
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Happy reading
***
Tabib pun lalu mengamati Retno yang sedang pingsan.
"Saya tahu cara nya menghidupkan mereka kembali, Maharaja." kata tabib dengan senyum licik nya.
"Bagaimana caranya tabib? katakan?" tanya Raja kegelapan.
"Menggunakan darah Retno Kartika, Maharaja. Karena pangeran Walaing adalah sukma. Maka kita akan mengikat sukma Retno dengan Walaing. Sedangkan Tamara dan Aura akan kita bangkitkan dengan menggunakan darah Retno Kartika." kata tabib
Raja kegelapan pun tertawa puas. Dia sepertinya tahu apa rencana tabibnya.
"Dengan penyatuan mereka, artinya sedikit saja putri Nara menggores dan melukai mereka ber 3 sama dengan dia melukai sahabat nya?" tanya raja kegelapan.
"Betul Maharaja, sehingga putri Nara akan sangat berhati - hati untuk menghadapi mereka ber3. Pasti putri Nara tidak akan tega membiarkan sahabatnya terluka, Maharaja." kata tabib
Raja kegelapan sangat puas dengan rencana tabib kali ini. Itu artinya kemenangan sudah ada di depan mata. Dia berpikir, kalau Retno memiliki ikatan dengan pengikutnya. Maka aku akan menyerah dan mengalah. Sungguh licik dan rencana yang sempurna.
"Kalau begitu cepat lakukan" perintah Maharaja
"Kita akan melakukannya nanti malam, Maharaja. Siapkan pagar gaib. Saya yakin, putri Nara dan pengawalnya akan berusaha menyelamatkan Retno Kartika." kata tabib
"Tenang saja tabib, kamu tak usah khawatirkan keamanan. Kau fokus saja pada penyatuan dan pembangkitan mereka ber 3. Urusan keamanan aku yang akan mengurusnya." kata raja kegelapan.
Setelah itu sang raja menghilang dari ruang perawatan. Kini tubuh Retno diletakan di atas tempat tidur. Sekeliling tubuhnya dipenuhi dengan lampu minyak. Retno akan dipersembahkan kepada para dedemit penguasa Neraka untuk membangkitkan Walaing, Tamara, dan Aura.
*
Kamarku
Aku pun masih berdiskusi dengan Puspa dan Kencana. Strategi apa yang akan kami gunakan untuk masuk ke istana kegelapan.
"Puspa Kencana, aku akan menerobos masuk ke istana kegelapan. Bagaimanapun juga, Retno sudah seperti adikku sendiri. Aku tidak bisa harus kehilangan dia." kataku
"Kami tahu perasaanmu, putri. Tapi itu akan sangat berbahaya sekali. Pintu gaib istana kegelapan sangat kuat. Kencana sudah mencoba nya. Tapi tidak bisa masuk." kata Puspa.
Aku pun semakin khawatir. Aku takut tidak bisa menyelamatkan Retno.
"Kencana apa yang akan terjadi dengan Retno jika kita terlambat menyelamatkannya?" tanyaku
"Retno akan dipersembahkan kepada penguasa Neraka. Darah dan Jiwa Retno akan dipersembahkan untuk membangkitkan Walaing, Tamara, dan Aura." kata Kencana
Aku pun kaget, ternyata akibat berperang dengan Dika. Mereka bertiga bisa meninggal. Itu artinya kekuatan Dika tidak bisa diremehkan. Dia bisa melukai ke 3 pengikut raja kegelapan.
"Artinya Retno tidak akan selamat?" tanyaku sambil berurai air mata.
__ADS_1
Aku tidak bisa membayangkan jika Retno meninggal. Bagaimana perasaan orang tua nya.
"Lalu jasad Retno nantinya?" tanyaku
"Retno Ayu tidak akan meninggal putri. Tapi ..." kata Puspa tertahan.
"Tapi apa?" tanyaku
Puspa pun melirik kepada Kencana. Dia masih mencoba memilih kata. Agar tidak membuatku semakin kacau.
"Retno Ayu akan menjadi nyawa bagi Walaing, Tamara, dan Aura. Jika kita menyakiti ke 3 orang itu sama dengan kita menyakiti Retno." kata Puspa
Aku sangat kaget, serta bingung bagaimana cara nya sekarang kami akan mengalahkan Walaing. Dalam dilema itu, sudah pasti Tamara akan membabi buta. Dia tahu, bahwa jika aku menyakitinya sama sama menyakiti Retno. Cobaan macam apa ini, kenapa sangat berat. Lalu, kenapa harus Retno yang menjadi sasaran mereka. Aku pun menanggis se jadi - jadinya. Betapa bodohnya aku. Tidak bisa mengenali Retno sejak awal.
"Lalu bagaimana cara nya kita menyelamatkan Retno?" tanyaku
"Ini sudah suratan takdir, putri. Retno memang harus menjadi korbannya." kata Kencana
"Apakah tidak ada cara untuk menyelamatkan dia?" tanyaku
"Jika kita nekad menyelamatkan Retno. Kita semua bisa celaka. Putri pikirkan menyelamatkan 1 orang tapi bisa mengorbankan banyak orang." kata Puspa.
Dilema macam ini, aku pun terus sesenggukan menahan rasa sakit. Baru kali ini di kehidupan sekarang. Aku benar - benar sangat dilema.
"Puspa lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah kita benar - benar tidak bisa menyelamatkan Retno" tanyaku lirih.
