
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Jujur sosok itu lah yang selama ini aku rindukan. Sudah lama aku tidak bertemu dengan dia. Setahu ku, dia sedang menjalankan pendidikan militer di Akademi Militer. Sehingga kita tidak pernah ketemu.
"Aku bantu berdiri" katanya
Aku langsung memeluk dia. Ya memeluknya serat mungkin. Aku sangat rindu dengan nya. Teman yang selalu ada saat aku butuhkan.
"Nara..." sahut Prasta dan Satria
"Kenapa Nara malah memeluk pemuda itu. Apa mereka saling kenal?" tanya Satria
"Entahlah ... ayo kita ke sana." kata Prasta
Mereka berdua lalu menghampiri diriku. Prasta pun lalu berdehem.
"Ehem ... Nara" sapa Prasta
Aku lalu melepaskan pelukan itu. Tapi mataku tak lepas dari mata indah nya. Kami pun saling senyum satu sama lain.
"Prasta, Satria kenalkan ini sahabat kecil ku. Namanya Dika, dia dulu cinta monyet ku. hahaha" kataku
"Sekarang?" tanya Prasta dan Satria
Aku hanya tersenyum.
"Dika, kamu sekarang sibuk apa?" tanyaku
"Aku mengabdi di .... " kata Dika terpotong karena dipanggil oleh seseorang lelaki yang sangat tegap, tampan, dan berwibawa.
"Ardhika" panggil nya
Aku dan Dika lalu menoleh ke sumber suara itu. Aku maish mengamati siapa lelaki itu. Dia pun lalu tersenyum.
"Nararia ... Apa kabar? Kamu lupa sama aku?" tanya nya
Aku ingat - ingat dia, sepertinya tidak asing. Dan ...
"Ivaan" kataku
"Iyaa" jawabnya
Kami pun lalu berpelukan bersama kembali. Ini hari yang sangat indah bagiku. Aku kembali ketemu dengan 2 lelaki masa kecilku.
"Nara ... dia siapa lagi?" tanya Satria
"Jangan bilang kalau lelaki ini juga cinta monyetmu?" sahut Prasta
"Ini cinta king kong ku," kataku sambil tersenyum
"Hai namaku Ivan" kata ivan sambil mengulurkan tangan
Mereka lalu kenalan satu sama lain. Kini kami ber lima. Ada aku dan 4 lelaki ganteng ku.
"Dika mau sembahyang?" tanyaku
"Iya tapi buahnya sudah jatuh. Tapi kita sembahyang trisandya muspa saja. Ayo kita sembahyang bareng. Lama kan kita tidak sembahyang bersama." kata Dika
Aku dan Dika lalu masuk ke pura. Demikian juga dengan Prasta dan Satria. Sedangkan Ivan menunggu di dan ti lan depan pura.
"Siapa yang akan memimpin sembahyang ini?" tanya lu
Mereka bertiga pun saling berebut. Tapi ternyata Jero Mangku menghampiri kami.
"Ingin Jero Mangku bantu?" tanya nya
"Boleh Jero, saya mau sama Jero saja. Dari pada sama mereka" sahutku
Aku pun lalu duduk di belakang Jero Mangku. Ternyata mereka ber 3 juga mengikuti dari belakang. Aku menoleh dan lalu tersenyum.
Sembahyang pun kami mulai. 30 menit kemudian kami menerima tirta. Serta mengucapkan terimakasih kepada beliau.
__ADS_1
"Dika kamu kenapa bisa ada di Bali?" tanyaku
"Aku dan Ivan lagi liburan. Sehingga kami memutuskan ke Bali." kata Dika
"Ah iya, Ivan ... ayo kita segera keluar. Aku tak mau meninggalkan dia." kataku
Kami lalu keluar bersama - sama. Tapi Prasta dan Satria masih di dalam pura.
"Muncul 2 orang lagi deh." kata Satria
"Aku akan mendapatkan Nararia" sahut Prasta kemudiandia menyusulku.
Ternyata Ivan sedang berbincang dengan pecalang yang ada di wantilan.
"Sudah selesai? ayo kita minum." ajak Ivan
Kami lalu menuju salah satu warung gang ada di di desa itu.
