
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Kencana lalu menceritakan kemana aku dibawa pergi. Lubang hitam penuh dendam.
"Kau tahu siapa yang membuat lubang hitam itu?" tanya Senopati
"Ya, aku tahu." kata Kencana
"Siapa?" tanya senopati dan Adhiraksa
"Selir raja." kata Puspa
Semua terperangah dengan perkataan Puspa. Mereka tidak menyangka bahwa selir raja akan melakukan hal itu.
"Selir raja?" tanya Adhiraksa memastikan
"Ya, dia sudah reinkarnasi. Dia terkena pengaruh oleh musuh utama raja." kata Kencana
"Apakah dia juga sudah reinkarnasi?" tanya senopati
"Semua kekacauan ini diakibatkan oleh musuh utama. Tidak ada banyak waktu. Kita harus menyelamatkan permaisuri. Ayo cepat masuk." ajak Puspa
Mereka lalu bersiap untuk pergi masuk dalam dunia maya. Tapi sebelum itu, Puspa memberikan usul.
"Kalian berangkatlah, aku akan di sini. Raga Nararia harus dijaga." kata Puspa
"Benar, aku takut lubang itu sebagai jebakan. Kalau begitu Senopati dan Adhiraksa masuklah. Aku dan Puspa akan menjaga badan kasar." usul Kencana
"Tidak Kencana, kamu pergilah bersama mereka. Lihatlah secara otomatis tubuh Nararia telah terlindungi. Bagaimana pun juga pancaroba akan melindungi." kata Puspa
Setelah melakukan pertimbangan. Akhirnya Puspa menjaga Raga ku. Kencana, Adhiraksa, dan Senopati Dandaka masuk ke dunia mayaku.
**
Aku tersedot dalam sebuah lubang hitam. Aku masuk ke sebuah dimensi yang entah dimana. Ketika aku sampai di sebuah tempat aku melihat seorang wanita. Ya seorang wanita yang nampak garang dan seram.
"Selamat datang permaisuri di dunia hitam penuh dendam." katanya menyapaku
"Siapa kau?" tanyaku
"Aku adalah alasan kematianmu. Kau akan aku kurung di dalam lubang hitam ini." katanya lagi.
Aku maish bingung dengan semua ini. Aku tidak mengenal wanita itu. Tapi kenapa dia ingin mengurungku.
"Apa salahku?" tanyaku
"Hahaha...kesalahanmu adalah kau permaisuri. Kau merebut semuanya dari ku. Seharusnya aku yang menjadi permaisuri. Tapi kau telah mengacaukan semuanya." katanya lagi
"Aku memang putri mahkota. Seharusnya aku memang menjadi permaisuri. Mataram itu adalah milik ayahku." kataku membela diri.
Mendengar omonganku, wanita itu langsung mengangkat tangannya. Tapi gerakan tangannya bisa aku baca. Sehingga aku bisa menghindar dari nya.
"Ternyata kau bukan wanita lemah. Benar apa kata tuan Walaing. Jika kau terlindungi. Sekarang ayo kita bertarung. Jika kau kalah, maka selama nya kau akan terkurung di sini. Sementara tuanku akan menempati raga mu sebagai diri mu." katanya
Aku semakin bingung dengan semua ini. Tuan pangeran, tuan nya dia. Sebenarnya apa yang terjadi. Apa yang terjadi dengan Mataram setelah aku kembali ke abad 21.
"Baiklah, aku tidak akan membiarkanmu juga pangeran yang kau sebut menang. Aku akan mempertahankan apa yang memang menjadi milikku." kataku
"Bersiap - siaplah untuk meninggalkan raga mu, permaisuri. Maafkan aku jika kau akan menyesal." katanya lagi.
Kami lalu bertempur, saling serang, saling tendang. Kami juga mengeluarkan kesaktian yang kami miliki. Tapi nampaknya makhluk itu kaget. Dia tidak menyangka jika aku memiliki kekuatan yang dasyat.
