Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Terungkapnya Musuh Utama


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


"Musuh utama kerajaan bukanlah Bala Putra. Tapi ..." kata Prasta tertahan.


"Tapi kenapa? dan Siapa musuh utama kerajaan?" tanyaku


Prasta pun diam lalu memandang mataku dengan lekat. Segera aku menunduk sebelum Prasta tahu masa lalu ku.


"Prasta, hei ... kok diam sih?" tanyaku


"Memangnya buat apa kamu ingin tahu siapa musuh utama kerajaan Medang?" tanya Prasta


"Aku mau mencocokkan dengan data sejarah dan yang ada di prasasti." kataku


Prasta pun kembali diam. Entah apa yang sedang dipikirkan.


"Kalau menurut data yang kamu tahu. Siapa musuh utama kerajaan?" tanya Prasta


Aku diam sejenak, dan berusaha mengingat siapa musuh kerajaan Medang. Pada awalnya memang, Bala Putra melakukan pemberontak. Itu alasannya karena Bala Putra merasa lebih berhak atas tahta Medang. Dia tidak terima karena tahta Medang dikuasai oleh Rakai Pikatan.


Terjadi pertempuran sih antara Rakai Pikatan dengan Bala Putra. Tapi setelah dinasehati oleh sesepuh kerajaan. Akhirnya Bala Putra mengalah. Dia lalu pindah ke Sumatra dan memerintah di sana.


Ya, perlu diketahui bahwa ayahku Sanggramawijaya (Samaratungga atau Rakai Garung) menikah dengan ibuku. Ya ibuku bernama Dewi Tara. Ibu berasal dari Sriwijaya. Kalian tahu nggak kenapa ayah dan ibu ku menikah?


Betul, itu semua karena perkawinan politik. Sama dengan aku dan Rakai Pikatan. Kami menikah karena perkawinan politik. Dulu Sriwijaya beberapa kali mengirimkan angkatan perang nya untuk menaklukan Jawa. Hal tersebut karena Jawa tidak mau tunduk dan takhluk pada kekuasaan Sriwijaya. Untuk itu lah, Sriwijaya menyerang Jawa.


Angkatan perang Jawa juga sangat besar. Sehingga menyebabkan peperangan yang maha dasyat. Guna menanggulangi dan mencegah terjadinya banyak korban. Akhirnya diadakanlah sebuah perdamaian. Dengan cara apa?


Tentu saja dengan cara menikahkan putri Kakek Dharmasetu dengan putra Kakek Penangkaran. Akhirnya menikahlah Ibu Dewi Tara dengan Ayah Rakai Garung. Kemudian lahirlah aku sebagai Pramodhawarddhani dan adikku Balaputradewa.


"Nara ... hallo, kenapa kamu diam saja. Kamu kenapa? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Prasta


"Aku lagi mengingat siapa saja yang memberontak di Medang." kataku


Tapi belum sempat Prasta menjawab. Puspa bersama Kencana datang. Yah, gagal lagi deh batinku.


"Ada apa?" tanyaku (tentu saja kita komunikasi dalam hati)


"Putri, maaf kalau kami menganggu. Ada hal yang harus aku sampaikan." kata Kencana


"Tentang apa? Bisakah kalian muncul nanti setelah aku mengetahui siapa musuh utama kerajaan?" tanyaku


"Baiklah putri, kalau begitu. Kami pergi dulu dan akan kami pastikan lagi." kata Puspa.


Setelah itu mereka menghilang.


"Nara ... Kamu ngantuk ya? kalau gitu ayo kita kembali ke hotel." ajak Prasta


"Enggak kok, nggak papa ... Aku lagi bener - bener lagi mengingat musuh utama kerajaan." kataku


"Aku akan kasih tahu" kata Prasta.


Aku pun seneng banget karena alan tahu dan langsung dari pelaku nya. Yeyeyey... senengnya aku.


