
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
***
Raja pun lalu memperhatikan Adhiraksa.
"Tukar kan pusaka Tarumanegara dengan pangeran kedua." kata Raja Purnawarman.
"Apa??" kata kami berdua.
Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin aku tega menukar Adhiraksa dengan pusaka. Benda itu memang penting, tapi persahabatanku juga tak kalah penting.
"Tapi Maharaja, kenapa harus ditukar dengan Adhiraksa?" tanyaku.
"Rakyan, ingatlah setiap apa yang akan kamu ambil dari masa lalu. Maka kamu pun harus menukarnya dengan sesuatu yang pantas." sahut Maharaja.
"Raja, apakah tidak bisa ditukar dengan benda lain?" tanyaku.
"Nak, pusaka Taruma ini bukan senjata biasa. Ini adalah Prabawa kerajaan ini. Jika kamu ambil, tidakkah kamu sangat egois?" tanya raja.
Aku berpikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan raja. Tapi tetap saja, aku tidak mau mengorbankan Adhiraksa.
"Rakyan, aku tidak masalah jika harus tinggal di sini. Kamu tukarkan saja aku dengan pusaka itu." kata Adhiraksa.
"Kamu bilang apa pangeran tengik" kataku lalu memeluk Adhiraksa.
Aku tidak mau mengorbankan salah satu kerabat dekat ku. Jika mau memang akan terjadi pertumpahan darah di masa depan. Tidak masalah, mungkin itu takdir dan sudah garis alam. Mungkin masih ada keajabaikan untuk menghalau musuh. Intinya, aku tidak mau mengorbankan Adhiraksa.
"Bagaimana Rakyan, kamu jangan egois. Mengorbankan 1 orang tidak masalah. Coba kamu pikirkan, jika kamu kembali bersama pangeran kedua. Pusaka masih di sini, korban jiwa pasti lebih banyak." kata Raja.
Sebenarnya, ngeri juga membayangkan apa yang dikatakan raja. Tapi tetap saja aku tidak terima.
"Dewata, tolong aku." kataku.
Raja pun lalu menunjukan sebuah gambaran masa depan yang akan terjadi. Masa depan bener bener porak poranda. Banyak korban berjatuhan. Termasuk sanak keluarga Nararia. Serta orang orang yang dia cintai.
"Ini tidak mungkin, ini pasti bohong." kataku.
"Ini lah yang akan terjadi. Pikirkan Rakyan, menyelamatkan 1 orang tapi mengorbankan banyak orang atau mengorbankan 1 orang menyelamatkan banyak orang?" tanya Raja.
Ada desirdan sirat sedih di wajah Nararia. Tentu saja, bagaimana tidak Nara harus memilih antara keluarga atau Adhiraksa.
"Nara.." sapa Adhiraksa.
Nara pun masih tertunduk dan tidak mau melihat Adhiraksa.
"Rakyan.. dengarkan aku." kata Adhiraksa.
Nara pun lalu mengacungkan telunjuknya di depan mulut Adhiraksa. Tanpa berkata, Nara lalu memeluk Adhiraksa dengan erat.
__ADS_1
"Rakyan, aku ikhlas berkorban untuk mu." kata Adhiraksa.
"Tapi aku yang tidak ikhlas, Adhir" kata Nara.
"Nara, apakah kamu ingat, dulu saat kamu di Kerajaan Medang. Kamu pun harus memilih sesuatu yang susah." kata Adhiraksa.
"Sesuatu yang susah? pilihan?" tanya Nara.
"Benar, Dewi Sakti memberikan pilihan yang sulit kan untuk mu?" tanya Adhiraksa.
Mendengar kata Dewi Sakti, Nara pun teringat sesuatu.
"Adhir.." kata Rakyan.
"Iya,. Nara.. aku ikhlas berkorban untuk mu. Demi cinta ku pada mu. Aku rela tinggal disini. Asalkan kau bahagia. Apapun akan aku lakukan." kata Adhiraksa.
"Kamu bicara apa hah? kira ke sini bersama sama. pulang nya pun harus bersama. Eh... tunggu, sepertinya anggota kita kurang 2 deh." kata Nara.
Nara pun lalu melepaskan pelukan nya pada Adhiraksa. Dia teringat bahwa 2 pangeran kodok nya menghilang.
"Satria dan Prasta." kata mereka berdua secara bersamaan.
"Aduh.. kembaran itu kemana sih. Apa mungkin hanyut di sungai?. Bagus lah kalau hanyut, aku jadi tidak ada saingan" tanya Adhiraksa.
