Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Ara dan Ciki


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Ada kekuatan besar yang menyelimuti Dika dan Ivan. Tapi yang jelas, mereka ada di Jerman. Temukan mereka sampai dapat!!" perintahnya


"Aku sudah berusaha tapi nihil. Sekarang bantu kami menemukan mereka!" gertak Tamara.


Setelah itu pangeran kegelapan menghilang.


"Citra Aurora" panggil Tamara


"Kamu ih, panggil aku Aura saja. Biar readers nya enggak bingung." kata Aura.


"Baiklah, maafkan aku ya." kata Tamara sambil tersenyum.


Setelah itu Tamara dan Aura terus mengerahkan kekuatan untuk menemukan Dika dan Ivan. Mereka juga bingung, kenapa sampai informan mereka tidak bisa menemukan 2 sahabatku.


"Sebesar apa sih kekuatan orang yang melindungi Dika dan Ivan. Sampai tak terlihat dan tak dapat ditembus oleh Pangeran kegelapan." gumam Tamara.


"Entahlah,.. Tapi aku punya ide." kata Aura


Dalam hal strategi, jelas bahwa Aura lebih unggul dari Tamara. Aura pun bersungut - sungut, dia tahu dimana harus mencari Dika dan Ivan.


"Apa ide mu itu, Aura?" tanya Tamara


"Dika dan Ivan kan seorang pasukan khusus. Pasti mereka ada di markas pasukan khusus Jerman." kata Aura.


"Tapi ada beberapa pangkalan markas komando Jerman." kata Tamara.


"Kamu kok jadi lemot sih, suruh semua anak buah mu mencari di semua markas komando Jerman." bentak Aura


"Biasa dong jangan membentakku!!" kata Tamara


Akhirnya Aura mengalah dari Tamara. Aura juga minta maaf. Setelah itu Tamara memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan Dika dan Ivan di seluruh markas komando Jerman.


📞📞📞


"Aku tak mau tahu, cepat cari keberadaan Dika dan Ivan di semua markas komando." perintah Tamara


"Tapi tuan putri, itu akan sangat susah. Terlebih masuk ke pusat militer komando." kata bawahan Tamara


"Gunakan otakmu!!" bentak Tamara


"Baik tuan putri." jawabnya


Setelah itu, Tamara dan Aura pun meditasi. Mereka berharap bisa menemukan Ivan dan Dika melalui cara gaib. Dia tidak bisa menunggu sampai batas kapan pangeran kegelapan akan memberikan informasi.


"Kita akan meditasi dan mencoba membuka pelindung gaib Dika dan Ivan." kata Tamara.


"Ini pasti kelakuan si permaisuri sialan itu. Dia ternyata telah menebak rencana kita." kata Aura


"Tapi kita tidak boleh kalah dengan dia." kata Tamara.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam kamar khusus. Ya kamar yang mereka gunakan untuk bermeditasi.


*


Readers penasaran nggak dengan Ara dan Ciki?


Baiklah kalau penasaran, akan author kasih tempe ya.

__ADS_1


(Flash Back)


Indra Loka (Istana Dewa Indra) kedatangan Dewi Sakti. Masih ingat kan dengan Dewi Sakti siapa?


Itu lho, guru nya Nararia saat dia masuk ke abad 9. Seorang dewi yang sangat sakti. Ya karena itu lah dia sangat sakti. Sehingga dikenal dengan Dewi Sakti.


"Sembah hormat kami Dewi Sakti dan selamat datang di Indra Loka." kata Dewa Indra.


"Terimakasih Dewa Indra." kata Dewi Sakti.


"Ada hal penting apakah gerangan Dewi Sakti sampai di Indra Loka?" tanya Dewa Indra.


Dewi Sakti lalu tersenyum dan menjelaskan maksud kedatangannya. Dia pun menceritakan jika sukma Adhiraksa telah musnah bersama cupu jahanam akibat tebasan Pedang Sinar Surya.


"Lalu apa yang Dewi Sakti inginkan? apakah kita harus menghidupkan sukma Adhiraksa?" tanya Dewa Indra.


"Tidak dewa, kita tidak bisa menyalahi hukum alam." kata Dewi Sakti


"Lalu ada apa dewi? apakah Nararia dalam bahaya? Hamba sudah memberikan Pangeran Kencana dan Dewi Puspasari untuk melindunginya" tanya Dewa Indra


"Nararia memang telah terlindungi. Tapi 2 sahabatnya belum terlindungi dengan sempurna. Dia menjadi incaran musuh utama kerajaan Medang." kata Dewi Sakti


Dewa Indra lalu menutup mata nya. Setelah itu dia kembali membuka mata.


"Aku paham apa maksud dewi. Jika musuh utama tidak bekerjasama dengan raja kegelapan. Maka tentu saja Pramodhawarddhani dan Rakai Pikatan akan bisa mengalahkannya. Tapi raja kegelapan sangat sakti, bahkan dewa sekalipun sulit mengalahkannya." kata Dewa Indra.


"Untuk itu lah aku datang. Tidak ada kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, dewa. Raja kegelapan akan musnah dengan kekuatan cinta dari jiwa - jiwa murni. Kini yang menjadi sasaran utama musuh adalah 2 sahabat Nararia yang baru saja belajar bela diri. Sehingga mereka belum mempunyai cukup pengalaman." kata Dewi Sakti.


Pada waktu itu, Dewi Nilotama pun angkat bicara.


"Maaf Dewi Sakti dan Dewa Indra. Bukankah ada Senopati Dandaka yang bisa melindungi Dika dan Ivan?" tanya Dewi Nilotama.