"Siapa Pras?" tanyaku


"Tapi sebelum itu, apakah kamu mau jawab jujur pertanyaanku?" tanya Prasta


Deg, aku langsung gemetar begitu Prasta tanya begitu. Jangan - jangan Prasta mau tanya tentang siapa aku. Aku harus jawab apa coba.

__ADS_1


"Nara .. Terlepas dari kamu seorang Arkeolog. Aku ingin tanya, apakah kamu mengizinkanku untuk menatap mata mu yang indah?" tanya Prasta


Tukan benar, dia pasti akan menyelidiki tentang aku. Jika Prasta melihat, pasti dia akan tahu siapa aku. Duh, aku harus gimana ya.


"Kenapa kamu ingin menatapku? Bukankah tidak baik lelaki menatap wanita yang bukan siapa - siapa nya?" tanyaku balik


"Kalau begitu mau kah kamu jadi kekasihku?" tanya Prasta.


Aku pun kaget, pertanyaan macam apa itu. Jika memang Prasta sedang mengungkapkan rasa cinta. Bukankah itu tidak romantis? dasar lelaki dingin. Enggak bisa apa nembak cewek yang romantis. Pake bunga atau berlutut gitu. Ini lho langsung to the poin gitu.


"Nara ... hoy.. gimana kamu terima aku kan sebagai pacar mu?" tanya Prasta


Aku pun langsung tertawa. Prasta sangat lucu dengan wajah nya. Antara panik dan lugu gimana gitu.


"Kok ketawa sih?" tanya Prasta yang cemberut.


"Lagian emang iya kamu suka sama aku? Atau kamu suka sama aku karena cuma pura - pura untuk menghipnotis aku?" tanyaku


"Aku serius, aku suka sama kamu. Sejak pertama kita ketemu. Aku merasa kita telah lama kenal. Aku yakin jika kita di masa lalu memiliki sebuah ikatan." kata Prasta


Aduh, harus gimana ini. Prasta tu nembak aku hanya karna ingin sesuatu. Aku tahu itu. Dia tidak tulus sayang sama aku. Mana bisa aku menerima lelaki seperti itu. Selain itu, aku kan punya Dika. Selain Dika juga kan pasanganku di masa lalu Rakai Pikatan. Ya kalau Prasta adalah Rakai Pikatan. Kalau bukan? kan sebaiknya aku sama Dika.


"Nara .. Kamu kenapa sih dari tadi diem terus? Aku serius tahu. Kalau kamu tidak mau menerima aku. Maka aku tidak akan memberitahukan siapa musuh utama kerajaan." ancam Prasta.


Aku pun menjadi sebal. Awalnya aku respek. Ternyata ada pamrih dari Prasta. Dasar lelaki buaya laut.


"Yaudah kalau nggak mau ngasih tahu. Lagi pula aku tahu kok siapa musuh utama kerajaan. Dah ah, aku balik ke hotel. Aku mau naik taksi saja." kataku sebal.


Aku pun langsung berdiri dan hendak meninggalkan Prasta. Dia pun langsung mencegahnya.


"Nara ... maafkan aku. Aku tidak sengaja. Aku hanya ingin tahu kamu siapa. Perasaanku mengatakan jika di masa lalu kita pernah dekat. Mungkin kita pernah jadi sahabat dekat. Atau mungkin kita sepasang kekasih. Bisa juga kita sepasang suami istri." kata Prasta


Aku pun tak menghiraukannya lagi. Aku lansung meninggalkan cafe. Tapi Prasta pun langsung mengejarnya.


"Nara ... okay, i am so sorry. Maafkan aku yang terlalu egois. Kalau kamu nggak mau, nggak papa kok. Yaudah kamu hati - hati di jalan." kata Prasta


"Pak, Hotel Queen ya." kata Prasta


Dia pun lalu membukakan pintu taksi. Setelah itu menutupnya kembali. Aku merasa kalau Prasta lagi sebel. Tapi biarin sajalah, biar dia nyadar kalau sudah egois. Aku pun lalu kembali ke hotel sendirian.


