Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Curiga


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Gandharwa itu pun terus mengawasi ke dua pemuda. Setiap gerakan serta serangan menjadi fokus utamanya.


"Pemuda itu sangat sakti ternyata" kata Senopati gandharwa.


"Betul, segera lumpuhkan mereka berdua." kata Raja gandharwa.


Senopati gandharwa berusaha keras melumpuhkan Satria dan Prasta. Tapi senopati salah, bahwa 2 ksatria itu bukanlah sembarang orang. Dengan mudah 2 ksatria itu bisa melumpuhkan senopati. Melihat senopatinya kalah, raja gandharwa lalu maju.


"Kurang ajar!!! akan aku lenyapkan kalian manusia" kata raja gandharwa.


"Hati - hati Sat, dia sangat sakti." kata Prasta


Mereka pun lalu melawan raja gandharwa. Pertarungan yang seimbang. Sang raja lalu memecah diri nya menjadi 2. Sehingga menjadi 1 lawan 1. Pada waktu itu pertarungan sangat seru.


"Kau ternyata lumayan sakti juga anak muda. Sebelum aku bunuh, perkenalkan dirimu terlebih dahulu." kata raja gandharwa.


"Hahaha ... jangan sombong sang raja. Aku mengaku salah karena telah mengusikmu. Tapi kenapa kau tidak menghiraukan aku?" tanya Prasta


"Aku akan mengampunimu kalau kamu mau menikah dengan anakku." kata raja gandharwa


Prasta pun semakin garang dalam melakukan penyerangan. Pada suatu kesempatan. Raja gandharwa lengah. Dia terkena pukulan sakti Prasta. Dia Pun terjerembab. Kesempatan emas, Prasta kemudian mengangkat tangan. Dari tangannya keluar kilatan petir. Mengetahui hal itu, raja gandharwa pun memohon ampun.


"Maaf tuan, ampuni saya. Saya mengaku kalah. Jangan musnahkan saya." kata raja gandharwa.


"Prasta hati - hati jangan sampai terperdaya dengan bujuk rayu nya. Kita tahu karakter para gandharwa itu." kata Satria memperingati


Prasta pun lalu kembali mengeluarkan rantai emas nya. Rantai itu lalu mengikat tubuh raja gandharwa.


"Sekarang aman dia Sat, dia tidak akan bisa berulah." kata Prasta


"Syukurlah kau masih bisa mengeluarkan pusaka itu." kata Satria.


"Sebenarnya kalian siapa?" tanya raja gandharwa


Satria dan Prasta pun kemudian saling melirik dan kemudian tersenyum.


"Raja gandharwa ... kami berdua adalah reinkarnasi dari pangeran kerajaan Medang." kata Satria


Saat itu raja gandharwa sangat terkejut. Dia pun lalu mohon ampun.


"Ampuni saya pangeran yang tidak bisa mengenali. Saya diberi tugas oleh Rahyangta Ri Medang untuk menjaga warisan budayanya di gunung ini. Hingga suatu saat nanti para cucu nya yang akan kembali. Berarti kedatangan pangeran ber dua ke sini tentu sudah digariskan. Petunjuk dari sang Rahyangta benar ada nya." kata raja gandharwa.


"Baiklah raja, kalau begitu terimakasih telah menjaga warisan dari keturunan kami. Sekarang izinkan kami kembali ke rumah kami." kata Prasta


"Baik pangeran" kata sang raja.


Prasta lalu melepaskan teratai emas yang mengikat tubuh gandharwa. Setelah itu, mereka berdua kembali.

__ADS_1


"Ini sudah ada 2 bulan. Apakah Nararia masih di rumah sakit ya?" tanya Prasta


"Kita tidak akan tahu kalau tidak memeriksa nya." kata Satria.


**


Klaten


Aku hari ini mengunjungi Candi Sambisari. Candi yang menurut para ahli didirikan oleh Rakai Garung. Ya, Rakai Garung atau dikenal juga dengan Sanggramawijaya. Beliau adalah ayah ku. Ya, aku nyaman di Candi Sambisari. Mungkin karena dulu nya dibangun ketika aku masih kecil. Aku memang tidak semua ingat dengan masa lalu ku. Ingatanku tentang abad ke - 9 hanya sedikit sekali.


"Selamat sore putri, kenapa kamu melamun?" tanya Puspa


"Hei... aku masih memikirkan tentang Adhiraksa dan teman - teman terdekatku, Pus." kataku


"Maafkan aku ya putri, aku tidak bisa melindungi pangeran Adhiraksa." kata Kencana lalu tertunduk


Aku pun lalu bangkit dari tempatku. Aku lalu mendekat ke arah Kencana. Aku sadar telah melukai perasaan Kencana. Seharusnya aku sudah mengikhlaskan dan tidak mengungkit hal itu. Adhiraksa pun juga telah ikhlas dia berkorban untuk kebahagiaanku. Artinya, aku harus bahagia, jika aku sedih Adhir pasti akan kecewa.