"Benar dewi, lalu apa yang ditakutkan?" tanya Dewa Indra.


"Kekuatan senopati tidak akan mampu mengalahkan raja kegelapan. Ivan dan Dika adalah incaran raja kegelapan. Lihat, dengan menggunakan Dika. Adhiraksa bisa musnah. Sebenarnya yang menjadi target utama adalah Nararia. Raja kegelapan telah menemukan kelemahan Nararia. Untuk itu kita harus melindungi 2 sahabatnya itu." kata Dewi Sakti.


Dewa Indra pun sekarang paham dengan maksud kedatangan Dewi Sakti. Ya, mereka kemudian menyusun strategi untuk menyelamatkan dan melindungi Dika serta Ivan dari raja kegelapan. Dewi Sakti rasa, mereka belum seharusnya berhadapan dengan raja kegelapan.


Dewi Sakti tersenyum dan kemudian menutup mata. Tak lama kemudian muncullah 2 dewi perang yang sangat cantik tapi menakutkan. 2 Dewi tersebut merupakan perwujudan atau bentuk lain dari Dewi Sakti.


Melihat 2 wujud mahadasyat sang dewi. Semua penghuni Indraloka pun menyembah Pada nya.




"Dewi terimalah sembah kami." kata semua penghuni Indraloka.


Ya wujud lain dari kemarahan Dewi Sakti adalah Mahakali. Wujud yang sangat mengerikan dan menakutkan itu.


"Dewi, jika menggunakan wujud Mahadewi Kali. Apakah tidak akan membuat takut dunia, terutama Ivan dan Dika?" tanya Dewa Indra.


Dewi Sakti lalu tersenyum dan kemudian menoleh pada Mahadewi Kali. Setelah itu wujud Mahadewi Kali berubah menjadi 2 gadis kembar yang yang sangat cantik.



Melihat perubahan wujud itu. Membuat beberapa Apsara di Indraloka terpesona.


"Kalian berdua akan dikenal dengan nama Ara dan Ciki. Tugas kalian adalah melindungi Dika dan Ivan secara spiritual. Kalian hanya boleh menggunakan kekuatan jika raja kegelapan ikut campur." kata Dewi Sakti.


Ara dan Ciki kemudian mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Ara dan Ciki menghilang dan langsung turun ke dunia. Mereka akan menyambut kedatangan Ivan dan Dika. Ya mereka lah yang mengaburkan mata batik Tamara, Aura, dan Pangeran Kegelapan. Itu lah kenapa Dika dan Ivan tidak terlihat.


*


Indonesia.


Aku, Prasta, Satria, dan Mas Arya sedang menyelesaikan proyek yang bekerjasama dengan BATAN.


"Nara, perasaanku tidak enak dengan Dika dan Ivan." kata Prasta

__ADS_1


"Tenang saja, Dika kan sudah belajar ilmu spiritual." kataku


"Hah?? siapa gurunya??" tanya Prasta dan Dika secara bersamaan


"Aku" kataku


Mereka ber dua pun lalu tertawa cekikikan. Ya mereka masih meremehkan diriku. Karena di depan mereka berdua. Aku selalu terlihat lemah.


"Kenapa tertawa?" tanyaku sebal


"Kamu?? Kamu guru nya? yang benar saja. Kamu sama ulat saja takut kok mau jadi guru spiritual." ejek Satria.


"Tak percaya yaudah, trus mau kalian apa?" tanyaku


"Kami akan pulang ke Jerman. Kami akan melindungi Dika dan Ivan." kata Satria.


"Trus kalau kalian ke Jerman. Ini project gimana? trus kalau musuh kalian datang ke sini dan menyerang juga menculikku gimana?" tanyaku


Sekali lagi Satria menertawakan diriku.


"Hey,. Kamu ini siapa sampe - sampe musuh utama kami mau ngulik2 kamu? emang kamu putri mahkota?" tanya Satria.


Dalam hatiku berkata 'Emang aku putri mahkota, kok. Kalian saja yang tidak mengenalinya.'


"Lha buktinya kemarin aku diserang dan langsung masuk rumah sakit." kataku


Mendengar perkataanku, Prasta dan Satria pun saling melirik. Lalu mereka menjauhkan diri dari aku.


"Bener, apa yang dikatakan Nara. Musuh utama pasti akan menyerang orang terdekat kita." kata Satria


"Apa perlu kita bagi tugas?" usul Prasta


"Boleh ide yang bagus, kamu ke Jerman lindungi Dika dan Ivan. Sedangkan aku di sini melindungi Nararia." usul Satria.


"Nggak bisa, kamu yang ke Jerman. Aku yang di sini. Bukankah kamu yakin dan percaya kalau Tamara adalah putri mahkota. Kejar lah dia dan sadarkan dia." kata Prasta.


Satria pun menjadi terpikirkan kata dari Prasta. Di sisi lain dia ingin bersanding dengan 'reinkarnasi' putri mahkota. Tapi di sisi lain, hati kecilnya mengatakan jika Tamara bukanlah putri mahkota.


"Sat, kenapa kamu diam?" tanya Prasta.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kemanakah Satria akan menentukan pilihan?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk mulai besok pukul 15.00, akan ada novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


Oh iya, untuk memaksimalkan karya. Maka, akan ada switch ya.. 1 hari update novel kekasih dan 1 hari berikutnya update cinta Arkeolog.

__ADS_1


Semoga dapat membaca semua karya ku yah.


Terimakasih.


__ADS_2