
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
Seketika itu mereka langsung menghilang. Aku pun lalu mengusir mereka berdua kembali ke kamar nya.
"Kencana kenapa tadi Satria melarangku menyentuh Prasta?" tanyaku
Kencana lalu memandang ke arah Puspa. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi yang jelas aku tahu dari gerak mata nya. Mereka berdua memang bisa berkomunikasi tanpa didengar oleh orang lain atau makhluk lain.
"Hey, kok diam malah pada ngobrol dalam hati saja." tegurku
"Maaf putri, apa yang ingin kau tahu?" tanya Kencana kikuk.
Aku pun mulai curiga, pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
"Kenapa aku tidak boleh menyentuh Prasta sama Satria?" tanyaku sekali lagi.
"Karena jika putri menyentuh Prasta. Kau akan tahu masa lalu dan kebenaran tentang Prasta." kata Kencana
Aku kaget dan sekaligus senang. Artinya aku akan segera tahu siapa Rakai ku. Apakah Prasta atau Satria. Tapi, bagaimana bisa tiba - tiba aku tahu. Sebelumnya aku sering menyentuh Prasta. Tapi tidak mengetahui apa - apa. Kemarin Prasta memegang tanganku. Tapi aku tidak bisa melihat apa- apa.
"Tapi Kencana itu tidak mungkin. Sebelumnya aku menyentuh Prasta. Tapi tidak terjadi apa - apa" kataku
"Itu ketika Padma Ratni dalam Tubuh mu belum bangkit. Kini kau bisa tahu semuanya." kata Kencana
"Wah keren dong, asyik ... aku bisa tahu masa lalu seseorang, yayayay" kataku kegirangan.
Aku seneng banget dengan begitu. Aku bisa kepo tanpa harus bertanya. Ini luar biasa bukan? tentu sangat keren, hehehe... Tapi anganku segera buyar.
"Tapi tidak semua orang bisa kau ketahui masa lalunya. Hanya yang memiliki hubungan dekat denganmu saja, putri." kata Puspa.
"Lha kok gitu?" protesku
"Iya, jika seseorang tidak memiliki ikatan denganmu. Itu bisa terjadi tapi samar - samar." kata Kencana.
"Oke, aku paham, kalau begitu aku akan segera ke kamar Prasta dan Satria. Aku akan segera tahu siapa Pasopati, siapa Pikatan." kataku kegirangan dan hendak pergi ke kamar mereka.
Tapi sebelum aku beranjak terlalu jauh. Aku dikejutkan dengan pertanyaan Puspa.
"Putri, jika kau tahu masa lalu Satria dan Prasta. Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan menikah dengan reinkarnasi Pikatan?" tanya Puspa.
Deg,. aku langsung berhenti dan menoleh kepada mereka berdua. Bener apa yang mereka tanyakan. Setelah aku tahu lalu apa yang harus aku lakukan.
"Masih ada pangeran Adhiraksa yang harus kau tahu. Dia memiliki anugrah dari Mahadewi Kali untuk hidup dan memilih cinta nya. Jika dia memilihmu, maka jelas kau tidak akan berjodoh lagi dengan Pikatan di masa kini." kata Kencana.
"Kau juga mempunyai Ardika Pradnyawan. Teman masa kecilmu yang memiliki hati yang sama denganmu. Ingat putri, tentu kau tidak ingin menyakiti mereka bukan?" tanya Puspa.
Aku langsung tersadar dengan apa yang dikatakan oleh Puspa dan Kencana. Bagaimana bisa aku menyakiti mereka semua. Lagi pula, apakah cinta mereka padaku tulus. Apakah cintaku pada Pikatan bener - bener rasa cinta? bukan karena kewajibannya dulu menikah dengannya. Dengan alasan ayahku telah dikalahkan oleh dia. Sehingga aku menjadi persembahan dari pihak yang kalah kepada pihak yang menang. Astaga, kenapa sangat rumit.
__ADS_1
"Coba tanyakan pada hatimu yang paling dalam. Siapa yang kau cintai?" tanya Puspa.
Aku lalu duduk di pinggir kasur. Ku pandang mereka berdua silih berganti. Serta ku pandang wajah Retno yang sudah terlelap.
"Kau benar Puspa, lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyaku
"Hanya kau yang tahu. Tanyakan pada hatimu. Yakinkan hatimu pada siapa nantinya akan berlabuh." saran Puspa.
Sebenarnya aku sangat penasaran dengan identitas Satria dan Prasta. Setidaknya aku ingin tahu siapa mereka sebenarnya. Apakah tidak boleh tahu siapa mereka dahulu. Haduuuh... sungguh aku sudah tidak sabar.
"Putri, jika kau ingin mengetahui identitas mereka berdua. Lakukan saja, rasa penasaran akan membuatmu tidak tenang. Sebaiknya kau tahu sekarang jika memang kau ingin." kata Kencana.
"Apakah tidak apa - apa?" tanyaku
Mereka berdua hanya menganggukan kepala. Lalu aku segera bangkit dan keluar kamar.
"Kalian jangan pergi kemana - mana sebelum aku kembali. Aku akan memberitahu kalian siapa Pikatan sebenarnya." kataku kegirangan
Aku lalu pergi meninggalkan mereka, serta menuju kamar Prasta dan Satria.