Puspa pun hanya menggelengkan kepala. Dia juga ikut sedih melihatku seperti itu.
*
Melihat putri mahkota menanggis seperti ini. Aku tidak tega. Dilema yang sama saat dia harus memilih kembali ke masa depan atau tetap di masa lalu. Sebagian memorinya tentang masa lalu hilang. Memang seharusnya dia tidak boleh tahu.
Perjalanan hidup yang sangat panjang buat putri mahkota. Ingin sekali aku mengatakan jika ada 1 cara. Tapi aku tidak mungkin bilang. Aku tahu bagaimana sifatnya. Dia pasti akan mengorbankan apapun itu untuk menyelamatkan Retno.
Ada 1 cara untuk menembus istana kegelapan. Menggunakan ajian halimun agung. Tapi, jika sudah masuk ke sana. Untuk mengambil Retno pun sangat sulit. Karena ritual mengorbankan sudah di depan mata. Retno sudah ditandai sebagai orang yang harus dikorbankan.
"Kencana ... Apakah kita salah jika membiarkan Retno dikorbankan?" tanyaku
Tentu saja kami berkomunikasi dengan telepati. Komunikasi yang hanya bisa didengar olehku dan Kencana.
"Pada saat perang Baratayudha, bahkan Sri Kresna pun mengorbankan Gatotkaca untuk menyelamatkan Arjuna. Demikian juga dengan kita. Kita akan mengorbankan Retno untuk menyelamatkan putri Nararia. Tapi jika dia tahu alasan sebenarnya. Dia pasti akan menolak dan memilih dirinya yang berkorban. Tapi jika dia yang menjadi korban. Tentu kekacauan 3 dunia akan terjadi. Kita memang harus mengorbankan Retno. Ini adalah karma nya di masa lalu. Dia telah menghianati Putri Mahkota." kata Kencana.
"Kita harus cari tahu, setelah penyatuan antara Retno, Walaing, Tamara, dan Aura. Apakah bisa dipisahkan kembali?" tanya Puspa.
"Bisa, tapi pengorbanannya pun harus besar pula. Ini akan menyalahi takdir." kata Kencana.
Meskipun aku seorang dewi. Tapi aturan semesta tidak bisa diubah.
*
Dika POV
Malam ini, aku sangat khawatir dan deg - deg an. Ini semua karena salahku. Seandainya aku tidak menggunakan kalung Padma Locana tentu Retno tidak akan menjadi korban. Perasaan Nara pasti sedang tidak karuan. Tapi jika aku tidak menggunakannya. Maka kami bertiga lah yang akan menjadi korban. Kenapa semuanya menjadi rumit begini.
"Ardhika, tenang lah... ini bukan salahmu. Ini semua karena salahku yang telah memilih raga mu." kata Adhiraksa.
__ADS_1
Sukma Adhiraksa kemudian keluar dari dalam ragaku. Ini adalah kali pertama aku melihat wujud Adhiraksa. Benar - benar sangat tampan, gagah, dan mempesona. Jika aku seorang wanita, pasti aku telah jatuh hati padanya.
"Dika kamu mikir apa? Kamu masih normal kan?" tanya Adhiraksa.
Aku kaget, ternyata dia bisa membaca pikiranku.
"Kamu bisa baca pikiranku?" tanyaku
Adhiraksa hanya tersenyum. Sungguh pangeran yang sangat mempesona.
"Dika, kamu jangan merasa bersalah. Retno memang harus dikorbankan." kata Adhiraksa
"Apakah ada cara untuk menyelamatkan Retno?" tanyaku
"Ada pasti, tapi kamu akan kehilangan kekuatanmu. Kamu akan jadi manusia biasa dan meskipun kamu belajar ilmu beladiri." kata Adhiraksa
"Kalau begitu aku akan berkorban untuk Retno. Kasihan Nara, dia pasti sangat terbebani." kataku
Adhiraksa pun menatap tajam ke arahku.
"Kamu jangan egois dong. Kalau kamu nggak punya kekuatan. Percuma aku numpang di raga mu. Apa kamu tidak memikirkan ku? Aku akan musnah jika kamu tidak punya kekuatan. Lalu kamu akan menjadi incaran raja kegelapan. Kamu nggak bisa melindungi dirimu. Kamu akan ditawan dan akan dijadikan sandera. Karena target utamanya adalah putri Nara. Jika kamu yang ditawan oleh mereka. Otomatis tanpa pikir panjang, Nara akan langsung mengorbankan dirinya untuk mu. Kamu mau melihat Nara mati?" tanya Adhiraksa.
Deg, jantungku terasa sakit banget. Kenapa semuanya jadi rumit begini. Aku mengorbankan diri untuk Retno. Dia selamat, tapi aku akan lemah. Kalau aku lemah, musuh akan mudah mengalahkanku. Lalu aku ditangkap dan Nara akan mengorbankan dirinya untuk aku. Haduuh,.. kenapa sih jadi dilema seperti ini.
"Apakah ada cara lain?" tanyaku
"Manusia banyak mau nya..." tukas Adhiraksa.
"Ayo lah pangeran kamu kan sakti. Kamu pasti tahu cara lain." kata ku.
"Nggak ada, karena target utamanya itu Nara. Musuh tahu jika mereka tidak akan bisa melukai Nara. Makanya dia menyerang teman - teman nya. Apa kamu paham?" tanya Adhiraksa.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next :
Bagaimana Nara dkk menyelamatkan Retno? Apakah Retno akan dikorbankan?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"