Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Welcome Back


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


suara ledakan terjadi saat dia selesai mengatakan hal itu.


"Tidaaak ... Adhiraksaaaaa Sidaaaaa..." kataku berteriak sekuat mungkin.


Saat itu juga aku, Puspa, dan Kencana juga sukma Dika terpental jauh. Aku tak bisa melihat apapun juga. Semuanya gelap, tak berapa lama aku merasakan tanganku digoyang goyang oleh seseorang.


Aku lalu membuka mata ku perlahan. Suasana nya putih, aku juga mendengar suara monitor untuk detak jantung.


"Nararia ... akhirnya kamu membuka mata mu." kata Ivan


"Van, kok kamu bisa di sini?" tanyaku


"Kamu keluar dari tembok trus langsung pingsan." kata Ivan


"Oh iya, Dika." kataku


Ivan pun kemudian tersenyum manis. Serta menunjukan kalau Dika baik - baik saja.


"Kau berhasil menyelamatkan Dika. Orang nya sudah sadar." kata Ivan kegirangan


Aku hanya bisa tersenyum dan menoleh ke arah Dika. Ternyata dia sudah terbangun.


"Dika" kataku


"Makasih ya sudah menyelematkanku" kata Dika


"Welcome back teman - temanku" kata Ivan lalu menuju brankar Dika dan memeluknya.


Melihat Ivan bahagia aku pun hanya bisa tersenyum kembali. Tapi aku ingat kalau Adhiraksa.. Aku pun lalu memanggilnya. Tidak seperti biasanya dia tidak muncul. Aku harap hancur nya sukma Adhiraksa hanya mimpi.


"Adhir ... Adhiraksa ... Adhiraksa sida" teriakku


Ivan pun kemudian beralih ke brangkar ku.


"Siapa Adhiraksa?" tanya Ivan


"Dia penjagaku" kataku


Aku maish berharap semuanya hanya mimpi. Tapi Puspa dan Kencana datang. Saat itu lah, aku akan bertanya kepada mereka.


"Puspa Kencana" sapaku

__ADS_1


"Putri, tenang lah ... pulihkan tenagamu dulu." kata Puspa


"Puspa dimana Adhiraksa?" tanyaku


"Benar, kemana pangeran tengil itu?" tanya senopati.


Puspa dan Kencana saling bertatap. Mereka satu sama lain saling menganggukan kepala.


"Hey ... ada apa? kejadian tadi hanya mimpi bukan?" tanyaku


Kencana hanya menggelengkan kepala. Aku maish mencoba tidak percaya dengan mereka.


"Enggak mungkin, itu pasti mimpi." sargahku


"Itu tidak mimpi, putri. Itu nyata bahwa sukma pangeran Adhiraksa sudah musnah." kata Kencana


"Enggak mungkin, itu pasti bohong." kataku sambil menanggis.


Kencana lalu menceritakan tentang tekad dari pangeran Adhiraksa.


*


(flash back)


Pada saat Kencana menggunakan ajian Halimunan Dewata. Adhiraksa bertanya tentang cara untuk membebaskan sukma Ardika. Kencana pun menceritakan hal yang sama seperti Puspa ceritakan padaku.


"Pangeran Kencana ... lalu dimana kita mencari pedang Sinar Surya itu?" tanya Adhiraksa


"Maksudnya?" tanya Adhiraksa


"Benda ataupun apa itu yang terkena tebasan Pedang itu akan hancur. Demikian juga orang atau sukma yang menebaskan pedang itu. Jika tujuan yang ingin diselamatkan seseorang. Maka orang atau sukma yang menyelamatkannya harus berkorban. Dia akan musnah dan tidak akan bisa reinkarnasi lagi selama 1 jt tahun." kata Kencana


Pada waktu Kencana menjelaskan tentang konsekuensi jika menggunakan pedang itu. Adhiraksa sempat memandang lekat pada Kencana. Air mata nya meleleh dan membujuk Kencana untuk mengeluarkan pedang sakti itu.


"Kencana ... dulu pada waktu Nararia berada di abad 9. Kesanku sangat buruk terhadapnya. Aku telah menghianati persahabatan kami. Bahkan aku pernah berusaha membunuh kembaranku. Selain itu, aku juga pernah bekerjasama dengan musuh utama kerajaan. Sehingga menimbulkan kekacauan di istana. Perang besar pun terjadi. Tapi pada saat aku menyadari kesalahanku. Ternyata putri mahkota yang ada pada waktu itu bukanlah Nararia yang berasal dari masa depan. Aku siap berkorban untuk kebahagiaan dia, Kencana." kata Adhiraksa.


Mengetahui penuturan dari Adhiraksa, Kencana pun tercengang hatinya. Tetapi dia berusaha menghalangi niat Adhiraksa.


