Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Balaputradewa


__ADS_3

*Sebelum membaca, jangan lupa like, vote, dan comment ya*


Happy reading


.


.


Pertemuanku dengan mamaku di masa depan membuatku bahagia. Setidaknya aku bisa tenang. Rasa kangenku terobati. Tapi meskipun demikian, aku tetap merindukan suasana pedesaanku, tetanggaku, teman - temanku. Aku merindukan sembahyang di pura bersama sepupuku. Aku rindu suasana abad 21.


Aku dan Dewi Dharmakrtti pun berjanji akan sering bertemu. Beliau juga bahagia karena menemukan aku anaknya di masa depan. Ini suatu anugrah terindah buatku. Aku bisa masuk ke abad 9 dan melihat langsung suasana di masa ini.


--


Sore harinya, aku sedang bergurau dengan para dayang di keputren. Dayang bercerita tentang kehebatan Pangeran Pikatan. Cintanya begitu melihatku membuatnya berusaha mengambil hatiku. Aku senang sekali mendengarnya. Ternyata ada juga lelaki yang mengejarku. Tapi Pasopati bilang, salah satu alasan Satria mendekatiku karena aku adalah putri mahkota di abad ini. Ia ingin menjadi maharaja di tanah Mdang.


Aku tahu dan tidak marah padanya. Sebab suatu hari nanti, dia dan anakku lah yang akan membuat sejarah. Ia akan membangun sebuah kompleks percandian yang indah, megah, dan menjadi salah satu icon Indonesia.


--


Putri Widasari berlarian menghampiriku yang sedang minum kilang dan makanan ala Mdang. Ia terlihat capek karena berlarian. Ia juga langsung menenggak minumanku. Kelakuannya membuat kami bingung.


"Kamu kenapa Widasari?" tanyaku heran


Ia terlihat mengatur nafasnya. Aku mencoba untuk menenangkannya. Sepertinya ia membawa berita yang penting, besar, dan spektakuler sampai harus seperti itu.


"Kenapa putri, ada apa?" tanyaku


"Rakyan ... aku membawa berita baik." katanya masih nggos - nggosan.


"Kabar apa?" tanyaku


"Ayo Rakyan ikut aku." ajaknya


Aku beserta beberapa dayang mengikuti Widasari. Ia mengajak kami ke pendopo depan. Di depan ramai sekali, banyak orang yang hadir.


"Putri kenapa itu, kok ramai?" tanyaku heran.


Aku berpikir jika ada sebuah pertunjukan yang hebat. Mungkinkah ada pertunjukan wayang orang. Tapi begitu aku melihatnya, aku kaget dengan apa yang terjadi.


"Itu kenapa sih Satria?" tanyaku heran.


"Dia membawa banyak binatang buruan dan membagikan kepada rakyat." kata Pasopati


Ia tiba - tiba datang dan berkata dari belakang. Ia menjelaskan jika ini baru kali pertamanya Satria berbagi binatang buruan dalam keadaan masih hidup.


"Eh apa yang dia bawa itu?" tanyaku


"Satriaaa" teriakku


Ia langsung menoleh begitu aku panggil. Ia juga langsung menaiki kereta yang ditarik oleh 7 ekor rusa.


"Kok ditarik dengan rusa?" tanyaku heran.


"Iya, ini kejutan untukmu, biasanya kan pakai kuda. Ayo naik sini." ajak Satria.

__ADS_1


Aku hanya menggelengkan kepala. Aku merasa kasian dengan rusa itu.


"Naik saja, rusa kan binatang yang kuat dan lincah." kata Satria.


"Tapi aku mau lihat burung merak bermekaran ekornya." kataku


Satria kemudian menepukan tangan. Tak berapa lama kereta yang tertutup di sebelah kiri dibuka. Merak berjalan keluar dan menggepakan sayapnya.


"Canntiiiiknya" gumamku


Aku kemudian mendekati merak dan hendak mengambil bulunya. Tapi tanganku dipatuk.


"Aduuuuh" teriakku.


Merak itu juga menggejarku dan berniat mematukku. Aku lari dan bersembunyi dibalik badan Satria. Tiba - tiba ada anak panah yang memanah merak cantik tadi. Merak itu mengepak sayapnya dan kesakitan. Aku langsung menghampiri merak cantik itu. Aku menangis, karena merak itu terlihat sangat pasrah.


"Siapapun tolong obati merak ini." kataku sambil terisak.


Pasopati kemudian datang dan mengobati merak itu.


"So, apa merak ini bisa sembuh?" tanyaku sambil menangis.


"Bisa, 3 hari pasti dia akan kembali sehat." katanya.


Aku kemudian mencari orang yang sudah memanah merak cantikku. Tiba - tiba muncul seorang lelaki dengan pakaian kebesarannya melangkah ke arahku. Kulihat semua masyarakat menyembah padanya.


Aku terus perhatikan orang itu. Siapakah lelaki itu, badannya tegap, gagah, tinggi, bak perwira pasukan khusus. Ia sangat berwibawa dan lumayan cakap, tapi lebih cakap Satria.


'Balaputradewa, adik tirimu.' bisik Puspa.


