Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Candi Lumbung.


__ADS_3

*Sebelum membaca jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya*


Rate bintang 5 juga boleh hlo.


Happy reading


.


Aku kemudian memejamkan mata dan ku sebut nama Satria. Akan tetapi semuanya biasa - biasa saja. Aku merasakan sentuhan tangan. Aku berharap itu tangan satria. Akan tetapi ketika ku buka mata. Dia bukanlah Satria.


"Kamu ngapain duduk di sini? mau masuk nggak?" kata Dika.


"Kok kamu sih? kok aku nggak ada di abad - 9" kataku.


Dika kemudian menyentuh dahiku dan setelah itu dia tertawa puas.


"Kamu nggak lagi kesambet kan?" kata Dika yang meledek aku.


"Huh ... apaan sih ... tadi aku ketemu tau sama Satria." kataku sambil memalingkan muka.


"Satria? siapa Satria?" tanya Dika.


Aku kemudian menggelengkan kepala dan tersenyum. Aku sudah keceplosan pada Dika. Aku kemudian mencari alasan agar Ia nggak curiga.


"Bukan ... bukan ... bukan apa - apa kok. Aku tadi pas ke Prambanan sebelum ketemu Mas Parji. Aku ngantuk tertidur sebentar di bawah pohon Munggur. Eh aku mimpi ternyata". kataku mencari alasan.


Dika adalah orang yang nggak gampang percaya begitu saja. Ia tahu kalau aku sedang berbohon.


"Apa yang terjadi, katakanlah. Jangan membuatku khawatir" katanya sambil memegang tanganku.


Aku kemudian menarik tanganku darinya. Aku kemudian tersenyum dan ku cubit pipinya.


"Ngak apa - apa, ayo susul Mas Fais dan Ivan." kataku sambil berlari ke arah mereka berdua yang sudah lebih dahulu masuk dan melihat - lihat Candi Lumbung.


"Hai" sapaku pada mereka berdua.


"Lama amat, ngapain sih. Dika mana?" kata Ivan yang sambil celinggukan mencari Dika.


"Tu orangnya nonggol." kataku sambil tertawa.


Kami kemudian tertawa dan mulai untuk belajar tentang informasi Candi Lumbung. Sejenak aku lupakan Satria meskipun aku masih penasaran dengan ia.

__ADS_1


"Mas Fais, kata lumbung dalam kepercayaan masyarakat Jawa adalah tempat menyimpan padi. Apakah candi ini juga dulunya untuk menyimpan candi." tanyaku mengawali obrolan sore ini.


"Tidak ... candi ini adalah candi pemujaan untuk Agama Budha." kata Fais.


"Trus kenapa dinamakan Candi Lumbung." tanya Ivan.


"Mungkin karena candi ini memiliki rongga. Sehingga masyarakat sekitar memberinya nama lumbung. Mungkin mereka tahunya kalau candi ini untuk menyimpan padi pada saat pembangunan Candi Prambanan dan Sewu." jelas Fais.


---


Candi Lumbung merupakan candi yang memiliki latarbelakang Agama Budha. Hal tersebut diketahui dari beberapa perwara yang berbentuk stupa. Candi Lumbung memiliki denah 350 m2. Candi utamanya saat ini sudah dipugar (tahun 2019). Pada saat seting cerita ini, Candi Lumbung masih berupa reruntuhan.


Tubuh Candi Lumbung berdiri di atas batur setinggi 2,5 m. Pintu masuk candi ini berada di sisi timur dan dilengkapi dengan bilik penampil dan lorong menuju ruangan utama candi. Candi Lumbung memiliki 16 candi perwara yang mengelilingi induknya.


---


"Hei, ini relief siapa? ada seorang laki - laki dan wanita menggendong anak." tanyaku


Relief itu ada di pipi tangga candi induk. Semuanya kemudian mendekat dan melihat relief batu yang ku maksud.


"Oh ... itu namanya Dewa Jambala dan Dewi Hariti." kata Fais.


"Siapa mereka?" tanya Dika.


Aku dan Dika kemudian saling tatap dan tersenyum.


"sama seperti Dewa Kuwera dan Dewi Pertiwi." kata Dika. Aku kemudian membenarkan perkataan Dika dengan mengangguk kepala.


"Coba lihat ... pada masing - masing sisi candi terdapat 3 buah tempat. Apakah ini untuk meletakan dewa Budha?" tanya Ivan.


"Iya betul untuk meletakan Dyhani Budha." kata Fais.


---


Dhyani Budha adalah 5 dewa yang menjaga 5 penjuru mata angin. Mereka adalah Vairocana, Akshobya, Ratnasambhawa, Amitabha, Amogasiddhi, kadang juga ditambah dengan Vajrasattwa (Adi Budha).


Penggambaran Dhyani Budha digambarkan dengan kepala yang memiliki rambut keriting ikal. Dahinya terdapat sebuah titik yang disebut dengan urna. Pakaian yang dikenakan disebut trisiwara (kain panjang panjang dan lebar yang menutup dari leher sampai mata kaki).


Trisiwara terdiri dari uttarasanga (pakaian atas), antaravasa (pakaian yang menutupi tubuh bagian bawah sampai mata kaki), dan jubah (kain yang menutupi tubuh dan dikenakan diatas pakaian lainnya).


---

__ADS_1


"Candi Lumbung ini lada saat ditemukan terdapat sebuah prasasti, lho." kata Fais.


"Prasasti apa mas?" tanya kami bertiga secara bersamaan.


Fais kemudian mundur karena kami bertiga seperti mau menyergap dia.


"Eh jangan gitu, tatapan kalian seperti singa yang mau menerkam mangsanya." kata Fais sambil tertawa.


"Maaf, mas. Kita penasaran." kata Ivan


"Prasasti Kelurak tu berisi tentang pembangunan Candi Lumbungkah mas?" tanya Dika.


"Bukan" jawab Fais singkat.


"Lalu?" tanyaku


"Prasasti itu berisi tentang pembuatan sebuah bangunan suci untuk Dewa Manjusri." kata Fais.


Kami masih binggung, karena logikanya prasasti yang ditemukan di suatu candi pasti berisi informasi tentang bangunan itu sendiri.


"Kalau bukan tentang candi ini, lalu candi mana mas?" tanyaku penasaran.


"Candi Sewu." kata Fais.


"Kok bisa ada di Candi Lumbung?" tanya Dika.


"Entahlah, kenapa diletakan di sini." kata Fais yang tidak begitu mengetahui detil.


"Ayok kita ke Candi Sewu." ajakku.


*


Cukup ya episode kali ini.


semoga mendapatkan wawasan.


maaf ya 2 hari ini belum update. Saya sudah mengupdate 3 episode tapi ternyata belum dipublish.


semoga segera di publish nggih.


Terimakasih

__ADS_1


Citralekha.


__ADS_2