Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Rencana Balaputra


__ADS_3

"Kalasmara kau sangat hebat. Tidak ada wanita di dunia ini yang sanggup memuaskanku. " rancau Balaputra


"Terus pangeran jangan berhenti, kau selalu tahu dimana titik sensitif seorang wanita." kata Kalasmara


Balaputra terus menjelajahi setiap inci dari tubuh mulus Kalasmara. Dia terus bermain di area dada dan kewanitaan Kalasmara. Suara desahan Kalasmara membuat Balaputra semakin terbuai dalam asmaranya.


"Sial, kenapa aku bisa terkena pengaruh Kalasmara" umpat Balaputra


Dia segera sadar dengan dirinya. Pengaruh Kalasmara sudah memudar. Sebagai tanda bahwa telah terpenuhinya hasratnya.


"Kalasmara, licik kau!!" bentak Balaputra


"Hahahahahahhaha" tawa Kalasmara


Segera Balaputra mencabut pedang pusaka dan mengarahkannya ke Kalasmara. Dia terpanting sejauh 6 m. Tubuhnya terhuyung akibat menendang meja di ruangan Balaputra.


"Aku musnahkan, Kamu!!" bentak Balaputra


Tanpa ampun, Balaputra hendak menebas kepala Kalasmara. Tapi segera dia memohon ampunan dari Balaputra. Pedang pusaka Balaputra adalah pedang perusak iblis. Siapapun iblis atau denawa yang terkena tebasan pedang itu akan lumpuh kekuatannya dan bisa juga akan musnah dalam waktu sekejab.


Melihat pedang itu telah bersinar. Kalasmara pun mohon ampunan dari Balaputra.


"Pangeran, ampuni hamba. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi kepada pangeran." kata Kalasmara


"Kau harus musnah Kalasmara. Lancang kau telah membuatku terbuai dengan asmaramu." teriak Balaputra


"Ampun pangeran, hamba sudah memberikan informasi kepada anda tentang pangeran Satria. Setidaknya lepaskan hamba. Saya akan mengabdi dan menuruti semua perintah pangeran." teriak Kalasmara.


Mendengar perkataan Kalasmara, membuat Balaputra berpikir sejenak tentang tawaran Kalasmara. Ada benarnya dan untungnya jika Kalasmara menjadi anak buahnya yang penurut. Bahkan dia bisa menyuruh Kalasmara ke Hutan Dandaka untuk menyelidiki Satria.


"Baik kali aku ampuni, tapi kau harus membayar mahal perbuatanmu itu." kata Balaputra


Mendengar ampunan dari Balaputra. Kalasmara segera bangkit dan menyembah kaki Bala. Dia segera mengucapkan terimakasih dan berjanji akan menjadi pengikut yang setia.


"Terimakasih pangeran, saya berjanji akan mengabdi kepada anda. Apa yang bisa saya kerjakan untuk anda pangeran?" tanya Kalasmara


Kalasmara telah dilumpuhkan oleh Bala. Dia pun tertawa puas, karena telah berhasil membuat denawa bertekuk lutut di hadapannya.


"Kalasmara, kau harus segera ke Hutan Dandaka. Pastikan kalau Satria sudah meninggal di makan penghuni hutan." perintah Balaputra


"Tapi pangeran, hutan itu dikuasai oleh Ratu Kala bang. Ratu nya para dedemit." kata Kalasmara


"Kau mau melawan perintahku, Kalasmara?" tanya Balaputra dengan nada tinggi.


Balapan bersiap mengeluarkan pusakanya lagi. Sebelum itu terjadi, Kalasmara sudah mohon ampun.


"Baik pangeran, sekarang juga hamba akan berangkat ke Hutan Dandaka." kata Kalasmara


"Pergilah dan bawa kepala Satria kehadapanku." kata Balaputra sambil tertawa puas.


Kalasmara segera menghilang dari pandangan Balaputra. Dia sudah membayangkan dan dia memiliki ide lain jika nanti Satria masih hidup. Dia akan memanfaatkan Satria dengan kemampuan Kalasmara.