"Kau? dari mana kau mendapatkan kesaktian seperti itu?" tanyanya kaget
"Apa kau takut?" tanyaku
"Hiyaaaa, rasakan ini." katanya
__ADS_1
Pedang nya berhasil menggores lenganku. Darah pun mengucur.
"Hahahahha... lengan mulus mu tergores. Sakit ya? bersiap - siaplah leher mu yang akan putus." katanya
Aku lalu melirik pada lenganku itu. Tapi tak lama kemudian darah itu berhenti mengalir.
"Hei apa yang terjadi, kenapa luka nya langsung sembuh?" tanya nya heran.
"Aku sudah bilang pada mu. Bahwa aku adalah putri mahkota. Kau tidak bisa melukai diri ku." kataku
"Jangan sombong kau." katanya semakin beringas.
Dia lalu bersemadhi dan memanggil pasukannya. Ya pasukan dedemit yang sangat mengerikan dan sangat banyak. Pasukan itu sama seperti pasukan mayat hidup ketika aku terjebak di rumah hantu.
"Siapa sebenarnya dia, apa hubungannya dengan rumah hantu. Apakah peristiwa itu ada hubungannya dengan dia?" tanyaku
Melihatku kaget, dia seperti berada di atas angin. Dia sangat bangga dengan pasukannya.
"Hahaha..apakah kau mampu melawan pasukan setan ku?" tanya nya
"Hanya dengan perlindungan dewa lah aku akan mampu mengalahkannya" kataku
Aku tahu karakter setan itu. Setetes darah nya akan menjelma menjadi setan lainnya. Dia tidak bisa dilukai. Tapi dia bisa musnah dengan melukai bayangan nya. Lalu aku memegang liontin Pancaroba. Cahaya keluar dari sana. Sehingga membuatku melihat bayangan dengan jelas. Aku langsung menusuk setiap bayangan yang datang padaku.
Tapi tangan musuh utama ku terus diangkat. Sepertinya dia tidak terima jika pasukannya kalah. Dia juga melihat jika aku telah menemukan cara untuk mengalahkan pasukannya. Pasukan setan itu semakin banyak.
"Kalau begini cara nya, aku bisa kalah. Tidak ada jalan lain." kataku
Aku lalu bersemadhi di tengah kepungan para setan itu.
Seketika itu langit tempat kami bertarung berubah mencekam. Kilatan datang, petir menggelegar.
Tubuhku mengeluarkan sinar kuning. Pendaran cahaya itu lalu memusnahkan setan itu.
"Kurang ajar, kau berhasil mengalahkan pasukanku. Tapi jangan senang dulu, putri. Kau pasti akan mati dengan panah pengurung sukma ini." katanya
Dia lalu mengeluarkan sebuah panah berekor rantai. Menurut dia panah itu adalah pengurung sukma. Aku harus berhati - hati jika memang benar.
"Panah iblis" kataku
Dia langsung meluncurkan panah nya itu. Aku hanya bisa menutup mata. Tapi seketika itu aku juga mendengar suara dentuman.
duuuaaarr
Antar senjata beradu. Aku lalu membuka mata. Panah iblis itu musnah dengan sebuah tombak sakti. Aku langsung melihat musuh utama ku terkapar. Tak lupa aku juga melirik ke arah penolongku
"Senopati Dandaka" kataku
"Putri, maafkan kami jika terlambat." katanya sembari memberikanku hormat.
"Ini waktu yang tepat senopati. Lalu bagaimana kau bisa kemari?" tanyaku
"Hamba bersama pangeran Kencana dan Adhiraksa." katanya
Aku lalu tersenyum ke arah Kencana. Tapi aku tidak melihat Adhiraksa.
"Dimana Adhiraksa?" tanyaku
"Di sini putri." teriaknya.
Dia langsung mengikat iblis wanita itu dengan jerat jiwa miliknya. Kami lalu menuju Adhiraksa.