"Mau juice jambu mix wortel, juice alpukat, juice mangga ... dan mas nya mau minum apa?" tanya Ivan
"Juice jambu 2" kata Satria
Aku tak menyangka kalau Ivan masih mengingat apa minuman kesukaan kami.
"Van, Dik ... kalian kerja dimana? eh maksudku kalian tugas dimana?" tanyaku
Ivan dan Dika saling tatap satu sama lain. Kemudian saling tersenyum.
"Seingat ku kalian kan masuk ke Akademi Militer? Seharusnya kalian sudah lulus dan sudah tugas. Terus pangkat kalian Letnan Dua, kan?" tanyaku
Dika hanya tersenyum dan kemudian melirik pada Ivan. Tapi ketika Dika hendak ke toilet. Dia menjatuhkan gantungan kunci nya. Prasta pun memungutnya. Dia juga secara tidak sengaja membaca apa tulisan dan lambang yang ada di ganci.
Betapa kagetnya Prasta ketika mengetahui tentang gantungan itu. Dika lalu mengambil miliknya.
"Punya saya, ke toilet bentar ya" kata Dika
"Ivan maaf boleh aku tanya?" tanya Prasta
"Iya, boleh" kata Ivan.
"Apakah kalian berasal dari satuan Gultor 81?" tanya Prasta
Ivan hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Ketika mengetahui hal itu, Satria juga terkejut.
"Kalian juga para peneliti yang hebat." puji Ivan
Tak lama kemudian Dika kembali.
"Ada yang seru ni sepertinya" kata Dika
"Dik, Van ... jadi kalian tugas di Sat Gultor 81?" tanyaku
Dika hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Aku poun semakin bangga dengan mereka ber dua. Meskipun aku tidak mengetahui apa itu Sat Gultor 81. Tentu saja jiwa penasaranku muncul.
"Dik, apa itu Sat Gultor 81?" tanyaku
"Itu adalah pasukan khusus nya Kopassus. Kamu tahu Kopassus?" tanya Satria dengan semangat menjelaskannya.
"Ya, Komando Pasukan Khusus milik TNI AD. Markas nya kan di Sukoharjo, Jawa Tengah." kataku
"Ya, itu grup - 2, sedangkan kami bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur." sahut Ivan.
Pada 30 Juni 1982, dibentuklah Satuan Anti Teror Detasemen 81 Kopassandha (Den-81) Kopassandha, melalui surat keputusan nomor: SKEP/ 4 / VI / 1982 Tanggal 30 Juni 1982 yang merupakan Satuan Anti Teror pertama di Indonesia, dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto .
"Pak Prabowo yang pernah jadi cawapres?" tanyaku
"Ya betul, jasa beliau dalam pembentukan Sat Gultor memang hebat." sahut Ivan.
Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Tidak seperti satuan lain yang selalu mengekspos kegiatan mereka, visi dan misi Satuan-81 adalah untuk "tidak diketahui, tidak terdengar dan tidak terlihat".
"Jerman juga memiliki pasukan khusus semacam kalian." sahut Satria
"Ya benar, kami berencana ke Jerman tahun ini. Kebetulan kami berdua yang berangkat ikut latihan di sana." kata Ivan.
"Pasukan khusus Jerman apa namanya?" tanyaku
"Penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman" sahut Prasta.
Aku pun semakin tertarik dengan pekerjaan yang sedang diemban oleh Ivan dan Dika. Ternyata mereka menjadi prajurit pilih tanding Indonesia.
"Oh iya, apa kalian tahu bagaimana sejarah berdirinya Sat Gultor 81?" tanyaku
__ADS_1
*(Penjelasan Ivan)
Diawali tentang analisis intelijen jaringan Internasional pada tahun 1970/1980 yang semakin meningkat. Tahun 1970 Kepala Pusat Intelijen Strategis perintahkan melaksanakan studi banding ke Satuan Anti Teror lain di KCT (Belanda), SAS (Inggris), GSG-9 / Grenzschutzgruppe 9 (Jerman Barat), US Special Force (Amerika Serikat).
