Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Pertunjukan Barong Rangda


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Aku lalu mengingat apa yang dijelaskan oleh para mangku tadi.


"Leak itu bentuk ugra dari Dewi Durga. Kamu kalau bisa mengalahkannya. Maka kehidupan kalian akan bahagia." kata Kencana.


"Mengalahkan? penawar dari leak jahat adalah leak putih." kataku


Aku lalu mengingat apa penawarnya.


"Tadi enggak ada ngobrolin masalah penawar, tu." kata ku


"Yaudah kalau gitu, kita kasih kesempatan Prasta dan Aura. Tamara dan cinta palsu nya Satria." kata Adhiraksa


"Besok malam kamu akan temukan jawabannya putri." kata Puspa


Aku pun kemudian dikembalikan ke dunia manusia. Aku langsung masuk kamar dan tidur.


*


Pagi hari seperti biasa aku menghirup udara segar Bali. Suasana Tabanan yang banyak dengan sawah membuat aroma pagi sangat segar. Pada waktu itu lah, aku melihat kemesraan 2 pasangan itu. Aku dan Mbak Yesi hanya tersenyum.


"Nara, itu Prasta kok berubah sikapnya?" tanya Mbak Yessy


"Berubah gimana, mbak?" tanyaku


"Biasanya dia nempel sama kamu. Ini dia sama Aura. Trus maaf ya, aku kurang suka sama mereka ber dua." kata Mbak Yessy


Aku hanya tersenyum mendengar penuturan mbak Yessy.


*


Siang nya, aku melihat para tim sangat sibuk mempersiapkan peralatan yang akan di install ke Rumah Sakit. Tapi sebelum itu, kami mengurus segala administrasi yang di butuhkan.


Beberapa tim utama, Aku, Mas Adi, Pak Gede, Mas Arya, Prasta, Satria, dan Mbak Yessy menuju RSUD Tabanan. Kami akan bertemu dengan dirut RSUD terlebih dahulu.


Selama dalam perjalanan kami banyak diam. Mas Adi sebagai sopir. Pak Gede duduk di samping Mas Adi. Kursi tengah ada Aku, Mbak Yessy, Mas Arya. Sedangkan Prasta, Satria, dan Gusde ada di kursi belakang.


"Kerjasama kita harus berjalan dengan lancar. Mbak Nara semua dokumen perjanjian sudah siap ya?" tanya Pak Gede


"Sudah pak, nanti bapak tinggal presentasi. Draf dokumen kerjasama sudah siyap." kataku


"Nanti mohon kepada mr.Satria untuk ikut presentasi dalam kerjasama internasional juga ya." pinta Pak Gede


"Baik pak." jawab Satria


Tak berapa lama, kami sampai di RSUD. Persentasi, kemudian ninjau lokasi tempat masang alat. Setelah semua nya selesai. Kami pun lalu hendak kembali ke villa. Sebelum itu, kami makan siang yang sudah telat di Jimbaran.


"Nara ... aku mau makan ikan sepuasnya. Nila nyat - nyat ini favoritku. Lawar kuir itu kesukaan Mas Arya. Kalau Mas Adi, jangan lupa pesanin es nyonyo." kata Gusde

__ADS_1


"Ya bolehlah makan sepuasnya. Besok kan loe harus kerja keras buat cari duit. Awas ya sampe g kelar. Loe harus buat dapur kita mengepul, hahha" kataku kemudian diikuti tawa semuanya


"Nonton Barong Rangda nya nanti malam, kan?" tanya Mas Adi


"Betul, jangan lupa bu bendahara .m. duit buat beli cemilan." kata Gusde


"Ah Gusde mah, pake duit kamu dulu." kataku agak manyun


"Enggak ... Ntar enggak ditukar lagi." katanya kesal


Kami pun meledek Gusde dengan segala hal. Tak berapa lama makanan pesanan kami datang. Hmmm... banyak banget yang di pesan. Aku lihat mereka sangat lahap. Hingga, masih ada tersisa 1 lobster ukuran mini.


Tak tak tak


Bunyi garpu ku beradu dengan garpu nya Satria. Kami pun lalu mengalah. Hingga akhirnya tidak ada yang mau nggalah. Lobster itu lalu kami bagi dua.


"Dari pada rebutan, mending bagi dua deh. Kalau nggak mau, buat Gusde deh." kata Gusde


"Bagi 2" kataku


Kami pun lalu membagi dua.


"Eh, pertunjukan Barong Rangda tu kayak gimana ya?" tanya Prasta


"Itu bagus banget tuan Prasta. Wajib nonton kalau ke Bali." kata Mas Arya


Gusde pun lalu menjelaskan tentang sejarah Barong Rangda.


Barong dan Rangda digambarkan memiliki kekuatan yang berimbang. Keduanya juga dianugerahi keabadian, sehingga terjadi pertarungan yang tak ada habisnya. Karena sama kuat, keduanya terus bertarung tanpa ada salah satu pihak yang kalah dan menang.