"Hahahahahha, dengan aku memiliki Kalasmara. Aku memiliki banyak rencana untuk cungguk Satria. Tahta itu adalah tahtaku. Tak akan kubiarkan direbut oleh siapapun juga." kata Balaputra.


..


(Kamar Widasari)


Dia masih menangis sesenggukan. Dia tidak menyangka Pasopati akan melakukan hal hina terhadap dirinya. Sempat terlintas di dalam pikirannya untuk mengakhiri hidupnya.


Tapi dia takut melihat runcingnya clundrik. Dia takut jika tidak langsung mati. Maka akan menyakitkan.


"Aku mau bunuh diri, tapi kalau aku tidak segera mati. Nanti aku akan tersiksa. Apa yang harus aku lakukan." kata Widasari.


"Aku akan menemui Kak Bala." gumam Widasari

__ADS_1


Dia segera mandi dan berencana untuk menemui Balaputra. Menurutnya, Bala adalah sosok kakak yang saat ini bisa melindunginya. Sedangkan Pasopati adalah lelaki yang saat ini hendak melukainya. Menurutnya, aku adalah wanita yang ada di tengah hubungan mereka. Jadi Widasari memutuskan untuk pergi ke Bala.


...


(Aku dan Pasopati)


"Ra, sepertinya Widasari marah besar denganku." kata Pasopati


Dia sangat menyesalkan tindakannya. Dia telah kecolongan dan tidak waspada dengan hadirnya Kalasmara. Sehingga dia tidak dapat menahan nafsunya.


"Sudah So, semua sudah terjadi. Sebaiknya aku menemui Widasari. Aku akan bicara dari hati ke hati." kataku


"Tapi aku nggak yakin, Ra. Widasari malah dengan tega menuduhmu. " kata Pasopati.


Aku juga menyesal dengan tindakan Widasari. Hatiku rasanya sakit dituduh dengan Pasopati. Apakah aku salah dan telah menyakiti hati Widasari. Padahal aku tidak memiliki rasa cinta pada Pasopati.


"Aku akan coba menemuinya, So." kataku


"Tapi sebaiknya biarkan dia tenang dulu. Percuma kamu menemuinya. Dia masih tidak mau berbicara dengan kita." kata Pasopati


Kita berdua saling menguatkan. Aku sangat bahagia memiliki sahabat seperti Pasopati.


"Ra, setelah Satria kembali nanti dari bertapanya. Aku akan gantian untuk bertapa." kata Pasopati


Aku tertegun dengan perkataan Pasopati. Kenapa dia tiba - tiba ingin bertapa.


"Kenapa kamu ingin bertapa?" tanyaku heran


"Aku ingin menambah kesaktian, Ra" kataku


Aku tidak mau berjauhan dengan Pasopati maupun Satria. Jika Satria kembali, Pasopati harus terus di sisi kita. Tapi perkataan Pasopati ada benarnya. Aku sebenarnya telah menentukan mahapatih nantinya adalah Pasopati. Sudah seharusnya dia memiliki kesaktian yang luar biasa.


"Tapi kemana kamu akan bertapa?" tanyaku


"Aku juga tidak tahu putri." katanya tertunduk


...


"Prajurit, katakan pada Kak Bala. Kalau aku ingin menemuinya." kata Widasari


"Baik putri, silahkan tunggu dulu." kata prajurit


Salah dua prajurit kemudian menuju ke diaman Balaputra. Mereka ingin melapor bahwa putri Widasari ingin menghadap.


tok tok tok


"Pangeran, putri Widasari ingin menghadap pangeran." teriak salah satu prajurit.


Dia sempat terpikir olehnya menemuiku. Tapi dia rasa sangat malu. Dia telah menuduhku bermain hati dengan Pasopati.


Balaputra pun segera membuka pintu kamarnya. Mendengar perkataan dari prajuritnya. Dia nampak sedang memikirkan sebuah rencana dan dia pun tersenyum licik.