Pada 28 Maret 1981 Telah terjadi pembajakan pesawat DC-9 GARUDA WOYLA di Bandara Don Muang,Bangkok,Thailand. Sesuai perintah MENHANKAM PANGAB Jenderal M Jusuf. Kopassus diperintahkan untuk melaksanakan Operasi Pembebasan Sandera di Pesawat terbang dan OPS BASRA berjalan sukses.
Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS), ABRI Letjen TNI LB Moerdani menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat Detasemen di lingkungan Kopassandha.
"Wah jadi tugas kalian sangat berat ya" kataku
"Ya, kita harus siap dengan segala tugas yang diberikan kepada kami." kata Ivan.
"Satuan kalian dibentuk karena sebuah insiden pembajakan pesawat. Seperti dijelaskan Ivan tadi. Sat 81 merupakan pasukan militer yang wajib diperhitungkan di mata dunia." sahut Satria
(Penjelasan Dika)
Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi menjadi Satuan 81 Kopassus.
"Selanjutnya bagaimana sejarah pergantian namanya? Setahu ku Sat 81 memiliki sejarah panjang." kata Satria
"Ya, jangan disela dulu ya, maaf.. akan saya jelaskan." kata Dika sopan.
*
Den-81 dimekarkan menjadi GRUP-5 / Anti Teror pada Kopassus periode 1995 - 2001, dan tanggal 6 Juni 2001 (KEP/ 12/ VI/ 2001) Terjadi perubahan organisasi dari GRUP-5/ Anti Teror Kopassus menjadi SAT-81 GULTOR KOPASSUS, dan kini menjadi Satuan 81 Kopassus.
"Satuan-81 adalah merupakan salah satu organisasi bersenjata yang paling progresif didunia. Satuan-81 adalah merupakan unit kedua di dunia (setelah GSG-9). Pemakai senapan serbu HK MP-5 dan produk Heckler & Koch lainnya. Selan itu, Satuan 81 juga adalah pelopor pemakaian PETN sebagai bahan peledak alternatif selain C-4 dan Semtek." sahut Prasta
Aku pun semakin bangga dengan para lelaki. Ternyata Ivan dan Dika adalah pasukan khusus kebanggan Indonesia. Selain itu, Prasta dan Satria juga mengetahui tentang pasukan khusus itu.
Pada saat kami sedang asyik ngobrol. Tiba - tiba kami mendengar sebuah seruan. Ya seruan dari mikropon yang memberi tahu, bahwa kelompok kami harus berkumpul.
"Dika, Ivan kalian ikut kami saja." ajakku
"Apa mobil kalian maish muat untuk kami berdua?" tanya Ivan
"Muat ayo, aku akan bilang ke Pak Gede." kataku
Kami berlima lalu kembali ke titik kumpul. Setelah itu aku juga meminta izin kepada tim. Setelah mendapatkan persetujuan. Kami lalu naik ke minibus.
Aku pun duduk bersebelahan dengan Dika. Dan sejajar dengan Ivan.
"Hmmm...Dika, mau kah kamu tukar tempat denganku?" tanya Satria
"Tidaaak, apa sih" kataku manyun.
"Udah duduk sini loe Sat" panggil Prasta
Satria pun akhirnya mengalah. Dia duduk di samping Prasta.
"Kita selanjutnya kemana?" tanya Satria
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya. Maaf ya telat update, lagi banyak deadline ni. (Ternyata pembaca setia masih ingat ya dengan Ivan dan Dika). Gimana mereka dimunculkan atau dihilangkan lagi?
next :
Kemana mereka akan piknik selanjutnya?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
With love
Citralekha
*
Ardika Pradnyawan
Lelaki lulusan Akademi Militer yang pernah menjadi cinta monyet Nara. Sekarang bertugas di Sat Gultor 81 Kopassus. Dia seorang perwira muda dengan pangkat Letnan Dua
Novian Mahendra
Dia adalah teman baik Nararia dan Ardika. Dia seorang Bintara dengan pangkat Sersan Dua. Lelaki yang tinggi tegap penuh karisma ini. Ternyata dia tidak bertugas di Sat 81 Kopassus. Tapi dia bertugas di Denbravo 90 (Pasukan Khusus milik TNI AU).
__ADS_1