"Adhir.. apa yang kamu katakan barusan?" tanya Nara.
Adhiraksa pun kikuk dan menyadari apa yang baru saja dia ucapkan.
"Enggk.. tidak ada." kata Adhiraksa salting.
"Kamu tadi bilang jika Prasta atau satria adalah saudara kembar mu. Jadi diantara Satria dan Prasta ialah Pangeran Jatiningrat?" tanya Nara.
"Adhir.. bener kan diantara mereka berdua salah satu nya adalah Jatiningrat?" tanya Nara.
"Enggk.. kamu salah dengar kali. Nara sebaiknya cepat buatlah pilihan." kata Adhiraksa.
Raja pun melihat tingkah 2 cicit nya itu dengan penuh tawa.
"Tak ku sangka, kalian berdua saling mengasihi. Tapi sayang nya, kamu harus memilih Rakyan. Jika kamu meninggalkan Adhiraksa di sjni. Aku akan mengembalikan 2 temen mu itu" kata Raja.
"Maksud raja? dua temen saya? Retno dan Denta? Dimana dia, bukankah kalian berjanji akan menjaganya" tanya Nara.
"Mereka berdua aman bersama Nayaka. Tapi kamu melupakan para ksatria mu." ucap raja.
Nara pun inget, dan betapa naif nya dia. Prasta dan Satria seperti ditelan bumi. Begitu mereka bertemu dengan Rsi Sakti.
"Kemana Prasta dan Satria?" tanya Nara
Raja pun akhirnya tersenyum. Serta mengeluarkan Prasta dan Satria dari kurungan kaca nya.
"Prasta, satria" Nara berlari mendekati Prasta dan Satria.
Tapi sayang nya, mereka tidak bisa menyentuh fisik sama sekali. Seperti ada tembok penghalang.
"Raja, kenapa kau menyandera mereka? Bukankah kau adalah leluhur kami?" tanya Nara.
"Rakyan, kamu harus tahu. Bahwa mengambil pusaka kerajaan Kuno. Kamu harus mengganti nya dengan sesuatu yang berharga pula." kata Raja.
"Arti nya?" tanya Nara.
__ADS_1
Raja lalu maju dan mendekati Nararia. Serta menunjuk kepada Satria, Prasta, dan Adhiraksa.
"Nararia.. apakah kamu sangat menyayangi mereka berdua pula?" tanya raja.
"Tentu saja, saya sangat menyayangi mereka semua." jawab Nara.
Raja pun tersenyum lalu memanggil Nayaka untuk masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Nara ketika Retno dan Denta juga diperlakukan yang sama seperti Prasta dan Satria.
"Retno, Denta.... Raja apa maksud ini semua?" tanya Nara.
"Apakah kamu juga menyayangi mereka?" tanya raja kembali.
"Tentu, saya sangat menyayangi semua sahabat saya. Apa maksud semua ini?" tanya Nara.
Raja pun tersenyum, lalu mengeluarkan Pusaka kerajaan Tarumanegara.
" Apakah kamu juga menginginkan ini?" tanya Raja.
Pusaka yang mereka cari kemudian muncul di atas telapak tangan raja.
"Betul raja, kami ke sini memang untuk mencari pusaka itu.
"Kamu bisa membawa pulang pusaka ini dan membawa kembali pangeran ke dua ke masa depan. Tapi tinggalkan mereka ber empat di sini." kata Raja.
Mendengar persyaratan raja, tentu saja membuat para ksatria geram.
"Raja sebenarnya, apa maksud mu? kami semua adalah anak cucu mu." kata Satria.
Raja hanya tersenyum.
"Diam lah, aku hanya ingin berbicara pada Rakyan." kata Raja.
"Raja, saya tidak mungkin mengorbankan teman teman ku untuk tinggal disini." kata Nara.
"Lalu kau ingin semua ke masa depan dan mengambil pusaka ini? kau sangat tamak Rakyan. Cepat pilih siapa yang akan kamu bawa ke masa depan dan siapa yang harus tinggal di Kerajaan Taruma." kata raja
***
Maaf banget baru sempat update.
Kira-kira apa pilihan Nararia?
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya. Maaf kalau bosen ya. Serta ceritanya banyak tntg sejarah. Memang novel ini akan banyak menceritakan tentang sejarah indonesia kuna. Sebagai bentuk kampanye budaya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"
__ADS_1
Maaf ya, sudah off lama,. sekarang akan update tiap 2 hari sekali yaa..