"Dimana putri Widasari sekarang?" tanya Balaputra


"Beliau menunggu di pendopo alit, pangeran." kata seorang prajurit.


Tanpa pikir panjang, Balaputra pun bergegas ingin menemui Widasari. Dia tahu kenapa Widasari ingin menemuinya.


"Ini kesempatan yang bagus, hehehe" kata Balaputra


Tak berapa lama Balaputra sampai di pendopo alit. Terlihat Widasari duduk termenung.


"Adik Widasari" sapa Balaputra


"Kakak" kata Widasari

__ADS_1


Widasari segera berhambur memeluk Balaputra. Jelas hal itu membuat Bala kaget. Akan tetapi dia segera tersenyum licik.


"Aku bisa memanfaatkan Widasari untuk memata - matai Pasopati dan Satria, heheh" batin Balaputra


"Wida, tumpahkan segala kekesalanmu kepadaku. Aku siap mendengarkannya." kata Balaputra


Widasari nampak terisak di pelukan Balaputra. Demikian Balapun membelai Widasari dengan lembut.


"Kenapa jantungku berdetak kencang di pelukan Kak Bala." batin Widasari


"Kenapa jantungku berdetak, kenapa ini. Aku punya rencana lain terhadap Widasari" batin Balaputra


Setelah beberapa lama mereka berpelukan. Mereka pun melepas pelukannya. Di sisi lain, sepasang mata sedang mengawasi mereka berdua.


"Wida, ceritakan padaku apa yang terjadi." kata Balaputra


Sebenarnya Balaputra tahu apa yang terjadi dengan Widasari. Tapi dia pura - pura tidak tahu. Widasari pun segera menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Semuanya dia ceritakan secara detil. Bahkan kejadian memalukan pun dia ceritakan dengan sangat detil.


"Jadi Pasopati itu akan menodai mu??" bentak Balaputra


"Iya kak, hiks hiks hiks" kata Widasari sambil terisak


"Kau tahu Wida, itu semua karena Kalasmara, hahah" batin Balaputra


Balaputra pun pura - pura marah dan geram dengan kelakuan Pasopati.


"Akan aku bunuh Pasopati, karena telah berniat menodai mu!!" kata Balaputra


"Tapi Kak, kata Kak Nararia. Kami berdua berada di dalam pengaruh Kalasmara." kata Widasari


"Kak Nararia tahu?" tanya Balaputra


Widasari pun segera menceritakan bahwa Aku dapat menembus pintu kamar.


"Apakah kakak Pramodha memiliki ilmu kesaktian?" tanya Balaputra


Widasari pun segera menjelaskan terkait kekuatan yang aku miliki. Termasuk saat aku melakukan adu ketangkasan tempo lalu. Balaputra pun manggut - manggut mendengarkan cerita Widasari tentang keanehanku.


"Ya, kak Pramodha secara mengagumkan memiliki kekuatan itu. Tapi dari mana dia belajar ilmu kanugaran" kata Balaputra.


"Kak Pasopati yang telah mengajari Kak Pramodha beberapa gerakan silat." kata Widasari.


Balaputra masih bingung dengan keanehan yang ada pada diriku. Dia menjadi curiga denganku, terutama dengan kesaktian yang aku miliki.


"Wida, maukah kamu bekerja sama dengan diriku?" tanya Balaputra


"Kerjasama gimana kak?" tanya Widasari


Balaputra pun tersenyum licik.


**


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya. Maaf telat update. Jangan lupa untuk like, vote, dan rate ya.


Note : Apakah Pasopati akan pergi bertapa dan apakah putri Nararia membiarkan Pasopati pergi setelah kembalinya Satria?


Rencana apa yang disiapkan Balaputra, Apakah Widasari akan menerima kerjasama dengan Balaputra?


Tunggu kisah selanjutnya ...


Episode Duka di Kerajaan Medang.


***


with love

__ADS_1


Citralekha


__ADS_2