"Pangeran tapi kau diberikan tugas untuk melindungi Nararia, kan? tapi kalau kau menggunakan pedang itu. Kau akan musnah Adhir." kata Kencana


"Justru dengan mengorbankan sukma ku ini. Aku telah melindungi dia, Kencana. Aku tahu kalau Ardika sangat berarti untuk Nararia. Apa artinya ada aku jika melihatnya menanggis. Aku tak sanggup melihat dia menanggis dan bersedih. Lalu jika bukan aku, siapa yang akan berkorban? Aku tidak mau Nararia menjadi korban dari cupu laknat itu. Kencana kamu pasti tahu, jika ini adalah siasat dari musuh utama. Dia bekerjasama dengan raja kegelapan untuk melakukan penjebakan ini. Demi sebuah kemenangan pasti akan ada yang menjadi korban. Lagi pula, saudara ku pasti akan reinkarnasi. Nararia masih memiliki kau dan Dewi Puspasari. Jadi aku akan tenang jika aku memang akan hancur" kata Adhiraksa.


Perkataan Adhiraksa membuat Kencana berkaca - kaca. Pengorbanan Adhiraksa kali ini adalah pengorbanan yang tulus. Tanpa ada imbalan atau siasat lain. Sehingga dengan berat hati Kencana mengeluarkan pedang sakti itu. Pedang itu keluar dari dada Kencana. Pedang itu melayang layang di depan Adhiraksa.


"Pangeran jika kau memegang pedang itu, maka ..." kata Kencana yang belum selesai.


"Aku tahu" kata Adhiraksa sambil memegang pedang itu.


"Adhiraksa" kata Kencana


"Katakan pada Nararia kalau aku sayang dengan dia. Aku berharap 1 juta tahun lagi. Aku dan dia akan berjodoh. Tolong bilang kepada nya, kalau pengorbanan ini atas kemauanku sendiri. Jadi aku mohon Nararia untuk tidak bersedih. Kencana Aku menitipkan sesuatu untuk Nararia. Katakan pada nya, jika nanti kembaranku menyakiti hatinya. Maka aku akan reinkarnasi lebih cepat dan merebut dia." kata Adhiraksa


**

__ADS_1


Rumah Sakit


Aku sedih mendengar penuturan dari Kencana. Ternyata Adhiraksa sangat baik. Dia rela mengorbankan dirinya untuk kebahagianku. Dia tahu jika aku kehilangan Dika, aku akan bersedih.


"Putri ini adalah hadiah pemberian dari pangeran Adhiraksa" kata Kencana sembari memberikan gelang dari Adhiraksa



Aku pun lalu menerima gelang, tapi lebih tepatnya itu adalah kalung. Perhiasan itu adalah perhiasan yang terbuat dari kalung berlian yang sangat langka. Harga nya pun mencapai ratusan milyar.


"Dari mana Adhiraksa mendapatkan perhiasan ini? setahu ku di abad 9 belum ada berlian seperti ini." kataku


"Pangeran mendapatkannya dari pegunungan yang ada di negeri seberang. Dia mendapatkannya dari pangeran negri seberang." kata Kencana


Aku pun meneteskan air mata sambil memandang kalung berlian itu.


"Putri, Pangeran Adhiraksa minta agar kau memakainya. Agar kau selalu ingat dengan pangeran kedua." kata Kencana


Dika pun langsung bangun dari brangkar nya. Dia lalu meraih kalung itu. Aku pun sempat terkaget. Aku takut jika Dika akan membuangnya. Tapi tidak, Dika ternyata memakaikan kalung itu. Dia pun tersenyum dan langsung memelukku.


"Maafkan aku ya, karena kebodohan ku. Kamu kehilangan sahabat tak kasat mata mu." kata Dika


"Ini bukan salah mu, Dik. Aku lah yang harus nya minta maaf, karena tidak bisa menjagamu dengan baik." kataku


"Sekarang aku akan belajar ilmu beladiri. Aku akan menjaga mu. Aku akan meneruskan apa yang menjadi tugas pangeran Adhiraksa." kata Dika


"Makasih ya, Dik" kataku


Aku pun lalu membalas pelukan dari Dika. Pelukan yang sangat hangat dan nyaman. Tak terasa air mata ku menetes. Tapi aku juga merasa ada yang janggal dengan Dika. Aku lalu memikirkan perkataan Dika. Bukannya Dika tidak pernah tahu tentang Adhiraksa.


"Dika, kau tahu tentang Adhiraksa?" tanyaku keheranan


Bagaimana aku tidak heran. Dika kan selama ini tidak bisa melihat Adhiraksa.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Kenapa Dika busa tahu tentang kejadian yang menimpa Adhiraksa?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha

__ADS_1


__ADS_2