Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Welcome Party di Jerman


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Iya benar, kalau begitu kita malih rupa. Aku juga curiga, mungkin si Nararia itu akan mengirimkan salah satu pengawalnya untuk menjaga sahabatnya itu." kata Tamara.


Akhirnya Tamara dan Aura berganti wajah. Mereka merubah wajahnya menjadi wanita bule. Mereka harap wajah baru nya bisa mengelabuhi Dika dan Ivan.


*


Jakarta.


(Hotel tempat kami menginap).


Tok tok tok


Aku pun mengeliat, masih ogah untuk bangun. Akhirnya aku panggil Puspa.


"Ada apa putri?" tanya Puspa


"Puspa tolong cari tahu siapa yang mengetok pintu" kataku


"Baik putri" kata Puspa


Puspa pun beranjak lalu pergi melihat siapa orang yang sudah menganggu tidur ku. Tak berapa lama dia kembali.


"Siapa Pus?" tanyaku


"Para pangeran" kata Puspa.


Aku pun langsung bangun, disiran, pake lipstik, dan taraaa.


"Kalian ngapain pagi - pagi gini ke kamar ku?" tanyaku


"Maaf Nara, kami sudah menganggu mu." kata Prasta


"Sangat menganggu, ngapain kalian berdua ke sini?" tanyaku ketus.


"Idih galak amat sih" kata Satria sambil mencolek dagu ku.


Akhirnya aku mempersilahkan Satria dan Prasta masuk ke kamarku.


"Eh kamu nggak takut di kamar gini, cuma kamu sendirian. Kami berdua lho, para lelaki ganteng dan matjo?" goda Satria.


"Siapa bilang ber 3, ni ada banyak yang tak kasat mata. Kalian ngapain kemari?" tanyaku ketus.


Mereka pun lalu melihatku dari atas sampai bawah. Aku pun merasa risih dilihat seperti itu.


"Coba ada Adhiraksa pasti dia langsung nonjok 2 manusia ini." gumamku


"Putri apa yang mereka lakukan? sangat tidak sopan, bukan?" tanya Puspa.


"Biarkan aku yang membereskan. Jika putri tidak berkenan." kata Kencana.


"Tenang saja, biarkan... sepertinya mereka ingin menyelidiki aku." kataku


Setelah beberapa waktu mereka terus melihatku. Aku pun lalu rebahan di balik selimutku.


"Kalau kalian ke sini cuma mau lihat aku saja. Pergi sana, ntar aku kirimkan foto ku. Kalian bisa lihat sepuasnya." kataku

__ADS_1


"Wah tunggu, jangan gitu lah. Masa kita ditinggal tidur." protes Satria.


"Trus kalian ngapain mau ke sini?" tanyaku


Prasta pun lalu memberikan isyarat agar aku duduk. Hmmm..aku pun akhirnya duduk mengikuti perintah mereka.


"Ada apa?" tanyaku


"Oh iya apakah Dika dan Ivan sudah berangkat ke Jerman?" tanya Prasta.


"Sudah.. mereka sudah di Jerman. Paling ntr sore sampe." kataku


"Kamu serius membiarkan Dika dan Ivan ke Jerman seorang diri?" tanya Satria sambil memegang bahuku


Kini giliran yang menatap tubuh mereka. Bahkan aku memegang dahi mereka semua.


"Kau pikir kami gila, sudah jangan pura - pura. Aku yakin kamu tahu apa maksud kedatangan kita kemari." kata Satria.


"Enggak, kan aku bukan paranormal." kataku


"Nara, Ivan dan Dika dalam keadaan bahaya. Musuh yang menyerang kita mungkin adalah musuh yang sama. Kamu tahu kan itu, Tamara ada di Jerman. Dia bisa melukai dan menjadikan Dika Ivan targetnya." kata Satria


Aku lalu terdiam, ternyata mereka berdua juga memikirkan keselamatan dua sahabatku.


"Bukankah ini semua dari kalian ya? Itu kan ulah pacar - pacar kalian." kataku


"Iya kami tahu, untuk itu maafkan kami." kata Prasta


Duh, aku jadi tidak enak dengan tingkah dan perubahan wajah mereka. terlihat sekali sangat merasa bersalah.


"Yaudah ... trus apa rencana kalian?" tanyaku


"Kami berdua akan pulang ke Jerman. Kami akan selesaikan masalah kami sendiri. Kami minta maaf karena telah melibatkanmu dalam masalah kami." kata Prasta.


"Benar ini semua karena kesalahan kami berdua. Andai saja kami tidak muncul di depanmu. Kalian pasti akan aman." kata Satria.


"Sudah lah,. Kalian tenang saja Kalian fokus lah pada project kalian di sini. Urusan Dika dan Ivan, Tamara dan Aura. Kalian tenang saja, mereka bisa jaga diri kok." kataku


"Mereka adalah pasukan khusus tentu saja mereka bisa berkelahi." kilahku agar mereka tidak curiga dengan ku.