Kamarku sekarang hanya ada Kencana, Puspa, dan Retno. Tapi Retno sudah tertidur pulas. Itu merupakan efek dari mahkota dewa.
"Apakah dia akan kecewa?" tanya Kencana membuka obrolan.
"Aku rasa begitu, Prasta dan Satria belum mau identitasnya terbuka. Mereka masih ingin menyimpannya. Mereka harus memastikan semua aman terlebih dahulu." sahut Puspa.
"Ya, terlebih musuh saat ini telah tahu kekuatan kita. Tapi kita belum tahu seberapa besar kekuatan dari Walaing nanti nya." kata Kencana.
Puspa lalu mendekati tubuh Retno yang terbaring. Dia mengelus wajah lembut Retno.
"Hanya kau nanti yang dapat menolong teman - temanmu, Retno Kartika." kata Puspa.
"Kita akan mengajari Retno cara menggunakan senjata dan kekuatan." kata Kencana.
Kencana hanya tersenyum lalu mendekati Puspa.
"Seperti insan manusia lainnya. Dia pasti akan kesal, itu tugasmu Dewi Puspasari. Kau juga seorang wanita. Jadi kau tahu cara bagaimana membuat hati Nara senang, bukan?" tanya Kencana.
"Ya baiklah, kalian kaum lelaki hanya bisanya memerintah saja" sungut Puspa.
Kencana pun hanya tersenyum.
*
Istana Kegelapan.
Raja Ardana membawa semua pasukannya kembali ke istana. Dia pun lalu meminta tabib kerajaan untuk menyembuhkan prajuritnya yang terluka.
"Raja Arda, tak ku sangka kau ternyata budak cinta dari Nararia menyebalkan itu" kata Tamara.
Raja Arda lalu menatap Tamara dengan tajam. Segera dia cengkeram leher Tamara.
"Hati - hati kau berbicara, atau aku musnahkan kau sekarang juga!" bentak Raja Arda.
Tamara pun merasakan lehernya sangat sakit. Sakit sekali, amarah ditambah kecewa membuat raja Arda semakin murka.
Melihat raja Arda marah, membuat Aura tertatih bangun.
"Raja Arda, mohon ampuni Tamara. Maafkan dia, dia hanya terbakar emosi saja. Karena tidak bisa mengalahkan Nara. Raja Arda ku mohon lepaskan Tamara. Kita akan kehilangan satu kekuatan kita nanti. Sementara itu, kekuatan musuh sangat kuat. Bahkan Padma Ratni yang belum digunakan pun sangat dasyat." kata Aura.
__ADS_1
Mendengar perkataan Aura, membuat Raja Arda tersadar. Dia lalu melepaskan cengkeraman di leher Tamara.
Uhuk uhuk uhuk
Tamara terbatuk sembari memegang lehernya. Aura pun berjalan menuju Tamara sembari membawakan minum.
"Minumlah Tamara, jangan berbuat seperti itu lagi." kata Aura sembari membantu Tamara minum.
Tamara pun hanya menganggukan kepala. Setelah itu, Raja Arda menghilang dari balai obat. Sepeninggalnya raja Arda. Gelas tadi langsung dibanting oleh Tamara.
"Kenapa aku selalu kalah dengan dia? kenapa dia mendapatkan perhatian semua orang, dewa, Denawa, bahkan raja kegelapan. Kenapa?? jawab aku??" teriak Tamara yang histeris.
Melihat sahabatnya histeris, membuat Aura menjadi iba. Tapi apa daya dia, saat ini adalah mengalah pilihan yang tepat.
"Kita akan balas mereka suatu saat nanti. Kamu pulihkan dulu tenaga dalam mu." kata Aura.
"Iya, terimakasih ya" sahut Tamara.
*
Aku sudah berada di depan kamar Prasta dan Satria. Lalu aku pencet bell depan pintu nya. Aku sudah membayangkan begitu membuka pintu. Aku akan langsung sentuh tangan atau apapun itu. Sehingga langsung ketahuan.
Tapi ... sudah berkali - kali aku pencet bell tidak ada respon.
"Ini kemana sih mereka?" tanyaku
Aku langsung mengetok pintu. Tapi tak kunjung dibukakan juga. Lalu aku hampir hape ku. Rencana mau menelponnya.
"Aaah... sial, low bat lagi." kataku kesal.
Aku pun lalu berteriak tapi tak ada jawaban. Sampai orang pada mau masuk kamarnya melihat ke arahku.
"Heh, kenapa aku tidak menembus pintu saja." pikirku
Tapi aku harus waspada, bahwa ada kamera CCTV. Aku lalu menjentikan jariku. Seketika itu cctv diam beberapa saat. Aku lalu masuk ke dalam kamar mereka.
"Dari tadi kek seperti ini, kan nggak usah capek berdiri dan berteriak." gumamku.
Tapi di dalam kamar Prasta dan Satria tidak ada orang. Bahkan aku mencoba menelusuri mereka di setiap sudut kamar. Tapi tak ada dan tak menemukan kehidupan di kamar ini.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
next:
Kira-kira kemana Satria dan Prasta?
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
__ADS_1
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"