu, kalau rombongan Nini Haji Nararia sedang dihadang oleh pasukan kegelapan." kata seorang prajurit.


"Segera tampilkan, manik intan." perintah Ratu Premoni.


Manik intan adalah pusaka atau cctv yang dimiliki oleh istana Krendhawahana. Gambaran yang ditampilkan sama persis dengan apa yang sedang terjadi.


"Apakah kita perlu membantu, Ratu?" tanya Senopati.


"Belum saatnya, kita lihat saja bagaimana kehebatan leluhurku melawan pasukan kegelapan." kata Premoni.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next:


Apa pasukan Nara akan menang? sementara itu ada raja kegelapan. Hanya Pramodha dan Pikatan lah yang bisa membunuh raja kegelapan.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.

__ADS_1


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2