"Kamu tahu kan, kalau Tamara itu memiliki kekuatan spiritual seperti kita?" tanya Prasta


Aku hanya menggelengkan kepala saja. Serta mengangkat bahuku, sebagai tanda aku tak tahu. Prasta pun lalu mendekatiku. Dia lalu memegang bahuku.


"Jangan bohong Nara ... sekarang lihat mataku. Tatap mataku, katakan padaku kalau kamu putri mahkota, kan?" tanya Prasta.


Deg, mata kami lalu ketemu satu sama lainnya. Tapi aku langsung mendorong tubuh Prasta.


"Jangan macam - macam kamu Prasta." kataku


Ketika aku hendak pergi tanganku diraih olehnya.


"Jawab pertanyaan ku." kata Prasta.


"Apaan sih, minggir, keluar kalian dari kamarku atau aku teriak ni." ancamku


Satria pun lalu datang dan melerai.


"Maaf Nara, kami pergi duluan ya. Kamu selamat istirahat. Maaf pagi - pagi sudah menganggu waktu mu. Kami pamit ya." kata Satria.


"Iya." kataku singkat


Aku lalu mengikuti mereka berjalan menuju pintu keluar. Setelah mereka keluar aku lalu menutup pintu nya.


**


Jerman.

__ADS_1


Dika dan Satria sampai di Bandara Frankfurt, Jerman. Sebagai seorang pasukan khusus. Dika dan Ivan dijemput oleh TNI yang sudah lebih dahulu ada di Berlin. Tapi ketika hendak menuju parkiran. Seorang wanita bule tanpa sengaja menabrak Dika. Wanita itu lalu terjatuh. Sontak membuat Dika tidak enak hati.


"Maaf mbak, apakah mbak tidak apa - apa?" tanya Dika


"Dik, yang nabrak kan jelas - jelas mbak nya itu. Kenapa kamu yang minta maaf?" bisik Ivan.


Dika pun lalu melotot ke arah Ivan.


"Maaf, saya tadi buru - buru. Takut ketinggalan suttle. Tapi kaki saya sepertinya susah digerakan." kata wanita itu.


Dika lalu memperhatikan wanita itu baik - baik. Seperti ada yang aneh dengannya.


"Jangan - jangan wanita ini adalah Tamara." batin Dika.


Tiba - tiba muncullah seorang wanita lain lagi. Dia berlari dan menghampiri Dika.


"Ara ... kamu kenapa? heh laki - laki tak sopan. Sudah menabrak teman saya masih saja diam. Bantu teman saya ini berdiri. Kalau tidak bisa berdiri, kamu harus mengendong nya." kata wanita satu nya lagi.


"Lha..yang nabrak duluan tu mbak nya bukan teman saya. Harusnya yang minta maaf itu mbak nya." kata Ivan.


"Eh mas, hati - hati ya kalau ngomong. Jangan mentang - mentang kalian lelaki tinggi dan gagah. Kemudian seenaknya saja dengan wanita? Kamu ini pendatang kan? jangan sok - sok an deh. Cepet minta maaf ke aku atau aku akan laporin kalian ke pihak keamanan bandara." kata wanita itu.


Suasana pun menjadi tegang. Ara (wanita yang sedang keseleo kaki nya lalu menengahi).


"Ciki kamu jangan marah - marah. Bukan mereka yang salah. Tapi aku, aku yang menabrak mereka duluan. Ciki cepetan kamu minta maaf sama mereka." kata Ara


Ciki pun terlihat sangat kesal. Tapi dia menuruti juga apa yang dikatakan oleh Ara.


"Maafkan aku ya mas, perkenalkan nama saya Ciki. Itu teman saya namanya Ara. Dia baru saja datang dari Swedia." kata Ciki


Ivan pun lalu berlagak sok cool. Muka tanda kemenangan tersirat dalam wajahnya.


"Nama ku Ivan dan ini Dika. Kami baru saja datang dari Indonesia." kata Ivan.


"Oh iya kalian harus bertanggungjawab ya. Kalian harus memberi tumpangan kepada kami. Karena kalian eh maksud aku karena Ara kaki nya keseleo. Dika minta tolong gendong Ara ya. Sekalian antarkan kami ke apartemen ya." kata Ciki.


Muka ramah Ivan pun seketika berubah menjadi muka kesel. Tapi sebelum Ivan mengatakan sesuatu. Dika sudah menahannya.


"Baiklah, kami akan bertanggungjawab. Mari saya bantu berdiri." kata Dika.


Tapi Ara terlihat kesakitan saat berdiri. Sehingga dia terjatuh dalam pelukan Dika. Mata Dika dan Ara pun bertemu. Tapi segera disadarkan oleh Ivan.


ehem


Dika dan Ara pun kemudian salah tingkah.


"Dika kaki ku sakit." kata Ara


"Baik aku akan menggendong mu." kata Dika.


Dika pun lalu meletakan tas ransel nya dan meminta Ivan untuk membawakannya. Sementara Dika menggendong Ara. Nampak sekali wajah kemenangan pada Ara dan Ciki.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Siapakah Ciki dan Ara itu?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2