Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Masa Lalu Retno Kartika


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Dika POV


"Ayo lah pangeran kamu kan sakti. Kamu pasti tahu cara lain." kata ku.


"Nggak ada, karena target utamanya itu Nara. Musuh tahu jika mereka tidak akan bisa melukai Nara. Makanya dia menyerang teman - teman nya. Apa kamu paham?" tanya Adhiraksa.


Tapi aku yakin kalau ada cara untuk menyelamatkan Retno. Meskipun sulit, tapi aku harus mencobanya.


"Pangeran, apakah perang harus terjadi?" tanyaku


Aku sudah membayangkan kengerian yang akan terjadi akibat perang. Terlebih ini adalah perang dari dendam masa lalu. Pasti akan ada banyak korban.


"Ya, ini adalah perang masa lalu yang belum terselesaikan. Walaing masih belum terima jika dirinya kalah dari Pikatan dan Pramodhawarddhani." kata Adhiraksa.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Retno sampai dia harus terkena hukuman?" tanyaku


Jujur saja aku sangat penasaran. Karma apa di masa lalu yang diperbuat olehnya. Sehingga di dunia sekarang, dia menjadi tawanan seperti itu. Aku pun melihat Adhiraksa menghembuskan nafas kasar. Aku berharap dia bisa menceritakan tentang kisah masa lalu.


"Aku akan menceritakannya." kata Adhiraksa.


*


Flasback tahun 820 M.


Pada saat itu kerajaan terjadi kekacauan. Meskipun rakyat senang karena diangkatnya Rakai Pikatan dan Pramodhawarddhani menjadi raja dan ratu. Tapi hal tersebut membuat beberapa orang tak suka. Termasuk adikku Balaputradewa.


Beberapa kali adikku menyerbu kerajaan. Dia tidak p uas dan tidak terima jika kerajaan diperintah oleh Pikatan. Segala upaya telah dilakukan oleh Bala putra. Tapi serangan itu selalu saja kalah. Kesaktian Pikatan di atas Bala putra. Sehingga dengan mudah Bala putra dikalahkan. Dia pun juga diberikan pengertian.


"Adikku Bala putra, kamu salah jika menyerang kerajaan. Sebelum kamu ke Jawa. Kerajaan kita telah dikalahkan oleh Pikatan. Sehingga, ayah Maharaja mengadakan pernikahan politik. Terlepas bahwa kakak sayang atau tidak dengan pangeran Pikatan. Tapi itu semua kakak lakukan. Agar tidak terjadi korban dikedua belah pihak. Mengertilah Dik, jika kakak tidak menikah dengan Pikatan. Maka kita semua pasti akan diusir. Karena kita telah kalah. Adikku, aku percaya kamu adalah orang baik. Jangan dibutakan oleh kekuasaan yang sebenarnya bukan milikmu. Jika kerajaan ini tidak dikalahkan oleh Pikatan. Bukan kau yang menjadi raja, Dik. Tapi kakak lah yang berhak atas tahta itu." kataku dengan lembut sambil mengelus kepalanya.


Aku sebenarnya tidak tega. Melihat adikku dimanfaatkan oleh seseorang. Aku yakin pasti ada orang yang menghasut Bala putra. Pada saat itu, ibuku Dewi Tara menghampiri kami. Ibu sangat senang melihat ke dua anak - anak nya rukun seperti itu. Bala putra pun terdiam dan menerima perlakuan lembutku.


"Putraku Bala putra, ibu sedih jika melihat ke dua putra putri ibu saling musuhan. Nak, sudah menjadi keputusan kami. Kamu akan menjadi raja di Swarnadwipa. Kembalilah ke Sriwijaya, Nak. Bangun dan buat kah kerajaanmu nanti menjadi kerajaan besar. Kalian akan bisa bekerjasama satu sama lain." kata ibu Tara


Setelah disadarkan itu, Bala putra pun meminta maaf kepada ibu, aku, dan Pikatan. Dia pun lalu kembali ke Swarnadwipa dan menjadi raja yang kuat dan hebat. Berita tentang kembalinya ke Sriwijaya kemudian dilaporkan oleh seorang wanita. Ya, wanita itu adalah mata - mata dari Walaing Pu Kumbhayoni.


Mengetahui hal itu, Kumbhayoni pun menjadi murka. Dia lalu kedatangan seorang tamu.


"Aku akan membantu mu menaklukan kerajaan Medang. Tapi dengan satu syarat." kata wanita itu.


"Siapa kau?" tanya Walaing


Wanita bertudung hitam itu lalu membuka kain kepalanya.


"Putri Tamer" kata Widasari tidak percaya.

__ADS_1


"Putri Widasari, ternyata mulut mu sangat manis di istana. Tapi ternyata kau berkhianat juga." ledek Pu Tamer.


"Kau, selir raja ... keuntungan apa yang kau minta dariku?" tanya Walaing.


Pu Tamer pun lalu berjalan mendekati Walaing. Dia tersenyum licik dan menatap Widasari.


"Bunuh putri mahkota" kata Pu Tamer.


"Sepertinya kalian menginginkan putri mahkota mati. Ada apa dengan kalian?" tanya Walaing.


"Aku tidak terima jika Pangeran Pasopati hanya sebagai senopati. Aku menginginkan jabatan yang lebih tinggi. Jika pangeran Walaing nantinya bisa menduduki singgasana. Saya rela menjadi yang ke dua. Saya capek selalu menjadi bayang - bayang putri mahkota." kata Widasari.


