Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Anugrah Adhiraksa


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


***


"Jangan menyalahkan Adhir, putri. Ini yang harus terjadi. Ini merupakan bagian dari karma mu." kata Puspa menenangkanku.


"Putri, tapi aku melakukan itu karena rasa sayangku padamu. Aku tidak rela kau disakiti oleh saudaraku." kata Adhir berusaha membela diri.


*


Masa lalu Adhir.


terjadi sekitar tahun 830an.


Saat itu, aku sudah menikah dengan Pikatan. Kami juga sebentar lagi akan dikaruniai anak. Aku hamil anak pertama. Menurut tabib kerajaan, anak ini adalah kembar. Jadi aku harus extra berhati- hati menjaganya. Anupali adalah penjaga ku beserta seorang ksatria bernama Anuraga. Meskipun aku memiliki banyak kesaktian. Tapi seorang wanita akan lemah jika sedang berbadan dua.


Pikatan dan Pasopati sedang dalam tugasnya ke kerajaan Utara Jawa. Ya, guna menghindari konflik kerajaan di Medang. Adhiraksa mewarisi kerajaan dari Ayah Patapan Pu Palar. Jadi mereka berdua mengunjungi Maharaja Adhiraksa.


Tapi ketika dalam kunjungan itu. Seorang wanita bernama Rakyan Pu Tamer. Dia bersama orang tua nya juga ke Kerajaan Utara Jawa. Hubungan kerajaan Tamer dan Adhiraksa lumayan baik. Kebetulan sedang ada perayaan ulang tahun Adhiraksa.


"Maaf pangeran saya tidak sengaja." kata Pu Tamer, yang menabrak Pikatan.


"Tidak tidak masalah, saya yang salah." kata Pikatan.


Mereka lalu saling membantu. Hingga akhirnya, Pikatan menyadari jika wanita itu.


"Kamu?" tanya Pikatan.


"Benar paduka, saya adalah Rakyan Pu Tamer. Paduka pernah menyelamatkan hidup saya." kata Pu Tamer.


Mereka berdua pun kemudian akrab. Oh iya, dalam perayaan seperti itu. Biasanya akan dilangsungkan lumayan lama. Sehingga ketidakhadiranku bersama Pikatan. Dimanfaatkan orang lain. Aku dilarang ikut, karena sebentar lagi aku akan melahirkan.


Singkat cerita ... ayah Pu Tamer melihat gelagat itu. Sehingga setelah ultah Adhiraksa. Raja kerajaan barat Jawa bertemu Pikatan.


"Maharaja Rakai Pikatan, mohon maaf. Saya mengamati beberapa hari ini. Hubungan raja dengan putri saya lumayan dekat." kata Raja Barat Jawa.


"Raja kau benar, kami sangat dekat. Putri mu sangat cantik dan manis." puji Pikatan.


"Apakah Maharaja tidak berniat mempersuntingnya? Maaf, seorang raja wajar kan memiliki istri lebih dari satu?" tanya Raja Barat Jawa.

__ADS_1


Mendengar saran dari ayah Pu Tamer. Membuat pertahanan Pikatan luluh. Dia pun meminta waktu kepada raja untuk berdiskusi dengan Adhiraksa dan Pasopati.


*


Dalam taman ksatria. Pikatan mengajak Pasopati dan Adhiraksa untuk diskusi. Mereka berdua menyangka kalau Pikatan akan membicarakan politik. Benar saja dugaan mereka. Pikatan ingin memperluas kekuasaan Medang ke sebelah barat.


"Kita akan memperluas tidak dengan cara perang." kata Pikatan.


"Lalu?" tanya Adhiraksa.


"Pernikahan, aku akan menikahi putri Barat Jawa, Rakyan Pu Tamer" kata Pikatan mantap


Bagaikan disambar petir di siang bolong. Adhiraksa dan Pasopati saling menatap.


"Apakah kamu sudah mempertimbangkan dengan matang? Bagaimana dengan perasaan Sanjiwani?" tanya Pasopati.


"So, dia pasti mengerti ... bahwa aku seorang Maharaja. Memiliki istri lebih dari satu adalah hal wajar. Kamu tenang saja, sampai kapanpun Sanjiwani akan menjadi permaisuri. Sedangkan Pu Tamer akan menjadi selir. Selain itu Sanjiwani akan melahirkan. Dia tidak akan bisa melayaniku seperti seorang istri. Ranjangku perlu dihangatkan." kata Pikatan yang sedang dimabuk cinta.


Mengetahui rencana Pikatan, membuat Adhiraksa geram. Bagaimana tidak... Meskipun hubungan mereka baik. Tapi Adhir masih mempunyai perasaan pada Sanjiwani. Meskipun Dia dan Pasopati telah membujuk Pikatan untuk tidak menduakanku. Tapi Pikatan sangat keras kepala. Sehingga pernikahan mereka berdua tidak dielakan.


*


Kamar Adhiraksa.


"Bagaimana mungkin Pikatan bisa menyakiti perasaan Sanjiwani? Kurang ajar kau Pikatan, Aku tidak rela kau melukai perasaan wanitaku. Kehidupan ini, aku mengalah pada mu agar tidak terjadi perang. Tapi jangan salahkan aku, kalau di kehidupan mu nanti. Kau lah yang akan mengejar cinta Sanjiwani.!" kata Adhiraksa.


