Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Tamu dari Jerman


__ADS_3

Haaai ...


Lembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Aku lalu tersenyum, karena Adhir terlihat sangat lucu. Persis ketika aku datang ke Medang. Aku melihat barang - barang mereka sangat unik dan antik.


"Adhir, besok di lab ku akan ada tamu dari Jerman. Kamu mau ikut aku ke kampus nggak?" tanyaku


"Kalau kamu ngajak aku pasti ikut." katanya lagi.


Aku lalu meminta kepada Adhiraksa untuk kembali ke Prambanan. Aku ingin istirahat, seharian bekerja di lab fisika sebagai asisten dosen dan sekretaris lumayan melelahkan. Air panas yang disiapkan oleh mama segera aku pakai. Setelah mandi dan makan malam. Aku pun langsung istirahat.


*


Rutinitas pagi ku adalah olah raga pagi, mandi, sarapan, dan langsung berangkat ke Kampus. Jarak antara rumah dan kampus lumayan jauh sekitar 30 km. Jika ditempuh dengan naik motor butuh sekitar waktu 1 jam.


Sebagai seorang sekretaris dan asisten dosen. Aku mempunyai kunci untuk masuk ke lab. Aku masuk dan segera membereskan meja serta menyiapkan segala sesuatunya. Pak Gede adalah dosen yang aku asisteni. Beliau sangat tegas, cerdas (iyalah kalau enggak cerdas, nggak mungkin jadi dosen di UGM). Beliau juga terkenal ngeyel dan keras kepala.


Pagi ini semua orang di lab sangat sibuk. Istri pak Gede, namanya Bu Nyoman meminta aku untuk menyiapkan di lab. Karena mereka akan menjemput para tamu. Rombongan itu pertama kali akan disambut di fakultas oleh Dekan dan jajarannya. Tidak perlu tanya ya persiapan di dekanat sudah disiapkan dengan baik.


"Pagi mbak Hegi, bagaimana persiapan nya. Ada yang perlu di bantu?" tanyaku


"Pagi mbak Rara, sudah semua kok. Tinggal tunggu Pak Gede hadir bersama tamu. Maka semuanya beres." jawab Mbak Hegi.


Mbak Hegi adalah sekretaris di dekanat FMIPA UGM. Beliau orangnya sangat ramah dan baik hati. Aku mudah akrab dengannya. Aku juga melihat ada kudapan pagi yang menggugah selera.


"Laper, Mbak?" tanya Mas Candra, sekretaris dekan yang cowok


"Hok o, ngerti saja deh mas, hahahq" kataku


Kami kemudian tertawa bersama dan tak lama kemudian, tamu nya datang. Tamu yang datang ada 4 orang (semuanya bule). Namanya adalah Prof. Dr. Uwe Ewert, Dr. Jhosua Arlon, Dr. Petter Luxemburg. Mereka menggunakan Bahasa Inggris dan sesekali dengan Bahasa Jerman.


"Mas Arya, tadi ikut ke gedung pusat?" tanyaku


Mas Arya adalah asisten peneliti yang membantu proyek penelitian Pak Gede.

__ADS_1


"Iya, tadi di sana lancar. Oh iya, gimana di lab sudah beres?" tanya Mas Arya.


"Beres, yaudah kamu di sini ya. Aku mau kembali ke lab." kataku


"Bareng, aku juga mau menyiapkan alat yang akan kita tunjukan ke peneliti itu." katanya


Kami berdua lalu kembali ke lab. Kebetulan gedung dekan dengan lab hanya seberangan. Di dalam lab, ternyata sudah ada banyak orang yang aku minta untuk ikut menyambut. Mereka adalah para asisten peneliti.


*


Tamu menuju ke lab Fisika. Kami sudah bersiap untuk menyambut kehadiran para tamu itu. Pak Gede dan Mas Arya menjelaskan tentang cara kerja sistem yang ada di lab kami.


Kebetulan lab kami bergerak di bidang X - Rays. Bermain dengan hembusan radiasi yang dapat membahayakan tubuh. Tapi tatkala akan menghidupkan sistem sudah disesuaikan dengan ruangan. Sehingga tingkat radiasinya lumayan rendah. Sekitar 60 kwh, jika ingin melakukan rongent di Rumah Sakit. Tingkat radiasi yang dibutuhkan ialah 90 kwh. Jadi perbendaran radiasi di lab tidak masih di bawah standar.