Pu Tamer pun lalu tersenyum menyeringgai.


"Jika kau berhasil membunuh putri mahkota. Maka aku akan menjadi yang pertama. Aku tidak tertarik istana Medang. Maka aku dan Pikatan akan memerintah di kerajaanku." kata Pu Tamer.


Setelah melakukan kesepakatan. Pu Tamer lalu meninggalkan markas persembunyian Walaing. Kini tinggalah Walaing dan Widasari. Walaing mengamati Widasari sedemikian rupa. Sehingga membuat Widasari salah tingkah.


"Wida, menikahlah dengan ku. Maka aku akan menjadikanmu sebagai permaisuriku." kata Walaing.


Wida pun hanya menatap tubuh tegap Walaing. Hati kecil nya bilang jika dia tertarik dengan Walaing. Apa lagi dia tahu bahwa Pasopati masih memiliki hati denganku. Hal itu lah yang membuat Wida jengkel. Bahkan Wida juga telah membocorkan strategi yang akan dipakai oleh Pasopati. Sehingga serangan dari Medang selalu dapat dilumpuhkan oleh musuh.


"Pangeran apa kau serius?" tanya Widasari.


"Apakah aku terlihat bercanda?" tanya Walaing


Walaing pun lalu menatap mata Wida sangat lekat. Ya, Walaing menggunakan pengasih nya. Sehingga Wida pun masuk dalam pengaruh nya. Walaing pun lalu mengangkat tubuh Wida. Ya, mereka berdua sampai di dalam ranjang kebesaran Walaing.


"Baru kali ini aku membawa seorang wanita ke ranjangku. Lihat lah oleh mu Pasopati. Wanita mu lebih memilih ranjang ku dari pada kau. Sungguh malang sekali, kakak mahkota. Teman dekat nya malah menghianati nya." kata Walaing penuh kemenangan.


Lain tempat.


Pasopati sangat geram, karena rencana penyerangannya terhadap Walaing selalu gagal. Dia tak habis pikir, bagaimana bisa setiap strategi nya selalu gagal. Pada waktu itu juga, dada Pasopati merasakan sakit. Hal tersebut bersamaan ketika kesucian Widasari terenggut oleh Walaing.


Aku dan Rakai, juga Kayuwangi sedang berjalan menuju taman. Kami melihat Pasopati terhuyung. Kami pun langsung berlari menuju Pasopati.


"So, kamu kenapa?" tanya Rakai yang menahan kepala Pasopati.


Pandangan mata nya sangat sayu. Pada akhirnya dia pingsan. Segera para prajurit mengangkat Pasopati ke Balai Obat. Kira - kira 15 menit kemudian, kami dipersilahkan masuk oleh tabib.


"So, apa yang kamu rasakan?" tanya Rakai


"Kepala ku sakit banget, dada ku juga sakit. Entah kenapa." kata Pasopati.


Aku pun langsung menyentuh dahi Pasopati. Seketika itu, aku tahu apa yang terjadi. Betapa kagetnya aku setelah tahu apa yang dilakukan oleh Widasari. Aku segera menarik tanganku.


"Kenapa Sanjiwani?" tanya Pikatan.


Aku bingung, apa yang harus aku katakan. Apakah aku tega memberitahu kepada Pasopati. Aku pun menggelengkan kepala.


"Apa yang terjadi Putri Sanjiwani. Kita telah berjanji menjadi kakak adik, kan?" tanya Pasopati.


Aku pun lalu memejamkan mata. Tapi sebelum itu aku bertanya kepada Pasopati.


"So, apa yang terjadi dengan hubunganmu dan Widasari? Lalu apakah kau sedang ada beban pikiran?" tanyaku


Pasopati lalu menjawab dengan jujur pertanyaanku. Ternyata dia merasa terbebani karena setiap serangan selalu gagal.

__ADS_1


"Kegagalan setiap strategi kita telah dibocorkan oleh seseorang." kataku


"Siapa?" tanya mereka berdua.


"Widasari." kataku


Seperti petir yang menyambar di siang bolong. Mereka berdua sangat tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Wida dan Walaing juga merencanakan untuk membunuhku." kataku sambil tertunduk.


Aku sangat menyesal telah tahu yang sebenarnya. Ternyata orang yang selalu aku sayangi malah menusukku dari belakang. Kenapa harus Wida, ini sangat menyakitkan. Sungguh sangat menyakitkan. Aku pun menyesal.


"Wida kenapa begitu kejam terhadap kita. Apa kurang nya kita." kata Pasopati.


"So, setelah Wida kembali apa yang akan kita lakukan terhadapnya?" tanya Pikatan


Aku tahu, apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh Pikatan. Dia tidak mungkin menghukum Widasari. Bagaimanapun juga Rakai masih menghormati Pasopati.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Pasopati.


*


Flash Back off.


Setelah tahu kejadian yang sebenarnya. Dika pun masih penasaran dengan apa gang dilakukan oleh keluarga kerajaan.


"Lalu apa yang dilakukan mereka untuk menghukum Widasari?" tanya Dika.


Adhiraksa pun mengeluarkan nafas nya dengan kasar.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kira - kira apa yang harus dilakukan oleh keluarga kerajaan terhadap penghianatan Widasari?


?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

__ADS_1


__ADS_2