Pada saat pernikahan itu terjadi. Adhiraksa mohon pamit. Dia menuju ke sebuah goa pertapan. Tentu saja dia ingin bertapa.


Adhiraksa pun lalu memuja Mahadewi Kali. Dewi penguasa kematian dan waktu. Selama 2 purnama dia melakukan tapa. Segala macam godaan telah dilaluinya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Mahadewi Kali.


"Pangeran, buka lah matamu. Aku sudah datang." kata Dewi Kali.


"Terimalah sembah hormat saya Mahadewi." kata Adhiraksa


"Aku terima, katakan anugrah apa yang kau minta dari tapa mu?" tanya Mahadewi.


Adhiraksa lalu tersenyum. Dia masih dalam posisi duduk sambil mencakupkan kedua tangannya.


"Dewi, kau pasti tahu bahwa saya sangat mencintai Sanjiwani. Saya berusaha ikhlas dia bersanding dengan saudara saya. Tapi sekarang ini saya tidak ikhlas jika dia diduakan oleh Pikatan. Izin kan hamba di masa depan untuk berjodoh dengannya Mahadewi. Hamba ingin menjaga dan selalu membuatnya bahagia." kata Adhiraksa.


Mahadewi dengan wujud yang luar biasa hebat. Dia datang dengan menaiki singa hutan. Tangannya ada 16, dengan membawa berbagai macam senjata sakti.


"Pangeran, Sanjiwani telah meminta anugrah kepadaku sebagai Dewi Sakti. Bahwa dia ingin berjodoh dengan Pikatan di masa kini, besok, dan yang akan datang. Tapi aku tidak akan mengecewakan pemujaku. Jika di masa depan, kamu bisa berjodoh dengan Sanjiwani. Hanya jika dia mencintai dan menyayangimu dengan tulus. Tapi jika dia tetap mencintai reinkarnasi Pikatan. Maka anugrah ini tidak berlaku. Tapi aku akan menganti dengan anugrah lain disaat kau sangat membutuhkan" kata Mahakali


"Terimakasih Mahadewi, tetapi jika Pikatan mengecewakan dia. Maka izinkan saya untuk memilikinya meskipun hanya sesaat" kata Adhiraksa.


"Baiklah... aku turuti, kamu akan menikah dengan dia sebelum dia benar - benar mencintai Pikatan dari dalam hati nya." kata Mahadewi Kali.


Setelah itu Mahadewi Kali menghilang dari hadapannya. Adhiraksa pun tersenyum dan kembali ke kerajaannya.

__ADS_1


"Putri Sanjiwani ... Aku tidak akan membiarkanmu terluka. Di masa depan, Pikatan yang akan terluka olehmu. Dia harus merasakan sakit hati sama seperti yang kau rasakan saat ini." kata Adhiraksa.


*


Kembali ke kami.


Setelah aku melihat kenyataan dan permintaan maaf dari Adhiraksa. Aku sadar dan tahu, bahwa di masa lalu. Pikatan menduakan aku di saat aku sedang hamil. Sungguh pada saat itu, aku pasti terluka. Sekarang pun aku juga terluka jika mengetahui hal itu.


"Adhiraksa... aku ucapkan terimakasih. Kamu sudah mau menjaga dan melindungiku." kataku


Aku memang sangat terluka saat ini. Terlebih, Prasta dan Satria selalu menyembunyikan identitas mereka. Hal itu lah yang membuat aku sebal. Kini Pu Tamer juga ikut reinkarnasi. Pasti Tamara tidak akan membiarkanku bersama Rakai.


Entah saat ini Rakai tetap setia padaku atau tidak. Entah pada saat mereka masih baik, apakah mereka .... ah sudahlah... Jika memang di kehidupan ini aku tidak berjodoh dengan dia. Aku pun tidak mengapa. Aku lalu melihat Adhiraksa. Pangeran yang aku kira jahat ternyata sangat setia dan peduli padaku.


"Adhir..." kataku


Aku pun langsung berhambur memeluk dia dalam raga Dika. Saat aku memeluk dan meneteskan air mata. Tiba - tiba keajaiban terjadi. Pada tubuh Dika bercahaya sangat menyilaukan mata. Aku pun langsung mundur beberapa meter.


"Puspa, Kencana apa yang terjadi?" tanyaku


"Ini adalah anugrah lain dari Mahadewi Kali, putri. Kau akan tahu" kata Kencana.


"Anugrah apa itu?" tanyaku


"Tunggulah beberapa saat putri." kata Puspa.


Senopati Dandaka dan Ivan pun bertanya - tanya tentang hal itu. Kenapa tubuh Dika tiba - tiba bercahaya.


Kira - kira 5 menit tubuh itu bercahaya. Tiba - tiba cahayanya mulai meredup dan menghilang. Saat itu, kami semua terpukau dengan apa yang kami lihat.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next:


Kira-kira apa yang terjadi pada tubuh Dika?


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".

__ADS_1


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2