*


Jerman


Hari ini Dika dan Ivan setiap malam selalu mendapatkan didikan dari Senopati Dandaka. Tanpa lelah mereka terus mengasah kemampuannya.


"Pangeran, cepat atau lambat raja kegelapan pasti akan menemukan kalian berdua." kata Senopati


"Betul senopati, maka dari itu kita harus terus meningkatkan kekuatan." kata Ivan


"Kita akan hadapi sama - sama. Apapun yang terjadi. Kita tidak boleh kalah." kata Dika.


Senopati Dandaka merasakan ada yang aneh dengan diri Dika. Dia terus fokus pada leher Dika. Sepertinya orang yang dilihat tahu dan sadar. Jika dirinya sedang diperhatikan.


"Kenapa senopati? ada yang salah dengan diriku?" tanya Dika


"Ehmm..tidak Pangeran, mungkin saya hanya salah lihat." kata Senopati.


Setelah latihan malam itu. Senopati pun kembali menghilang dari pandangan mereka. Ternyata senopati dipanggil oleh Puspa dan Kencana.


"Ada apa dewi Puspasari dan pangeran Kencana?" tanya Senopati.


"Senopati, tidakkah kau curiga dengan Dika?" tanya Puspa


Senopati pun lalu mengingat kejadian barusan. Dia memang curiga dengan leher Dika. Seperti ada kekuatan besar yang melindunginya.


"Betul dewi, hal itu terjadi pada leher sang pangeran. Seperti nya pangeran Dika mendapatkan anugrah." tebak senopati


"Tebakanmu benar, Dika memang mendapatkan anugrah dari Dewi Sakti. Hanya orang - orang terkasih saja yang mendapatkan anugrah dari nya." kata Kencana

__ADS_1


"Lalu ada apa pangeran dan dewi menemui ku? Apa ada hal yang penting?" tanya Senopati


Puspa pun lalu menunjukan sebuah gambaran. Apa yang terjadi denganku dan Prasta.


"Pangeran Prasta harus sadar bahwa wanita itu tidak suka dengan ancaman. Putri Mahkota akan luluh dengan cinta dan kasih sayang." kata Senopati.


"Benar, kini asumsi kita bertambah. Dika dan sukma Adhiraksa menyatu. Jika Satria itu memang reinkarnasi Rakai Pikatan. Berarti Prasta adalah reinkarnasi Pasopati. Tapi itu semua masih rahasia ilahi. Bahkan kekuatanku tidak sampai menembus ke sana." kata Kencana.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya senopati.


"Awasi Ardika, meskipun sukma Adhiraksa akan musnah selama 1jt tahun. Tapi siapa yang tahu tentang rencana Tuhan." kata Puspa.


Setelah itu, Puspa dan Kencana menghilang dari hadapan senopati. Mereka pun langsung hadir di hadapanku.


"Ada apa putri?" tanya Puspa


"Puspa, aku tahu siapa musuh utama Medang." kataku


Puspa dan Kencana kemudian tersenyum.


"Apakah putri tahu dari Prasta?" tanya Kencana


"Aku tahu dari sebuah prasasti. Kalau musuh utama kerajaan ..." kataku terpotong


Belum sempat aku berbicara, Prasta pun langsung masuk ke dalam kamarku.


"Rakai Walaing Pu Kumbhayoni." sahut Prasta


Aku pun lalu menoleh kepada Prasta. Serta kaget dunk, bagaimana Prasta bisa masuk.


"Prasta bagaimana kamu bisa masuk?" tanyaku


"Pintu kamarmu kan tidak kau kunci. Makanya aku mengecek. Takut terjadi sesuatu denganmu." kata Prasta.


Aku pun lalu menajamkan mataku kepada Prasta.


"Tadi kamu bilang musuh utama kerajaan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni?" tanyaku memastikan


Prasta pun hanya menganggukan kepala.


"Prasta, siapa sebenarnya Walaing Pu Kumbhayoni itu?" tanyaku


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Siapa Rakai Walaing Pu Khumbayoni?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

__ADS_1


__ADS_2