Rwa bhineda mengajarkan dua hal yang bertolak belakang.Kebaikan ada karena adanya keburukan atau kejahatan yang menjadi pembandingnya. Begitu pula sebaliknya. Sesuatu dianggap sebagai keburukan karena ada kebaikan yang menjadi parameter pembandingnya


Konsep keseimbangan ini terwujudkan dalam mitologi hubungan antara Barong dan Rangda. Perseteruan abadi Barong dan Rangda melambangkan kebaikan dan keburukan yang pada hakikatnya berdampingan. Baik keburukan maupun kebaikan, keduanya tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan manusia.


"Ya, Barong adalah sosok baik. Sedangkan Rangda adalah pimpinan para leak." kata Mas Arya


Aku jadi ingat, penawar ilmu leak. Bisa jadi kan Kalau Barong itu akan mampu melawan leak. Tapi kalau leak yang memiliki ilmu tinggi dan menjadi Rangda. Pasti akan sulit untuk mengalahkannya.


"Bisakah diceritakan sejarah Barong Rangda?" tanya Prasta masih penasaran.


Mas Arya lalu menjelaskan tentang sejarah Barong Rangda yang dia ketahui.


*


Barong merupakan binatang mitologi berkaki empat yang mempunyai kekuatan gaib. Dia diyakini sebagai pelindung masyarakat. Barong dianggap sebagai wahana dewa yang mampu menjaga kestabilan dunia. Barong dimunculkan karena adanya sebuah peristiwa genting. Seperti wabah penyakit (demam, muntaber, dan desti (penyakit yang disebarkan oleh leak))


Ketika wabah itu muncul, sehingga dibutuhkan kekuatan yang mampu menghalau itu semua. Sehingga masyarakat Bali butuh figur yang maha dasyat untuk mengalahkan Rangda.


"Kalau Rangda dan Leak itu sama?" tanyaku


"Leak itu adalah orang sakti yang kekuatannya baru cetek. Sedangkan Rangda adalah orang sakti yang sudah berilmu tinggi." timpal Gusde


"Rangda itu laki - laki atau perempuan?" tanya Satria


"Gusde akan jelaskan" sahut Gusde.


*


Rangda memiliki arti janda (perempuan yang ditinggal oleh suami nya). Jadi Rangda adalah nama lain dari kekuatan Calon Arang. Diceritakan bahwa Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam. Dia sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit.

__ADS_1


Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Menggali. Putrinya sangat cantik, tapu tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Karena kesulitan yang dihadapi puterinya, Calon Arang marah dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda.


Gadis tersebut ia bawa ke sebuah kuil untuk dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa tersebut dan banyak orang meninggal dunia. Penyakit aneh - aneh pun muncul.


Raja Erlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan penasehatnya. Beliau adalah  Mpu Beradah untuk mengatasi masalah ini. Empu Baradah lalu mengirimkan seorang muridnya bernama Empu Bahula untuk dinikahkan kepada Ratna Manggali.


Keduanya menikah besar-besaran dengan pesta yang berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan keadaan pun kembali normal. Masyarakat kembali tenang dan damai.


Calon Arang mempunyai sebuah buku yang berisi ilmu-ilmu sihir. Pada suatu hari, buku ini berhasil ditemukan oleh Bahula yang menyerahkannya kepada Empu Baradah. Tujuan kedua dari Bahula adalah mencuri kitab sakti itu.


Calon Arang mengetahui bahwa bukunya telah dicuri. Dia menjadi marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calon Arang pun kalah. Sejak ia dikalahkan, desa tersebut pun aman dari ancaman ilmu hitam Calon Arang.


*


"Jadi penggambaran Barong Rangda adalah perwujudan Mpu Baradah dan Calon Arang?" tanyaku


"Bisa dibilang begitu, Barong merupakan lambang dari sifat kedewataan. Sedangkan Rangda adalah lambang dari kekuatan jahat. Dalam kepercayaan kita, dikenal istilah Rwa Bineda. Dua hal yang saling tolak belakang." timpal Mas Arya


*


Sore hari nya, kami semua sudah rapi untuk menonton pertunjukan Barong Rangda. Kita telah menyewa 2 buah mobil. Tentu saja, sebuah mobil isi nya 2 pasang pemuda yang sedang mabuk cinta itu.


"Nara ... kamu cemburu nggak tuan Prasta sama Aura?" goda Gusde


"Ngapain cemburu, kan aku sama Prasta cuma teman." belaku


"Oh teman...tapi mesra, hahaha" sahut semuanya kompak


Pada saat itu tiba - tiba Adhiraksa muncul.


"Ada apa?" tanyaku dalam hati


"Putri, kau harus memperhatikan jalannya pertunjukan nanti. Apalagi pada saat Barong mengalahkan Rangda." kata Adhiraksa


Tak berapa lama, kami sampai ke tempat pertunjukan. Ramai sekali orang ingin melihat pertunjukan ini. Gusde memang terbaik. Kami mendapatkan kursi deretan kedua dari depan.


Aku pun sekilas melirik pada mereka berdua yang selalu menampilkan adegan mesra.


"Enggak usah di lihat, mending lihat aku." kata Adhiraksa


"Fokus pada pertunjukannya, putri" kata Kencana


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya.


next :


Apakah Nara bisa menemukan penawar dari pertunjukan Barong Rangda?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha

__ADS_1


Potret Barong Rangda.



__ADS_2