Aku ingat cerita Fais kalau dialah yang nantinya akan memberontak pada istana. Ia berniat menggantikan ayahku menjadi penguasa Jawa. Tapi dengan pemberontakannya, Satria dan anak keduaku nantinya yang akan menggalahkannya. Sebagai tanda kemenangan, Satria akan memerintahkan masyarakat membangun Candi Prambanan dan yeey aku pulang.


Ia kemudian menghaturkan sembah kepadaku. Ia juga menghaturkan salam pada Satria. Tapi aku lihat mereka nampak tidak bersahabat. Balaputra justru berpelukan dengan Pasopati.


"Kakak, aku sangat merindukanmu." katanya


"Aku juga Dik, kamu apa kabar?" tanyaku


"Kakak, aku juga baik. Kakek Dharmasetu menyampaikan salam kepada kakak. Kakek ingin agar kakak ke Sriwijaya." kata Balaputra.


"Hai kakak ipar, bagaimana kabarmu?" kapan kamu pulang ke Pikatan?" kata Balaputra.


Aku mendengar ucapan Balaputra. Ini karena ia tidak suka, mungkin ia tahu bahwa Satria mengincar tahta Mdang.


"Adik, Kak Satria akan tinggal di istana ini untuk selamanya. Hari pernikahan kami sudah ditentukan bulan depan. Jadilah kau adik yang baik dan nurutlah sama aku." kata Satria


Aku melirik pada Pasopati. Ia paham akan lirikanku. Pasopati kemudian mendekati Satria dan Balaputra.


"Pangeran Balaputra pasti capek karena perjalanan dari Sriwijaya ke Mdang butuh waktu beberapa minggu. Ayo istirahat dulu." kata Pasopati.


Ia kemudian memanggil dayang untuk melayani dan mengantarkan Balaputra ke kamarnya. Dayang dan pungawa istana membantu menurunkan barang - barang yang dibawa oleh Balaputra.


"Kak Rakyan, ini ada oleh - oleh dari kakek Dharmasetu." kata Balaputra.


Ia menyerahkan padaku sebuah bungkusan yang terbuat dari kayu jati berukir. Aku kemudian membuka kotak itu dan ternyata perhiasan dari emas dan berlian.

__ADS_1


"Wuah ini pasti mahal sekali, dik!" gumamku


"Suvarnadwipa terkenal dengan tambang emas, kakak. Kita ini keturunan penguasa hebat." kata Balaputra sambil melirik Satria.


"Wah adik, kau benar sekali. Penyatuan antara Sriwijaya dan Mdang akan membuat Rakyan disegani dan menjadi penguasa wanita terhebat. Apalagi aku yang mendampingi." kata Satria.


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Satria. Aku tahu bibit permusuhan akan segera pecah. Suasana istana Mdang akan bergejolak. Inilah yang membuat hancurnya suatu negara. Perebutan tahta dan kekuasaan.


Balaputra kemudian pergi meninggalkan kami. Aku membujuk dan merayu Satria agar suasana hatinya enak. Aku tahu pasti ada dendam dan persaingan.


"Kak Satria mana kelinciku. Aku malam ini mau bermain dengan kelinci." kataku


"Kakak sudah bawakan kelinci yang banyak, sayang. Kakak akan menyuruh dayang membuatkan sate." kata Satria.


Aku kemudian menggelengkan kepala. Aku tidak setuju jika harus membunuh binatang yang lucu. Aku tidak tega memakan dagingnya.


"Jangan kak, kasian kelincinya." kataku


"Lalu kamu mau makan binatang buruan apa sayang?" tanya Satria.


"Telur mata sapi saja, kak." kataku


Satria melihatku penuh keheranan. Ia memandangiku dengan tatapan aneh


"Kamu kasihan aku membunuh kelinci, tapi kamu nggak kasian aku membunuh sapi dan diambil matanya?" kata Satria.


Aku kemudian tertawa ngakak mendengar penuturan Satria. Aku lupa kalau di dunia ini pasti tidak ada telur ceplok.


"Hahahahhaha " tawaku


"Apanya yang lucu?" tanya Satria


"Telur mata sapi itu adalah telur ayam yang digoreng menggunakan minyak kelapa." kataku


Tapi ia tidak paham dengan maksudku.


"Telur rebus deh." kataku nyerah.


Ia kemudian memerintahkan dayang untuk merebus telur ayam kampung dan membuatkan sate.


"Kamu mau sate ayam kan?" tanya Satria.


"Mau, kak." kataku.


Kami masuk dan ke bilik masing - masing. Aku melihat Mahaputra bersama seorang senopati kerajaan Sriwijaya sedang berbicara yang serius.


''Apa yang diomongkan ya. Aku curiga.''batinku


'Kamu mau aku mendengarkan pembicaraan mereka?' bisik Kencana.


"Enggak ... nggak baik menguping pembicaraan orang." kataku sambil berlalu.


**


Episode kali ini cukup ya. Mohon maaf telat update... seharian ini capek karena semalaman nglembur ngetik buku ilmiah versi hard.

__ADS_1


With love


Citralekha


__ADS_2