
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.
Happy reading
***
Ketiga, Pengasih - asih. Sama halnya dengan pelet. Tujuannya agar orang yang dituju bisa klepek - klepek
Pada saat kami masih seru ngobrol. Tiba - tiba kami menangkap bayangan aneh.
"Apa itu?" tanyaku.
Semuanya langsung berlari ke arah bayangan itu. Tapi ada yang janggal.
"Adhiiir ... kamu tetap di sini." kataku memerintahkan pada Adhiraksa
"Siyap komandan, kalau ada apa- apa gunakanlah pusaka Medang." kata Adhiraksa
Aku pun hanya menganggukan kepala. Semua nya berlari ke arah bayangan hitam. Sekelebat aku melihat lelaki yang memakai hodie hitam.
"Laki - laki itu, kenapa bisa ada di sini?" batinku
Aku langsung ingat dengan lelaki itu. Lelaki yang aku lihat sebelum ke rumah hantu. Lelaki itu juga yang aku lihat saat berada di dimensi lain.
"Prasta jangan jauh - jauh dariku." teriakku
Prasta masih terus berlari tanpa memperdulikan teriakanku. Bahkan orang - orang yang tadi berbicara denganku juga tidak kelihatan. Lelaki ber hodie itu muncul di hadapanku.
"Si siapa kau?" tanyaku
"Aku adalah kematian mu dan suami mu." katanya
Dia langsung menghilang. Aku berusaha mengejarnya. Tapi tanganku di tarik oleh seseorang.
"Prasta." kataku
Dia langsung memelukku. Aku pun bingung.
"Ada apa" tanyaku heran sambil berusaha melepaskan pelukan itu.
"Diam lah atau kamu akan terjatuh." kata Prasta
Aku lalu melihat sekitarku dari celah lengan Prasta. Astaga ... aku berada di tepi jurang dekat vila.
"Bagaimana bisa?" tanyaku heran
Tak berapa lama, Satria datang bersama Tamara dan juga Aura. Warga dan teman - teman pun langsung teriak begitu melihat ku.
Nyaris aku masuk jurang, jika Prasta tidak segera menarik lenganku. Kami pun di tolong oleh mereka.
"Kamu nggak papa kan Nara?" tanya Satria
"Nggak papa kok, tapi kok aku bisa di sini ya." kataku
"Kamu mau bunuh diri, ya?" tanya Gusde
"Bunuh diri gimana, aku tu tadi ngikutin mereka. Aku lihat bayangan hitam. Mereka mengejar, yaudah aku ikut lari." kataku
Tiba - tiba Adhiraksa muncul bersama Puspa dan Kencana.
"Maaf putri, aku datang terlambat. Tadi aku terkurung dalam dunia hitam." kata Adhiraksa.
"Ada yang aneh putri." kata Kencana
"Aneh gimana?" tanyaku
__ADS_1
Kencana lalu menceritakan tentang sosok yang mengurung Adhiraksa. Puspa dan Kencana menolong Adhir terlebih dahulu. Tapi itu semua ternyata hanya pengalihan. Agar seseorang yang berniat buruk padaku bisa beraksi.
"Nara kalau kamu mau bunuh diri, jangan ajak Prasta." kata Aura
Aura pun lalu mendekat dan menyentuh pipi Prasta. Seperti ada tenaga yang mendorong. Prasta mundur dua langkah.
"Putri bahaya, Prasta terkena pengasih - asih." kata Kencana
Prasta pun lalu bangun dan mengajak Aura pergi. Tanpa memperdulikan aku lagi. Dia pergi begitu saja. Satria yang pada awal nya dekat denganku beberapa cm. Tamara pun menarik lengan Satria.
"Nara, kamu sudah baik - baik saja. Kami duluan ya, ayok sayang." kata Tamara
Satria seperti orang penurut. Setelah disentuh oleh Tamara. Sikap dua lelaki itu berbeda. Aku pun lalu mengajak tim dan warga untuk kembali.
"Tadi kami melihat ada orang yang sedang menjalankan ngereh, mbak." kata Pak Agung
Aku kaget, baru saja kami bercerita tentang leak. Malam ini langsung ada yang ngereh.
"Apa Mbak Nara memiliki ilmu?" tanya Pak Agung
"Ilmu apa pak?" tanyaku sok polos
"Kesaktian gitu, mbak. Jadi tadi tu mbak di coba kesaktiannya. Kalau tadi tidak ada Mas Prasta. Mbak mungkin sudah jatuh ke jurang." kata Pak Agung
Kami pun lalu diskusi tentang hal itu. Aku curiga pada lelaki ber hodie hitam. Begitu dia muncul, pasti kejadian berbahaya selalu ada. Selain itu, apa yang terjadi dengan Prasta dan Satria.
Pada saat aku hendak ke kamar. Aku melihat Prasta dengan Aura. Tamara dan Satria. Mereka sedang bermesraan di taman. Aku pun hanya tersenyum.