"Kencana, maafkan aku ya. Omonganku telang menyakitimu. Aku yang salah, maafkan aku." kataku sambil menunduk


"Putri apa yang kau lakukan. Justru aku yang ..." kata Kencana lalu aku potong.


"Sssstttt ... sudah, nggak usah dibahas lagi. Nanti malah membuat kita sedih. Gimana kalau kita mengajari Dika dan Ivan beladiri? jadi mereka setidaknya bisa melindungi diri mereka. Sehingga kalau musuhku menyerang mereka. Mereka bisa melawannya." usulku


Kami bertiga pun lalu berdiskusi tentang hal itu. Dika dan Ivan pun akan menjadi target incaran musuh. Untuk itu, kita harus memikirkan cara agar mereka bisa melindungi dirinya. Karena tidak mungkin aku bisa melindungi mereka jika nanti terjadi perang. Akhirnya setelah rundingan tersebut. Kami memiliki solusi.


"Aku akan segera panggil Senopati Dandaka" kata Kencana


"Terimakasih ya, kamu mau membantuku." kataku


"Sama - sama" kata Kencana


**


Malam ini adalah malam dimana terakhir kali untuk Dika dan Ivan. Mereka telah merampungkan pelatihan pertama.


"Selamat kepada pangeran berdua. Kalian sudah lulus tahap pertama latihan." kata Senopati


"Terimakasih senopati atas pelatihanmu. Kami sangat berhutang budi." kata Ivan


"Senopati Dandaka terimakasih atas pelatihannya. Untuk tahap selanjutnya, kami harus bagaimana?" tanya Dika


Senopati hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Dika.


"Kenapa kau tersenyum senopati?" tanya Dika


"Malam ini, kita kedatangan tamu yang luar biasa." kata Senopati.


"Siapa dia senopati?" tanya Ivan tak sabaran.


Pada waktu itu muncullah pangeran Kencana. Dia menampakan dirinya dihadapan Dika dan Ivan. Mereka tertegun begitu melihat penampilan Kencana. Mereka terpukau dengan rupa sang Kencana.


"Selamat datang pangeran Kencana." sapa senopati


"Terimakasih senopati" kata Kencana


"Perkenalkan beliau adalah pangeran Kencana. Beliau adalah penjaga putri Nararia." kata Senopati


"Selamat datang pangeran Kencana." kata Dika sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


"Terimakaish atas sambutan kalian. Saya ke sini karena diutus oleh putri Nararia. Jadi saya akan mengajari kalian untuk belajar tenaga dalam tingkat 2." kata Kencana


Dika dan Ivan pun sangat senang. Mereka tidak menyangka akan bisa belajar tenaga dalam. Tapi sebelum itu, Ivan bertanya kepada Kencana.


"Tuan Kencana, apakah Nararia sahabat kami itu orang penting? Kenapa dia sampai bisa dijaga oleh para dewa dewi yang sakti?" tanya Ivan


"Suatu saat kalian akan tahu siapa sebenarnya putri Nararia itu." kata Senopati


"Kalau begitu, besok malam kita akan mulai pelatihan tenaga dalam tingkat dua." kata Kencana lalu dia menghilang.


**


(Gunung dimana Satria dan Prasta).


Pada saat kedua pangeran itu mempertanyakan keadaanku. Senopati Dandaka muncul.


"Senopati" sapa ke dua pangeran


"Pangeran" kata Senopati Dandaka.


"Senopati, apa kamu membawa kabar dari rumah sakit?" tanya Satria


Senopati Dandaka lalu menjelaskan bahwa semua nya baik - baik saja. Tapi ada kabar buruk juga.


"Apa kabar buruknya?" tanya Satria


"Pangeran Adhiraksa telah musnah karena menggunakan Pedang Sinar Surya ketika menyelamatkan Dika. Itu semua dilakukan pangeran untuk putri mahkota." kata Senopati


Senopati nampaknya lupa, bahwa dia sebenarnya belum boleh memberitahu tentang identitas putri mahkota.


"Apa?? putri mahkota? siapa putri mahkotanya? apakah Nararia?" tanya Satria


Senopati pun baru menyadari dengan omongannya itu. Dia cepat - cepat meralat apa yang dia katakan.


"Tidak pangeran, maksudku tidak seperti itu. Aku bahkan tidak tahu siapa putri mahkota. Aku hanya mendengar dari Dewi Puspasari dan Pangeran Kencana. Sehingga aku mengabarkan kepada pangeran berdua." kata Senopati


"Kau berusaha menyembunyikan kebenaran dari kami senopati?" tanya Prasta.


"Kau pasti tahu siapa sebenarnya putri mahkota." desak Satria.


"Aku curiga jika putri mahkota itu adalah Nararia. Katakan senopati, kalau putri Nararia itu adalah putri mahkota." tanya Prasta yang sudah tidak sabaran.


Senopati pun akhirnya dilanda kebingungan. Bagaimana dia akan berkilah atas perkataannya yang tidak sengaja itu.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah senopati akan memberitahu yang sebenarnya?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2