"Katakan pada ku, siapa yang menyuruhmu?" tanya Adhiraksa
"Sampai kapanpun tidak akan aku beritahu, hahaha" katanya
Meskipun berbagai pertanyaan dan ancaman kita lontarkan. Dia tetap tidak mau buka suara. Akhirnya senopati Dandaka yang bertindak.
"Pangeran Adhiraksa mundurlah" perintah senopati
Adhiraksa segera mundur dari wanita itu.
"Apa yang akan kau lakukan senopati?" tanya wanita itu.
Senopati lalu memanggil sebuah senjata yang bentuknya seperti cambuk.
"Kau tahu benda ini?" tanya senopati
__ADS_1
"Cambuk sakti Hutan Dandaka?" tanya wanita itu.
"Sekali cambukan maka sukma mu akan hancur. Kau tidak akan kembali lagi. Karena aku adalah senopati dan penguasa Hutan Dandaka." kata Senopati
Wanita itu lalu meraung dan meminta tolong untuk diampuni.
"Ampuni saya senopati, tolong lepaskan saya." katanya
"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu?" tanya Senopati.
"Nama hamba adalah Kalinyamat. Hamba diperintah oleh tuan selir untuk mengikat sukma permaisuri." kata Kalinyamat
"Lalu setelah itu?" tanya Adhiraksa
Kalinyamat lalu memandangi kami satu per satu. Dia lalu tertunduk dan menjelaskan semua nya
"Jika sukma permaisuri berhasil saya ikat di sini. Maka sukma tuan selir akan masuk dalam raga anda. Lalu dia akan bisa bersatu dengan pangeran Pikatan. Sekarang tuan selir sedang berusaha masuk ke badan kasar anda, permaisuri." kata Kalinyamat
"Berarti raga ku?" kataku panik
"Tenang putri, ada Puspa di sana." kata Kencana
"Sekarang kita apakan makhluk ini?" tanya Adhiraksa
"Kita kurung dia di sini. kita kurung di dunia hitam yang dia buat." kata Senopati
Kalinyamat lalu di kurung dalam dunia hitam yang dia buat. Kami pun lalu bergegas kembali dimana raga ku ada.
**
Rumah Sakit
Puspa merasakan bahwa sesuatu tidak beres akan segera terjadi di tempat ini.
"Aku merasakan aura jahat di sini." batin Puspa
Benar saja, tak lama kemudian cahaya hitam masuk ke kamar ku. Cahaya itu lalu berubah menjadi sosok wanita cantik tapi berhati jahat. Dia tidak tahu bahwa di ruang itu ada Puspa. Ya Puspa menggunakan ajian Halimunan.
"Raga permaisuri, hahaha... sebentar lagi aku lah yang akan menjadi permaisuri. Aku akan masuk ke dalam raga ini. Hahaha ... sukma nya tidak akan kembali. Kalinyamat pasti telah mengurungnya di dunia penuh dendam." kata wanita itu.
Betapa terkejutnya Puspa Setelah mengetahui rencana jahat d asri selir raja itu.
"Jadi ini rencana mu sebenarnya." batin Puspa yang maish belum menampakan diri.
Selir kemudian berusaha masuk ke dalam raga ku. Tapi dia terpental berkali - kali.
"Kurang ajar, ternyata raga ini terlindungi." kata selir
Dia lalu mengeluarkan kekuatannya untuk menghancurkan perlindungan itu. Tapi sia - sia, sebab tubuhku atau raga ku terdapat kalung pancaroba. Kalung pemberian Dewi Sakti yang dapat melindungiku dari kekuatan mistik.
Aku dan yang lainnya pun sampai di ruangan dimana raga ku berada.
"Hei siapa kau?" teriakku
Wanita itu kaget dan langsung berbalik badan melihatku. Betapa kaget nya aku ketika mengetahui bahwa sukma yang ada di ruang itu adalah wanita yang aku kenal.
"Kau??" teriakku tak terpercaya dengan apa yang aku lihat.
***
Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next :
Kira - kira siapa ya wanita yang akan masuk ke raga Nararia?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
With love
Citralekha
__ADS_1