"Mau kemana Ra?" tanya Mbak Yessy
"Aku mau numpang sembahyang di pura depan. Kebetulan seberang itu kan Pura Desa." kataku pada Mbak Yesi
"Mau di temani?" tanya Mbak Yesi
"Enggak usah, mbak istirahat saja. Aku baik - baik saja." kataku
Aku lalu pergi ke luar menuju Pura Desa. Tujuanku ke pura itu selain untuk sembahyang. Juga untuk berbicara dengan 3 teman tak kasat mata ku. Aku harus segera memecahkan misteri malam ini. Aku ingin tahu tentang lelaki ber hodie. Serta perubahan sifat 2 lelaki itu.
*
Dalam pembangunannya, pura desa kerap ditempatkan pada area tengah di salah satu sudut caturpatra atau yang dikenal sebagai perempatan agung.
Terdapat bale wantilan atau bale desa, pasar dengan Pura Melanting, serta rumah pejabat desa di dekat pura .
Pelinggih - pelinggih yang ada di Pura Desa ialah :
Gedong Lingga Sthana Dewa Brahma
Pelinggih Ratu Ketut Petung, gelar dari bhuta dengen
Lingga Sthana Sedahan Penglurah (Tepas Ratu Gede Mecaling)
Padmasana Lingga Sthana Ida Sang Hyang Widhi
Bale Agung Lingga Sthana Begawan Penyarikan/ Bagawati
Gedong / Bebaturan (Panghulun Bale Agung) Sthana Bhatari Rambut Sedana (Melanting).
*
Aku kemudian sembahyang dan melakukan meditasi. Setelah itu, aku memanggil Puspa, Kencana, dan Adhiraksa. Aku ingin meeting di sebuah tempat yang tidak diketahui orang. Bahkan untuk menjaga obrolan kami. Aku pun diculik sama mereka ber tiga.
"Mau kemana kita?" tanyaku
"Masih di sini tapi putri kami hilangkan. Untuk menjaga kewarasan putri." kata Puspa
"Sekarang ceritakan putri, apa yang terjadi?" tanya Kencana
Aku pun menceritakan detilnya. Ketika sedang berbicara tentang leak. Tiba - tiba ada sekelebat bayangan. Aku kejar trus melihat orang ber hodie. Kemudian tahu - Aku sudah di pinggir jurang.
"Kamu terkena salah satu ilmu leak, putri." kata Adhiraksa
__ADS_1
"Maksudnya?" tanyaku
Puspa menjelaskan bahwa ada orang yang meminta tolong. Minta kepada balian dengan cara ngleak.
"Tunggu putri, tadi putri bilang lelaki ber hodie?" tanya Kencana
"Iya, kemunculannya selalu membawa musibah." kataku
"Aku akan pastikan siapa dia. Jika memang itu dia, maka kita harus berhati - hati." kata Kencana.
"Berarti dia juga sudah reinkarnasi." sahut Adhiraksa
Aku pun penasaran dengan maksud obrolan mereka. Tapi mereka seperti tidak mau berbagi denganku.
"Dia siapa?" tanyaku
"Musuh utama kerajaan." jawab Adhiraksa
"Apa Balaputradewa?" tanyaku
Mereka bertiga sepakat untuk tidak memberitahukan padaku. Demikian juga dengan sejarah yang pernah terjadi.
"Kenapa kalian diam?" tanyaku penasaran.
"Kami akan memastikan dulu putri." sahut Adhiraksa.
Setelah percakapan membahas manusia berhodie. Setelah itu, aku ingin membahas tentang perubahan sifat mereka berdua.
"Apa yang terjadi ya kira - kira pada Prasta?" tanya ku
"Terkena ilmu pelet." kata Puspa
Aku kaget, ternyata mereka berdua berada dalam pengaruh pelet. Aku langsung bertanya tentang penawarnya.
"Siapa yang mengirimkan?" tanyaku
"Orang yang mengirimnya adalah orang yang merasakan efeknya." kata Kencana
"Tamara dan Aura." kataku
Mereka ber 3 lalu mengangguk secara bersamaan. Aku tidak percaya jika Tamara berani melakukan itu.
"Lalu apakah ada penawarnya?" tanya ku
"Coba ingat kepada obrolan malam itu." kata Kencana
Aku lalu mengingat apa yang dijelaskan oleh para mangku tadi.
"Leak itu bentuk ugra dari Dewi Durga. Kamu kalau bisa mengalahkannya. Maka kehidupan kalian akan bahagia." kata Kencana.
"Mengalahkan? penawar dari leak jahat adalah leak putih." kataku
Aku lalu mengingat apa penawarnya.
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya.
next :
apakah Nara bisa menyelamatkan Prasta dan Satria?
Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.
terimakasih
With love
Citralekha
potret pura desa
__ADS_1