Setiap hari kami selalu minum sari kacang hijau atau susu kedelai. Selain itu, di kulkas lab juga terdapat susu uht yang kami stok sebagai nutrisi. Setelah melihat sistem, tamu tersebut kemudian menuju Departemen Fisika. Prof Uwe Ewert akan memberikan kuliah umum pada mahasiswa Fisika.


Dr. Petter kemudian mendekati ke arahku. Dia mempertanyakan tentang departemen Fisika.


"Miss Rara, i know from Dr. Gede, if you not from departemen of Physics?" tanya nya


"Yes Sir, i am from departemen of Archaeology UGM. It so different from Physics." jawabku


"You know, we have laboratorium for study archaeology. You know that the artefact can restore by X - Rays. In Jerman, many Archaeologists join with us to research together." jelasnya


"Rara, we have one of the reseacher again." kata mr Petter.


"Who is he / she ?" tanyaku


"His name is Satria Dewangga. He is from Indonesia. His parents work at embbasy of Germany." kata Mr. Petter


Sontak hatiku langsung bergetar begitu mendengar nama Satria disebutkan.


"Where is Mr. Satria Dewangga?" tanyaku penuh selidik.


"He is still in Jakarta. He just went to jogja tomorrow. Miss Rara looks like you are interested with Mr. Satria. Btw he is still single and very handsome, heheeh." goda Mr. Petter


Dalam hati ku berpikir apakah dia adalah Satria ku. Suami di masa lalu dan akan menjadi suami di masa kini. Aku ingin bertanya banyak, tapi aku malu. Lalu aku undur diri dan membantu menyiapkan snack untuk mahasiswa.


Siang ini setelah kuliah umum. Pak Gede mengajak tim dari Jerman makan siang bersama. Resto West Lake adalah pilihan utama kami. Di sana banyak menu - menu seafood dan makanan tradisional.


Aku satu mobil dengan Mas Adi, Mas Arya, dan beberapa teman di lab. Aku lalu teringat dengan Adhiraksa. Aku lalu memegang liontin panca roba. Aku memejamkan mata dan memanggil nama nya.


"Adhiraksa hadir lah." batinku

__ADS_1


Tak lama kemudian pangeran Adhiraksa hadir. Dia langsung duduk di kursi belakang. Dia bersebelahan dengan Ida Bagus. Aku hanya tersenyum tatkala tahu kalau dia ada di belakang.


"Ngapain Ra lihat ke belakang? Kangen Gusde?" tanyanya


"Hahaha... memastikan kalau kamu enggak bakalan ketinggalan." kataku mencari alasan.


*


Kami sampai di resto dan segera makan menu yang sudah terlebih dahulu di pesan. Kami menikmati hidangan dengan lahap. Tamu dari Jerman terlihat sangat enjoy dengan makanan seafood.


"Mbak Rara, can you take us to the Prambanan temple tomorrow? tanya Bu Nyoman.


"Prof Ewert, i will tell you about my secretary. She is from departemen of Archaeology. So, she will be our guide to the temple." jelas Pak Gede.


"Wow amazing, an archaeologist becomes an assistant in the atomic and nucleus image physics laboratory." puji Prof Ewert.


"Professor earlier I explained about our collaborative research in Germany with archaeologists. I have also said that tomorrow Mr. Satria will be join the Prambanan temple." jelas Mr. Petter


Adhiraksa kemudian mendekatiku. Dia memastikan bahwa Mr. Petter menyebutkan nama Satria Dewangga.


"Putri, kamu dengar. Dia menyebutkan nama Satria Dewangga." kata Adhiraksa


"Emang Satria Dewangga itu Rakai ku?" batinku


Aku berkomunikasi dengan Adhiraksa menggunakan batin. Sehingga orang di sekitar tidak akan menganggap aku gila, hehehe.


"Aku juga nggak tahu sih kalau kita tidak menemuinya. Putri tanyakan, kapan dan dimana Satria berada." kata Adhiraksa tak sabaran


"Candi Prambanan besok siang." batinku


Adhiraksa pun kemudian menghilang. Entah apa yang dia ingin lakukan. Mungkin dia akan memberitahu kepada penghuni Prambanan. Kalau akan ada orang yang namanya Satria ke Prambanan.


Jujur aku ingin sekali bertemu dengan sosok Satria Dewangga. Aku sudah membayangkan pertemuan romantis. Serta Satria akan segera meminangku. Ya ampun aku ingin sekali menikah dengan Satria di abad ini.


***


Episode kali ini cukup ya. Terimakasih atas waktu nya.


Hayo Satria Dewangga itu siapa?


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2